AQUA dan Janji Bang Thoyib

Pertama dengar lagu berjudul BANG THOYIB ga sangka juga bakalan mengangkat judul lagu itu jadi judul satu tulisan di blog ini :D Tapi gimana lagi, memang keadaannya persis banget! Bak pinang di belah dua. Cuma yang di sini, yang ga datang-datang itu bukan Bang Thoyib beneran, tapi Aqua yang saya pesan sejak medio Desember.

Awalnya sih beli aqua secara eceran, kiri kanan warung depan minimarket, jadi mudah ya kalau beli eceran. Hanya saja, ketika 2 asisten tak ada, terasa sekali tak ada tenaga yang dimintai tolong untuk mengangkut aqua. Saya? Tentu saja tak sanggup! Bukan karena saya perempuan, tapi saya memang tak kuat. Soalnya banyak juga lho perempuan-perempuan alias para ibu yang suaminya tidak standby di rumah wajib angkat galon aqua sendiri ke dispenser. Hebat ya! Sebetulnya kondisi ini bikin saya kangen sama tetangga warung dulu, yang sangat baik hati dan bersedia mengantar air galon sampai menuangkannya ke dispenser. Tapi di tempat tinggal yang sekarang, tidak ada yang begitu, jadi repot kan? :(

Nah, awal Desember kemarin mulailah saya berinisiatif berlangganan aqua langsung ke produsennya. Layanannya OK banget, tidak sampai berhari-hari langsung datang air galon pesanan, waktu itu pesannya baru 7 galon saja. Padahal mereka bilang minimal 3galon baru dilayani, tapi mengingat kebutuhan di sini, saya pikir tak ada salahnya memesan banyak, toh tidak busuk ini ‘kan. Memang harus keluar ekstra sih untuk deposit harga galon.

Pada minggu ke-2 Desember, ketika stok air minum tinggal 2 galon saya menelpon bagian distribusi aqua, dan mereka bilang jadual ke daerah kami adalah Jumat. Masih bersangka baik, dan menanti Jumat datang. Tapi janji tinggal janji, tak ada mobil aqua yang melintas. Telpon lagi, alasannya alamat kami tidak ditemukan oleh supirnya. Nah lo??? Saya diminta membuat denah dan mengirimkan melalui fax. Eh??? Yang boneng ajeee … hla yang kemarin mengantar pengiriman pertama itu apa bukan orang distribusi aqua? Kok yang kemarin bisa datang, lalu supir yang sekarang tidak? Aneh! Tentu saja saya menolak, dan menyuruh mereka lihat saja tuh di google map atau di peta Jakarta, keterlaluan saja rasanya bagian distribusi sampai tidak tahu tempat ini. Lagipula, jika memang supirnya tidak menemukan alamat ini, tapi sudah di sekitaran alamat ini, kenapa tidak menelpon saja? Bukankah itu lebih mudah?

Pengalaman saya ketika bekerja dulu, dan berhubungan dengan bagian logistik, saya tahu persis beberapa alasan yang selalu diberikan ketika pengiriman terlambat. Pertama – kempes ban, tempatnya jauh dari tambal ban sehingga butuh waktu lama untuk sampai ke tempat si A – padahal mobil pengiriman mengirim ke tempat lain yang lebih urgent. Kedua – macet di tol ini – padahal supir tidak masuk. Ketiga – sudah tiba di lokasi, tapi tidak ada orang di tempat – padahal sih tidak sampai juga ke sana, cuma jadi alasan aja. Dan masih banyak alasan lain yang sudah disediakan jika memang pengiriman telat.

Berbekal pengalaman itulah saya cecar bagian distribusi, menanyakan apa sebetulnya yang menjadi kendala mereka, karena saya juga tahu cara kerja bagian distribusi, yang jadual mobil keluar hari itu pasti tercatat di papan tulis/buku/komputer akan mengirim ke tempat siapa dan pastinya lokasinya pun sudah diatur berdekatan demi menghemat waktu. Mungkin mereka tidak senang karena dianggap saya sok keminter, sehingga telpon ditutup begitu saja. Saya telpon lagi lama baru diangkat, saya tanyakan nama personil yang tadi bicara dengan saya, jawabnya sedang keluarl makan. Eh?? Terus, gimana urusan saya?

Janji Bang Thoyib berulang terus sampai 3x Jumat, dan puncaknya kemarin. Kesal sekali, sampai menulis di Surat Pembaca detik.com, entah ditayangkan atau tidak. Terserah deh. Ingin pindah saja ke merk lain, tapi kok saya belum menemukan ya. Pengen sih mencoba Nestle, tapi mereka belum menyediakan air dalam kemasan GALON. Bagaimana dengan sohiblogger, ada yang pakai air galon selain Aqua? Bagaimana pelayanannya? Mau dong, tadinya saya memilih Aqua karena mau hidup sehat seperti slogan mereka, tapi kalau untuk memesan saja saya harus marah-marah begini, bukannya saya jadi sehat tetapi malah jantungan atau bisa-bisa kena stroke malah saking jengkelnya. Huh!  Sudah googling sih tapi belum ketemu, dan baru ingat, saya ‘kan bisa minta informasi dari sohiblogger toh :D

UPDATE:
Masalah ini sudah selesai, postingannya ada di sini.