Mencermati cerita anak berjudul Princess Ginting Pase, ada hal yang agak mengganjal dan saya mencoba meluruskannya, berharap sih penulisnya membaca. Sehingga ke depannya mau menelisik lebih ke dalam, agar walaupun menulis cerita rakyat tetaplah berdasarkan kenyataan, karena yang mungkin dianggap sepele tetapi justru krusial lho.
Jika pada cerita itu disebut sang paman adalah saudara laki-laki bapak Putri Ginting Pase, sebetulnya Putri Ginting Pase harus memanggil mereka dengan sebutan BAPAK (Bapauda) dan IBU (Nandenguda). Sementara Paman dan Bibi diperumpamakan dengan Kila dan Bibi dalam adat Karo, maka pasti yang dimaksud yang bersaudara adalah bapak Putri Ginting Pase dengan adik perempuannya. Atau bisa juga saudara dari pihak Ibu, tapi tetap bukan saudara laki-laki bapak. Panggilan Bibi tak boleh digunakan untuk memanggil istri dari saudara laki-laki bapak dalam adat Karo.
Bicara tentang warna, baru tau klo ternyata warna-warna pilihanku mempunyai arti yang bagus