BATUK 30 HARI

Beberapa jam yang lalu, adik bungsuku datang dan demi melihatku batuk hebat, dia bilang jangan-jangan itu batuk 30 hari ya?! Eh? Saya kok baru dengar ada jenis batuk 30 hari? Apakah teman-teman ada yang pernah mengalami? Bagaimana pengobatannya? Mesti ke dokter ‘kah? Tadi sih adikku bilang nanti juga sembuh sendiri, tapi terus terang saya sudah tak sanggup sebenarnya, capeeeeek pas batuknya itu lho.

Jadi googlinglah saya tentang batuk 30 hari ini, dan menemukan artikel ini.

“Batuk ada berbagai macam jenis, batuk ringan, batuk berdahak, dan batuk di sertai flu. Batuk apapun bisa menjadi masalah. Apakah Anda pernah merasakan dan mengalami batuk selama 30 hari/ 1 bulan ? Nah itu pertanda bahwa di dalam tubuh Anda sedang tidak beres dan itu janganlah Anda abaikan, cepatlah Anda kedokter atau ke klinik terdekat. Karena penyakit batuk merupakan gejala dari penyakit yang berat yang dapat mematikan. Walaupun jenis batuk kelihatannya hampir sama, tetapi penyebabnya dapat berbeda.”

Saya sudah mengalami batuk-batuk ini selama 2 minggu terakhir, sempat saya kira karena perubahan cuaca saja. Tapi jangan dikira batuk ini karena saya kebanyakan makan kentang goreng yah hehehe  dan selama 2 minggu ini belum sebutir obatpun saya jejalkan untuk melawan batuk ini. Saya pikir bisa melawannya dengan mempertahankan stamina dengan mengonsumsi suplemen yang biasa plus madu super yang asli dari Cibubur :D Hasilnya? Saya tetap batuk-batuk.

Dan, setelah postingan ini, saya mau tahu dulu dari teman-teman yang punya pengalaman yang sama, baru deh nanti saya pikirkan, kiranya perlu lekas ke dokter atau tidak :D

Tidur yuuukkk

Membaca detik.com menjadi satu rutinitas di pagi hari, dan pastinya akan nyangsang juga di detikhealth. Hari ini baru tau kalau perempuan divonis lebih mudah tertidur di saat menonton film. Lebih lengkapnya bisa baca di sini. Tapi bener ga yah?

Fakta : saya mengaku deh kalo  seringkali tertidur ketika nonton film di cinema, apalagi jika filmnya kurang menarik *menurut saya*. Tapi anehnya saya malah tidak bisa tertidur cepat jika tivi dalam keadaan berkoar-koar, masih mending siy kalau suaranya di-silent.

Langsung dong sibuk googling, dan fakta baru yang ditemukan adalah bahwa perempuan membutuhkan tidur lebih lama. Sama-sama mengenai tidur tapi tidak sama pembahasannya.

Sebelum saya lupa, saya rasa perlu menuliskan keheranan saya ini bahwa saya menemukan artikel ini, yang menurut saya isinya kurleb sama dengan tulisan yang ada di detik.com. Cukup kreatif :D

Back to topic, memangnya kenapa siy ‘meributkan’ masalah durasi tidur ini? Itu karena di saat manusia tidurlah maka sang otak diperbaiki dan memulihkan diri setelah seharian dipaksa berpikir. Mengenai hasil googling saya yang lebih banyak menemukan informasi tentang perempuan membutuhkan tidur lebih lama ketimbang laki-laki, saya kok sepenuhnya setuju ya?! Sepertinya ini ada kaitannya dengan kebisaan perempuan dalam mengerjakan banyak pekerjaan di saat yang bersamaan atau bahasa kerennya ‘multitasking’.

Profesor Jim Horne, direktur Sleep Research Centre di Loughborough University dan penulis buku Sleepfaring: A Journey Through The Science Of Sleep – mengatakan bahwa perempuan memang membutuhkan tidur lebih lama karena rangkaian otak perempuan lebih kompleks ketimbang otak laki-laki.  Hmm …

Masalahnya, perempuan perlu tidur lebih lama tapi tidak bisa memenuhinya, dan saya lagi-lagi sangat setuju dengan pernyataan profesor ini :D Ini adalah pengalaman pribadi, di mana seringkali saya merasa masih ingin bergelung di tempat tidur, masih ingin berlama-lama merasakan hangatnya selimut, tapiiiiii…..otaknya udah terlanjur bangun, langsung mikirin ini itu, jika sudah begitu, boro-boro bisa diajak tidur lagi, yang ada langsung lompat bangun. Belum lagi jika punya kebiasaan ‘setoran’ pagi-pagi yang berfungsi sebagai alarm alami akan berteriak sempurna sehingga tak dapat menunda keberangkatan ke pesawat bernama toilet barang semenit pun. *lebay*

Sejujurnya saya merasa sangat dibela dengan apa yang dijabarkan oleh Profesor Horne, tapi sayangnya para laki-laki *baca : suami* seringkali mengabaikan hal ini dan beranggapan bahwa pihak laki-lakilah yang paling membutuhkan tidur lebih lama. Hohoho … *buka rahasia dapur – moga2 ga kualat*

Bagaimana dengan  perempuan-perempuan lain ya? Apakah mengalami hal yang sama?

********************************************************************************

Entah dejavu entah apalah namanya, tapi yang jelas, ketika saya meracik tulisan ini di tahap finishing, ada email masuk dan saya membaca komen dari Kyaine yang mengingatkan  agar blog ini tidak sampai diistirahatkan di The Sirnaraga Memorial Park. Hahaha … komen yang tepat di waktu yang tepat!

Uhuk … uhuk …

Sudah beberapa malam ini kegiatan tidur tidak dapat kutunaikan dengan maksimal. Virus batuk yang setia sejak beberapa hari ini sangat intens menemani dan enggan pergi begitu saja. Awalnya ku kira ini cuma karena masuk angin biasa, jadi tau dong obat paling ampuh yang sangat mungkin dikonsumsi untuk melawan masuk angin? Ya, orang pintar minum cairan itu :D Tapi setelah habis satu kotak, kok tidak berpengaruh signifikan ya? Batuk masih melanda, bahkan tambah parah karena sampai terkencing-kencing bin muntah-muntah.

Karena saya masih berpikiran batuk ini murni disebabkan oleh masuk angin maka saya belum mau meminum obat yang khusus diperuntukkan untuk  sakit batuk. Tapi kemarin, ketika untuk satu keperluan bertemu dengan seorang kenalan yang berprofesi sebagai perawat yang masa kerjanya sudah hampir mencapai dua puluh tahun, jadi wajar dong kalau saya manut aja ketika dia menyarankan saya untuk mengkonsumsi obat batuk merk B******N + antibiotik. Saya termasuk orang yang anti minum antibiotik kecuali terpaksa, sehingga saya hanya beli obat batuknya saja.

Sugesti yang saya kirim dengan sangat positif ketika meminum obat tersebut ternyata berbalas terbalik. Batuk bukannya hilang, tapi yang ada tenggorokan terasa kering kering kering sehingga memicu batuk menjadi-jadi. Artinya penderitaan saya belum berakhir. Setelah meminum 3x10ml obat batuk tersebut, dan setelah saya merasakan tenggorokan menjadi semakin terbakar rasanya, saya putusukan untuk berhenti. Dan sekitar satu jam yang lalu, setelah dua kali muntah karena batuk maka saya kembali kepada si cairan penolak angin itu lagi. Sesaat tenggorokan terasa lega, tapi saat ini, saya mengetik diiringi suara batuk yang panjang sambil sesekali terhuek huek dan sejauh ini baru angin saja yang keluar.

Orang yang sedang sakit bisa jadi adalah orang yang paling sensitif sedunia, paling tidak begitulah yang saya alami. Sejak kemarin, setiap saya terbatuk-batuk, suami nyuruh berdehem agar batuknya tidak jadi. Saya sedang dalam posisi malas berdebat, apalagi saya yang merasakan dan saya tau persis kalau batuk sudah menyerang, deheman sekeras apapun takkan mempan. Jadi baiklah saya diamkan saja saran suami itu. Sebetulnya ada rasa mangkel ketika melihatnya tertidur pulas sementara saya harus bolak balik ke toilet setiap batuk menyerang. Sepertinya dia tidak terusik sama sekali oleh suara batuk saya itu. Tapi ya sudahlah, ga mau nambah susah pikiran dengan meributkan tidak adanya perhatian darinya hiks …

Saking tidak bisa tidur, jam 4tadi yang jaga malam saya suruh tidur saja, pertimbangannya mending dia tidur agar nanti siang bisa bangun dan jaga lagi. Menjelang pagi, suami dipaksa bangun menggantikan saya karena kantuk menyerang. Baru tidur sebentar uhuk uhuk lagi, ke toilet lagi, minum lagi, pipis lagi – begitu berulang dan puncaknya muntah. ‘Lahar’ yang pertama sukses  ditampung oleh plastik bekas laundryan. Aman! Tapi ketika serangan berikutnya datang, sama sekali tidak siap, jadi terpaksa deh minta tolong suami untuk nganterin plastik ke kamar. Nah ini, sambil ngasi plastik, sekali lagi suami bilang, makanya kalau mau batuk langsung dehemin.

Spontan tuh airmata ngucur kayak hujan yang turun di siang bolong, siapa juga coba yang ga mau dehem-dehem, boro-boro mau dehem, wong tenggorokan kering kerontang begini rasanya. Huhuhu … rasanya nelongso banget deh pokoknya hiks *ga lebay ini*. Babak pertama film India lumayan melegakan, rupanya airmata yang turun diiringi oleh cairan dari hidung sama derasnya, kompak banget, dan yang jelas bikin lega deh. Jadi ga bisa tidur lagi, mata jadi nyalang – nafaspun lega. Lumayan deh, walau cuma lega sesaat.

Daripada di tempat tidur manyun, mending juga nge-blog, dan mending cari tahu kenapa siy batuk ini menyerang? Kalau ga salah ingat, di 2010 ini udah dua kali ini deh diserang batuk seperti ini. Dan ini hasil googling saya dari mas Wiki :

Batuk dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu batuk akut dan batuk kronis, keduanya dikelompokkan berdasarkan waktu.

Batuk akut adalah batuk yang berlangsung kurang dari 14 hari, serta dalam 1 episode. Bila batuk sudah lebih dari 14 hari atau terjadi dalam 3 episode selama 3 bulan berturut-turut, disebut batuk kronis atau batuk kronis berulang.

Karena saya mengalami batuk ini belum juga seminggu, kesimpulannya saya terkena BATUK AKUT, ini kesimpulan saya lho, semoga aja bener, eh harus bener ding, ‘kan saya ga pengen kena penyakit batuk kronis.

Sempat juga mampir ke satu blog, dan isinya engga banget :D Saya bilang engga banget, karena saya berusaha melakukan denial terhadap kemungkinan terjadinya analisa tersebut pada diri saya. Begini katanya :

BATUK PENYAKIT
Berbeda dengan batuk “biasa” yang masih dalam batas toleransi, ada juga batuk yang merupakan gejala penyakit. “Kalau batuknya sangat sering, tidak menghiraukan waktu, siang malam batuk, bisa jadi itu merupakan gejala penyakit.

Saya mengalami batuk tanpa kenal siang atau pun malam, dia datang kapan saja dia mau, dan membaca tulisan di atas saya benar-benar jadi H2C dan merasa harus ke dokter. Tapi ini kan hari terakhir di tahun 2010, masak harus ke dokter? :D Ga keren amat hiks …

Dari blog lain ada yang menulis kalau MADU juga bisa menyembuhkan batu, tapi di sana ditulis cuma sampai anak berusia 12tahun. Hla? Berlaku buat saya juga tidak ya :D

Duhai batuk, kiranya sudilah pergi, enyahlah dari tenggorokan ini, jangan kau sakiti aku lagi. Please?

Khasiat warisan leluhur

Hampir kebanyakan orang mengalami masalah dengan bau-bauan, misalnya bau mulut, bau ketiak, bau kaki atau bau keringat. Khusus bau keringat ini biasanya banyak melanda orang-orang yang kelebihan berat badan. Semua bau-bauan ini pastinya menimbulkan ketidakpercayaan diri pada korbannya. Bahkan para korban bau-bauan ini dengan sangat nyata menjadi sasaran empuk para produsen kosmetik dan toiletries. Segala macam produk diluncurkan untuk menghilangkan bau-bauan tadi oleh para pengusaha yang memang dengan jeli membaca kebutuhan pasar. Respon konsumen pun beragam, ada yang berhasil tapi banyak juga yang kecewa. Biasanya yang kecewa ini karena terlalu percaya pada iklan yang sengaja dikemas sedemikian rupa untuk meracuni pikiran konsumennya.

Tapi bagi orang-orang yang tidak mau jadi korban untuk yang kedua kalinya, tentu saja tetap punya pilihan. Kembalilah ke alam, kembali pada warisan leluhur. Sudah biayanya murah, efek sampingnya pun hampir tidak ada. Sering saya berpikir fenomena apakah yang sedang terjadi pada masyarakat masa kini sehingga lebih menyukai produk instan yang hampir semuanya menggunakan bahan kimia ketimbang produk tradisional. Entahlah, saya terlalu malas mencari tahu penyebabnya, tapi yang jelas saya sendiri pun harus jujur bahwa saya pun lebih memilih menggunakan yang instan ketimbang warisan leluhur tadi. Padahal, untuk mendapatkan yang instan tadi saya harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Saya sudah berpikir keras kenapa siy saya malas menggunakan produk tradisional yang jelas-jelas alami dan murah pula harganya, dan saya masih belum menemukan jawaban yang logis.  Parah ya? :D

Eniwe, bukan tanpa sebab jika saya tiba-tiba mengulas tentang hal ini, dan kali ini penyebabnya adalah sebuah artikel yang saya baca di detik.com tentang khasiat buah pepaya untuk menghasilkan kecantikan yang alami. Beberapa waktu yang lalu ketika saya masih rajin therapy pun, mereka menyarankan agar saya rajin mengonsumsi buah pepaya (mengkal). Pasti ini bukan suatu kebetulan, melainkan sebuah pertanda untuk tidak menunda lagi menggunakan bahan alami seperti pepaya ini untuk mencegah meradangnya keriput di wajah. Di samping biayanya murah, mengerjakannya pun mudah.

Cara perawatannya adalah dengan menghaluskan buah pepaya. Lalu terapkan pada seluruh wajah, diamkam selama 15 hingga 20 menit. Setelahnya, bilaslah wajah dengan air dingin. Untuk menambah manfaatnya, Anda bisa mencampur masker pepaya dengan madu dan telur.

Memang faktor usia tidak mungkin menghadang hadirnya kerut merut di wajah, tetapi paling tidak kalau tadinya sang kerut merut larinya kenceeeeng eh dikasi buah pepaya ++ bisa jadi larinya jadi tersendat-sendat, lumayan dooong :D

Ada yang mau menemani saya mencoba warisan leluhur ini? :D

Hi, I’m back

Setelah koma sejak 16 Agustus yang lalu, hari ini pengen nge-blog lagi. Hari-hari kemarin sepertinya begitu sulit membangun mood untuk menulis. Entah kenapa :( Dengan begini, komitmen menulis setiap hari sudah jelas-jelas tak tercapai alias GAGAL!!! Masih ada 3bulan ke depan, mungkinkah bisa konsisten??? Kita lihat saja nanti :P

Hari ini menulis tanpa kejelasan juga. Bingung mau menulis tentang apa, saking banyaknya hal-hal yang memenuhi kepala ini. Kehidupan rumah tangga, terus seputar pekerjaan sehari-hari, tentang kakak dan adik-adik, juga para keponakan, semua sudah mewarnai hari-hari, campur aduk – mengaduk emosi menjadi beragam rasa.

O iya, sesi rupa-rupa ini mungkin paling tepat berbagi cerita tentang terapi yang ku ikuti sudah 4 kali sampai minggu kemarin. Adalah bapakku yang menyarankan untuk mengikuti terapi ini karena kakiku yang bengkak ga jelas sudah 2x dalam setahun ini. Selain bengkak, betis pun seperti kayu kerasnya. Tempat yang disarankan, dan tempat yang sudah dicobai sendiri oleh bapakku namanya ATFG-8. Bagi penggemar acara kesehatan di salah satu tivi swasta pasti tau dan familiar deh dengan pengobatan alternatif yang satu ini. Bapak juga menyarankan agar sekalian terapi untuk mendapatkan keturunan. Haiyaahh … rupanya diam-diam bapak mengharap cucu dari kami.  (Ya iyalah, wlo cucu sudah banyak, tetep aja kaleeee :P )

Tidak menunggu lama, saat itu juga di depan Bapak, aku telpon ATFG-8 untuk menentukan jadual terapi. Tentunya menyesuaikan dengan jadual waktu senggang di warnet tempat kami bekerja, maka pilihan waktu adalah hari Selasa. Kenapa Selasa? :P Karena biasanya game favorit gamers saat ini yaitu Point Blank, pastinya sedang maintenance sehingga sangat sedikit gamers yang sowan ke warnet.

Terapi pertama, bersama suami tapi yang diterapi aku saja. Biasalah, suamiku itu adalah orang yang  merasa paling sehat sedunia, jadi dia menganggap tidak perlu ikut terapi. Entah dasar pertimbangan apa, dia mau juga ikut terapi pada sesi ke-2 minggu berikutnya. Hasil dari terapi pertama lumayan, badan jadi lebih ringan, dan tentunya kaki yang bengkak sudah normal kembali.  Tetapi hasil dari terapi ke-2 dan ke-3 oleh terapis yang berbeda dari yang pertama, koq mengecewakan ya?! Bukannya merasa lebih ringan dan segar, tetapi sebaliknya, bawaannya juga ngantuuukkk terus :(

Dan ketika terapi ke-4 kemarin, ada insiden yang tak mengenakkan. Gegara suami yang bangunnya susah, gegara nyariin helm yang keberadaannya entah di mana, jadi aja jam 8 masih di rumah. Nelpon ke ATFG-8 minta ditunggu, eh malah dapat jawaban yang menjengkelkan.

“Mas, maaf ya sepertinya kami datang terlambat. Tolong ditunggu ya.”

“Wah, maaf bu, jam 9 sudah penuh.”

“Iya saya tau, saya juga tidak minta ganti jadual dan  saya juga tidak telat setiap terapi pak. Mohon toleransinya saja.”

Pastinya udah geradak geruduk tuh biar bisa cepet sampai di tempat terapi. Persis 15 menit dari jam 8 sudah duduk di depan administrasinya. Nah ini yang langsung bikin sewot.

“Maaf bu, karena datang terlambat jadi diterapinya seadanya saja, waktunya tidak bisa sama dengan yang sudah2.”

“Maksudnya?”

“Iya, jadi jam 9 terapi sudah harus selesai.”

Duh, aku gagal lagi untuk jadi orang yang sabar :( Karena tanduk langsung berdiri dan para setan langsung bikin gerah.  Apalagi saat itu aku sebetulnya juga sedang komplen tentang terapis yang menangani aku di minggu ke-2 dan ke-3, dan aku minta terapis yang pertama menangani. Katanya, terapis yang pertama itu sedang mudik.   Jadi yang tersisa cuma ada dia dan seorang perempuan. Dan jika dia yang ‘megang’ suami, maka mau tak mau terapis perempuan itu (lagi!) yang menangani aku. Di tambah lagi katanya, kali ini kami diberi kamar terpisah, dan ketika ku tanya, emang kamar yang buat pasutri itu kenapa??? Dia tidak bisa menjawab. Dan belum selesai urusan ini,  di saat yang sama, ada telpon masuk, dan dia lebih mementingkan telpon masuk itu ketimbang menyelesaikan urusan dengan ku. Hhhh… Menurut ilmu etika yang aku tahu siy, telpon masuk bisa disuruh menunggu, dan harus mendahulukan tamu yang ada di depan mata.

Tanpa bisa menyembunyikan rasa jengkelku lagi, maka yang keluar sudah kalimat2 tak sedap untuk didengar.

“Mas sendiri yang bilang waktu untuk kami terbatas, mbok ya o langsung diurus, mosok mentingin telpon masuk? Mosok orang di telpon jauh lebih pantas dihargai ketimbang  pasien di depan mata???”

Eh si mas mas itu masih mencoba menyahut tapi tidak jadi begitu melihat kilat marah di mataku. Serta merta dia memanggil terapis perempuan itu dan mempersilahkan kami masuk ke ruangan yang biasa dipakai untuk pasangan. What the hell … aarrgghhh …

Aku jadi mengomel sendiri, ini tempat orang berobat atau apa siy? Klo ini tempat orang berobat, bukankah semestinya mereka, para terapis itu bisa menjaga emosi pasiennya. Apakah tempat berobat sekarang ini sudah sama dengan game centre??? Yang klo udah dapat jatah 1jam, dipakai atau tidak waktunya, setelah 1jam itu hangus menurut mereka, maka kita otomatis tidak bisa main lagi??? Jadi kesembuhan bukan menjadi prioritas buat mereka ya? Ah menyedihkan sekali kalau betul begitu :(

Sungguh deh, selama terapi kali ini sangat tidak nyaman rasanya. Jadi aja mengingat-ingat tindakan yang dilakukan pada sesi yang lalu, kuatir ada bagian yang terlewatkan. Dan memang hampir saja itu terjadi, sampai aku mengingatkan, kok belum diginiin mba? Biasanya sebelum diginiin, kan tahap ini dulu. Iya, bu setelah ini. Waksss…. Pinter juga si mba terapis ngeles.

Baiklah, mungkin ini terapi yang terakhir, image bagus dan menjanjikan yang disampaikan bapak, luntur tur tur. Engga banget deh klo tempat berobat seperti itu. Bukannya tambah sehat, yang ada malah nambah penyakit :P

So, bye bye ATFG-8, semoga saja P.Gondo pemilik pengobatan alternatif ini lebih memperhatikan SDM nya agar ATFG-8 tidak kehilangan pasiennya dengan cara seperti ini.

Buah TERLARANG :(

Durian dan Nanas merupakan buah favorit ku sejak ku masih kecil. Jika musim durian tiba, tak terkira jumlah yang dimakan, apalagi semua bisa di dapat dengan gratis pula. Nanas mesti beli, tapi harganya murah, jadi bisa sering beli. Dan sampai hari kemarin, aku belum punya rasa kuatir sedikitpun untuk mengkonsumsi kedua buah tsb.

Sejak di Jakarta, rada2 berkurang banyak siy frekwensi makan durian, soale mahal. Terakhir makan durian sepuas2nya ketika mudik dua tahun yang lalu. Tapi sejak menikah, karena kabar2nya perempuan *yang mau* hamil engga boleh makan durian, jadilah durian masuk daftar buah yang diblack list :(

Ditambah lagi kemarin baca artikel di detikhealth.com, begini isinya :

Buah yang harus dipantang bagi penderita diabetes (kandungan glukosa tinggi) antara lain:

1. Duren
2. Pisang
3. Mangga
4. Nanas
5. Sirsak
6. Nangka
7. Sawo

SEDIH! Dari 7 buah yang di daftar itu, semuanya kesukaanku. Dapat dibayangkan jika ku dilarang makan buah2an itu kan???? Sanggup ga ya memantangkan ke-7 buah2an itu demi KESEHATAN???? Entahlah, engga yakin sama sekali. Mungkin langkah pertama adalah memastikan bahwa aku BELUM terkena diabetes, walau kemungkinan kenanya juga besar, karena ibuku dan keluarga besarnya hampir semua berpulang dalam keadaan sakit dan salah satu dari penyakit yang diidap adalah diabetes.

Kapan ya mo periksa gula darah? Dulu bisa merutinkan diri setiap enam bulan sekali, tapi setahun terakhir ini bawaannya malesssssssss aja, entah kenapa! Moga2 aja dalam waktu dekat ini bisa maksain diri wat periksa deh, klo udah tau kan lebih tenang yah :)

Bagaimana dengan teman2? Moga2 engga ada ya yang terdeteksi kena diabetes :)

Wasir atau Ambeien

Pernahkan anda mengalami kesulitan BAB?
Atau mungkin merasa nyeri ketika melakukan aktivitas BAB?
Atau juga mungkin pernah terkaget-kaget ketika bersih2 setelah PUP eh kok ada benjolan kecil persis di bibir anus?
Nah, jika anda pernah mengalami ini semua, patut untuk waspada, dan sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter, apakah anda mengidap penyakit wasir atau tidak?

Sekarang pertanyaannya, apa siy WASIR itu? Berikut ini adalah hasil googling yang baru saja ku lakukan beberapa menit yang lalu, bahwa :

“Wasir adalah penyakit yang menyerang bibir anus mengalami bengkak yang kadang disertai pendarahan.”

Penderita wasir umumnya sulit untuk duduk dan buang air besar karena bibir anus akan terasa sakit jika mendapat tekanan. Seringkali penderita menganggap remeh penyakit ini, bisa jadi karena malu, ataupun merasa bukan suatu penyakit yang serius. Sebaiknya penderita tidak mengacuhkan penyakit wasir karena anda bisa dibuat menderita seumur hidup. Apalagi wasir DAPAT kok ditanggulangi dengan baik sampai ke akar-akarnya.

Ok, perlu juga diketahui bahwa wasir atau ambeien ada dua macam, yaitu wasir dalam dan wasir luar. Pada wasir dalam terdapat pembuluh darah pada anus yang ditutupi oleh selaput lendir yang basah. Jika tidak ditangani bisa terlihat muncul menonjol ke luar seperti wasir luar.

Gejala wasir dalam adalah suka ada darah yang keluar dari anus saat bab / buang air besar. Jika sudah parah bisa menonjol keluar dan terus membesar sebesar bola tenis sehingga harus diambil tindakan operasi untuk membuang wasir.

Wasir luar merupakan varises di bawah otot yang umumnya berhubungan dengan kulit. Biasanya wasir ini terlihat tonjolan bengkak kebiruan pada pinggir anus yang terasa sakit dan gatal.

Apa saja sih yang dapat memicu munculnya penyakit wasir? Berikut ini kutipannya :

1. Terlalu banyak duduk
2. Diare menahun
3. Kehamilan ibu hamil yang diakibatkan perubahan hormon
4. Keturunan penderita wasir
5. Hubungan seks yang tidak lazim
6. Penyakit yang membuat mengejan penderita
7. Sembelit / konstipasi / obsitpasi menahun
8. Penekanan kembali aliran darah vena, dll.

Bisa ga ya wasir dihilangkan secara total? Setelah diobati, penderita sebaiknya menjalankan beberapa tips berikut.

1. Jalankan pola hidup sehat
2. Olah raga secara teratur
3. Makan makanan berserat
4. Hindari terlalu banyak duduk atau nongkrong di wc / toilet
5. Jangan merokok, minum minuman keras, narkoba, dll
6. Jangan melakukan aktivitas hubungan seks yang tidak wajar
7. Minum air yang cukup
8. Jangan menahan kencing dan berak
9. Jangan suka menggosok dan menggaruk dubur berlebihan
10. Jangan mengejan / mengeden / ngeden berlebihan
11. Jika tidak ingin pup / bab jangan dipaksa
12. Duduk berendam pada air yang hangat
13. Minum obat sesuai anjuran dokter

Pada kesempatan ini kami memperkenalkan HERBAL KARO yang ikut memberi warna tersendiri di dalam sejarah pengobatan tradisional Indonesia. HERBAL KARO mungkin belum terdengar gaungnya ke seantero negeri, dan untuk itulah kami berusaha untuk membuka peluang ini agar masyarakat dapat mengenal langsung tentang HERBAL KARO di sini. Khusus untuk pengobatan wasir ini, dari HERBAL KARO menggunakan BUAH PINANG sebagai bahan utama dan tentu saja masih di tambahkan bahan-bahan lainnya, dan sudah pasti semua bahan-bahan yang digunakan terbuat dari ALAM. Tidak satupun mengandung unsur kimia sama sekali.

Mau mencoba? Bagi yang ingin berkonsultasi boleh kirimkan email ke kontak@herbalkaro.com atau hubungi saja 021-96276098.

Selamat mencoba!

Obat Alternatif untuk Wasir

Di dalam seminggu ini aku sering dengar tentang penyakit ini. Adalah Bapak yang bercerita tentang keampuhan obat yang dia racik sendiri. Bapak juga minta tolong dicarikan buah pinang yang merupakan bahan baku pembuatan obat tsb. Disebutkan ciri buah pinang yang boleh dipakai yaitu harus jatuh pohon, bukan dipetik dengan sengaja. Swami yang asli Sumedang bilang banyak pohon pinang di kampungnya, cuma apakah itu buah pinang yang memang dicari atau bukan, perlu diperjelas lagi.
Kami baru bermaksud meminta Bapak mertua untuk mengirimkan contoh buah pinang untuk mengetahui apakah sesuai dengan yang dicari oleh Bapak atau tidak. Tapi belum juga niatan ini terlaksana, tadi malam Bapak bilang minta dicarikan tiket ke Medan untuk keberangkatan 1-2 hari ini.

“Kira2 sekarang harga tiket ke Medan masih dapat 500an ga ya?” tanya Bapak

“Terakhir beli buat om kemarin siy emang 520rb pak, nanti kita coba liat lagi aja. Moga2 aja masih ada. Emang Bapak mo ada perlu apa pulang ke Medan?”

“Ada perlu, sekalian mau ngumpulin buah pinang. Soalnya sekarang sudah ada 5 pasien yang menunggu.”

“wah, kok bisa antri begitu?”

“iya, dipromosiin adekmu.”

Alkisah, iparku rupanya mengidap wasir, dan minta dibuatkan obat oleh Bapak. Jauh sebelum ini, Bapak memang sudah pernah mengobati wasir dan sembuh, hanya saja, udah sampai di situ aja. Tidak ada upaya untuk memperkenalkan obat ini kepada publik. Bapak memang bukan tipe orang yang suka beriklan. Dia lebih suka memberi kesempatan orang untuk mencoba, setelah itu nanti kan jadi promosi sendiri. Begitulah katanya.

Berbeda dengan adikku, karena dia lihat istrinya segera sembuh tanpa menunggu berganti hari, maka dengan semangat adikku lalu memberitahukan orang-orang yang memang dia tahu selama ini mengidap wasir. Dan itulah hasilnya, antrian 5orang.

Aku sebenarnya sudah tau apa siy wasir itu. Tapi pengen googling juga, pengen liat apa yang sudah ditulis orang tentang wasir itu sendiri. Nanti ya ku tulis secara terpisah, agar lebih mudah menyerap informasinya.

So? Kalau ada teman atau saudara yang mengidap penyakit wasir, boleh mencoba obat racikan Bapakku, asli dari bahan natural, boleh hubungi aku di sini atau kirim email ke kontak@herbalkaro.com; bisa juga sms / telpon ke 021-96276098.