Dari obrolan singkat dengan mba Imelda kemarin malam, saya jadi teringat kalau perjalanan blog ini bukan baru satu tahun, tetapi sudah memasuki TIGA tahun, tepatnya 2 tahun 2 bulan (thanks to Pak Mars yang sudah memberikan koreksi
). Ya, pertama sekali menulis itu mulai bulan Desember 2009, jadi semestinya ulang tahun blog ini setiap bulan Desember ya? Aduh, saya benar-benar lupa deh. Soalnya sempat berganti-ganti sih, awalnya di blogspot, pindah ke .com, baru deh di sini yang awet. Bahkan yang .com sudah raib entah kemana, biasalah suami lupa mbayari jatah tahunannya.
Setelah mememperhatikan index, saya jadi ngeuh kalau konsistensi saya dalam dunia tulis menulis baru benar-benar stabil pada tahun 2011. Bayangkan saja, saya cuma mampu menulis sebanyak 9 kali di tahun 2009 dan 39 tulisan di tahun 2010. Barulah pada tahun 2011, saya menuai banyak tulisan, sebanyak 271! Masih kurang banyak sih jika dibandingkan dengan banyaknya jumlah hari dalam setahun, tapi saya kira sebagai pemula sudah bolehlah
Setidaknya pencapaian ‘kan sudah sampai 75% tuh
*mencari pembenaran*
Dalam satu tahun ini, sudah banyak sekali hadiah yang saya kumpulkan, entah karena menang beneran, entah karena kebaikan si kaleng susu, entah karena kebaikan hati seseorang yang sudah tak perlu lagi disebut namanya, banyaaaak banget, dan hasilnya? Saya jadi punya HUTANG!!! Hutang apa hayoooo …. ?
Hutang me-review buku-buku yang saya terima. Mari kita simak judulnya, semoga saya masih ingat tanpa melihat bukunya.
1. Semilir Cinta Untuk Ayah – Pakde Cholik – sudah selesai dibaca!
2. Muhammad – mas Kahfi
3. The Moneyless Man – Kang Yayat
4. Mimpi Sejuta Dollar – Pakde Cholik
5. Mozaik – tentang pecahan kecil hidup – Mba Tarry
6. Habibi & Ainun – Pakde Cholik
Dari 6 buku ini, cuma yang no.1 yang tipisnya tidak bikin mata melotot
Sementara buku yang no.2 itu tebalnya ampun deh hahaha …. padahal saya sudah janji untuk me-review. Ampon dah ah!
Selain hadiah buku-buku di atas, saya juga pernah disenangkan oleh mba Fanny karena penulis kumcer “Jerawat Cinta” dan “Ngakak Sejenak” ini pada tanggal 22 Desember 2011, dan sekarang saya nyatakan bahwa tulisan di sana itu sebagai kado terindah yang baru saya sadari sekarang. Payah ya, ulang tahun blog sendiri bisa tidak hapal begini? Ckckck ….
Sudah? Beluuuumm … masih ada lagi niy, saya ‘kan pernah cerita yah kalau saya lost contact sama In Mee sahabat Korea saya itu, eh kok ya dikirim Tuhan seorang teman maya baru yang menggantikannya, sudah pada bisa tebak dong siapa perempuan ini? Hehehe …. dia memang perempuan Indonesia, tapi udah Jepang banget, jadi yaaa saya anggap 11-12 deh sama In Mee apalagi panggilan mereka pun mirip toh? *maksa banget ya? Hahaha* Walaupun, harus saya akui, dua-duanya cantik, hanya yang satu kurus langsing khas perempuan Korea di film-film, tapi kalau yang satu lagi yaaa … 11-12 sama saya deh hahaha … sampai hari ini sih kami merasa banyak kemiripan, semoga saja persahabatan yang telah dijalin dengan niatan baik ini bisa awet dan langgeng yah.
Sudah? Belum dong ah! Sungguh tak disangka-sangka kalau di dunia blogging saya pun kemudian berteman dengan orang-orang asli Karo, seperti Eda Lely, Ann, Yadie Baroos, dan Pricrimbun. Ajaibnya, dengan Pricrimbun sebetulnya malah sudah lama berteman di facebook, hanya saja kami tak saling mengetahui kalau kami menggeluti dunia yang sama, yaitu dunia blogging
Bertemu dengan orang satu suku, kok terasa sesuatu banget yah, padahal ya gak ngapa-ngapain juga, cuma sensasinya itu agak-agak gimana gitu deh hihihi *lebay*.
Selain itu, dengan bangga saya juga mau pamer warung tempat nongkrong saya yang baru yaitu Warung Blogger, sudah pernah juga sih saya tulis di sini. Facebook yang sudah saya tinggalkan, akhirnya disentuh lagi karena pengen ikutan nongkrong, ngupi eh ngeteh sambil ngemil pisang goreng. Dan inilah aku tanpamu saya sekarang, sambil merangkai kata, saya juga sempatkan nongkrong menjalin silaturahmi dengan teman-teman blogger di WeBe, begitu nama tenarnya ‘kan yah?
Memasuki tahun ke-3 mengenal dunia blogging, awal tahun ini saya menjajal nyali untuk menulis fiksi di sini, yang saya sendiri akui masih mentah banget, masih perlu banyaaaaaaaaaaaaak banget belajar, dan saya masih berharap bisa menulis novel satu hari nanti? Doakan saya teman hehehe Pada saat menuliskan ini, di facebook ada kata-kata Pakde yang makleb banget deh tentang niat, minat, bakat dan tekat, yang saya pikir tepat sekali, namun sayangnya saya merasa hanya berbekal MINAT dowang. Saya masih harus meluruskan niat dan menguatkan tekat, bagaimana dengan bakat? Saya pernah baca, bahwa jika niat ada dan tekat kuat, moga-moga sih bisalah hehehe …
Oya, masih ada satu hal penting yang harus saya perbaiki, yaitu minat saya terhadap blogging itu sendiri, tidak semata-mata menulis thok seperti yang selama ini saya lakukan. Banyak guru hebat yang saya kenal, tapi saya masih terlalu malas belajar. Padahal saya sudah sering merasa malu hati sama Bunda Yati, yang usianya udah kemana-mana itu tetapi semangat belajarnya mengurusi blognya sendiri sangat patut saya acungi jempol.
Akhirnya, saya harus jujur bahwa dunia saya telah berubah banyak sejak mengenal blogging, terutama uji nyali mengikuti kontes. Soal percaya diri saya memang rada parah, merasa tulisan saya jelek dan tidak layak dibaca orang banyak itu masih belum hilang tuntas. Sungguh saya beruntung punya orang-orang yang telah berbaik hati untuk terus mendukung saya sampai hari ini, salah satunya Pak Guru dari planet Mars hehehe….. TERIMA KASIH yang tak terhingga bagi semua sohiblogger yang tak sanggup saya menyebutkan namanya satu per satu dalam kesempatan ini, yang telah menjalin pertemanan dengan saya sampai hari ini, dan telah rajin dan setia menyambangi tulisan-tulisan saya di sini, sampai meluangkan waktu untuk meninggalkan komentar yang telah menjadi dopping yang mengalahkan narkotik sekalipun dalam memicu adrenalin saya untuk terus menulis.
Tabik!
Insiden tadi siang bakal jadi topik ngeblog kali ini.