Baru-baru ini saya dibuat geleng-geleng kepala ketika membaca komentar orang-orang yang bergabung di satu komunitas tentang HOBI dan USAHA. Rupanya, sama saja dengan orang-orang yang punya hobi apapun lainnya, yang rela keluar uang tak mengenal seri demi hobi. Yang ‘gawat’ adalah kalau hobi itu dijadikan usaha. Outputnya akan berbeda dengan orang yang membuka usaha di bidang yang sama, tapi melulu business oriented.
Inilah yang terjadi antara kami (sekelompok orang yang berusaha karena memang mencari nafkah di bidang itu) dan mereka (yang menjalankan usaha di bidang itu demi hobi semata). Percakapan di antara kami dan mereka tidak bisa ketemu
Tapi tidak sampai gontok-gontokan sih, karena pada akhirnya dikembalikan pada individu masing-masing.
Sebetulnya, sangatlah bagus orang yang menjalankan usaha berangkat dari hobi, karena dengan begitu maka dia akan all out untuk memberikan menyediakan fasilitas yang terbaik kepada para pelanggannya. Apabila diiringi dengan managemen usaha yang mumpuni, pastinya usaha mereka akan lebih berhasil. Hanya saja, kekurangannya mereka yang mencampurkan antara hobi dan usaha ini seringnya tidak terlalu peduli dengan keuntungan usaha. Jadinya malah banting harga. Nombok pun mereka rela, yang penting banyak orang yang ‘menemaninya’ bermain game kesukaannya sepanjang hari.
Sementara di lain sisi, orang-orang seperti kami, yang melulu menjadikan hobi mereka sebagai ladang tempat mengumpulkan recehan. Bersaing ketat dengan yang mereka menyediakan fasilitas terbaik bagi pelanggan, tapi tak jarang K.O ketika sudah bicara tentang harga jual yang berbanding lurus dengan keuntungan. Kami takkan rela nombok untuk menjalankan usaha, karena sedari awal pastilah berharap keuntungan.
Kesimpulannya apa? Gak ada
Berharap aja tetangga-tetangga yang membuka usaha yang sama BUKAN yang berangkat dari hobi dan mengerjakannya demi hobi thok! Itu saja! Karena sampai hari ini sih, masih lebih banyak bertemu yang menjalankan usaha ini semata-mata sebagai mata pencaharian, bahkan baru ketemu segelintir yang buka warnet karena hobi.
Eh ini hasil pikiran saya doang sih, belum tau gimana pendapat para ahli … kira-kira akan ada ahli yang mampir ke tulisan ini gak ya? *oahhhheeem… ngantuk*
————–
Ini tulisan dibuat hari Rabu, di mana saya berjuang keras untuk tidak tertidur sambil jaga warung. Rupanya 2 minggu lebih kekurangan karyawan mulai terasakan. Stamina tak sekuat dulu lagi uhuk …

