buku

Di Balik Senja Kelabu

Ada apa di balik senja kelabu? Ada yang istimewakah? Jelas! Ada saya, suami dan Imelda Coutrier di balik senja kelabu. Seperti biasa, suami tentunya akan jadi pelengkap penderita, karena rela tak rela harus rela di-abuse istrinya yang sedang bersemangat menjajal dan mengasah talenta menulisnya.

Huru hara ini terjadi tgl.31 Januari, sungguh saya tak berharap mengakhiri bulan dengan cara seperti itu, tapi bukankah apa yang sudah dirancang Tuhan selalu saja indah? Itu hari Selasa, berjaga dari pagi sejak tak ada asisten membuat saya punya waktu 18jam nonstop di depan monitor. Jam dinding yang bertengger gagah di depanku itu sudah menunjukkan angka 15.48 ketika komentarku tayang  di postingan Orin yang berjudul Sepenggal Senja di Senggigi yang diikutkan kontes #Proyek27.

Read More

Sehari bersama PERAHU KERTAS

Sudah seminggu dihajar sama batuk kering atau apalah namanya, yang jelas bikin badan rontok *tapi jujur seneng juga ngeliat celana melonggar tanpa arah*. Tapi sejak si batuk menyerang, masih aja bandel motor-motoran ke mana-mana, bahkan malam pergantian tahun aja masih begadang dengan alasan keponakan tersayang mau tiup lilin untuk ulang tahunnya yang ke-5. Iya, tadi malam tuh tiga keluarga berkumpul di rumah bapak, menunggu detik-detik pergantian tahun sekaligus menunggu momen pertambahan usia si centil Egidia. Dengan suara yang sangat minim pun masih juga tidak bisa tinggal diam, tetep aja ikut ngoceh ini itu, alhasil, si batuk makin parah.

Read More

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 48 other subscribers