Ada apa di balik senja kelabu? Ada yang istimewakah? Jelas! Ada saya, suami dan Imelda Coutrier di balik senja kelabu. Seperti biasa, suami tentunya akan jadi pelengkap penderita, karena rela tak rela harus rela di-abuse istrinya yang sedang bersemangat menjajal dan mengasah talenta menulisnya.
Huru hara ini terjadi tgl.31 Januari, sungguh saya tak berharap mengakhiri bulan dengan cara seperti itu, tapi bukankah apa yang sudah dirancang Tuhan selalu saja indah? Itu hari Selasa, berjaga dari pagi sejak tak ada asisten membuat saya punya waktu 18jam nonstop di depan monitor. Jam dinding yang bertengger gagah di depanku itu sudah menunjukkan angka 15.48 ketika komentarku tayang di postingan Orin yang berjudul Sepenggal Senja di Senggigi yang diikutkan kontes #Proyek27.