Serbuan ponsel canggih dengan harga yang sangat bervariasi dikuatirkan akan membunuh keberadaan Warnet. Belum lagi provider koneksi pun gencar mempromosikan kemurahan dan kehebatan produk mereka. Banyak orang yang sampai mempunyai semua provider yang menyediakan layanan ini. Sengaja tidak setia pada satu produk, karena buat back-up apabila koneksi dari salah satunya ngadat atau lemot. Minimal sih, punya 2 deh. Lalu tingkat kesetiaan pun jangka waktu nya jarang yang panjang.
Awal hadirnya ponsel canggih, saya cukup setia menggunakan koneksi yang ditawarkan oleh provider berwarna KUNING. Lumayan lama, karena saya memang SETIA, atau lebih tepatnya MALAS ganti-ganti
Ketika, muncul koneksi dengan modem wireless, pilihan saya jatuh ke IM2. Ini pun lumayan lama juga, terujilah kesetiaan saya padanya. Bahkan walau di rumah sudah berlangganan SPEEDY pun, saya tetap menganggarkan biaya untuk IM2, sebab memang sangat mobile masa itu. Gempuran tawaran dari provider ungu, merah, biru, oren tak ada yang mampu membuat hati saya bergeming *lebay*.
Sehingga sebetulnya, ketika wacana tentang usaha warnet itu tidak diletakkan pada peringkat 1. Saya pun menduga keberadaan warnet akan diberangus seperti masa kejayaan wartel yang telah tiarap karena serbuan ponsel yang harganya sangat-sangat terjangkau. Dan lebih gentar lagi hati ini, ketika mengetahui permodalan untuk sebuah usaha warnet tidaklah sedikit, menurut ukuran kantong saya lho.
Namun berbekal keyakinan dari suami yang masih melihat peluang warnet bagus, dengan catatan harus dibuat HYBRID. Nah, sampai di tahap ini terjadi juga perdebatan panjang, antara orang yang sok tau dan orang yang berbicara berbekal pengalaman. Sudah bisa tebak dong siapa saja orang-orang itu? Hehehe … Masalahnya berkaitan dengan pendanaan nih. Suami menganggarkan dana besar untuk 1 komputer dan saya lihat spesifikasinya lumayan tinggi. Tambah keras suara saya berdebat dengan suami, ketika survey harga komputer dan oleh pihak toko dikipasi “ngapain beli komputer dengan spesifikasi tinggi? Orang lain biasa pesan dengan spec ini aja untuk warnet.” Tapi suami tetap keukeuh, bahkan disertai ancaman kalau tak mau ambil sesuai spesifikasi pilihannya, mendingan tidak usah saja.
Untungnya, akal sehat saya menang, walau harus melewati perdebatan yang panjang. Bahwa kata suami, komputer dengan spesifikasi biasa-biasa saja itu sudah disediakan banyak orang. Kalau mau warnetnya ramai, ya jangan pelit, toh nanti pun akan kembali kok semuanya. Ok deh, bungkusssss kooohhhh!!!
Selesai urusan pemilihan spesifikasi komputer yang akan dibeli, selanjutnya memilih koneksi. Lagi-lagi harus berdebat. Bukan apa-apa sih, otak saya ‘kan lebih dikuasai ilmu ekonomi, yang mana memikirkan bagaimana caranya mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan modal yang sekecil-kecilnya. Sedangkan suami berpikir tentang bagaimana memberikan pelayanan yang maksimal, yang bisa memuaskan pelanggan, membuat mereka betah dan takkan berpaling ke warnet lain. Tentunya tidak ketemu dong, kalau berangkat dari kepentingan yang berbeda begitu
Masa itu, pilihan kami antara SPIDOL, WIRELESS dan belum ada fiber optic (FO). Suami sih maunya FO, tetapi saat itu belum masuk ke wilayah kami. Dia juga maunya wireless, tapi perlu tiang pemancar yang harganya tidak semurah spidol. Dan kali ini suami mengalah selangkah, tapi merangsek 2 langkah
Dia setuju menggunakan spidol tapi harus mengambil 2 line, karena masa itu spidol baru punya max. 2mbps. Maka berbekal 2 x 2 mbps 29 komputer dioperasikan.
Dengan dukungan spidol yang kadang mantab kadang bikin nangis itu, omset termanis pun dikecap. Lalu saya lihat suami mulai kasak kusuk membanding-bandingkan harga koneksi wireless. Kali ini saya pasrah, sudah merasakan juga saatnya berubah. Ya! Hanya PERUBAHAN yang akan membuat kami bertahan. Di sekeliling kami sudah menjamur warnet-warnet skala kecil dengan spidol sebagai sponsor utama. Benar saja! Masuknya wireless dan tetap mempertahankan spidol untuk mengangkat koneksi internasionalnya, koneksi super pun tercipta. Netters dan gamers pun semakin sumringah.
Serbuan ponsel canggih itu memang mengurangi kehadiran pelanggan yang tadinya setia ke warnet. Walaupun secara berkala mereka tetap datang untuk keperluan lain. Tetapi secanggih apapun ponselnya, belum bisa mengalihkan perhatian para GAMERS. Justru mereka menuntut kompi dengan spec tinggi plus asesoris yang bagus. Dari awal kami memang sudah menggunakan headset, mouse dan keyboard dari merk terkenal, yang diiringi tatap aneh dari Ngkoh pedagang, katanya warnet-warnet lain beli yang tidak bermerk, kok kami malah sebaliknya.
Perangkat dengan spec tinggi dan koneksi super, belumlah menjamin sebuah warnet bisa bertahan. Hal terpenting jangan dilupakan yaitu PELAYANAN! Di sini netters & gamers itu benar-benar dimanja. Bagaimana tidak? Teriak mouse macet, langsung diganti. Teriak keyboard tidak enak atau keras tutsnya, langsung diganti. Begitu juga headset, teriak-teriak gak ada suaranya, minta ganti baru, eh pas diperiksa gak taunya dia gak tau kalau pengguna sebelumnya mematikan icon speaker, ya jelaslah tak terdengar apapun hehehe … Jadi kami pun melayani mereka sekaligus mengedukasi juga. Urusan mengedukasi ini memang membuat hati pegal, tapi ke depannya kan ikut senang juga kalau kliennya pada pintar-pintar.
Bicara tentang ketahanan asesoris, ada satu game yang sangat merusak keyboard yaitu AYODANCE. Karena headset bagus, jadi suara musiknya dipolkan, akibatnya dia tidak menyadari telah menghantam keyboard dengan tenaga maksimal. Jadilah kami harus menyatroni mereka dan mencolek agar mereka sadar untuk menggunakan keyboard pelan-pelan saja. Inilah rupanya keuntungan menggunakan asesoris dengan kualitas bagus, walau dihantam-hantam pun tidak cepat rusak dia. Tahan banting gitu deh.
Jadi berkaitan dengan pelayanan ini, kami selalu sedia stok semua asesoris, sparepart juga monitor. Walaupun perangkat hardware masih garansi semua, tetap saja kami merasa perlu menyediakan spare part cadangan, agar kapan saja ada yang ngadat, langsung ada back-upnya. Pada bagian inilah, fungsi keberadaan seorang TEKNISI 24 jam sangat terasa. Tak bisa saya bayangkan jika harus mengandalkan teknisi dari luar. Apalagi teknisi ini ALL OUT banget, semua urusan bisa dibereskannya, termasuk membungkam sang istri biar gak merepet terus hahaha …
Cakupan pelayanan tentunya masih luas. Keramahan pada pelanggan tidak semata karena kewajiban tapi harus didasari ketulusan hati. Selain itu, kebersihan komputer dan bilik pun ikut memberi andil kelanggengan hadirnya pelanggan. Siapa yang sudai datang ke warnet yang jorok dan bau? Menyediakan segala macam minuman dan cemilan pun menambah sumringah wajah pelanggan. Apalagi di saat malam tiba, atau sedang asyik bermain, walaupun mini market cuma selemparan saja letaknya, tentu mereka malas beranjak jauh jika bisa cuma menggapai rak jajanan cuma dengan beberapa langkah saja.
Pelayanan yang maksimal, tentunya hanya bisa diberikan jika badan pengawasnya pun maksimal. Pengawasan lemah, bisa fatal akibatnya. Lihat saja negara antah berantah yang sedang berada di ujung tanduk, karena sistem kontrolnya yang lemah. Wong, pengawasan tingkat tinggi saja masih bisa kecolongan kok, karena naluri korupsi itu sepertinya sudah jadi paket bawaan manusia sejak lahir. Setiap ada kesempatan, rugilah jika tak dimanfaatkan. Jadi, PENGAWASAN itu WAJIB hukumnya!
Jika hal-hal di atas sudah dilakukan, selanjutnya tinggal soal takaran rejeki dari Pemberi Rejeki. Kami sudah melakukan yang maksimal, selanjutnya ya biarkan Tuhan mengerjakan bagianNya
Oya, ada juga yang tak kalah pentingnya. Akang teknisi harus rajin-rajin meng-upgrade ilmunya. Rajin sliweran dari satu forum ke forum lain. Rajin baca-baca berita. Pokoknya kudu up2date tentang hal-hal yang berkaitan dengan dunia internet dan game on line. Alhamdulillah, sampai hari ini kami masih yang terdepan dan terus berusaha agar tetap menjadi yang terdepan
Tentu saja, sambil tetap rajin lirik-lirik peluang usaha yang lain. Bukankah kata Robert Kiyosaki, kita tidak boleh meletakkan telur di satu keranjang saja? Hehehe …
Kalau tidak malas, ingin sih menuntaskan postingan tentang rancangan usaha warnet, lihat sikon deh ya
HAPPY SUNDAY!
Mantap.. Jadi penasaran nama warnet dan lokasinya. Saya udah ga pernah lagi ke warnet Mba Nique.Klo jaman duku ke warnet emang cari yang deskripsinya sama seperti warnetnya Mba Nique..
Dani recently posted… » Kisah Sedih
Mau dong ke warnetnya Mbak Ni… tapi adoh banget
Aku moco tekan rampung tapi ra dong provider2 itu… wkwkwk…
Tebak Ini Siapa recently posted… » Seminggu di Semoya
wah menarik, menarik. kami juga sempat terpikir. tapi udah pesimis duluan mikirin repotnya harus bayar teknisi dan sebagainya. akhirnya sekarang jadi kolam ikan. itupun belum menghasilkan.
Ilham recently posted… » 1st Anniversary
semoga tambah sukses ya warnetnya
Intinya tetap serius dan berpikir ke depan ya, Mbak
Hebat, hari gini masi bisnis warnet dan sukses!
DV recently posted… » Summer in July: Kopdar!
alhamdulillah, kalau warnet terfokus pada layanan browsing saja memang NGERI mas
tapi klo dibuat hybrid, semoga masih bisa bertahan
wah ternyata tidak semudah yang dilihat bisnis warnet itu ya… susah susah gampang ternyata banyak juga yang harus dipikirkan ya…ayo dong post lanjutannya…
Nasib juga terkadang tidak berpihak Mbak, seperti warnet temen saya yang hanya mementingkan ‘nilai terkecil’ dari pengeluaran yang tidak seimbang dengan service-nya. Alhasil,… perangkat mahal tidak sering disentuh gamers dan penjelajah maya….
Kaget recently posted… » Kemeriahan Ramadhan Fair Medan 2012
yah…. penutup postingannya itu yang tak sodap kak Nique! Huuuuuu….. siapa yang bisa jamin dirimu ga malas? Pasti lama deh lanjutan postingan ini, padahal aku udah sor kali pun bacanya….. (#logat Medan).
Memang pelayanan yang apik, peralatan yang jauh lebih baik dari yang lain bahkan canggih, adalah faktor utama dalam mempertahankan pelanggan ya mba…. ditunggu postingan lanjutannya ya mba… jangan malas atuh!
hahaha sebetulnya udah duluan masuk draft box tuh tulisan rancangan usaha warnet,
tulisan ini malah benar2 baru dibuat, terinspirasi dari komen temen2 di tulisan GA
ya ntar si malas tak kirim ke Aceh aja yah, biar postingan itu cepat tayang hehehe
Jadi ingat, pernah masuk warnet yang isinya para gamers, trus ruangannya penuh asap rokok. Baru 10 menit, langsung cabut lagi, ga tahan deh dengan asap rokoknya …
Semoga usahanya semakin maju mbak …
Wong Cilik recently posted… » Meja favorit
Di sini kami menyediakan RUANG ROKOK sendiri.
jadi gak dicampur aduk, karena saya pun anti rokok hehehe
harusnya semua warnet begini ya Kak, menghormati pengunjung yg tidak suka rokok
mungkin karena aku anti rokok Rin, makanya kepikiran untuk memisahkannya.
Mantap banget! Tips nya lengkap. Jadi intinya benar-benar melayani dengan profesional ya. Bagaimana membuat pelanggan betah dan ketagihan untuk balik lagi. Thanks ya sharingnya mbak Nique
Iman recently posted… » Film Perahu Kertas, Kolaborasi Manis Hanung dan Dee
Wah banyak sekali tips yang bisa didapat dari bisnis warnet mbak.
EH tapi bener sih, dengar-dengar Ayo Dance itu lagi hype banget ya, saya sendiri belum nyobain. Nanti pengen ah cobain… untuk Vay…
@zizydmk recently posted… » Berbagi di Panti Sosial Netra
ngomong2 warnet.. disini gak pernah keliatan ada warnet lho.
dulu pas awal2 pindah, ada warnet deket rumah gua. tapi trus tutup. kayaknya disini warnet gak bisa bersaing…
arman recently posted… » Walaupun…
usaha sama namun memberikan sesuatu yang lebih dari pesaing, tentu akan lebih diminati, terlebih kalau urusan game online. buat beli kompi sendiri mungkin mahal, sewa di warnet sampai capek 10 ribu cukuplah
wkwkwk
Citro Mduro recently posted… » Become Top Ranking 10 Google
ada lho Cak, gamers yang punya kompi bagus dan asesoris mahal, tapiiiiiii karena di rumah ga ada temen mainnya, ya tetep lari ke warnet.
ujung2nya emaknya curhat ke saya, nanya diapain sama saya kok anaknya seneng dateng hahaha
padahal mah, datang bukan karena saya,tapi karena teman2nya main di sini.
jadi mengingat-ingat kapan terakhir kali ke warnet
dan ternyata sudah lamaaa sekali.
habisnya mau ngapain juga ke warnet. ibu rumah tangga macam aku, buka internet isinya kalo ga buka fesbuk/blog, ya paling banter googling resep. hahahhaa.
alhamdulillah dulu mas samsung udah lumayan bisa mengakomodasi
tapi kayanya abis gini kudu sering-sering ke warnet. maklum gang senggol multiply kan udah mau kukut sarana bloggingnya, jadi kudu cepet-cepet menyelamatkan harta benda disana. dan satu-satunya cara ya ke warnet karna dirumah udah ga ada modem
btw semoga sukses dengan usaha warnet ya mbak nik. aku selalu percaya sesuatu yang dilakukan tanpa setengah-setengah, hasilnyapun akan maksimal. insyaallah
ita recently posted… » Multiply is Rest In (not) Peace!!!
ayooo mbak, datang ke sini aja, tak kasih tiket gratis xixixi
Aamiin, iya mbak, insya Allah demikian, sing penting kita lakukan yang terbaik
Waahh… templatenya baru lagi neh mbak
iya ya.. kalau udah mengerti bener dengan apa yg dikerjakan hasilnya pasti juga akan maksimal.. yg aku lihat disini peran teknisi 24 jamnya itu yg berperan penting.. jd tahu kepuasan pelanggannya.. hehehe..
Semoga usahanya bisa terus maju dan bertahan lama ya mbak
betul sekali Nie, peran teknisi 24jam itu emang penting banget
Makasi doanya ya Nie
semoga selalu sukses ya Nique usahanya, pelanggannya tambah byk dan setia
Ely Meyer recently posted… » Hmmmmm ……………. ?
aamiin, suwun mbak’e
warnet sekarang kan arahnya beralih ke game
padahal game sekarang makin berat dan meminta spek tinggi
memang bener banget tuh
lagian mau mancing ikan besar juga harus pake umpan besar juga
rawins recently posted… » Bermain Air
YEP! arahnya udah ke game centre.
di depan warnet ini ada yg khusus untuk game centre
tapi peminatnya kurang juga, karena kurang adanya maintenance.
tombol on off sampai terurai keluar pun dibiarkan,
keyboard yang hurufnya tanggal satu per satu pun tidak diganti
jadi yaaa … lari ke kami lagi
benar banget, mancing ikan besar kudu pake umpan besar, tapiiii ..
sebenarnya berimbang kok antara maintenance dan pemasukan.
cuma terkadang pengusaha ini kan maunya uang masuk aja,
klo uangnya dah masuk gak mau dikeluarin lagi hehehe
Luar biasa, perencanaan matang, eksekusi ciamik, pelayanan prima disertai updating berkelanjutan. TFS, semakin maju usahanya.
prih recently posted… » Apel Merah Putih
Wah, tetep semangat dah untuk usaha warnetnya, kalo ada usaha pasti ada hasil
yg penting manajemennya bener pasti finansialnya juga beener
Boll recently posted… » Pertanyaan Abadi
Kerjasama yang super…
Goiq recently posted… » Buka Bersama Blue Bird Group
kudu bin wajib xixiix
inspirasi buat usaha nih,,,
hatur thankyou ,,,
wilujeng ngeblog
Bener niq, untuk urusan nge-game kayaknya warnet masih jadi andalah. Bahkan disini pun gitu. Banyak yang pada tetep main di tempat online games git drpd dirumahnya sendiri karena tempat itu nyediain perangkat high end yang pastinya mahal banget buat beli sendiri
e.r.l.i.a recently posted… » [Resep] Risoles
tul! apalagi mereka senangnya berkelompok.
nah klo dirumah, kan ga bisa.
tanpa pengawasan berbahaya sekali ya mbak
Lidya recently posted… » Giveaway 2 Tahun Maru Bunny Town
banget mbak, bisa bocor sana sini, gak jauh beda deh sama APBD ato uang negara itu hahaha
luar biasa memang itu tekhnisinya ya Niq..
sekali-kali wajahnya dipampang di sini,
pasti deh eMak senang banget, xixi..
titip salam ajah dr eMak,
semoga segala usaha dilancarkan Allah SWT,
aamiin..
LJ recently posted… » cerita anak SMA sungguhan: Lingkar Blogger Pusako
wajah siapa mak? suamiku kan udah berapa kali nampang dimarih.masih kurang?
walaaahhh eMaknya engga ngeh klo si Aa ud sering nampang.. ntar deh diubek2 lg..
LJ recently posted… » cerita anak SMA sungguhan: Lingkar Blogger Pusako
waahhh … maklumlah emak2 kan matanya udah 4 jadi gak jelas klo ngeliat *ngelunjak*
iya tuh, makanya Nique pasang fotonya yg gede dunk..
yang gede juga udah pernah tayang kok mak
ya wis permintaan diganti, pasang foto tekhnisi bareng bos besarnya dunk!
jiahhh si emak meni jahat,
saya mah bagian keuangan, bukan bos besar atuh mak
hedehhh salah lagi #tepok jidattt =))
xixixi … mana kadonya buat suamiku mak? maren ultah dia *gak tau diri minta kado*
manteb pemikiran si Akang berlangkah-langkah lebih maju. Pelayanan, kenyamanan, termasuk selalu mengikuti permintaan pasar, yang dengan itu membuat pelanggan merasa sangat puas dan dengan bekal itu akan bisa mematri di hati pelanggan. Sebuah strategi pemasaran dan penjaringan pelanggan yang patut di contoh, soalnya saya juga pedagang yang membutuhkan konsumen.
Djangan Pakies recently posted… » Kenakalan Masa Kecil ‘Saya’ di Bulan Ramadhan
iya Pak Ies, alhamdulillah, pelanggan bisa awet gak pindah ke lain hati eh warnet hehehe
Salam buat engkohnya
marsudiyanto recently posted… » Giveaway : Motivasi Berwarna
sama teknisinya gak titip salam pak?