Tips Usaha Warnet

AAA

Serbuan ponsel canggih dengan harga yang sangat bervariasi dikuatirkan akan membunuh keberadaan Warnet. Belum lagi provider koneksi pun gencar mempromosikan kemurahan dan kehebatan produk mereka. Banyak orang yang sampai mempunyai semua  provider yang menyediakan layanan ini. Sengaja tidak setia pada satu produk, karena buat back-up apabila koneksi dari salah satunya ngadat atau lemot. Minimal sih, punya 2 deh. Lalu tingkat kesetiaan pun jangka waktu nya jarang yang panjang.

Awal hadirnya ponsel canggih, saya cukup setia menggunakan koneksi yang ditawarkan oleh provider berwarna KUNING. Lumayan lama, karena saya memang SETIA, atau lebih tepatnya MALAS ganti-ganti :D Ketika, muncul koneksi dengan modem wireless, pilihan saya jatuh ke IM2. Ini pun lumayan lama juga, terujilah kesetiaan saya padanya. Bahkan walau di rumah sudah berlangganan SPEEDY pun, saya tetap menganggarkan biaya untuk IM2, sebab memang sangat mobile masa itu. Gempuran tawaran dari provider ungu, merah, biru, oren tak ada yang mampu membuat hati saya bergeming *lebay*.

Sehingga sebetulnya, ketika wacana tentang usaha warnet itu tidak diletakkan pada peringkat 1. Saya pun menduga keberadaan warnet akan diberangus seperti masa kejayaan wartel yang telah tiarap karena serbuan ponsel yang harganya sangat-sangat terjangkau. Dan lebih gentar lagi hati ini, ketika mengetahui permodalan untuk sebuah usaha warnet tidaklah sedikit, menurut ukuran kantong saya lho.

Namun berbekal keyakinan dari suami yang masih melihat peluang warnet bagus, dengan catatan harus dibuat  HYBRID. Nah, sampai di tahap ini terjadi juga perdebatan panjang, antara orang yang sok tau dan orang yang berbicara berbekal pengalaman. Sudah bisa tebak dong siapa saja orang-orang itu? Hehehe … Masalahnya berkaitan dengan pendanaan nih. Suami menganggarkan dana besar untuk 1 komputer dan saya lihat spesifikasinya lumayan tinggi. Tambah keras suara saya berdebat dengan suami, ketika survey harga komputer dan oleh pihak toko dikipasi “ngapain beli komputer dengan spesifikasi tinggi? Orang lain biasa pesan dengan spec ini aja untuk warnet.” Tapi suami tetap keukeuh, bahkan disertai ancaman kalau tak mau ambil sesuai spesifikasi pilihannya, mendingan tidak usah saja.

Untungnya, akal sehat saya menang, walau harus melewati perdebatan yang panjang. Bahwa kata suami, komputer dengan spesifikasi biasa-biasa saja itu sudah disediakan banyak orang. Kalau mau warnetnya ramai, ya jangan pelit, toh nanti pun akan kembali kok semuanya. Ok deh, bungkusssss kooohhhh!!!

Selesai urusan pemilihan spesifikasi komputer yang akan dibeli, selanjutnya memilih koneksi. Lagi-lagi harus berdebat. Bukan apa-apa sih, otak saya ‘kan lebih dikuasai ilmu ekonomi, yang mana memikirkan bagaimana caranya mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan modal yang sekecil-kecilnya. Sedangkan suami berpikir tentang bagaimana memberikan pelayanan yang maksimal, yang bisa memuaskan pelanggan, membuat mereka betah dan takkan berpaling ke warnet lain. Tentunya tidak ketemu dong, kalau berangkat dari kepentingan yang berbeda begitu :D

Masa itu, pilihan kami antara SPIDOL, WIRELESS dan belum ada fiber optic (FO). Suami sih maunya FO, tetapi saat itu belum masuk ke wilayah kami. Dia juga maunya wireless, tapi perlu tiang pemancar yang harganya tidak semurah spidol. Dan kali ini suami mengalah selangkah, tapi merangsek 2 langkah :D Dia setuju menggunakan spidol tapi harus mengambil 2 line, karena masa itu spidol baru punya max. 2mbps. Maka berbekal 2 x 2 mbps 29 komputer dioperasikan.

Dengan dukungan spidol yang kadang mantab kadang bikin nangis itu, omset termanis pun dikecap. Lalu saya lihat suami mulai kasak kusuk membanding-bandingkan harga koneksi wireless. Kali ini saya pasrah, sudah merasakan juga saatnya berubah. Ya! Hanya PERUBAHAN yang akan membuat kami bertahan. Di sekeliling kami sudah menjamur warnet-warnet skala kecil dengan spidol sebagai sponsor utama. Benar saja! Masuknya wireless dan tetap mempertahankan spidol untuk mengangkat koneksi internasionalnya, koneksi super pun tercipta. Netters dan gamers pun semakin sumringah.

Serbuan ponsel canggih itu memang mengurangi kehadiran pelanggan yang tadinya setia ke warnet. Walaupun secara berkala mereka tetap datang untuk keperluan lain. Tetapi secanggih apapun ponselnya, belum bisa mengalihkan perhatian para GAMERS. Justru mereka menuntut kompi dengan spec tinggi plus asesoris yang bagus. Dari awal kami memang sudah menggunakan headset, mouse dan keyboard dari merk terkenal, yang diiringi tatap aneh dari Ngkoh pedagang, katanya warnet-warnet lain beli yang tidak bermerk, kok kami malah sebaliknya.

Perangkat dengan spec tinggi dan koneksi super, belumlah menjamin sebuah warnet bisa bertahan. Hal terpenting jangan dilupakan yaitu PELAYANAN! Di sini netters & gamers itu benar-benar dimanja. Bagaimana tidak? Teriak mouse macet, langsung diganti. Teriak keyboard tidak enak atau keras tutsnya, langsung diganti. Begitu juga headset, teriak-teriak gak ada suaranya, minta ganti baru, eh pas diperiksa gak taunya dia gak tau kalau pengguna sebelumnya mematikan icon speaker, ya jelaslah tak terdengar apapun hehehe … Jadi kami pun melayani mereka sekaligus mengedukasi juga. Urusan mengedukasi ini memang membuat hati pegal, tapi ke depannya kan ikut senang juga kalau kliennya pada pintar-pintar.

Bicara tentang ketahanan asesoris, ada satu game yang sangat merusak keyboard yaitu AYODANCE. Karena headset bagus, jadi suara musiknya dipolkan, akibatnya dia tidak menyadari telah menghantam keyboard dengan tenaga maksimal. Jadilah kami harus menyatroni mereka dan mencolek agar mereka sadar untuk menggunakan keyboard pelan-pelan saja. Inilah rupanya keuntungan menggunakan asesoris dengan kualitas bagus, walau dihantam-hantam pun tidak cepat rusak dia. Tahan banting gitu deh.

Jadi berkaitan dengan pelayanan ini, kami selalu sedia stok semua asesoris, sparepart juga monitor. Walaupun perangkat hardware masih garansi semua, tetap saja kami merasa perlu menyediakan spare part cadangan, agar kapan saja ada yang ngadat, langsung ada back-upnya. Pada bagian inilah, fungsi keberadaan seorang TEKNISI 24 jam sangat terasa. Tak bisa saya bayangkan jika harus mengandalkan teknisi dari luar. Apalagi teknisi ini ALL OUT banget, semua urusan bisa dibereskannya, termasuk membungkam sang istri biar gak merepet terus hahaha …

Cakupan pelayanan tentunya masih luas. Keramahan pada pelanggan tidak semata karena kewajiban tapi harus didasari ketulusan hati. Selain itu, kebersihan komputer dan bilik pun ikut memberi andil kelanggengan hadirnya pelanggan. Siapa yang sudai datang ke warnet yang jorok dan bau? Menyediakan segala macam minuman dan cemilan pun menambah sumringah wajah pelanggan. Apalagi di saat malam tiba, atau sedang asyik bermain, walaupun mini market cuma selemparan saja letaknya, tentu mereka malas beranjak jauh jika bisa cuma menggapai rak jajanan cuma dengan beberapa langkah saja.

Pelayanan yang maksimal, tentunya hanya bisa diberikan jika badan pengawasnya pun maksimal. Pengawasan lemah, bisa fatal akibatnya. Lihat saja negara antah berantah yang sedang berada di ujung tanduk, karena sistem kontrolnya yang lemah. Wong, pengawasan tingkat tinggi saja masih bisa kecolongan kok, karena naluri korupsi itu sepertinya sudah jadi paket bawaan manusia sejak lahir. Setiap ada kesempatan, rugilah jika tak dimanfaatkan. Jadi, PENGAWASAN itu WAJIB hukumnya!

Jika hal-hal di atas sudah dilakukan, selanjutnya tinggal soal takaran rejeki dari Pemberi Rejeki. Kami sudah melakukan yang maksimal, selanjutnya ya biarkan Tuhan mengerjakan bagianNya :)

Oya, ada juga yang tak kalah pentingnya. Akang teknisi harus rajin-rajin meng-upgrade ilmunya. Rajin sliweran dari satu forum ke forum lain. Rajin baca-baca berita. Pokoknya kudu up2date tentang hal-hal yang berkaitan dengan dunia internet dan game on line. Alhamdulillah, sampai hari ini kami masih yang terdepan dan terus berusaha agar tetap menjadi yang terdepan :) Tentu saja, sambil tetap rajin lirik-lirik peluang usaha yang lain. Bukankah kata Robert Kiyosaki, kita tidak boleh meletakkan telur di satu keranjang saja? Hehehe …

Kalau tidak malas, ingin sih menuntaskan postingan tentang rancangan usaha warnet, lihat sikon deh ya :)

HAPPY SUNDAY! 

50 Comments

  1. Mantap.. Jadi penasaran nama warnet dan lokasinya. Saya udah ga pernah lagi ke warnet Mba Nique.Klo jaman duku ke warnet emang cari yang deskripsinya sama seperti warnetnya Mba Nique..
    Dani recently posted… » Kisah Sedih

  2. Mau dong ke warnetnya Mbak Ni… tapi adoh banget :P
    Aku moco tekan rampung tapi ra dong provider2 itu… wkwkwk…
    Tebak Ini Siapa recently posted… » Seminggu di Semoya

  3. wah menarik, menarik. kami juga sempat terpikir. tapi udah pesimis duluan mikirin repotnya harus bayar teknisi dan sebagainya. akhirnya sekarang jadi kolam ikan. itupun belum menghasilkan. :?
    Ilham recently posted… » 1st Anniversary

  4. semoga tambah sukses ya warnetnya

  5. Intinya tetap serius dan berpikir ke depan ya, Mbak :)
    Hebat, hari gini masi bisnis warnet dan sukses!
    DV recently posted… » Summer in July: Kopdar!

    • alhamdulillah, kalau warnet terfokus pada layanan browsing saja memang NGERI mas :D
      tapi klo dibuat hybrid, semoga masih bisa bertahan :)

  6. wah ternyata tidak semudah yang dilihat bisnis warnet itu ya… susah susah gampang ternyata banyak juga yang harus dipikirkan ya…ayo dong post lanjutannya…

  7. Nasib juga terkadang tidak berpihak Mbak, seperti warnet temen saya yang hanya mementingkan ‘nilai terkecil’ dari pengeluaran yang tidak seimbang dengan service-nya. Alhasil,… perangkat mahal tidak sering disentuh gamers dan penjelajah maya…. :)
    Kaget recently posted… » Kemeriahan Ramadhan Fair Medan 2012

  8. yah…. penutup postingannya itu yang tak sodap kak Nique! Huuuuuu….. siapa yang bisa jamin dirimu ga malas? Pasti lama deh lanjutan postingan ini, padahal aku udah sor kali pun bacanya….. (#logat Medan).

    Memang pelayanan yang apik, peralatan yang jauh lebih baik dari yang lain bahkan canggih, adalah faktor utama dalam mempertahankan pelanggan ya mba…. ditunggu postingan lanjutannya ya mba… jangan malas atuh! :)

    • hahaha sebetulnya udah duluan masuk draft box tuh tulisan rancangan usaha warnet,
      tulisan ini malah benar2 baru dibuat, terinspirasi dari komen temen2 di tulisan GA :D

      ya ntar si malas tak kirim ke Aceh aja yah, biar postingan itu cepat tayang hehehe

  9. Jadi ingat, pernah masuk warnet yang isinya para gamers, trus ruangannya penuh asap rokok. Baru 10 menit, langsung cabut lagi, ga tahan deh dengan asap rokoknya …
    Semoga usahanya semakin maju mbak …
    Wong Cilik recently posted… » Meja favorit

    • Di sini kami menyediakan RUANG ROKOK sendiri.
      jadi gak dicampur aduk, karena saya pun anti rokok hehehe

    • harusnya semua warnet begini ya Kak, menghormati pengunjung yg tidak suka rokok :D

    • mungkin karena aku anti rokok Rin, makanya kepikiran untuk memisahkannya.

  10. Wah banyak sekali tips yang bisa didapat dari bisnis warnet mbak.
    EH tapi bener sih, dengar-dengar Ayo Dance itu lagi hype banget ya, saya sendiri belum nyobain. Nanti pengen ah cobain… untuk Vay… :)
    @zizydmk recently posted… » Berbagi di Panti Sosial Netra

  11. ngomong2 warnet.. disini gak pernah keliatan ada warnet lho.
    dulu pas awal2 pindah, ada warnet deket rumah gua. tapi trus tutup. kayaknya disini warnet gak bisa bersaing…
    arman recently posted… » Walaupun…

  12. usaha sama namun memberikan sesuatu yang lebih dari pesaing, tentu akan lebih diminati, terlebih kalau urusan game online. buat beli kompi sendiri mungkin mahal, sewa di warnet sampai capek 10 ribu cukuplah

    wkwkwk
    Citro Mduro recently posted… » Become Top Ranking 10 Google

    • ada lho Cak, gamers yang punya kompi bagus dan asesoris mahal, tapiiiiiii karena di rumah ga ada temen mainnya, ya tetep lari ke warnet.
      ujung2nya emaknya curhat ke saya, nanya diapain sama saya kok anaknya seneng dateng hahaha
      padahal mah, datang bukan karena saya,tapi karena teman2nya main di sini.

  13. jadi mengingat-ingat kapan terakhir kali ke warnet :D
    dan ternyata sudah lamaaa sekali.
    habisnya mau ngapain juga ke warnet. ibu rumah tangga macam aku, buka internet isinya kalo ga buka fesbuk/blog, ya paling banter googling resep. hahahhaa.

    alhamdulillah dulu mas samsung udah lumayan bisa mengakomodasi :D
    tapi kayanya abis gini kudu sering-sering ke warnet. maklum gang senggol multiply kan udah mau kukut sarana bloggingnya, jadi kudu cepet-cepet menyelamatkan harta benda disana. dan satu-satunya cara ya ke warnet karna dirumah udah ga ada modem

    btw semoga sukses dengan usaha warnet ya mbak nik. aku selalu percaya sesuatu yang dilakukan tanpa setengah-setengah, hasilnyapun akan maksimal. insyaallah :)
    ita recently posted… » Multiply is Rest In (not) Peace!!!

    • ayooo mbak, datang ke sini aja, tak kasih tiket gratis xixixi

      Aamiin, iya mbak, insya Allah demikian, sing penting kita lakukan yang terbaik :)

  14. Waahh… templatenya baru lagi neh mbak :D

    iya ya.. kalau udah mengerti bener dengan apa yg dikerjakan hasilnya pasti juga akan maksimal.. yg aku lihat disini peran teknisi 24 jamnya itu yg berperan penting.. jd tahu kepuasan pelanggannya.. hehehe..

    Semoga usahanya bisa terus maju dan bertahan lama ya mbak :)

    • betul sekali Nie, peran teknisi 24jam itu emang penting banget :)
      Makasi doanya ya Nie

    • aamiin, suwun mbak’e :D

  15. warnet sekarang kan arahnya beralih ke game
    padahal game sekarang makin berat dan meminta spek tinggi
    memang bener banget tuh
    lagian mau mancing ikan besar juga harus pake umpan besar juga
    rawins recently posted… » Bermain Air

    • YEP! arahnya udah ke game centre.
      di depan warnet ini ada yg khusus untuk game centre
      tapi peminatnya kurang juga, karena kurang adanya maintenance.
      tombol on off sampai terurai keluar pun dibiarkan,
      keyboard yang hurufnya tanggal satu per satu pun tidak diganti
      jadi yaaa … lari ke kami lagi :)
      benar banget, mancing ikan besar kudu pake umpan besar, tapiiii ..
      sebenarnya berimbang kok antara maintenance dan pemasukan.
      cuma terkadang pengusaha ini kan maunya uang masuk aja,
      klo uangnya dah masuk gak mau dikeluarin lagi hehehe

  16. Luar biasa, perencanaan matang, eksekusi ciamik, pelayanan prima disertai updating berkelanjutan. TFS, semakin maju usahanya.
    prih recently posted… » Apel Merah Putih

  17. Wah, tetep semangat dah untuk usaha warnetnya, kalo ada usaha pasti ada hasil :D

    yg penting manajemennya bener pasti finansialnya juga beener :D
    Boll recently posted… » Pertanyaan Abadi

    • kudu bin wajib xixiix

  18. inspirasi buat usaha nih,,,
    hatur thankyou ,,,

    wilujeng ngeblog

  19. Bener niq, untuk urusan nge-game kayaknya warnet masih jadi andalah. Bahkan disini pun gitu. Banyak yang pada tetep main di tempat online games git drpd dirumahnya sendiri karena tempat itu nyediain perangkat high end yang pastinya mahal banget buat beli sendiri :D
    e.r.l.i.a recently posted… » [Resep] Risoles

    • tul! apalagi mereka senangnya berkelompok.
      nah klo dirumah, kan ga bisa.

    • banget mbak, bisa bocor sana sini, gak jauh beda deh sama APBD ato uang negara itu hahaha

  20. luar biasa memang itu tekhnisinya ya Niq..
    sekali-kali wajahnya dipampang di sini,
    pasti deh eMak senang banget, xixi..

    titip salam ajah dr eMak,
    semoga segala usaha dilancarkan Allah SWT,
    aamiin..
    LJ recently posted… » cerita anak SMA sungguhan: Lingkar Blogger Pusako

    • wajah siapa mak? suamiku kan udah berapa kali nampang dimarih.masih kurang? :P

    • waahhh … maklumlah emak2 kan matanya udah 4 jadi gak jelas klo ngeliat *ngelunjak*

    • iya tuh, makanya Nique pasang fotonya yg gede dunk.. :P

    • yang gede juga udah pernah tayang kok mak :D

    • ya wis permintaan diganti, pasang foto tekhnisi bareng bos besarnya dunk! :P

    • jiahhh si emak meni jahat,
      saya mah bagian keuangan, bukan bos besar atuh mak :P

    • hedehhh salah lagi #tepok jidattt =))

    • xixixi … mana kadonya buat suamiku mak? maren ultah dia *gak tau diri minta kado*

  21. manteb pemikiran si Akang berlangkah-langkah lebih maju. Pelayanan, kenyamanan, termasuk selalu mengikuti permintaan pasar, yang dengan itu membuat pelanggan merasa sangat puas dan dengan bekal itu akan bisa mematri di hati pelanggan. Sebuah strategi pemasaran dan penjaringan pelanggan yang patut di contoh, soalnya saya juga pedagang yang membutuhkan konsumen.
    Djangan Pakies recently posted… » Kenakalan Masa Kecil ‘Saya’ di Bulan Ramadhan

    • iya Pak Ies, alhamdulillah, pelanggan bisa awet gak pindah ke lain hati eh warnet hehehe

    • sama teknisinya gak titip salam pak? :D

Trackbacks/Pingbacks

  1. Giveaway : Asyik Lho Berusaha Sambil Berbagi | nicampereniqué.me - [...] Post navigation ← Previous Next → [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 48 other subscribers

Recent Posts

No thumbnail available

Antara Hobi Dan Usaha

May 23rd, 2013

Baru-baru ini saya dibuat geleng-geleng kepala ketika membaca komentar orang-orang yang bergabung di...

No thumbnail available

Rasisme Itu Masih Kental, Kawan!

May 22nd, 2013

Suasana hati sedang bagus, saat itu saya sedang belanja keperluang warung di sebuah toko grosir deka...

No thumbnail available

Kisah Mantan Tukang Rumput

May 20th, 2013

Sosoknya mungil, kulitnya legam eh tapi tak selegam warna kulit sodara kita yang dari Papua ding. In...

No thumbnail available

Miliknya Bukan Milikmu

May 20th, 2013

Sana ribu, sini ribut. Semua ribut urusan lahan. Cakepnya lagi, muncul pengakuan kalau mereka sadar ...

No thumbnail available

GACAPE

May 18th, 2013

Hayooo .... ada yang pernah dengar/baca GACAPE? Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendeng...

Categories