Petasan Membawa Petaka?

AAA

Masih ingat waktu saya posting tentang PETASAN & BADMINTON? Sebetulnya ide itu dituliskan berangkat dari satu tragedi yang mengakibatkan satu asisten harus diberhentikan. Hanya saja saat itu, saat itu tak begitu tertarik menuliskannya. Namun pagi ini, ketika menerima satu email dari yang bersangkutan, membuat saya ingin menuliskannya di sini.

Kejengkelan terhadap suara petasan membuat satu asisten lepas kendali. Anak-anak yang bermain di halaman ruko tetap melakukan apa yang mereka suka, dan mengabaikan larangan asisten kami. Yang teramat disayangkan adalah ketika dia lepas kendali, dan menghantam kepala seorang anak ke gerbang besi ruko. Mendapat perlakuan demikian, si anak yang duduk di kelas 6 SD ini menangis keras.

Saat itu kami sedang tak di tempat, dan begitu mendapat panggilan, langsung buru-buru pulang. Kami mendapati ayah anak itu dalam keadaan bahu naik turun menahan emosi. Rupanya si asisten sudah bersembunyi di kamar yang memang diperuntukkan untuk mereka istirahat. Seorang pemuda setempat, langsung menghampiri saya dan saya sudah membungkamnya ketika melihat mulutnya menganga entah mau berkata apa. Insting saya bergerak cepat, pastilah orang lain akan menangguk di air yang sedang keruh ini. Saya gamit tangan si bapak masuk ke dalam ruko dan menutup pintu agar tetangga yang lainnya tidak turut masuk. Untungnya di dalam warnet, cuma tersisa 2 orang pelanggan.

Demi menenangkan hati si bapak, saya minta maaf dan benar-benar minta maaf. Saya pun setuju, tak seharusnya terjadi  tindak kekerasan. Entah apa yang ada di benak si asisten kok sedemikian kalapnya menghantam kepala anak orang seperti itu. Saya tawarkan apakah mau di ct-scan di rumah sakit, atau sekedar berobat? Saya pikir, jika saya yang jadi ibu si anak, dan yang dihantam itu kepala, pasti saya akan meminta hal itu dilakukan.

Kami beruntung, bapak anak itu sudah mengenal keluarga kami lumayan lama. Bapak ini dulu pernah jadi supir salah satu angkot bapa. Walau sekarang sudah tidak ada hubungan kerja lagi, kami tetap menjaga hubungan baik. Dan bapak anak ini pun berulang kali berkata, jika tidak ingat hubungan baik selama ini, entah apa yang akan terjadi.

Saya percaya itu. Makanya kesal sekali dengan asisten ini. Bukan sekali dua kami tahu tempat usaha diamuk massa karena merasa diperlakukan tidak baik. Bapak itu bilang, dia tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi pada si asisten jika kakak-kakak anak itu ada di darat. Yeah, 2 kakaknya yang tinggi besar memang sedang melaut. Saya yakin 99% akan terjadi keributan jika kakak-kakaknya ada di darat saat itu. Sehinga malam itu saya yakinkan si bapak bahwa asisten ini tidak akan bekerja di sini lagi. Cuma itu satu-satunya yang terlintas di dalam benak saya untuk meredam emosi bapak si anak dan tetangga-tetangga lainnya.

Malam itu juga, si asisten yang baru sebulan bekerja itu terpaksa diberhentikan. Mungkin dia pikir petasan membawa petaka, tapi menurut saya ini bukan karena petasan, melainkan karena dia tidak mampu mengendalikan diri. Sehingga kami tak berani mengambil resiko dengan membiarkannya tetap bersama kami di sini. Walaupun resikonya berat di kami, karena tak mudah mendapatkan pekerja pada saat menjelang Lebaran begitu. Tapi kami harus memilih dan membuat keputusan agar tak menyesal di kemudian hari. Setiap orang harus menanggung konsekuensi dari setiap perbuatannya, toh?

Dan persis malam takbiran, satu asisten lagi mengundurkan diri. Alasannya keluarganya mau pindah ke Taman Mini, tapi jika kami masih membutuhkan orang, dia bisa menunggu sampai dapat orang baru. Feeling saya bergerak lagi, apa maksudnya minta berhenti di malam takbiran? Saya kok merasa dia sedang menaikkan bargaining power ya? Hm, tidak apa! Kami langsung melepasnya. Sepertinya dia kaget juga, tidak menyangka kami langsung menerima permohonan pengunduran dirinya. Bahkan seharusnya malam itu dia tak perlu bertugas, tapi dia keukeuh semeukeuh untuk berjaga, membuat saya dan suami tak dapat tidur nyenyak karena mesti rajin menatap monitor memperhatikan kamera cctv memantau si calon mantan asisten, karena kuatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pagi ini, tiba-tiba sebuah email masuk dari mantan asisten yang bermasalah itu. Karena dia tahu temannya sudah berhenti, dia pikir dia bisa mengisi tempat yang kosong. Kalau mengikuti hati sih, mau saja menerima karena kami pun sudah kewalahan bertugas terus. Tetapi alarm di hati berbunyi keras, bukan tak mau memberinya kesempatan, tetapi satu-satunya kesempatan yang telah kami berikan padanya tak dapat dimanfaatkannya dengan baik. Dan terlalu besar resiko yang kami ambil jika mengijinkannya masuk kembali. Terlalu banyak berita tentang karyawan yang dendam pada majikannya, naudzubillahmindzalik.

Baru saja saya membalas emailnya, memohon maaf karena tak bisa menerimanya lagi,  serta mendoakan agar dia lekas dapat pekerjaan yang lebih baik, dan sukses di sana. Saya pikir, jika saya yang mengkategorikan diri sebagai emosian saja bisa tahan dan sabar menghadapi anak-anak ini dengan semua tingkah polah yang seringnya memancing emosi. Sementara mantan asisten itu sosok yang pendiam dan tak banyak bicara. Kesan yang didapat sih sabar, tetapi kenyataannya? Memang yah, penampilan luar tidak selalu berbanding lurus dengan kenyataannya. Semoga saja dia bisa menerima penolakan ini. Semoga!

 

36 Comments

  1. susah juga ya kita tidak bisa menilai orang sampai ada suatu masalah….
    karenanya banyak pula yang mengalami masalah setelah menikah, krn sifat aslinya baru keluar setelah tinggal bersama….

    **kok dari pegawai jadi ke pernikahan ya?** hehehe
    Imelda recently posted… » 20 Tahun dan Kopdar Tokyo

  2. wah asistennya diam2 berangasan, hehe… semoga dapat yang lebih sabar dan jujur.
    Alris recently posted… » Nostalgia

  3. wah, semoga dapat pengganti yg lebih bagus dan berkualitas ya Mbak…
    cumakatakata recently posted… » Panjat tiang

  4. well…sejujurnya sang asisten memang salah…tapi kesalahan seharusnya tidak ditimpakan semuanya kepada ybs kalau saja dia masih bisa menahan emosi. Memang sulit sekali keputusan yang harus dibuat ya nique…semoga saja semuanya berjalan sesuai dengan yg diharapkan… hanya kepada-NYA kita minta perlindungan dan keamanan….
    Necky recently posted… » Telor Sama Ayam

  5. Terbawa emosi si asisten sehingga dirinya lepas kendali. Tapi namanya petasan tetap saja tidak membawa keberuntungan baik bagi yang memainkannya dan juga pihak lainnya.

  6. waaaahh… aku sampe sekarang heran dengan orang yg gak taham emosi sampe mukul2 dan bertindak kasar gt deh..hmmm..

    • jangan kaget niee, setiap orang mempunyai batas kesabaran yg bervariasi….

      jiaaaaaaaaaaaaaaah, kok saya yg balas komentnya.. hehee
      cumakatakata recently posted… » Panjat tiang

  7. wah asistennya serem amat…. ya ya…. itu sih masalah tidak bisa mengkontrol emosi saja sih sebenarnya…. wah untung tidak ada apa apa ya…

  8. jadi sekarang masih harus berjaga lagi dong ya ..
    mudahan segera dapat yg bagus..
    Monda recently posted… » Pesona Kuning

  9. kadang lanaika kin tertahan pal, aku pe rusur nge terisakkenku dadanak simain petasan ilebe-lebe rumah…..tapi labo ka kel seh main fisik…
    yadibarus recently posted… » BANYAK TEMAN, BANYAK REZEKI

  10. Ajegile kepala anak orang dihantam. Mungkin asistennya Mba Nique, punya riwayat kekerasan (disiksa) jadinya gampang main tangan sewaktu ada masalah.

    Semoga Mba Nique dapet pengganti asisten di warnetnya ya :D
    oma recently posted… » Terkapar Karena Terbakar

  11. Yang mengganggu saya adalah istilah petasan itu sendiri Ni.
    Saya bingung, petasan itu sebuah kata dasar ataukah “petas” dapat imbuhan “an” trus jadi petasan? :D
    marsudiyanto recently posted… » Tak Tega Tapi Tak Berdaya

  12. Sungguh berbahaya mempertahankan orang yang tak bisa menahan emosi, aku rasa keputusanmu sangat tepat. Semoga dapat pengganti yg lebih baik, dan sang mantan asisten bisa berubah jadi sosok pribadi yang lebih baik :)

  13. Ya ampun mbak Nique.. ada2 aja yah. Tapi keputusan Mbak Nique udah amat sangat tepat sekali tuh. Mudah2an segera dapat asisten baru yang lebih OK ya :-)
    Cut Ratu recently posted… » 40 Hari Di Medan

  14. wuih, turut prihatin membacanya. memang petasan bisa membawa perbuatan yg tidak-tidak termasuk yg lepas kontrol seperti itu.

    semoga segera dapat penggantinya :D
    indobrad recently posted… » Perang Bir di Asia Tenggara

    • hehehe … makasi om Brad

  15. sebagai employer memang harus bijak ya menyikapi perilaku karyawan yang pastinya berbeda2. jadi ada banyak cerita dibalik kisah suksesnya. :)
    Ilham recently posted… » (Fiksi) Wanita Biasa

  16. berat juga yaa mbak jadi si bos,, ada apa-apanya.. padahal yang ngelakuin karyawan.. pemilik usaha yang kena
    Nunu recently posted… » Surat Cinta Dari BaPerSip

    • ya gak jauh beda dengan metromini/angkot yang dibakar massa, padahal yang bikin ulah supirnya.
      berat2 sedaplah :D

  17. pasti kaget banget ya kok permohonan resignnya langsung di acc:)
    Lidya recently posted… » Kacamata Ungu

  18. takut ya kalau mau bekerja sama dg orang yang pernah membuat hati kita ketar-ketir. kalau aku jadi kamu, kutolak juga. mungkin kalau mau terima pegawai baru mesti lewat psikotest :D
    krismariana recently posted… » Aras-arasen

    • waduh, klo lewat psikotest piye le mbayare mbak :D
      dah gitu, karyawan biasa keluar masuk, tapi hampir 4 tahun usaha ini baru nemu model gini hehehe

  19. Asisten itu kok ganas banget ya say. Nggak bisa dibayangkan jika orang sak kampung unjuk rasa di situ. Pasti panjang banget postingannya ha ha ha ha.

    Bargaining power memang sering dilakukan oleh orang2 yang merasa dirinya di atas angin. Tinggal kita mengolahnya agar posisi kita tetap oke agar tak dikadalin.

    Mungkin asistennya perlu diganti cewek yang kece2 kaleee.

    Semoga segalanya berjalan dengan baik dan usahamu lancar nduk.

    Salam sayang selalu dari Surabaya
    Pakde Cholik recently posted… » Cara Memperlakukan 2 Tombol Merangsang

    • pernah pake yg kece2 dhe, tapi meja kasir jadi penuh sama pelanggan bujang
      bukannya kerja, jadi malah rumpiiiiiiii terus :D

      aamiin, makasi doanya Dhe

  20. Waduhhh,,kok tega banget sih Kak,,
    Manusia memang gak bisa dinilai dari cahsingnya Kak, oh ya ntar kalau butuh asisten baru saya siap kok jadi asistennya hehehe :)
    Semoga usahanya tambah maju, :)
    Sofyan recently posted… » Malas

  21. bener banget mbak… jgn pernah percayakan pada org yg dg anak kecil saja bisa lepas kontrol. justru terkadang yg terlalu pendiam itu lebih berbahaya.
    sebaiknya mencari org lain saja.

  22. Wuih, kebesaran hati Mba Nique dan kecepatan bertindak bener-bener kritis buat usahanya ya Mbak. Ternyata usaha juga harus berurusan dengan hal-hal seperti ini ya… Salut Mba Nique.
    Dani recently posted… » Kisah Sedih

  23. waduh ya udah bener tuh diberhentikan. serem banget orangnya gak bisa mengendalikan emosinya begitu ya… gak heran kalo bapaknya itu anak sampe marah begitu…
    arman recently posted… » Bulan Agustus Ini…

  24. waduh, bahaya juga kalau punya asisten yang suka melakukan kekerasan ,Nik
    baguslah, gak usah diterima lagi aja, krn malah mengkhawatirkan kalau dia bekerja lagi ditempat Nik …
    semoga saja dia segera mendapatkan pekerjaan baru yg lain, aamiin
    salam
    Fadecancer recently posted… » Nafsu Besar, Tenaga Kurang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 33 other subscribers

Recent Posts

No thumbnail available

Kampung Koruptor

April 10th, 2014

Di Medan sana, ada sebuah kampung namanya SUNGGAL. Sahibul hikayat, ini cerita dari bapa saya bahwa ...

No thumbnail available

Takut Tekor

March 26th, 2014

Setelah seminggu ini tenang-tenang memantau pegawai yang baru dikirim dari kampung, tiba-tiba tadi m...

Tips Bagi Penjual On-Line

Tips Bagi Penjual On-Line

March 19th, 2014

Keponakanku Attar akan 40 hari tanggal 21 Maret nanti. Biasa deh, ada acara 40 hari, gunting rambut ...

Daftar Donatur Untuk Pelatihan Kreasi Flannel @Sinabung, Tanah Karo

Daftar Donatur Untuk Pelatihan Kreasi Flannel @Sinabung, Tanah Karo

March 4th, 2014

Melanjutkan tulisan tentang rencana memberikan pelatihan padat karya pada saudara-saudara kita yang ...

Akhir Pekan Bersama Egi dan Adek Attar

Akhir Pekan Bersama Egi dan Adek Attar

March 3rd, 2014

Sudah lama ya tidak ada cerita tentang permen cantikku. Padahal ada aja sih ulahnya yang bikin haru ...

Categories

%d bloggers like this: