Waspada itu Wajib!

AAA

Membaca postingan Thia tentang dirinya yang kecopetan di ruang kerja, mengingatkan saya pada kejadian yang kurang lebih sama terjadi di sekitar ruko sini.

Di awal bulan April, menjelang keberangkatan kami plesir ke Bali dan Lombok, sempat mendengar bahwa tetangga kami, Rm. Padang baru saja kehilangan uang setoran beberapa hari sekitar Rp 10jt. Saat itu, saya cuma sempat mewanti-wanti para asisten agar lebih hati-hati, agar hal tersebut tidak terjadi pada tempat kami. Setiap harinya pun masih saya ingatkan terus dan terus agar mereka meningkatkan kewaspadaan.

Begitu kembali, di hari yang sama sambil menyantap sepiring nasi masakan padang, saya pun mulai menanyai kronologis kejadian pada salah satu pekerjanya. Jadi rupanya, mereka meletakkan uang di sebuah laci terkunci. Kalau sering ke rm.padang, pasti bisa kebayang deh lacinya itu seperti apa, seperti meja tinggi dengan 1 laci besar, yang biasa mereka taro telpon dan kalkulator di situ. Ini sih sudah saya lihat di beberapa rumah makan padang emang kurang lebih begini penampakannya.

Jadi setiap pagi itu, memang sliweran sejumlah orang masuk mengantarkan barang pesanan mereka, mulai dari tukang daging, tukang ayam, tukang kelapa, tukang bumbu, macam deh. Di ruang itu juga, ada 2 pekerja yang tidur. Dan polanya, setiap tutup, mereka menghadapkan laci ke arah dinding, agar mempersulit orang yang berniat mengambil uang di dalamnya. Anehnya, kunci laci itu tidak rusak, cuma terbuka saja.

Saya tidak berani menduga-duga, tapi sulit juga memang mau mencurigai siapa? Apalagi semuanya sudah dikenal. Tapi melihat kunci laci tidak rusak, hmm … (tebak sendiri saja deh hehehe)

Lalu, dari ibu penjual gado-gado yang mangkal di sebelah ruko kami juga bercerita tentang butik yang letaknya persis di depan ruko kami, yang juga kehilangan Rp 8jt di satu malam. Uang itu berada di dalam dompet yang digeletakkan di atas meja kasir. Saat itu katanya sedang melayani beberapa pembeli, dan melihat satu orang yang wira wiri. Tapi mereka tidak curiga.

Mengetahui ini saya kemudian banyak-banyak bersyukur, karena kami dijauhkan dari hal-hal seperti itu. Alih-alih kehilangan, yang ada malah uang yang teronggok lama pun malah ditemukan. Namun, memanglah kewaspadaan kami di sini hampir mencapai titik parno. Jika malam tiba, dan klien memilih tempat online yang tak terjangkau kamera, pasti saya langsung rewel dan mengingatkan para asisten agar mereka hanya memberi tempat yang bisa terlihat kamera. Pokoknya, setiap gerak gerik yang mencurigakan versi saya, pasti akan dapat perlakuan khusus. Bahkan, untuk urusan ke toilet saja pun, saya mewanti-wanti para asisten agar merepotkan diri untuk mengunci setiap laci. Khusus etalase, sebaiknya selalu terkunci dan baru dibuka di saat ada pembeli.

Saya lupa apa judul postingannya, tapi pernah deh saya tulis juga, kejadianya sudah cukup lama, ketika seorang laki-laki paruh baya bilang mau nge-net, tapi ketika diarahkan ke pc kosong, dia tidak mau. Malah mondar mandir di depan pc yang jelas-jelas ada kliennya. Makin dia gelisah, makin saya curiga, makin saya cecar pula dengan keramahan palsu saya :D Dan benar saja, ketika dia pun sudah gerah, dan pindah ke warnet tetangga, benar saja, di sana dia menggasak 2 ponsel sekaligus.

Memang kita tak boleh menilai seseorang dari penampilannya, tapi sah-sah saja kok mencurigai seseorang. Bukankah Tuhan juga memberikan kita insting, yang jika diasah setiap harinya insya Allah ya akan tajam. Waspada dan berhati-hati adalah hal yang bisa kita lakukan, jika sudah begitupun masih juga kecolongan, apa boleh buat toh?!

30 Comments

  1. Was-waslah was-waslah…Kalo temen saya ada cerita lain,temen saya itukan punya temen nah temennya itu punya usaha vermak levis.Dia kehilangan duit udah beberpa kali akhrinya dia punya akal buat ngakalin si maling…tempat vermak sengaja ditinggal begitu saja tapi dia naruh HP yg ada kameranya ditempat tersembunyi yg bisa ngrekam kejadian di tempat dia meninggalkan uang.Pucuk dicinta ulam pun tiba dan ternyata malingnya orang yg bisa dibilang dekat karena dia udah jualan Nasi goreng dekat vermak levis itu cukup lama dan udah jadi temen akrab si tukang vermak levis.Jadi jangan mudah percaya meski dengan orang yg sudah lama kita kenal,bahkan karyawan yg sudah dipercaya kalo gelap mata bisa juga ngembat uang si Boss…Was-waslah was-waslah
    juan mata recently posted… » 4 Hal Tentang Stadion Baru Chelsea FC : Battersea Power Station

  2. waaahh iya emang harus curiga deh.. aku pernah ketemu pencopet yg pake jas rapi soalnya ~_~
    niee recently posted… » IN TIME

  3. kalau saya mendapat musibah, biasanya peringatan Tuhan. kalau lupa sedekah, mungkin akibatnya begitu.
    Tapi jangan berfikir dalam pendapat itu,…. coba fikirkan kalau besok dapet duit 3 kali lebih besar dari yang hilang.
    Ingat aja Mbak,… Tuhan Maha Adil :D
    Kaget recently posted… » Usia Bukan Tolak Ukur Penjaja Koran

  4. Orang dagang [usaha] itu duitnya banyak-banyak ya, Mbak.. Kalo kantoran boro-boro megang duit sampai 8 / 10 juta, kadang yang ada juga dompet kosong, atau cukup buat makan siang doang, hehehe…

    Dan itu juga namanya teledor, masak duit 8 juta ditaroh di dompet di atas meja sih? Tapi, kalo emang udah jalannya harus kehilanggan, disimpen di mana aja ya tetep harus hilang. :D
    isnuansa recently posted… » Sudahkah Memilih Lampu Yang Tepat?

  5. Aku kok malah sering dapet rejeki ya. Aku sebut ini HIDUP PAS-PASAN, pas mau ke Bandung eh dikasih uang saku misalnya. Yang jelas menurut Islam untuk banyak dapat rejeki itu sering menyambung silaturahmi dan sedekah. Kalo kehilangan uang berarti perlu diingat-ingat pernah menyakiti hati seseorang gak, dan belajar mengikhlaskan supaya dapat ganti lebih banyak lagi
    Ami recently posted… » Saya takut hidup di Jakarta (dari milis sebelah)

  6. Uang sebanyak itu kok masih disimpan di laci ya. Itu sih keteledoran. Yang ambil orang dekatlah, masa kunci laci gak rusak? Saya sih gak berani narok duit lebih dari 200 ribu dalam dompet, apalagi jutaan…
    *emang gak punya sih, hehehe…
    Alris recently posted… » Nostalgia

  7. betul mbak kita harus waspada, saya pernah kehilangan kaca mta dalam kedipan mata. kacamata kutaruh dipangku . eh mau aku pakai lagi sudah raib. he he aku malah kasian sama pecopetnya kok gak ambil Hp ku saja lumayan kalo dijual daripada ambil kacamatku. Kacamata minus belinya mahal tapi kalau dijual murah.

  8. bener banget. bahkan di kantor notaris temapt saya kerja dulu, pernah ada karyawan yg kecopetan hp. yg ambil adalah sales yg pura2 jualan sepatu wanita.
    fanny recently posted… » SUAMI BAGAI…., ISTERI BAGAI….

  9. Waspada itu boleh Kak, yang gak boleh kan su’udzon hehehe :)

    Semoga pengalaman ini bisa menjadikan Ilmu buat saya,,,
    Sofyan recently posted… » Dariku untukmu, Abi

  10. dalam sebuah cerita, iblis digambarkan dengan wajah yang sangat menyeramkan, di era reformasi ini, iblis itu justru berwajah seperti dewa.
    jadi gue sepakat dg mbak, jangan menilai seseorang hanya dari penampilannya saja!
    Bung Penho recently posted… » Kejujuran Mendapat Berkah

  11. Tindakan pasang kamera dan penempatan klien oleh asisten di warnet Eda merupakan kombinasi wujud kewaspadaan teknik dan manusiawi yang menyamankan kedua belah pihak. Selamat berkarya Eda.
    prih recently posted… » Flora Rynari

    • terima kasih mba Prih, selamat berakhir pekan :)

  12. di sana belum populer pakai meja kasir berkunci sih ya. Memang mahal sih. Di sini kalau copet di toko ngga ada, adanya rampok dini hara :D
    Ikkyu_san recently posted… » Tomat dan Stroberi

    • dikunci kok mba lacinya, tapi emang udah diincer juga kali.

  13. bener banget mbak nique.. dan tentunya selain waspada juga berdoa pada Allah agar diberi perlindungan :D
    ~Amela~ recently posted… » Pindahan..

    • pastilah itu :)

  14. setuju sekali mbak. mamaku dan asistennya jg harus waspada seperti itu setiap saat harus liat laci terkunci apa tidak. soalnya kalo jualan ya banyak orang2 yang tidak dikenal jg kan. kalo sdh bertindak lain ya mau tdk mau harus diawasi terus. waspada memang penting di manapun dan kapanpun.
    Hima recently posted… » Potret Kartini Masa Kini: Beliau, Kumpulan Hijau, dan Berbagi Rezeki

    • betul, tidak boleh bengonglah pokoknya :)

  15. di Puskesmas yang lama sudah sering kejadian, malah ada yang ketangkap basah malingnya.. hedeehh.

    semoga kita dijauhkan dr segala hal demikian.
    LJ recently posted… » Nilam Sari: Sudah Seminggu

    • wah??? mestinya Thia tau tentang ini ya, emak sih gak pernah nulis, jadi kan kurang waspada jadinya :D

      aamiin, semoga!

  16. iya bener. waspada itu penting banget!
    dan harusnya tiap hari setoran disimpen di tempat yang aman ya, jangan ditaroh di laci gitu aja.. ya gak sih?
    arman recently posted… » Minta Tolong Dong!

    • iya Man, klo gue setiap terima setoran ya dibawa ke rumah.
      terus klo di rumah juga uangnya gak disimpan di tempat yang biasa orang naro uang hehehe
      ini sih ngikutin ajaran bokap.

      orang itu sih katanya biasa juga paling 2hari sekali sudah diambil setorannya, cuma kali itu entah kenapa bosnya udah mau seminggu gak dateng2. udah apes juga kali yah

  17. Semoga saja kalau suatu saat aku ngenet di tempat Nique tidak dicurigai…:lol:

    • pastilah saya curigai, saya kan sudah menghapalkan foto yg di profil itu.

    • ya ya curiga itu boleh asal orangnya gak tau dicurigain :D

    • anggap aja saya sodaranya bang Napi :D

    • Wegah aku…

    • ngunu kok wegah :P
      abis makan banyak ya maka begah? :P

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 33 other subscribers

Recent Posts

No thumbnail available

Kampung Koruptor

April 10th, 2014

Di Medan sana, ada sebuah kampung namanya SUNGGAL. Sahibul hikayat, ini cerita dari bapa saya bahwa ...

No thumbnail available

Takut Tekor

March 26th, 2014

Setelah seminggu ini tenang-tenang memantau pegawai yang baru dikirim dari kampung, tiba-tiba tadi m...

Tips Bagi Penjual On-Line

Tips Bagi Penjual On-Line

March 19th, 2014

Keponakanku Attar akan 40 hari tanggal 21 Maret nanti. Biasa deh, ada acara 40 hari, gunting rambut ...

Daftar Donatur Untuk Pelatihan Kreasi Flannel @Sinabung, Tanah Karo

Daftar Donatur Untuk Pelatihan Kreasi Flannel @Sinabung, Tanah Karo

March 4th, 2014

Melanjutkan tulisan tentang rencana memberikan pelatihan padat karya pada saudara-saudara kita yang ...

Akhir Pekan Bersama Egi dan Adek Attar

Akhir Pekan Bersama Egi dan Adek Attar

March 3rd, 2014

Sudah lama ya tidak ada cerita tentang permen cantikku. Padahal ada aja sih ulahnya yang bikin haru ...

Categories

%d bloggers like this: