Selama ini saya melihat sudah terjadinya salah kaprah tentang penempatan atau memanggil seseorang (perempuan) Batak yang biasanya dipanggil bebas dengan Eda. Saya sendiri tidak tahu persisnya apakah arti EDA dalam bahasa Tapanuli itu artinya adalah KAKAK? (colek Kak Monda yang pasti bisa menjelaskan hehehe) Sebab dalam bahasa KARO arti EDA itu bukanlah kata ganti untuk memanggil kakak melainkan sebutan untuk memanggil saudara ipar perempuan.
Jadi, maafkan jika selama ini saya agak misuh-misuh di belakang ketika ada teman blogger yang memanggil saya dengan sebutan EDA. Entah kenapa, saya lebih bisa bertoleransi jika orang lain memanggil saya justru dengan MBAK atau TETEH padahal jelas saya bukan orang Jawa bukan pula orang Sunda. Ini melulu disebabkan arti EDA yang sangat berbeda dalam bahasa Karo itu tadi.
Contoh kasus :
Saya mempunyai 3 orang adik laki-laki yang ketiganya sudah menikah, maka saya mempunya 3 EDA yang artinya saudara ipar perempuan. Jika dalam keseharian saya memanggil mereka mengikuti bahasa para keponakan, misalnya ada yang memanggilnya dengan Mami atau Maktua/Maktengah/MakUda, maka sangat pasti saya mengikuti itu. Kenapa? Karena kebetulan ipar-ipar saya ini adalah istri dari adik-adik saya. Jadi saya bebas memanggil mereka dengan nama atau panggilan mengikuti para ponakan.
Akan beda halnya pabila saya mempunyai kakak laki-laki, maka dengan pasti saya WAJIB memanggil istrinya dengan sebutan EDA. Tak ada tawar menawar dalam hal ini. Sekalipun misalnya EDA saya itu usianya lebih muda dari saya, maka saya tetap berkewajiban memanggilnya dengan sebutan Eda.
Sebutan Eda hanya saya gunakan pada adik-adik ipar saya pabila saya bercerita pada orang lain (biasanya kerabat).
Contoh kasus :
Kemarin eda kami, mamak si Reza membelikan satu stel baju untuk bapa di rumah.
Nah, penggunaan EDA dalam kalimat di atas, untuk memperjelas bagi orang lain bahwa yang saya maksud itu adalah saudara ipar saya. Jika saya bercerita menggunakan nama misalnya sebagai berikut :
Contoh kasus : Kemarin mamak si Reza membelikan satu stel baju untuk bapa di rumah.
Maka akan timbul pertanyaan dari yang mendengar, “mamak si reza itu adekndu? apa eda ndu?” (mamak reza itu adikmu atau iparmu?). Oleh karenanya untuk memberi kejelasan, sudah pasti dalam bercerita tetap menyebut para adik ipar dengan EDA.
Lalu bagaimana dengan para ipar? Bagaimana mereka memanggil saya? Karena saya adalah kakak dari para suami mereka, maka secara otomatis mereka memanggil saya dengan sebutan Kakak atau ikut membahasakan anak-anak mereka memanggil dengan sebutan Biuda. Tetapi, jika bercerita pada orang lain atau memperkenalkan saya pada orang lain, maka mereka menyebut saya sebagai BERU mereka.
contoh :
1. Kenalkan, ini beru kami. kakak suami yang nomor 2.
2. Misalnya orang lain yang bertanya pada mereka, seperti ini. “Bagaimana hubunganndu sama beru-ndu? Baik-baik saja ‘kan? Nah, arti BERU dalam kalimat ini sama saja dengan IPAR juga, tetapi beda konteks saja.
Sudah bingung? Jangan dong hehehe … di postingan berikutnya saya akan ulas tentang sebutan para ipar laki-laki. Semoga bermanfaat
mantap penjelasannya…tapi berhubung gw lagi ga mudeng….baca tulisan yg ini malah makin bingung yah? *maklum komentar di pagi hari senin……* hehehehehe
Necky recently posted… » Kemana Selanjutnya…….
Wah, terimakasih ya Kak (semoga panggilan ini diterima), suka sekali kalau ada yang mengulas tentang adat, tradisi, dan serba-serbi tiap2 daerah di Indonesia. Dengan demikian kita tahu bagaimana harus menyesuaikan dengan adat seseorang ketika kita sedang berinteraksi dengannya. Tidak salah-salah lagi seperti sebelum kita tahu atau hanya mendengar/ikut-ikutan saja.
baru tahu kalo eda itu sebutan buat saudara ipar. nambah pengetahuan…
Alris recently posted… » Nostalgia
temen temen aku juga sering pake istilah eda ini.. tapi karena aku gak paham arti sebenarnya ya takut salah buat ikut2an..
niee recently posted… » Kemudahan Transaksi Perbankan
Dear Niq, biuda Egi, trimakasih penjelasannya, sungguh mohon maaf ya karena selama ini salah sebutan. Salam
prih recently posted… » Weekly Photo Challenge: Hands
Insya Allah nggak bingung kok Ni… Terima kasih untuk tambahan pengetahuan ini ya…
Mechta recently posted… » Godaan
syukurlah mbak
soale klo bingung, saya jadi ikut bingung mo ngasi apa gitu untuk menetralisirnya hehehe
asyik nambah lagi istilah karo saya…. mantap nih kalau mau belajar batak karo diblog ini saja…
applausr recently posted… » Belajar Berenang dengan Homo
Untuk bahasa tapanuli, eda itu kk ipar perempuan jg kak dan itu untuk kk ipar dan adik iparnyaa jg…dengan baca postingan kk sdkit byk jd ngerti istilah karo jg
Well, jadi inget kata2 impalndu! Apakah itu sebutan buat cowok apa cewek ya, mbak? Sip! Smangat belajar!
hmm … perasaan udah nulis tentang impal deh, ternyata blom ya? nanti ya tak tulisnya
eh…impal itu semacam pariban bukan ya?
Mechta recently posted… » Godaan
betul, dan pariban itu di orang Karo ada lagi artinya sendiri
okelah… tp saya lebih sreg manggil mbak nique aja deh…
oh iya tos dulu dong, akhirnya chelsea juara liga champions juga cihuiii…
zan recently posted… » Di Bawah Mendung Dan Badai
tosss …!!
iya nih, postingan tentang nonbar Chelsea pun masih tertunda juga nih
pusing deh klo udah mulai urusan panggilan begini.. hehehe…
aku manggilnya ‘kakak’ aja deh..
ellalae recently posted… » Rooftop rumah Eyang..
jangan pusing2 ah …
gpp klo gak ngerti, ini kan maksudnya lebih untuk muda/i Karo yang pengen belajar hehehe
Subhanallah, begitu banyaknya kata-kata baru yang kudapat dari blog ini. walaupun agak bingung dan ulang-ulang bacanya, Hehehehe.
Kalo eda di makassar itu terkadang nama orang mbak. hehe.
Hima Rain recently posted… » Giveaway Re-Open of Airin Handicrabby
udah ulang2 pun masih bingung yak … maaplah hehehe
ngerti biudaaaa..
xixi, iya juga ya.. tapi klo yang panggil Eda itu gak paham, dimaklum ajalah Niq..
makasi atas penjelasannya, eMak jadi ngerti.
LJ recently posted… » Aku Bangkit Menulis Blog Kembali
dimaklumlah Mak … klo misuh2 dikit dimaklum juga dong … anggap aja barter xixixi
owww, begitu ya “manggut-manggut” hmm, jadi tahu nih sekarang artinya

mba tanya dong kl arti MEDAN itu sendiri apa ya ???
stupid monkey recently posted… » Kamera CCVT pun di Pasang
arti medan, ya = berada di suatu tanah datar ,,, ya kebetulan di kota medan tanahnya datar kali ya,, tapi lain pula kalo di kota kabupaten khususnya karo,, pegunungan,, hehe
alkahfi recently posted… » Kenapa truk tangki bentuk wadahnya silinder
terima kasih Kahfi
saya manggil biuda-nya egi aja deh ..
salah ngga ?
gak salah dong bu, karena emang biudanya Egi sih hehehe
iya, samalah itu, eda ya sebutan untuk ipar perempuan, persis seperti hubunganmu dengan mamak Reza
monda recently posted… » Perjalanan Mangarapintu
betul sama Kak???
Halah … berarti pada salah kaprah juga dong ya?
baru tau nih aku … hehehe
dpt kosa kata baru eda sama beru … thank u
Ely Meyer recently posted… » Menyembuhkan Hati Yang sakit
your welcome, mbak Ely
nah, sekarang aku baru tau penggunaan kata-kata itu…. berarti eda itu dipakai hanya untuk saudara ipar perempuan. Jadi ga mentang-mentang dia perempuan Karo/batak, terus main panggil Eda aja ya… hehe. Untung aku memanggilmu dengan mba ya mba Nique… hihi.
belum bingung kok, ditunggu lanjutannya…
hehehe … untung berapa mba Al?
lanjutannya disela sama cerita nonbar Chelsea boleh gak?
wah saya malah baru tahu tentang kata “EDA” sendiri mbak
aku manggil mbak nique aja ah
misstitisari recently posted… » Dieng: Menuju Dieng
masak selama ini gak pernah dengar??? Walah
Aku ngundang Bu wae…
Bu Ni !
marsudiyanto recently posted… » Inspirasi Rudy
Atau cukup Ni saja
marsudiyanto recently posted… » Inspirasi Rudy
terserah pak’e aja deh, mumpung gratis
Nah, baru aku paham apa itu EDA. Tadinya aku pikir itu memang panggilan ‘kakak’ pada wanita. Soalnya tetanggaku memanggil tetangga sebelahnya dengan sebutan EDA. Dan setahu aku, mereka bukan ipar. Mereka malah baru kenal di sini. Cuma aku nggak tau mereka Batak Karo atau Tapanuli (mayoritas tetangga eykeh orang Batak, Jeng.. )
Nah, kapan2 jelaskan tentang panggilan ‘ito’ juga yaaa… Itu diaplikasikan ke siapa. Jangan sampai aku salah panggil tetanggaku. Kan nggak lucu..hehehe…
Tengkyu pencerahannya, Jeng… (eh, dirimu nggak misuh-misuh kan, aku panggil ‘Jeng’ ?
)
Dewifatma recently posted… » Indonesia, bangkitlah!
tentang ITO? hmm … yang pas sebenernya Kak Monda niy, karena ITO itu panggilan untuk orang Tapanuli, sedangkan orang Karo beda lagi. nanti deh tak singgung dikit pas njelasin penggunaan yang sama pada orang Karo yah