“TAMAN” di Kuta

AAA

Apa yang muncul di benak kalian ketika membaca tulisan TAMAN? Sebuah tempat yang rindang nan teduh, ada bangku-bangku untuk leyeh-leyeh menatap sang mentari pulang ke peraduan? Kira-kira seperti itulah gambaran yang ada di benak saya, ketika membaca atau mendengar kata TAMAN.

Namun, di Bali kemarin, tepatnya sehari sebelum masa liburan usai, di pagi yang terik (iya lho, pagi-pagi udah terik di sana :D), karena tak sanggup menyusuri pantai Kuta, maka saya dan suami malah berteduh di bawah pohon-pohon besar yang lumayanlah memayungi diri dari teriknya matahari. Di bawah pohon-pohon itu banyak motor dan mobil yang parkir. Bersamanya membaur para supir, tukang parkir, penjaja koran, penjual nasi bungkus dan turis interlokal dan internasional.

Suami sedang menyesap hisapan demi hisapan dari sebatang rokok yang menjadi jatahnya hari itu. Jatah? Ya, jatah rokok! Yang cuma dapat 1 atau maksimal 2 batang sehari. Ini memang sebuah keterpaksaan, dan bisa jadi sesuatu yang teramat menyiksa baginya, tapi sejujurnya Tuhan pun tahu, sebagai istri tak ada maksud saya menyiksa, namun memang inilah yang harus ditempuh sebagai salah satu cara demi mengharap hadirnya sosok Chelsea di antara kami hehehe …

Di sebelah kiri saya, duduk seorang penjaja koran. Perawakannya kecil, wajahnya sudah keriput, tapi bukan karena sudah umur yang banyak, namun karena sering dijemur panas matahari pantai Kuta. Bajunya lusuh, sandalnya pun tak seirama warnanya. Kulirik tumpukan koran yang dilapis plastik yang berada dalam dekapannya. Dan saya mengawali perbincangan dengannya. Rupanya si bapak senang mengobrol juga, jadilah kami pun mengobrol. Yang tadinya iseng, eh jadi ngobrol beneran dan lama pula :D *betah saya eh si bapak juga ding hahaha*

Macam-macam yang kami obrolkan, dan kemudian saya tahu kalau si bapak asli dari Lombok Timur. Tentang anak perempuannya yang bekerja di toko setelah lulus. Tentang anak keduanya yang masih duduk di bangku SMP. Juga anak bungsunya yang masih SD. Sebetulnya, saya terkesima bagaimana dia bisa menghidupi keluarga sekaligus membiayai pendidikan anak-anaknya, dari penghasilan menjajakan koran. Istri pun tak bekerja pula. Namun, saya tak merasa pantas mempertanyakannya.

Di tengah obrolan kami yang makin asyik, tiba-tiba seorang perempuan manis nan gagah …eh bener ini gagah, maksudnya teh apa ya … macholah gitu, tapi perempuan beneran. Berpakaian rapi stelan blezer dan celana panjang berwarna marun, sepatu putih bertumit 5 senti membuat langkah yang diayunnya terlihat anggun. Tanpa melepas helmnya, dia mulai menerima uang yang diselipkan di antara buku  berwarna  hijau yang ukurannya mirip dengan buku-buku tabungan yang dikeluarkan bank pada umumnya.

Menyelipkan uang setoran ke dalam tas :D

Saya melihat penjual nasi menyelipkan uang 50ribuan, ada penjaga parkir yang menyelipkan 30ribuan, dan aktivitas itu berlangsung beberapa menit. Jadilah saya penasaran, ini lagi pada setoran apa? Tahukah kawan? :D Rupanya mereka ini sedang MENABUNG! Beda yah sama yang sering saya temui di Jakarta, kalau beginian biasanya pada mbayar cicilan hutang.

Cerita bapak penjual koran, mereka memang rajin menabung, setiap hari kisaran 20-50ribu. Dan saya menyimpulkan dari perbincangan kami bahwasanya, kegemaran menabung pada orang-orang yang disebar si TAMAN ini adalah karena mereka tak perlu repot datang ke bank, dan kedua sejauh ini AMAN. Belum pernah ada masalah. Menabung di TAMAN tak ada hasil juga tak ada biaya administrasi maupun pajak. Nasabah akan menerima sejumlah uang sebanyak yang mereka setorkan selama kurun waktu tertentu. Tak kurang tak lebih.

Sebaliknya, jika si nasabah sedang membutuhkan dana tambahan maka akan dikenakan bunga dengan jumlah tertentu. Sayangnya saya tidak bisa mendapatkan informasi lebih banyak tentang ini. Di sinilah jeli dan lihainya penyelenggara TAMAN (tabungan mandiri)yang menggunakan payung koperasi simpan pinjam ini. Mereka untung 2x. Dana yang terkumpul bisa digunakan menjadi modal usaha, entah dalam bentuk usaha riil ataupun hanya mengharapkan pendapatan bunga yang didapat dari meminjamkan sejumlah dana pada para nasabah.

Di Jakarta sih pernah saya tahu ada yang menabung seperti ini, tapi tidak berkesinambungan. Mereka mengumpulkan dan mengelola sejumlah uang selama 1tahun, yang sempat marak dengan tabungan hari raya. Nasabahnya para ibu, yang sengaja menabung agar nanti pas lebaran punya uang lebih. Uang yang terkumpul itu memang bisa dijadikan modal usaha, dan keuntungan yang diperoleh nantinya dibagi dalam bentuk bingkisan ketika pengembalian dana. Sehingga, saya cuma bisa geleng-geleng kepala, mengetahui mereka tak (bisa dan mau) membagi sepeserpun pada para nasabahnya. Atau memang keuntungan dari dana yang diputar hanya cukup untuk membayar gaji karyawan? Entahlah!

Baiklah, postingan ini tidak bermaksud mengusik keharmonisan hubungan antar mereka, juga tidak bermaksud menghakimi apalagi menuding si penyelenggara taman berbuat curang. Karena, toh para nasabah menabung dengan sukarela, dengan alasan rasa AMAN, dan kemudahan meminjam kala kepepet butuh dana. Ya, nasabah yang meminjam hanya diperkenankan apabila sudah menjadi anggota dan pernah menabung.

Hmm, kira-kira di daerah lain ada juga jenis tabungan yang seperti ini tidak ya?

 

 

47 Comments

  1. Wuah baru tau ada cara nabung kek gini…semoga tabungan yang ada dikelola dengan baik dan bukannya dibawa kabur…soalnya nasabanya kan sudah susah nyari duitnya

    Semoga ini bukan sejenis RENTENIR yang berkedok Koperasi “abal-abal”

    • saya dengar memang BUKAN rentenir.
      yg bukan nasabah tidak boleh meminjam dana usaha.
      jadi si peminjam sudah punya record yg bagus dulu dalam hal menabung.
      entahlah, kalau ceritanya ditutup2i ke saya ya :D

  2. Keknya si TAMAN harus belajar sama Credit Union yang ada di Kalbar, bukan hanya memberikan keuntungan finasial secara sepihak :(

  3. Pengelola TAMAN tuh culas.

  4. Tidak bikin repot si penabung untuk antri di bank. Belum tentu orang yang mau menyimpan duit di bank melek bank, ini bisa jadi model untuk mengajak masyarakat nabung. Tidak hanya koar-koar di tv, iklan berbentuk leaflet atau bikin selebaran yang gak ada manfaatnya. Pihak berkompeten di tv dan media lain rajin amat ngajak nabung, eh begitu disetorin duit recehan ambekan.
    *nah, mana nih cerita: sor kali awak……… hehehe
    Alris recently posted… » Nostalgia

  5. saya juga nabung di koperasi mba, dihitunghitung jauh lebih menguntungkan daripada menyimpan deposito di bank
    deviden yang dibagikan kemarin malah mencapai 14%
    jauh lebih menguntungkan sebenarnya jika menyimpan dana di koperasi
    misstitisari recently posted… » Siapa yang Mendapatkan Novel Gratis?

  6. Di Bintan kayaknya nggak ada yang kayak begitu, Jeng.

    Tapi kasihan juga nasabahnya ya. Kalo minjam dikenai bunga, kalo nabung enggak. Ajaibnya, mereka kok ikhlas aja ya… hmmm.. Aku rasa mereka hanya berfikir; yang penting pas kepepet ada yang nolongin *analisa sendiri, manggut-manggut sendiri :D *
    Dewifatma recently posted… » Seratus Cinta Dhenok

  7. Kalau yang model begitu butuh kepercayaan yang tinggi.
    Di daerah lain kayaknya ada, tapi yang curang juga banyak…
    marsudiyanto recently posted… » Pengamanan Berlapis

    • iya hehe… tadinya sih pengen minta foto bareng, cuma takut dia minta bayaran hahaha

  8. Ini termasuk Bank berjalan ya? Atau pengelolanya memang bagian dari perbankan? Idenya bagus, memaksa dengan tujuan membantu,… ya sama sih seperti memaksa 2 batang rokok sehari walaupun jika saya yang mengalami bakalan (pura2) pingsan seharian :P
    Kaget recently posted… » Pentingnya Konteks Dan Konsep Menulis Dalam Blogging

  9. Bisa-bisanya nyuri2 foto….
    Mbak Niq hebat, bisa jadi Paparazi nih. :D
    Haha… Met sore Mbak Niq…
    Samaranji recently posted… » Metamorfosa

  10. temen aku yg asli lampung juga pernah cerita seperti ini mbak.. katanya per sejuta dikenakan administrasi 20000 ribu gt.. ibunya yg menjadi administrasinya.. dan teman aku yg seorang apoteker itu bilang dia disekolahkan dr hasil tabungan itu :D
    niee recently posted… » INDRA

  11. Awalnya melihat foto itu memang kukira sedang terima setoran cicilan utang! hehe… Bagus juga ya..hanya kepercayaan menjadi salah satu poin penting disini ya..
    mechta recently posted… » Doa

  12. Cara menabung yang praktis. Mudah2an memang tabungan itu aman ya….
    @zizydmk recently posted… » Mirip Siapa

  13. Luar biasa! Hiks, ajdi inget diri sendiri yang gak bisa nabung huaaaaa…. Mbak, njaluk duwite, Anaz arep nabungggg
    anazkia recently posted… » Bukunya Blogger

  14. tapi bener, cerita manabung ini unik, seperti di pasar di dekat saya, hehe, kalau tentang ayah penjaja koran itu ngga perlu mempertanyakan keagungan Alloh :)
    jarwadi recently posted… » Masih Tentang Makanan Enak

  15. Jika TAMAN ini telah berjalan sudah cukup lama … saya rasa memang sudah ada trust diantara mereka … dan saya rasa masing-masing pun merasa di untungkan …

    Jika salah satu tidak diuntungkan pasti ikhtiar ini sudah rontok dari dulu …

    Salam saya
    nh18 recently posted… » CERITA KE TIGA

  16. mudah2an mereka yang menjalankan usaha simpan pinjam ini adalah orang2 yang amanah dan teguh imannya. Banyak sekali praktek seperti ini yg pernah saya dapatkan infonya dan memang membantu, namun tidak sedikit yang justru membut para nasabahnya jadi merugi lantaran mereka membawa kabur uang tabungan nasabahnya.
    Necky recently posted… » Hemat Yuukkk

  17. ibuku juga dulu ikutan tuh nabung tahunan gitu, tapi pernah juga ada berita di TV kalau uang tabungan para ibu ada yang dibawa lari oleh si penyelenggara
    nufadilah recently posted… » Klapetart *agak kelembekan sedikit*

  18. saya kok ndak percaya tabungan seperti ini. tapi mereka lebih ,udah ya menabung, kenapa bank ngak buka fasilitas seperti ini ya :)

  19. wah brarti itu nabungnya di CS yg berjalan ya. CS nya berkeliling gitu ngambil setoran nasabah. keren juga…..
    fanny recently posted… » CIRCLE OF LOVE

  20. Yang model begini belum ada dtempat kami :-)

    *oleh-oleh dari Bali mulai dipublish yak, heheee…
    yunda hamasah recently posted… » Semuanya Hebat

  21. ini yg namanya ‘jemput bola’ ya Nik
    langsung menyambangi klien di tempat
    jadi gak perlu antri ….
    salam
    puisipemula recently posted… » Sudahkah?

  22. di bank temanku pernah ketemu sama seorang nenek pengemis yang biasa mangkal di pasar baru,
    kt si nenek uangnya sudah lumayan, nabung juga nggak banyak, hanya beberapa puluh ribu dan itu sudah cukup lama
    Monda recently posted… » Weekly Photo Challenge : Journey

    • ribet x mereka rasa Man.
      ngantri 1jam untuk nyetorin 20rb kayaknya gak worthed deh :D

    • hayo bikin :D

  23. seandainya nasabahnya tau dan diajari cara menabung sendiri ya mbak,ehtapi gak praktis ya jatuhnya karena harus datang ke bank:-D
    Lidya recently posted… » Sentiling

    • iya, lagian manalah bank mo layani setoran 20ribuan? :P ribet aja. blom lagi ngantrinya. gak praktislah pokoknya.

  24. di pasar Aur sering lihat ada petugas bank (judulnya bank bukan koperasi simpan pinjam) yang mengumpulkan tabungan para pedagang.. tapi eMak gak paham apakah itu merugikan bagi para nasabah. Mungkin diperlakukan sama dengan nasabah bank yang biasa juga kali ya..
    LJ recently posted… » Burung-burung Sawah

    • mungkin juga dirugikan sih.
      masih sama2 menguntungkan mungkin buat mereka.

  25. wew, berarti bagusan begitu dong, petugas bank nya yg turun langsung, yg penting aman dan tidak terjadi masalah, asik dong :D
    stupid monkey recently posted… » Menyatukan Sudut Pandang

    • asiklah :D
      iya dong :P

  26. Baru tau ane kalo mbak nique baru aja liburan ke Bali! Bhahaha

    • jiahhh kemana aja? :P

    • lah saya juga sempat bingung mbak, ngeliat buku berjudul taman hhehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 33 other subscribers

Recent Posts

No thumbnail available

Paket C

April 25th, 2014

Sudah lamaaaa banget dengar tentang PAKET C yang katanya ijasahnya setara dengan lulusan SMA. Menuru...

Penemuan Termutakhir

Penemuan Termutakhir

April 23rd, 2014

Frekuensi menulis saya semakin jarang. Menyedihkan sekali melihat blog ini terlantar. Sepertinya say...

No thumbnail available

Prihatin?

April 23rd, 2014

Belum lama ini, seorang tetangga menyampaikan keprihatinannya pada saya. Merasa kasihan melihat saya...

No thumbnail available

Kampung Koruptor

April 10th, 2014

Di Medan sana, ada sebuah kampung namanya SUNGGAL. Sahibul hikayat, ini cerita dari bapa saya bahwa ...

No thumbnail available

Takut Tekor

March 26th, 2014

Setelah seminggu ini tenang-tenang memantau pegawai yang baru dikirim dari kampung, tiba-tiba tadi m...

Categories

%d bloggers like this: