BBM bersubsidi itu buat siapa sih?
Kenapa kendaraan pribadi masih sangat percaya diri membeli Premium? Mungkinkah mereka tidak tahu adanya himbauan bahwa BBM Bersubsidi hanya untuk kalangan tidak mampu? Atau para pemilik mobil ini masih beranggapan bahwa mereka tergolong kalangan tidak mampu?
Saya lupa pernah membaca tulisan blogger siapa, dia menulis bahwa jika BBM naik sekalipun, ya bisa juga dilihat dari sisi positifnya. Agar pemilik mobil lebih terencana dan menghemat penggunaan kendaraan pribadinya. Dan saya setuju dengan pendapatnya itu. Tentunya jika dipergunakan hanya untuk keperluan tertentu, mobilnya juga jadi awet toh?!
Kalau masa menggunakan PREMIUM jadi rajin jalan-jalan, yah setidaknya ketika menggunakan PERTAMAX tentunya bisa lebih bijaksana. Tapi kalau uangnya sudah gak berseri, ya silahkan saja deh tetap royal keliling dengan PERTAMAX.
Lalu, kontrol sebenarnya ada pada siapa sih? Saya pikir, jika mengharapkan kesadaran dari masyarakat, kok rada susah ya? Soalnya pasti kebanyakan merasa sah-sah saja mencicipi dana subsidi yang mengalir dalam setiap liter PREMIUM yang masuk ke tangki mobil mereka. Mungkin tidak ya jika kontrol itu dilakukan oleh pihak SPBU? Tentunya hal ini sudah mendapat persetujuan, atau bila perlu memang diinstruksikan secara tegas oleh Pertamina, agar semua SPBU TIDAK MENJUAL PREMIUM kepada mobil pribadi. Pihak SPBU yang tidak mengikuti aturan ya ditindak tegas saja. Saya kira, jika peraturan seperti ini yang diberlakukan, secara otomatis para pemilik kendaraan itu akan membeli PERTAMAX. Kalaupun masih terjadi kong kali kong, tentunya itu sudah ada resikonya. Jaman canggih begini, paparazi berkeliaran, tentunya bisalah ditindak dengan bukti-bukti akurat.
Masalahnya, SPBU mau tidak ya dikasi tanggung jawab mengontrol penjualan PREMIUM? Namanya pengusaha ‘kan seringnya tidak peduli, yang penting dagangannya habis terjual. Tapi jika pengusaha SPBU mau, pastinya ini merupakan kontribusi terbesar mereka dalam mendukung pemerintah agar TIDAK menaikkan BBM. Dengan begitu, para pemilik kendaraan pun sebenarnya sudah berkontribusi juga memberi ruang yang lebih luas bagi orang-orang kecil untuk memanfaatkan BBM Bersubsidi.
Ini bisa jadi cuma pemikiran dangkalnya saya
Mungkin sulit diterapkan. Ah…entahlah! Btw, teman-teman sudah pakai PERTAMAX semua ‘kan?


Waduhhh Ide cemerlang.. Cuma tambahan dikit, rata2 orang bawa kendaraan yg ku kenal omongannya sok kaya pi makan minta dibayarin apalagi BBM capedehhh bangga banget krn mesinnya gag nyampe 1500cc.. Nah lebih baik klo di setiap SPBU wajib pasang spanduk “Yang Pertamax Peduli Rakyat dan Premium Memang Biasa Untuk Rakyat”
Saya sesekali pakai pertamax untuk membersihkan tanki, walau hanya punya motor.
Alris recently posted… » Nostalgia
hehehe … sekarang saya lagi rajin pakai PERTAMAX bang, soalnya ada undiannya hahaha
Salam kenal Nique….
Pengalaman saya nih, di Singapore harga bensin berdasarkan octane adalah 92 $2.15
98 $2.31
95 $2.20
Sedangkan di Malaysia, hanya beda mata uangnya saja, contoh 92 harga RM2.15. Menggiurkan sekali buat penduduk Singapore untuk mengisi bensin di Johor Bahru, karena tinggal nyebrang saja kan. Tapi pemerintah Singapore pintar, sebelum menyebrang, mobil2nya harus ada bensin 3/4 full tank, dibawah batas itu, akan kena denda.
Sedangkan pemerintah Malaysia, membuat peraturan, mobil Singapore hanya boleh beli bensin dengan octane 98 alias yang paling mahal, walaupun tetap lebih murah dibandingkan harga di Singapore ya dan adil buat penduduk malaysia.
Mungkin contoh ini bisa diterapkan, untuk jenis mobil mahal, langsung saja diarahkan ke bagian pertamax ya.
bagus sekali ya peraturannya.
saya kira pemerintah Indonesia sudah taulah cara2 ini, hanya saja niatnya masih dipertanyakan
sudah dong mbak, wong saya pakai motor aja isi pertamax kok
Lidya recently posted… » Snoopy
Jawaban gw sangat singkat dan padat…………TIDAK MUNGKIN karena orang kita masih jauh dari amanah….hiks…hiks…hiks…sedih tapi itu kenyataan yg harus kita hadapi…..
Necky recently posted… » Hemat Yuukkk
dulu sempet pake pertamax…
sekarang balik lg yg premium nieq….
hehehe
irmarahadian recently posted… » Resep, Sayur Gedek
karena saya ga punya kendaraan bermotor ya saya ga terlalu terpengaruh secara langsung sih sama kenaikan bbm..
sampe sekarang ongkos ojek masih sama sih. hehhe
~Amela~ recently posted… » Cengir
Kalau aku pakai solar Mbak
Iya, ngomong2 kalau pemilik SPBU dilibatkan dalam membatasi mobil2 mana saja yg berhak membeli premium, pemerintah akan terbantu banyak. Ide cerdas Mbak Nique, bukan dangkal
Jurnal Transformasi recently posted… » Ibu Mau Beli Gula Aren Saya?
klo ide itu datang dari rakyat, harus diaku dangkal mbak, karena klo ditanya tolok ukur dan parameter bla bla nya kan saya nanti gak bisa mbeberin.
wong asal nyeplos gitu loh
pengin sih pemerintah yang mengkaji sendiri
lagipula, masak iya pemikiran kek gini gak ada yang terlintas dibenak para petinggi yang terhormat itu?
Beneer banget Banner selalu ada di setiap Pom bensin..
Hehe..aku kadang2 Niq..
Sesekali pake pertamax *kalo awal bulan*
Menjelang pertengahan balik lagi ke premium, abis kangen premium sih hihi..
nchie recently posted… » ( Sok ) Romantis
hehehe … gitu ya mbak, saya sih sudah setia lama sama pertamax.
Blank! Analisa mbak niq tentang BBM bikin ane pusing, jgn tanya ane deh! Hehehe
analisa sederhana gitu kok bikin pusing?
boong aja deh
Banner itu ada di tiap SPBU, jadi pasti keliatan jelas dan jelas keliatan
marsudiyanto recently posted… » Kisah Si Kartu Ujian
mungkin memang keliatan jelas yo pak, tapi gak kebaca, kejauhan jadi gak jelas
dibilang susah, sebenarnya mudah. Dibilang mudah juga, pada prakteknya susah.
Ada kebimbangan ketika kita dilarang menggunakan BBM bersubsidi, sedangkan kita diwajibkan memakai BBM Pertamasx yang harganya selangit.
Disini juga sebenarnya salah pemerintah, dikarenakan tidak adanya peraturan mengenai ini yang “tepat sasaran”.
Endi recently posted… » Kita Semua adalah Badut
saya sih gak berani nyalahin pemerintah,
mereka bisa jadi punya pertimbangan atau bargaining tersendiri dengan para pengusaha spbu
beda dengan kita2 yg di luar garis kebijakan
bisa nyeplos sak enak udelle hehehe
Didaerah tertentu, mobil plat abang sudah diwajibkan menggunakan Pertamax, tapi prakteknya tetap saja menggunakan premium. Kesimpulannya, ndak bisa Ni.
yakin GAK BISA yo ompakdemas? Ya udahlah klo gitu.
Wuaduh…. Sulit, Mbak…
Kalo pihak SPBU yang disuruh ngontrol mah, akyu ikut kena getah, dunk. Apalagi ada sanksi tegas dari Pertamina utk SPBU bersangkutan. Aaaaarghh… kejamnya dikau Mbak Niq
Mana berani kami maksa2 pelanggan elit utk tidak pake BBM bersubsidi, hiiii atut
. Paling bisanya cuman kasih saran, kalo ngeyel? ya udah nyerah deh…
Samaranji recently posted… » Metamorfosa
yo ojo dipekso toh mas
selama blom ada peraturan yang tegas dari pemerintah,
yaaa usaha kalian sudah cukuplah jika memang sudah memberi saran agar mereka2 itu pakai pertamax
tapi klo ngeyel, sebaiknya memang nyerah, daripada dapur gak ngebul nanti kan?
wah aku ngga tau deh soal ginian. Yang enak sih subsidi dihapus untuk semua, biar ngga bingung. Yang perlu diberi subsidi, dapat subsidi dalam bentuk lain yang lebih mudah dikontrol aja. Di sini kagak ada subsidi, bahkan kita bayar pajak besar setiap liternya
Ikkyu_san recently posted… » Lagu Musim Bunga
nanti klo begitu, pasti akan pada bicara pendapatan per kapita mbak.
jadi weh ribet kan
Sepertinya sih ndak bisa, lha selama ini saja ada apa-apa, pasti diawasinya sama polisi kan
.
Cahya recently posted… » Plumeria
terus klo udah diawasi polisi jadi gimana Bli? Tambah OK gak?
hani pake premium, motor boleh nggak sih pake premium? *garuk2 pala*
honeylizious recently posted… » Oriflame, Mahal?
pasti sulit untuk ngontrol dan mengharuskan pake pertamax.
Terus terang saya masih belum pake, soalnya kendaraan saya gunakan untuk nyari dagangan, lha kalo tiap hari wira-wiri ngalor ngidul make pertamax, maka jatuhnya biaya operasional saya makin bertambah.
Djangkies recently posted… » Karena Saya Tidak Bisa Meneropong Diri Sendiri
saya kira masih boleh pake premium, agar dpt menjusl dgn hrg normal yah.
Rasanya ga bisa. SPBU masih sulit buat mengontrol distribusi BBM subsidi hanya kepada yang berhak. Mungkin karena tidak ada sanksi yang mengikat, baik pihak SPBU nya maupun yang lupa diri membeli padahal ga berhak ga merasa ada yang salah dan ga merasa akan ada konsekuensi yang menyulitkan mereka.
Saya sudah pakai Pertamax sejak awal. Padahal saya pakai motor
Tapi insya Alloh ga mau membiasakan diri dan melabeli diri “Golongan Tidak Mampu”, karena masih banyak yang lebih berhak 
natazya recently posted… » Mengenal TomCat
kami pun sudah pakai PERTAMAX kok
itu dia, agar SPBU tidak kesulitan mengontrol, sebaiknya pemerintah mau memayungi mereka dengan Keppres ato apa kek lah.
iya seharusnya emang demikian… karena mentalnya belum sadar diri, tapi masih golongan takut rugi :p
natazya recently posted… » Mengenal TomCat
Agar pemilik mobil lebih terencana dan menghemat penggunaan kendaraan pribadinya, aku juga setuju sangat lho
toss dulu kita mbak
wew, gmn ya, soalnya SPBU juga milik swasta sih, jadi pasti niatnya cari untung jg mba, namanya juga dagang ya, hadeuhhh :p
stupid monkey recently posted… » Cries at Night
jadi gimana dong Mo, biar BBM bersubsidi didapatkan hanya oleh yang benar2 berhak?
Ancem para pemilik SPBU biar mau ikutin aturan pemerintah, dengan ancaman SPBU tersebut di tutup, di jamin pemilik SPBU akan takut …
stupid monkey recently posted… » Blogger Sakit Jiwa
setuju Mo, tapi apakah pemerintah mau setegas ini??
motor saya justru pakai pertamax dari awal Niq
mereka yang kendraan tahun baru yo minumnya pertamax lah,
lha kalau tahun jebot dikasih pertamax, btw mobil plat merah sudah pakai pertama semua gak ya?
YSalma recently posted… » Dua Tahun YSalma
kemarin baca ada himbauan agar mereka pakai pertamax sih. gak tau deh prakteknya gimana mbak.
saya pengguna kendaraan umum mbak
misstitisari recently posted… » Taaruf