Dari Hotel ke Hotel (2)

AAA

Sepuluh menit menunggu suami, dan dia mendapati saya dengan wajah berkabut tebal. Pekatlah! Tak ada senyum lagi. Kata suami, hotelnya tidak jauh dari sini, jalan kaki saja. Arrgghh! Padahal tadi oleh seseorang yang nomor telponnya tercantum di hotel tersebut bilang kalau naik Cidomo pun dapat 20ribu perak. Kenyataannya tarif Cidomo minimal ya 40ribu perak. Dari kenyataan ini saya sudah curiga, jangan-jangan si pemilik nomor telpon ini sudah lama tidak ke Trawangan. Jangan-jangan orang itu cuma …. ? Ok, stop berandai-andai … dan saya mengikuti langkah suami ke hotel yang di maksud.

Gubrakkkk!!! Saya hampir pingsan! Bukan lebay, tapi ini benar hampir pingsan. Mau menangis juga. Campur aduk. Tapi saya pikir ini tidak akan menyelesaikan masalah. Saya harus mendapatkan hak saya. Uang $ 88 sudah berpindah tangan dan sangat tidak pantas saya mendapatkan kamar yang penampakannya mirip kos-kosan. Persis! Plek ketiplek! Mana penampakan rumah yang di atas air? Padahal dari awal saya sudah bilang TIDAK untuk memilih hotel ini ketika dimasukkan ke dalam opsi hotel untuk dipilih oleh suami. Alasan saya sangat ndeso, yaitu karena saya takut karena rumahnya di atas air. Saya sudah nonton film apa itu ya lupa deh yang lokasinya di Papua, yang dibintangi Atiqah Hasiholan, ‘kan rumahnya di atas air tuh. Nah seperti itu yang saya takut.

Tak ada front desk. Tak ada lobi. Yang ada seorang perempuan sedang membungkusi sesuatu dengan daun. Entah apa itu. Dia pun tidak melayani kami dengan layak. Cuma menyahuti secara sambil lalu. Sampai saya minta ketemu yang punya, dan tak lama seorang laki-laki menemui saya dengan hanya mengenakan kain sarung alias bertelanjang dada. Gubrak! Dua kali mau pingsan. Iki opooooooooooo????

Tentu tak saya hiraukan laki-laki itu, sampai dia bertanya saya mau apa?! Eh?

“Bapak siapa? Apa bapak yang ngurusi hotel ini?”

“Iya, ini punya saya.”

“Ha? Kok beda sama yang di gambar? Di gambar di atas air? Sedangkan ini jauuuh dari air.”

“Gak tau saya bu, bukan saya yang taro gambar di internet. Yang pasti kamarnya penuh. Kami sudah cari yang lain juga penuh.”

“Ya, bagus jika penuh, karena bukan hotel seperti ini yang saya mau bayar dengan uang $ 44/ malam. Maaf ya pak, bukan maksud saya mengecilkan arti bangunan hotel bapak, tapi ini gara-gara sangat berbeda penampakannya dengan di gambar.”

“Ha? Ibu bayar segitu? Saya cuma terima 150ribu perak kok dari agoda. Kalau ke umum saya jual 200ribu.”

“Gak mau tau deh. Sekarang nasib saya bagaimana?”

“Ibu komplen saja sama orang yang nomornya ada di internet itu. Saya tidak kenal dia. Dia yang memasukkan nama hotel ini ke internet. Dia yang mengurusi. Sebetulnya saya sudah bilang ke AGoda, kalau memang ada tamu mereka harus kasi tau kami, agar kami tidak jual kamar kepada orang lain. Yang ibu alami ini bukan yang pertama kali, sudah sering orang marah-marah sama saya. ”

Akhirnya saya mereda. Saya mahfum sekarang. Rupanya memang bapak ini belum kenalan sama internet. Ada orang yang mengais rejeki dengan caranya sendiri, yang tidak disadarinya menyulitkan orang lain.

“Atau kalau ibu mau bicara sama orang Agoda …”

Wah! Iya, lebih baik saya bicara sama orang Agoda, bukankah mereka yang menerima uang kami. Antusiasme tingkat tinggi saya mencoba menghubungi orang Agoda. Bagusnya si bapak menyimpan nomor telpon itu, jika tidak, jika kami harus komplen via email, saya tidak yakin saya sanggup menahan diri. Sudah kesal sama hotel di Senggigi, masak sih di Trawangan pun tak bernasib baik???

(lanjut lagi tar sore lagi ya hehehe … )

34 Comments

  1. Mengurangi kepercayaan saya pada situs siluman tukang tipu. Kalo gitu mending liat tempatnya dulu baru beli.
    Alris recently posted… » Nostalgia

    • bukan situs siluman kok bang :)
      situsnya sih beneran ada, cuma yaaa gitulah, kesempurnaan kan hanya milik Allah :D

      gimana cara mo liat tempat dulu bang? Kan jauh dari Jakarta hehehe

  2. Terlihat sekali kurang bertanggung jawabnya pelayananan tersebut.
    Hehe

    • ho oh … hanimun2an Jul :D

  3. wahhh situs besar begitu kok melakukan hal yang memalukan banget sih
    merugikan konsumen dan agoda nya sendiri kalau seperti itu ckckckck
    misstitisari recently posted… » Kami Pun Berjumpa Lagi :)

    • mungkin slm ini gak ada yg komplen, jd mrk gak tau? entahlah….

  4. wah ternyata agoda gak bisa dipercaya ya…
    padahal kan itu situs besar… kok gitu ya… :(
    arman recently posted… » Baru Kali Ini…

  5. wah agoda dipertaruhkan nih, gimana tanggapan dari agodanya mbak?
    Lidya recently posted… » Snoopy

  6. niiiiiiiiique…….bener2 bikin gw penasaran yah….awas lho….jadinya ‘kentang’ nih……….*top markotob…..udah seperti kho ping hoo buat cerita*
    Necky recently posted… » Hemat Yuukkk

  7. Ya Allah kok horor banget pengalamannya Mbak Nique..Melalui Agoda ya pesannya? Baik lah saya catat. Terima kasih atas infonya yg berharga..Ini komplain dari tangan pertama, bukan katanya..katanya..Duh Agoda….
    Jurnal Transformasi recently posted… » Leuit Simbol Kedaulatan Pangan

  8. Wah! Apes tingkat tinggi tuh, mbak! Hehehe

  9. fffiiuuhhh.. buruan lanjutannya, Nique..!!!

    #semua jadi ikut terbawa esmosih inih…
    LJ recently posted… » Burung-burung Sawah

    • udah jago ya mbak…..bikin orang ikutan esmosi………
      Necky recently posted… » Hemat Yuukkk

  10. Lho, ini kok tau2 sudah seri 2, lha seri 1 nya mana?
    Saya baru paham, ternyata Agoda nggak bonafide ya…
    Atau “calo” nya ?
    Untung aja $44 itu bayarnya pakai paypal. Wkwkwkwk…
    marsudiyanto recently posted… » Seneng Gambar Lan Seneng Nggambar

    • hihihi kok tau sy mbayarnya pake paypal pak? ato sy tulis di atas? *yg nulis lupa nih berarti*

    • pak mars…saya juga hampir cari2 hotel lewat agoda tuh… untung nique share cerita di sini…..
      Necky recently posted… » Hemat Yuukkk

    • gpp mas, bagus kok, kan dari 3 hotel yg saya beli lewat agoda, cuma yg di Trawangan yang mengecewakan, itupun dikasi ganti yang lebih bagus pula. Mereka pun cepat tanggap. Gak sempat tambah marah, langsung dikasih adem2 :D

  11. ya ampun kok parah gitu ya,

    kalau kami selalu pesan hotel yg pernah ditempati si abang atau rekomen teman
    Monda recently posted… » Selamat Berjuang Teman

  12. adegan selanjutnya pasti lebih sadis dan seru.. mbak niq ngamuk2.. hahahaha.. semoga dhe tidak lupa untuk kesini lagi ntar sore.. eh, ini udah sore lho mbak.. mo jam berapa lagi sorenya??
    Dhenok Habibie recently posted… » Bertahanlah di Sudut Sana

  13. mungkin kalau pesan di agoda, perlu telepon dulu langsung ke hotelnya. Kalau aku sih biasanya liat website resmi atau guggling komentar di blog-blog (bukan testimoni agodanya).
    Inget Belleza? Itu 1,5 juta dan isinya biasaaaa banget!, malah air kamar mandi menggenang. Tapi ya itu resiko :D Makanya aku bilang kamu utk cobain banyak hotel kan? Aku ngga pernah lebih dari 2 malam di hotel yg sama sih :D Biasanya cuma semalam-semalam :D
    Ikkyu_san recently posted… » 1111

  14. masih ada lanjutannya ? Nungguin ceritanya sampai selesai dulu deh .. :D

  15. sudah ikut kesal… malah ga jadi deh… ok deh tunggu lanjutannya..

    • hah? Jam 5? Dikasih DL geneh? xixixi …

  16. Hmmmm… aku tunggu kelanjutannya dulu baru mau komen tentang Agodanya.. hihihi..

    Masih duduk manis di sini menunggu kisah lanjutannya.. *nyediain teh manis panas*
    bebe recently posted… » Sebuah Kisah di Pagi Hari

    • niy be cemilannya pisang goreng, mau gak? :P

Trackbacks/Pingbacks

  1. Dari Hotel Ke Hotel (3) | nicampereniqué.me - [...] Post navigation ← Previous [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 32 other subscribers

Recent Posts

No thumbnail available

Aku Rapopo

June 9th, 2014

Dulu, ketika belum menikah saya masih senang dandan. Tak jarang full make up untuk momen yang tidak ...

No thumbnail available

Melarang Atau Membiarkan?

June 8th, 2014

Sudah hampir 2 bulan ada tugas rutin antar abang Reza dan adek Egi latihan renang. Jadi mulai deh me...

No thumbnail available

PLN Lagi

May 13th, 2014

Naiknya TDL membuat kami putar otak, bagaimana caranya agar masak nasi bisa menggunakan listrik deng...

No thumbnail available

Move On

May 12th, 2014

Kemarin 2 sahabatku datang berkunjung. Kebetulan suami sedang ada acara di Central Park sana, jadi k...

No thumbnail available

Antisipasi dan Berserah!

May 8th, 2014

Selama lima tahun punya usaha, kami piker kami seringkali menghadapi karyawan yang ulahnya sudah min...

Categories

%d bloggers like this: