Melewati tujuh bulan menyewa ruko yang sekarang, makin ke sini kondisi listriknya makin menjengkelkan. Dengan daya 5.500watt, ketika semua komputer aktif plus 2 ac plus 2 kipas angin, seringkali listriknya dropped. Akibatnya, tagihan listrik kami naik 200rb dari biasanya. Selain itu, tentu saja menuai protes dari banyak pelanggan.Padahal, dulu tidak begini. Entah apa penyebabnya.
Oleh karenanya, sepulang liburan kemarin, kami langsung mendatangi kantor penyedia listrik setempat, dan mereka dengan sigap menjanjikan akan memeriksa listrik di tempat kami. Surprise juga melihat antusiasme mereka melayani keluhan pelanggan. Dan lebih surprise lagi, bapak yang di sana rupanya masih hapal dengan raut wajah saya yang pernah komplain keras beberapa waktu yang lalu
Lepas Maghrib, dua orang petugas datang. Tanya ini itu, periksa ini itu, dan katanya permasalahan dari tiang. Tapi karena mereka tidak bawa tangga, maka didelegasikanlah pada rekannya yang lain yang memang keliling membawa tangga. Namun, ketika rekan yg lain itu datang, dan memeriksa ini itu lagi, analisa mereka adalah over capacity. Hlaa? Sebagai konsumen, saya cuma bisa nyengir geli. Iki piye ceritane? Tadi katanya ada masalah di tiang, sekarang over capacity. Malah petugas ke-2 tega bilang rekannya yang sebelumnya itu ‘bego’ karena memberikan analisa yang salah. Intinya, permasalahan kami dianggap selesai tanpa penyelesaian yang memuaskan.
Petugas ke-2 menyarankan kami untuk TAMBAH DAYA, dan kami tidak ingin memilih opsi itu, karena akan mengakibatkan pembayaran listrik yang melonjak 2x lipat. Kami belajar dari ruko sebelah yang tambah daya menjadi 7.700watt dan setiap bulan bayar listriknya 2x lipat bahkan lebih dari ruko yang dayanya 5.500watt. Njomplang lah pokoknya. Sehingga terpikirlah kami, menjajal listrik prabayar yang ingin kami pasang di lantai 2 saja.
Kami pun mendatangi kantor penyedia listrik lagi, dan alangkah kagetnya, ketika CSO yang punya senyum manis itu bilang bahwa TIDAK BISA MEMASANG 2 METERAN DI BANGUNAN YANG SAMA! Kami manut saja, tak mau membantah. Sebelumnya kami sangat yakin, pernah melihat banyak meteran yang dipasang di satu bangunan, seperti kos-kosan, tapi lupa melihat di mana. Sampai tadi malam, ketika keliling mencari nasi goreng, eh ketemu si abang yang mangkal persis di depan sebuah rumah yang cukup besar. Dan ketika gerbangnya terbuka di saat penghuninya memasukkan motor, terpanalah saya melihat itu di setiap pintu ada meteran listrik prabayar. Eh? Kok bisa? Gerbang terbuka 3x, jadi ketika pertama kali melihat kurang yakin, maka pada kesempatan ke-2 dan ke-3 saya menjelaskan mata apakah yang kami lihat benar-benar meteran listrik. Dan benarlah, terjejer rapi. Kami cuma geleng-geleng kepala sambil tersenyum lebar.
Karena penasaran, keesokan harinya kami menghubungi petugas yang datang memeriksa listrik, apakah mereka bisa membantu memasangkan meteran baru? Aihhh … bisa lhooo! Tentu saja ada biaya ekstra dari tarif resmi pasang baru yang besarannya bisa dilihat di situs resmi mereka. Semakin lebarlah senyum saya. Selebar kebingungan saya, mengapa di kantor resmi CSO yang manis itu bilang TIDAK BISA, tapi di lapangan justru bisa???
Saat ini kami masih bingung, tidak tahu mesti bagaimana, padahal kebutuhan listrik semakin jelas. Ruangan ini tidak memadai jika cuma mengandalkan 1 ac saja. Masih bagus klien masih bertahan, walau tak jarang harus melap peluh di saat ruangan penuh. Entahlah … *bingung.com*
kalau meteran di kos2an kan memang hanya untuk penyeimbang atau pembagi.. line ke pln nya cuma 1. memang aturannya gak boleh dalam satu bangunan ada 2 line meteran. Mending tanya aja hitung2an penggunaan listriknya. klo memang over capacity ya jalan satu2nya harus tambah daya.
kadang di kantor dan di lapangan itu beda sistem loh, contohnya seperti itu yang bapak rasakan, soalnya saya pernah mengalaminya…
Ditunggu kunjungan baliknya yah…
Interior Design recently posted… » Interior Modern Gereja Toraja di kawasan Bekasi
di negeri ini masih sangat berbeda mindset karyawannya dibandingkan dengan di negeri lain. Pengalaman nique dengan agoda merupakan salah contoh yg sangat valid. Mereka menganggap bahwa customer adalah yang menggaji mereka sedangkan di negeri kita tercinta…. yang gaji dia adalah pimpinan mereka….hewhehehe.
So…kembali ke laptop….pasang aja nique…toh elo bayar juga bulannya khan?
Necky recently posted… » Mandi Air Panas (Belerang)
ini mah ga cuma masalah listrik dimana mana sama… CSO bilang apa yang dilapangan bilang apa… normal lah… begitulah tantangan para pembuat system diperusahaan.
applausr recently posted… » Selamat Ulang Tahun….
hal seperti ini hanya terjadi dinegeri kita, termasuk sesuatu yg unik khan Nik ?
salam
bunda lily recently posted… » Khayal
hm…(mungkin) yg begini ini, hanya ada di Indonesia tercintah..
mechta recently posted… » Potret Kartini Masa Kini : Mau belajar dan berbagi…
Sama niQue, saya juga suka bingung kalo ketemu birikrasi berbeda di instansi yang sama…duh, apa tidak ada SOP-nya to?
Atau semua bisa diatur?
Entahlah…
Tapi apapun, smoga proses tambah daya dan tambah AC itu berjalan lancar ya!
bintangtimur recently posted… » Suami sekolah, saya pulang ke rumah…
Gak tau deh mbak, makin bingung saja.
Baru saja, si pemilik ruko mengirim seorang rekanan penyedia listrik yg biasa mereka gunakan jasanya. Dari ibu itu saya dapat info bahwa walaupun bayar resmi tetap saja nanti akan bermasalah, karena memang peraturannya tidak boleh memasang meteran listrik lebih dari 1 di satu bangunan. Otak saya yang cupet ini, bingung bagaimana bisa rekan2nya yang lain mengatur pembayaran pemasangan baru secara resmi, jika pada akhirnya proses itu dinyatakan tetap illegal.
sepertinya untuk sementara kami akan berpanas2, sampai mendapat kejelasan yang seresmi2nya.
ngenes ya nasib rakyat kecil
Untung masih bisa dinego kanan kiri, mbak! Kalo ttp bilang gk bisa, pdhal bejibun meteran di lapangan, dihack aja mbak arus dari tiang langsung! Bhahaha
Tadi siang (21/4/2012) petugas purna jual salah satu AC ngecek tegangan listrik di tempat gawe, katanya tegangan tidak sampai 220 volt sehingga AC yang dipasang tidak mengeluarkan hawa dingin. Heran juga padahal baru saja penambahan daya.
Segalanya bisa diatur asal tau caranya. Hepeng na mangatur dunia on? Entahlah…
Alris recently posted… » Nostalgia
hmmmm, gimana ini pak dahlan iskan?
jarwadi recently posted… » Mencari Foto-Foto Lama
Itulah kehebatan para listriker di negara kita..
Di kantor tidak bisa, di lapangan sangat bisa, bahkan ditawarin malah, haha..
Saranku, tanyakan lagi ke kantornya, apa benar tidak bisa pasang lebih dari satu meteran di satu gedung. Berikan bukti-bukti seperti yang dirimu lihat itu. Siapa tahu, keluar “ijin”nya, hehe..
vizon recently posted… » cadika
di kontrakan yang saya tempati, listriknya juga belakangan sering turun, Mbak. Sepertinya memang over capacity. Sempat terpikir untuk menambah beban,tapi ternyata penambahan beban secara gratis sudah habis periodenya. Akhirnya, kami menemukan solusi, jika mau masak nasi jangan bareng-bareng, juga ketika mau nyambi nyuci harus rela mencabut kulkas dulu, dengan resiko ( katanya ) membuat kulkas cepat rusak.
Lah kenapa gak tanya sidurnya pada petuga listrik yang terahir aja Kak, mungkin bisa membantu memecahkan masalah listrik yang Kak Ni hadapi sekarang..
eMak bantu doa, smoga kbs kembali nyaman dan tentram..
LJ recently posted… » Nilam Sari: Sudah Seminggu
Satu lagi, saya mau promosi..
Ikutan kontes di blogku ya Mbak
Tentang listrik ya?
Ehm.. klo di Surabaya sih Alhamdulillah aman-aman aja Mbak jarang ada pemadaman..
Dulu aku sempat tanya sama temenku yang lama kerja di PLN, waktu ku tanya mengapa sering ada pemadaman, dia bilang itu semua terjadi karena banyaknya pelanggan yang main curang, suka nggantol sana-nggantol sini, akibatnya trafo yang mestinya kuat buat satu area jadi kelebihan muatan akibatnya trafo nya suka mbhledag! klo gak gitu komponennya gampang rusak, sedangkan buat beli trafo butuh biaya besar..
Gitu Mbak..
Aduh MBak Niq.. mau kesini kok susahnya minta ampun.. Mbak Niq sering koment pke akun FB ya, tiap di klik pasti masuk ke FB..
tambah AC alam aja dilantai duanya Niq,
ysalma recently posted… » Bergerak bersama Automattic’s WorldWide WP 5k
ac alam? berarti siap menuai debu dong mbak
Pelayanan dari perusahaan penyedia listrik memang kadang tidak memuaskan. Sering tidak singkron satu sama lain., APa pemimpin mereka tidak pernah melakukan breifing sebelum memulai kerja ya? Piye ki Pak Dahlan
Lalu Abdul Aziz Mhd recently posted… » Inilah Cara Menghilangkan Stres saat Bekerja
eh ini teh urusannya pak DI? Hmm …
woww, kritik again ya mbak! mantap ueyy..!
dari sejak aktif di dunia blogger gue selalu bilang itulah Indonesia. diatas kertas tulisannya dilarang kolusi, korupsi, nepotisme. tp prakteknya boleh. kalo menurut gue (mungkin ya…) pasang meteran itu sdh ada dana dari perusahaan kpd karyawan yg bertugas dilapangan. tapi big bos perlu duit, so mungkin surat pencairan duit untuk itu udah keluar tp diambil big bos. nah karyawan tsb disuruh minta biaya lapangan dg si pelanggan. (sekali lagi ini mungkin yaa… namanya juga cuman fikiran gue)
mudah2an faham maksud gue heheheee…..!
Bung Penho recently posted… » SMS Menjawab Semua Kebingungan
seru juga ya permainanan pikirannya Bung Penho niy
*belagak pilon gak paham sama komennya xixixi*
Koq Gak jelas ngunu Ma?
biasanya hal hal seperti inilah yang membuat pelanggan bingung
komunikasi dan training yg kurang thd petugas bisa jadi faktor juga loh Ma. sehingga mereka bingung kalau kita tanya sesuatu yg kurang mereka mengerti. dan parahnya, mereka merasa cukup aman jika dg bilang tidak bisa. Ah… Indonesia…
Anak’e Mama Ni recently posted… » Tahun 1998 : Garis Hitam di Bawah Mata Seorang Gadis
bingung berkepanjangan …
Nganggo batrei alkaline wae Ni, nggak pakai ribet karna nggak butuh petugas dan nggak perlu birokrasi…
marsudiyanto recently posted… » MaDing CinTa
hahaha emang yang namanya miskom atau simpang siur sering terjadi dah di indonesia…
entah karena emang aturannya gak jelas, atau si mbak CSO nya kurang ditraining, atau sebenernya emang resminay gak boleh tapi si petugas yang bagian meriksa listrik bisa ngakalin dan masangin tapi ongkosnya masuk kantong sendiri…. yah kita cuma bisa nebak2…
arman recently posted… » Hari Kartini
harusnya bisa pasang meteran lebih dari satu di satu bangunan
honeylizious recently posted… » Menjalani Perencanaan
oya? pernah baca aturannya gak ya Han? Siapa tau gitu kan.
lapangan sama kantor beda
satu petugas dengan petugas lain beda
itu Endonesah banget
Ikkyu_san recently posted… » Yang Tak Bisa Dihindari
Walaaahhh…
kmrn2, kan emang sengaja minta ganti listrik pra bayar, tapi sempet ditawarin pasang baru tapi yg lama msh bs dipakai, berarti bisa dua kan? heuheu…sama2 binun ah
Orin recently posted… » Weekly Photo Challenge : Sun
ikut bingung mbak, memang dilapangan dan di kantor prakteknya beda. aku pernah mengalami tapi sama speedy
Lidya recently posted… » Kartini Cilik : Cinta Pakaian Adat