Sebaiknya Setor KOIN Kemana?

AAA

Apakah penataan di atas ini masih kurang rapi?

Sepertinya cerita perseteruan antara nasabah dengan bank takkan ada akhirnya, kecuali pihak bank mau mencari solusi. Simak saja keluhan pembaca yang saya skrinsut dari situs detik.

Keluhan Nasabah yang menyetorkan koin

Memang, beberapa waktu yang lalu, saya sebagai nasabah DANAMON menanyakan juga tentang prosedur menyetorkan koin. Berdasarkan pengalaman pahit dengan BRI yang saya tulis di sini, saya berusaha mengenali bank di mana kami menjadi nasabah. Dan menurut teller yang menangani setoran kami waktu itu, boleh saja menyetor koin, asal bersedia dipotong 0.5% per idr 100.000. Dengan iseng saya menyahut, kalau begitu saya setor idr 99.500 gak kena potongan dong? Langsung kecut wajah ayu mbak teller :D Saya ngetest saja kok, belum juga setor ke sana.

Nah, kemarin dan hari ini, saya setor receh koin ke BRI. Maklum, demi membiayai liburan awal April nanti, saya sudah bongkar semua celengan koin. Dan demi memudahkan membawanya, tentu saja saya harus menukarkannya menjadi uang kertas toh. Celengan sudah dibongkar sejak minggu lalu. Sudah juga saya tukarkan sebagian ke Indomaret dan Alfamart. Yang koin 1.000 banyak yang minta, tapi tidak yang 500an. Mengingat Maret tinggal 10 hari lagi, maka mulai saya cicil menyetorkannya ke bank. Kemarin dan hari ini, saya setorkan 500.000. Sengaja dicicil, agar mbak teller tidak sampai teler menghitungnya.

Kemarin, boleh ditinggal, nanti dihitung pas luang, kata mbak teller. Saya pun senang, yang penting uang saya diterima. Nah, tadi saya setor lagi dong. Mulai deh tatapan tak menyenangkan itu terasa ketika mbak teller melihat tentengan saya. Yang satu malah langsung bertanya, mau setor lagi bu? Tentu saja saya mengangguk berseri-seri, dan cuek dengan raut wajah mereka yang masam. Bertukar pandanglah mereka antar teller.

Kemudian giliran kami maju. Saya letakkan kresek recehan yang sudah rapi saya bungku per 50.000, disusun rapi berurutan di hadapan mbak teller. Teller yang 1 bilang, brankas sudah penuh. Yang satu lagi bilang, limit hari ini sudah over. Berbekal pengalaman dengan BRI Kelapa Gading, lalu saya tanya, jadi bagaimana nasib uang saya? Diterima atau tidak nih? Apa kejadian di BRI Kelapa Gading akan terulang lagi hari ini? Tempo hari saya kira, saya ditolak di BRI Kelapa Gading karena saya bukan nasabah di sana. Ternyata di sini, tempat saya buka rekening pun memberikan alasan yang sama. Suara saya sudah naik 1 oktaf. Kali ini saya sudah siap tempur, tak mau lagi bersedih-sedih seperti waktu di Kelapa Gading. Ribut pun jadilah hari ini.

“Saya mau ketemu sama orang yang mengurus pembukaan rekening di sini. Dia menjamin kalau setoran receh pun pasti diterima. Ini muka-muka baru semua, gak usah arogan deh. Masak saya harus cari pimpinan kalian untuk urusan begini? Kalau kalian tidak mau terima koin, sediainlah mesin setor koin.” merepetlah saya panjang lebar.

Ada satu CSO laki-laki menyahut, emang ada bu mesin setor koin? Di mana? Saya bilang, “di Jepang sana ada.” Eh nyahut lagi dia, ya ini kan Indonesia, bu. Haduh, ini orang gak lihat situasi ya, sudah orang marah pun, masih disahuti pula. “Eh pak, saya juga tahu ini di Indonesia. Tapi bukan berarti tidak bisa ngadain mesin setor t koin ‘kan? Gampang kok! Kalau BRI tidak sanggup nyediain mesin setor koin, mestinya tellernya gak boleh menolak kalau nasabah setorin koin. Beres ‘kan? Jadi gimana ini? Terima apa engga?!”

Mbak teller meraih koin saya dan bilang, ya udah saya terima aja bu. Mulailah jari-jarinya lincah memindahkan koin dari plastik saya ke plastik mereka. “Kenapa sih, gak diterima dari tadi aja mbak. Masak mesti marah-marah dulu!” Mbak teller cuma senyum sambil mulutnya komat kamit menghitung. Saya jadi merasa, kok mereka ini berspekulasi ya dengan nasabah, kalau nasabahnya penurut ya langsung pulang, dan mereka tidak capek. Jika sebaliknya, ya terima saja walau terpaksa. Jadi gitu ‘kan saya mikirnya?!

Tiba-tiba datang seorang laki-laki berbaju biru gaya bos, padahal belakangan saya tahu dia bukan pimpinan di situ dari mbak teller. “Bu, masih banyak koinnya? Lain kali, koinnya dikemas per 10.000 diselotip ya.” Naik lagi suara saya 1 oktaf “eh pak, yang nyuruh saya kemasin per 50.000 itu ya orang BRI yang dulu duduk di pojok situ. Katanya memudahkan mereka menghitungnya. Tapi kalau sekarang aturannya mau dibuat per 10.000 pun saya jabanin kok. Asal kalian mau terima saja.” Kemudian dia berlalu begitu saja.

Tapi, si mbak teller bilang lain lagi ke saya. “Maaf bu, besok kalau setor lagi, per 50.000 saja. Jangan diselotip ya bu, susah kami menghitungnya.” Huaaaaaaaaaa……….. pengen ngobrak abrik ruangan bank itu deh jadinya. Iki kareppe opo to yaaaaa… !!! Gak kompak gene sihhhh ??? Hallooo….? Mumet seketika! Tapi karena kasihan sama mbak teller, saya turunkan suara saya, “jadi mbak, besok per 50rb aja nih? yakin? ribut lho besok kalau ditolak lagi dan disuruh per 10rb.” Dengan mantap dia menyahut, iya bu, per 50rb saja. Terbukti lho, gak sampai 15menit mbak teller selesai menghitung ulang uang setoran kami. Lebih lama eyel-eyelannya. Makanya saya merasa aneh, kenapa mereka memilih eyel-eyelan dengan nasabah ya?

Baiklah, tunggu kami besok ya, BRI WARAKAS. Jangan sampai ganti aturan lagi. Kalian tolak lagi kami besok, ramailah kita kawan! Koinku masih banyak, besok mau tak jajal ke Danamon sama BRI. Bila perlu, sekali ini tak videoin sekalian deh. Gondok kali awak dibuatnya! Sudah macam pengemis saja, padahal ‘kan … ah sudahlah! Tunggu update-an ku ya … sor kali awak menanti hari esok nih!

PS: Buat Kompasianer, kami juga membagikan kisah ini di sana.

92 Comments

  1. seharusnya pihak bank BRI menyediakan mesin penghitung koin seperti MAYBANK jadi gak repot hitungnya, lagian “maaf sebelumnya” walaupun receh harusnya bank terima karna itu kan uang juga, bukan tima atau besi yang tak berharga….

  2. Mohon maaf sebelumnya, bukan mksd sy membela teller, krn yg saya tau sbnrnya mrk bukan tdk mau mrima uang koin, ini alasan yg sbnrnya
    1. Uang yg d setor k itu akan d putar kembali utk nasabah, tdk mungkin uang koin d kasi lg utk nasabah yg melakukan transaksi penarikan
    2. Susunan uang koin di atas, maaf salah besar, mengikuti ketentuan bank indonesia, uang koin di susun rapi d dlm plastik es yg kecil. (Per brpnya sy kurang tau)
    3. Utk pnukaran, uang robek, lecek atau pun koin bisa dlakukan di bank indonesia(BI) krn memang disana dbrikan fasilitasnya klo ga salah sy setiap hari selasa, krn utk sebuah bank menyetor k bank BI hrs dg nominal yg besar, ga maukan kita penarikan misalnya 6 jt tp dkai uang koin dcampur uang kecil, krn utk sbuah bank hrs mngumpulkan hingga jumlah jtan utk mnukarkan k bi, sdngkan nasabah dberikan k longgaran dr bank bi

    Bank bri yg sya knjungi mereka tidak menolak,sya d informasikan ttg ketentuan trsebut, akhrnya saya sadar, ngapain saya marah2, sdngkan mreka hnyalah mngikuti peraturan yg ada, klo dipikir2 ksian jg jd mrka, dg gaji kecil, mrka harus mbnggantikan uang yg kurang, krn kbnyakan uang lecek atau kon bnyk yg kurang stelah d hitunh kmbail, mngkin krn uangnya dempet, atau rusak, maaf bkannya memebela teller ini utk smau teller bank d mana pun, baik bank atau finance pasti memili prmasalaahn nasabah yg sama..untungnya saya ktmu teller bank bri yg sabar dia mnjlskan ktntuan2 dr bank bi, smnjak itu sy menukarkan lgsg k bank bi, trnyta lbh gampang, krn d bank bi ada mesin koin, klo d bank lain hmpir mrta tdk ada yg memiliki mesin koin krn sudah d fasoilitasi d bank bi, nasabh bisa menyetor ksana.

    Maaf sblmnya sy hanya mnyampain mnrut pngalaman sy

  3. saya nasabah BRI juga sangat kecewa pernah ditolak menukar Uang Receh di BRI Cabang cibinong dengan alasan sudah penuh&bri sampai bingung mau diapakan uangnya…..Teller memberi saran tukar di POMBENSIN…hmmmm….dengan suara tinggi&muka jutek….dan Akhirnya Saya Ke BRI Cabang lain disana boleh ditabung tapi teller sepertinya melayani dengan tidak sepenuh hati….

    • saya sih langsung tutup rekening mba. enak jadi nasabah danamon
      .mrk.trm receh dan melayani dengan sepenuh hati. cuma emang kena charge 5% dr jmlh receh koin yang kita setorkan.

  4. salut mba, malah saat ini saya ngobbi ngumpulin uang koin dan uang kertas yang lecek, robek dikit, pokoke yang wes buruk buat saya tukarkan ke bank. 2 hari yang lalu saya setor uang koin sejumlah 25.000. keBank Mandiri cab. Batu Aji – Batam. saya sampaikan ke teller kalo saya usaha jajanan anak2 dan via bank mandiri agar di serahkan ke BI untuk dibuatkan uang receh yang baru.
    Akhirnya uang kertas lecek diterima dengan muka curam dan uang koin ditolak dengan alasan: HARUS BERJUMLAH 100, 500 KOIN.
    saya BERUCAP ” trus uang koin dan kertas yg lecek ini harus dibuang ?? trus kalo tdk mau terima uang ini jgn dibuat dari kertas atau koin murahan begini PT. Peruri, harusnya dari besi” begitu ucap saya.
    tapi saya nggak akan kapok, akan trus setor ke Bank mandiri dengan uang lecek, buram, koyak, sys juga neumpulin uang2 tsb dari temen2.

  5. nasib baru bagi sya, menyetorkan uang koin yang di tolak,, jadi heran dengan bank di indonesia ,, apa mereka mau terima uang dolar aja yah,, kemarin saya setor ke Bank pake koin sama juga gak di terima,,, lama2 saya maju juga ke bank indonesia untuk tidak buat uang koin,,, toh percuma anak2 kita nanti mereka susah payah dengan sesenggam harapan, dengan uang sisipan mereka ( uang koin ), nanti akan ber nasib sama juga di tolak untuk ditabung,, perintah hanya gembor2 yang rajin nabung,, tetep aja hasil tabungan itu gak bisa diterima oleh bank,,, bikin selogan ,, ayo BOROS aja …. siapa yang komen macem2 dan gak terima silahkan,,, sukur2 ada petugas dari bank / anggota DPR sekalian biar tahu pelayanan bank dinegri ini semacam ini… semoga ada kebijakan….

  6. waaaah, betul banget mba,
    sebulan sekali saya suka setor koin ke BCA cab.cimahi, tiap kali setor, adaaa aja peraturan baru, ga boleh diselotip lah, musti di bawah jam 9 pagi lah, musti sekantung 250.000 lah…
    anehnya tiap setor ‘terbit’ aturan baru… lama2 saya malas, akhirnya koin2 itu saya pakai tiap kali beli bensin aja… (anehnya SPBU juga sekarang ga terima tuker receh, tp kalo bayar pake receh sih masi terima, walopun pake mesem2, hehehee…..)

    kemanaa yaaaa kita bisa setor koin tanpa tatapan miring *sigh…

    • aku sih udah kapok nabung recehan sekarang hehehe

  7. He..he.. seru aku bacanya mba, kereen memang harus brani ada argumen kok, lha wong mau setor uang aja kok malah diribetkan. sabar ya mba :)
    nita recently posted… » Batu kecil

  8. waaahh mbak yg setor byk aja susah yak.. bagaimana dg nasib tabungan aku yg secuil yak? hmmmm…
    niee recently posted… » 9 HARI

    • klo secuil pasti gak bermasalah mbak hehehe coba aja.

  9. siip…muanteb bgt mb…
    oh y, klo deket uang recehnya boleh dibagi nich…
    temen sering bingung nyari receh mb…
    irmarahadian recently posted… » Ini Cekerku…

  10. Hmmm, lebih apik kalau uang koin itu dilempar ke jidatnya…

    • Bukan provokator Ni, ngapain kita udah capek cari, kemudian diperlakukan tidak dengan semestinya, jangan lihat recehannya dong. Emang gaji teller bank itu berapa sih? *makin panas…*

    • hehehe iya deh, ganti aja jadi SUPPORTER xixixi …
      betul banget, gak tau sih mereka gimana orang ngumpulin sebelum setor ke bank.
      cuma mikirin repot sendiri duank hehehe

      gaji teller? Kita tanyain yuk hehehe

  11. Setelah kejadian ini pasti mereka mengadakan rapat khusus dengan topik ” Cara menghadapi wanita galak”.
    Bagus, kita memang harus bersikap seperti itu. Bank kan bergerak dibidang jasa juga, kalau gak ada nasabah baru nyaho.
    Saya gak punya rekening di banknya rakyat itu lho.
    Salam sayank selalu
    Pemilik Resto Suroboyo recently posted… » Soto Lamongan Cak Har di Surabaya

  12. Waw, cerita seru nih mbak Nique. Dugaan saya, mungkin si pegawai bank itu cuma main spekulasi aja. Mereka coba adu argumen dulu, kali aja nasabah langsung nyerah terus pulang. Menurut saya sih, yang namanya nyetor ya nyetor. Apapun bentuk pecahan uangnya, namanya ya setoran, titik *ikut naik nih ke ubun-ubun* :lol:
    budiastawa recently posted… » Menulis itu Melukis

    • kipasin bli budi biar gak berasap :D

  13. ihhhh gimana sih bank ini, kok masih aja berulang gitu ya mba kejadiannya
    untung kali ini diterima, yaa meski ada eyeleyelan dulu
    sing sabar mba nique, tetap semangat demi liburan April nanti :D
    misstitisari recently posted… » Allah Maha Melihat

  14. Hajar…emang perlu dikasih pelajaran tuh teller. Saya udah gak pernah buka rekening di bri, karena ada pengalaman gak enak. Saya pernah kirim uang ke saudara yang punya rekening bri (bri unit belum online ketika itu). Karena ada perubahan jumlah dijit nomor rekening saudara saya, tiba-tiba pegawai bri telepon saya kalau uangnya tidak bisa dikirim karena perubahan dijit rekening. Mereka kasih tahu setelah seminggu saya setor ke bank itu. Saya minta uang dikembalikan tidak bisa karena saya sudah tidak punya bukti setoran. Padahal kalau mau mengembalikan uang setoran saya mereka bisa cek ke aslian kartu identitas saya, dan mereka tahu nomor telepon saya karena memang saya cantumkan di aplikasi pengiriman uang. Saya mikir-mikir dulu kalo mau membuka rekening di bank riweh ieu…
    Alris recently posted… » Nostalgia

  15. bank nya mbak emang rusuh mbak kepanjanganya aja Bank Riweh Indonesia..
    lama ngantri,prosedur yang bikin pusing,belum lagi pas jam istirahat mereka juga istirahat,
    harusnya mreka tahu kan ,kalau pekerja itu keluar kantor pas jam istirahat, bukan pas jam kerja
    usagi recently posted… » Moodie Booster #Eps 32

  16. heuheu..ikutan muntab aku Kak bacanya :D. Tetap semangat pas besok nyetor lg ya Kak, jgn lupa baca bismillah dulu biar mba tellernya ga ngajak ribut dulu ^^
    Orin recently posted… » Weekly Photo Challenge : Unusual

  17. he..he…, aku jadinya pakai receh itu untuk bayar tol, nggak bisa nolak dia, biarpun yg dipakai koin cepek
    Monda recently posted… » Terubuk dan Roti Buaya

  18. Saya bukan bermaksud mendiskreditkan, namun seperti saya juga enggan melangami hal seperti itu. Bukannya ada UU yang melindungi transaksi menggunakan rupiah dan sejenisnya? Dan entah kenapa, sedari dulu, saya memang tidak begitu suka berurusan di BRI, mungkin bawaan dari dulu.
    Cahya recently posted… » Melasti Dalam Hikayat

  19. hajar, Nique! #eh

    *barumampirlaginiy* ^^

    • hehehe

  20. orang orang itu ga inget mungkin mba sama “koin peduli prita” yang bisa terkumpul sampai puluhan juta kan? dan koin koin milik para pengemis dan pengamen yang sangat berguna buat makan.

  21. untungnya disini juga ada coin deposit. biayanya $0.0075 per koin. Cuma gak disemua kantor cabang ada.
    e.r.l.i.a recently posted… » Balada Nyari Celana

  22. Mbak Nique…sebenarnya para sopir APB itu suka kesulitan loch mo cari uang receh…kan tarifnya 2500…kadang kalo ngga ada uang gopek-an terpaksa dech orang bayarnya cuma 2000, kan sopirnya jd rugi…sementara klo sopir itu mo tukar sm inang2 yg ada di terminal kan jumlahnya dikurangin…jd aku pikir ini bisa jd solusi lochh….kan tempat mbak nique dilewatin APB tuch…bikin aja pengumuman : “bisa tuker koin Rp. 500 disini tanpa dipotong”….jadi recehan Mbak nique bisa jadi uang kertas….dan ngga perlu lagi setor koin ke Bank…..(ini sekedar usul heheh…)
    nia/mama ina recently posted… » Pengemis

    • gak tau deh. tpi saya pernah kok ngobrol sama bank keliling yg sering ngutip tagihan dari para supir, dia malah cerita juga klo recehannya numpuk dirumah. supir2 itu udah ada yg ngedrop recehnya, yg tadi saya bilang inang2 di terminal itu lho. itu akan lebih kompleks lagi, gak semudah perkiraan kita. ada mafianya juga.

      pernah denger gak, angkot gak berani beroperasi klo udah di atas jam 9? karena ojekers nekad2 ngamukin para supir angkot yg masih beredar. hebat gak tuh. jadi klo mau masuk ke urusan perecehan para supir, sy berani klo punya becking hehehe

      sebenere masalahnya emang napa juga bank keberatan terima koin?
      seperti usul banyak orang, ya mending dihapus aja keberadaannya kalau ternyata gak dianggap kayak gini.

    • iya bener juga yachh…tukeran koin itu mata pencahariannya inang2…kalo direbut bs ngamuk dia heheh….

      smoga aja pegawai bank itu mau terima uang koin dari Mbak nique lagi…krna itu memang udah tugasnya kan…
      nia/mama ina recently posted… » Pengemis

  23. mbak yg saya bingung itu, klo uang koin mereka tidak terima, gimana bank mengedarkan uang koin ya? bukannya juga perlu sirkulasi tuh duit koin jumlahnya tetap apa tidak di seluruh indonesia ya. wah2, gak beres emang teller bank dimana2.
    Hanif Mahaldi recently posted… » Studi Kasus : Portal Berita Singkat

    • gak tau juga sy soal itu mas.
      klo punya nyali sih koin itu dijajakan di terminal2,
      masalahnya saya jiper duluan liatin inang2 yg udah mangkal di sana tiap hari.

    • gak dicatatpun tau kok mbak
      wong setiap nyetor ya ketemu org2 itu lagi.

      btw, di bank temen mbak itu sama aja kok alotnya. mesti eyel2an. emang senengnya mereka terima uang dari cukong2 aja, yg rapi2 gitu lho.

      kami punya 3 rekening di bca, danamon sama bri itu. ya 11-12 lah sikap mereka melayani setoran KOIN.

  24. bingung aku mau kasi komen apa pal…heehehe
    soalnya memang sedikit ribet ya urusan uang koin tu, walaupun sebenarnya tidak ada larangan untuk petugas bank menerima uang koin. Hanya saja saranku, jangan terlalu rutin deh nyetor uang kecilnya, karena di bank biasanya sulit menyalurkan uang pecahan kecil. menjadi dilema sebenarnya pal, nasabah narik dana tidak pengen diberikan uang pecahan kecil. sementara jumlah uang kecil yang ada banyak, BI nyuruh edarkan, …..capek deh…
    yadiebaroos recently posted… » KREATIVITAS

    • coba dong orang banknya persuasif pal.
      diajak bicara nasabahnya.
      tapi kok dulu, sama teller lama, mereka mau tuh terima per 1jt sekaligus pun.
      cuma ditinggal katanya. gpp, kami bilang.
      kurang lebihnya kami saling percaya saja. jadi kan enak.
      jangan jadi kayak dimusuhin gitu lho pal.
      kek mana ya, masak urusan gini, awak mesti jumpa kepala kantornya?
      cobalah kasih training yang benar, biar nasabah pun ngerti gitu.

      ini udah 2x pula, gimana gak muntab jadinya :(

  25. Kisah para nasabah memang ramai ya Niq :-)

    Apalagi kalau kalau Niq yang cerita, bisa2 gubrrnur BI kena demo warga WEBE nich…

    Kalu udah gini gimana kalau uang receh ditiadakan, biar diganti uang kertas semua aja, tinggal yg suka kerokan bingung, hehe..
    yunda hamasah recently posted… » Ibu Ainun dan SINGER

  26. akhirnya mbak nique bersuara juga. padahal walau koin juga tetep uang toh.. ya cuma emang lebih ribet aja ngitungnya sih..
    ditunggu ceritanya besok mbak.. tapi kayaknya tellernya ga berani nolak lagi deh.. kan udah tahu kalau nasabah yang ini ga bakal tinggal diem.. hehehhe

    asik nih ya yang mau liburan
    Amela recently posted… » Namaku Amela

    • saya juga tau uang KOIN bikin ribet Mel,
      makanya blom2 sebenernya udah ciut hati ini untuk setor.
      masalahnya CUMA PUNYA KOIN, mau gimana lagi???

    • ya ga gimana-gimana mbak.. tetep setor.. toh emang sudah jadi tupoksi mereka buat nerima setoran nasabah..

      semoga setelah mendengar saran mbak nique, BRI segera menyediakan mesin setor koin,. jangan mau kalah dong ya sama negara lain :D
      Amela recently posted… » Namaku Amela

    • tapi pesimis juga mbak, kemarin aja pas saya nyebut MESIN SETOR KOIN, dicibir gitu loh sama CSO nya. Satpamnya aja nyaut, “Indonesia cuma punya Bank Indonesia.” entah apa maksudnya. entah siapa yang tulalit. tapi jika mesin setor TUNAI KERTAS aja BRI gak punya, mungkinkah mereka mau menginvestasikan sejumlah uang besar untuk sebuah MESIN SETOR KOIN? logikanya sih kalau semua bank bersatu, mestinya bisa. Tapi kenyataannya, apa bank2 itu bersatu?

    • hahaha, iya juga sih..

      kalau ga salah BRI sudah ada setor tunai kertas mbak.. tapi kayaknya cuma di bank2 tertentu..
      soalnya dulu pas saya buka rekening di BRI cabang atrium, saya pernah lihat mesin setor tunai
      Amela recently posted… » Namaku Amela

    • iya toh? beberapa kali ke bri kecil dan besar, gak pernah liat sih. mungkin adanya di pusat? atau tempat tertentu saja ya. eh tapi kan yg kuperlukan MESIN SETOR KOIN mel :P

  27. Tarik saja uang koinnya dari peredaran!!!!
    Jangankan pihak bank, lha wong pengamen dan penjual gorengan aja gak terima koin e mbak nique… #eh eh jadi ikutan panas tho

    • gak gitu juga sih mbak, kayaknya udah KRUSIAL nih kebutuhan akan MESIN SETOR KOIN macam mesin setor tunai kertas itu lho. jadi kerjanya para teller tidak terbuang untuk ngitung uang koin yang disetorkan nasabah.

  28. betul.. mo nyetor koin itu susah banget. Makanya saya kalo punya koinan lebih mending dituker uang kertas ke warung-warung atau tempat yang butuh koin untuk transaksi mereka. Udah males duluan mau ke bank, padahal uang koin kan alat pembayaran yang sah.. mestinya kita mo nyetor pake uang kertas atau kooin ga perlu ada masalah
    Goiq recently posted… » Jalan-Jalan Ke Bukittinggi

    • nah, ke warung2 kan belanjanya? terus warung2 mo setor kemana? Klo warung kayak saya pake uang koin u/ belanja di grosir, ditegur juga sama grosirnya, biar jangan semua kasi uang koin.
      terus gimana dong?

  29. VIDEO VIDEO masukkan TV
    Camera digital jangan lupa…wajah + badge nama!!!! sebarkan di internet semua!
    KUMPULKAN KOIN se Indonesia, setor!!! Minta bukti penerimaan hahahaha
    Masak perlu menggalang koin untuk NIQUE?

    Hati-hati loh blogger bisa buat onar juga hahaha
    Ikkyu_san recently posted… » Jangan Baca Ini Sebelum Tidur!

    • gak tau deh mba. saya udah bener2 hopeless. padahal baca berita itu p. Yoni Depari dari BI pernah bilang menindak bank yg menolak koin. Dia juga bilang sih WAJAR kalau ada bank yang menentukan biaya jasa atas penukaran logam. Sy jg baru baca berita ini. Well, saya mau coba nanti, dengan pemotongan 0.5% itu apakah SUMRINGAH wajah si teller, atau tetap sama masamnya?

    • Gimana kalau kita bayar PAJAK pake KOIN semua ya? Ditjen Pajak marah2 ngga ya? hahahaha Gue ngebayangi itu koin segepok disebar ke mana-mana di instansi pemerintah… buat bayar POLISI yang minta uang damai….
      Ikkyu_san recently posted… » Jangan Baca Ini Sebelum Tidur!

    • bayar pajaknya kan ke bank juga mbak imel.. jadi orang ditjen pajak mah biasa aja.. mereka tinggal meriksa bukti setornya aja..
      yang ngomel2 nantinya ya orang bank
      Amela recently posted… » Namaku Amela

  30. Aku juga pernah nabung uang receh, gak dipotong sih.. tapi kasian yang ngantri kelamaan karena dihitungnya lama banget! hehe

    • sy juga liat situasi kok, 2x sy datang itu pas jam sepi. tk ada yg mengantri. klo yg tadi siang itu, gara2 eyel2an baru datang nasabah lain. bukannya mentang2 mo setor terus seenaknya datang. wlo pun jika saya dtg jam berapapun, tetap hak saya dilayani toh?!

      gini ya mas Fahri, pada dasarnya, ini jawaban esmosi sih sebenernya, karena membaca komen2 di socmed lain, bahwa penyetor koin spt saya sebetulnya belum apa2 SUDAH TIDAK ENAK HATI lho, cuma mau bagaimana lagi, wong punyanya itu??? Ingin sekali saya itu setornya lembaran uang kinyis2, tapi caranya gimana???

    • terus apakabar uang kertas saya tapi nominal kecil yang juga sempat mereka tolak tempo hari Be?
      Jadi intinya mereka nih maunya terima uang nominal besar , masalahnya rakyat kecil seperti saya mau dapat darimana????

    • jangan penasaran Bi, ntar gak bisa tidur lho :P

  31. wadew … segitunya mereka ya, tak bayangin andai yg nyetor koin bukan kamu gimana ya,kali langsung ngeloyor pergi ya
    Ely Meyer recently posted… » Kencan Di Pasar Mingguan

    • aku juga lain kali kayaknya bakal ngeloyor pulang aja mbak
      jera juga diginiin tiap setor.
      berasa banget jadi rakyat yg gak perlu dimanusiakan.

  32. tolong kasih info alamat banknya mbak. ntar gue ikutan bantu obrak-abrik teller / karyawannya. but gue khusus yang cewek lho! gkgkgkgkgkgk…
    Bung Penho recently posted… » Spesial Day (Hari Istimewa)

  33. Kasian bgt si mbak! Si teller lagi teler kali tuh? Bhahaha
    giliran duit asing mau nerima, duit negeri sendiri, angot2an nerimanya! Bhuhuhu

  34. disini juga ada mesin setor koin. rata2 di setiap supermarket pasti disediain.

    iya aneh banget dah kalo ada bank yang gak mau terima koin. lha koin itu kan juga uang resmi. masa bank menolak uang resmi kan gak masuk akal. emang itu karyawannya aja yang males ya…
    arman recently posted… » Giliran Andrew

    • entahlah Man, makin hopeless aja.
      ngumpulin duitnya semangat banget
      eh pas gini, kok jadi sedih banget.
      emosi tingkat tinggi dah jadinya.

    • cuma caranya gimana ya Na?
      Klo terang2an di shoot kayaknya bakal gak dikasih masuk
      klo aja bisa minjem kamera pulpen tu lho. aman kan …

    • mbok aku nyilih Na :D

  35. hihihi, esmosi nih si mebak, hihihi eyel eyelannya di tunggu mba, oiya, bawa kamera sekalian, biar bisa liat aksinya ya :D
    stupid monkey recently posted… » Beranda Senja Ini

    • iya, doakan ya biar lancar jaya.
      saya sih mo liat, yg diterima besok kemasan 10rb atau 50rb.
      kan beda permintaan tuh tdi siang.

    • terus, kenapa kudu ada ikon :D ya Mo? hiks

    • aku yo ngerti nek dekne penasaran Na, mbok nyumbang kamera pulpen kan gak tak larang arep ngguyu :D

    • emang berasa dirumpiin? Berarti dirimu kamera pulpen dong :P

  36. gw sebenarnya pengen banget ngeliatin muka2 orang yg elo ceramahin. Kalau mau buat peraturan tuh kudu konsisten di awal…..
    “pak…Bu, …mas….mbak, ….tante…oom….dan semuanya….kami tidak menerima setoran uang receh yah …..!?!?!?….
    Dan ini HARUS disebutkan saat pertama membuka rekening di bank tersebut…………..
    Necky recently posted… » Beban Hidup

    • tul!!! makanya saya mah udah waspada di awal, dan mereka harus konsekuen jika sudah bilang mau terima koin.

  37. Belum ada yang komen kah?
    #celingak(uk)#

    Ketawa saya baca bagian ini: “mau setor lagi bu?” … makin semangat saya membaca .. pasti seru pikir saya. Eh beneran seru …

    Wah, kalo saya pasti sudah pulang deh mbak Nique. Gak berani saya macam mbak Nique begitu… :)

    Lain kali mbok difoto sembunyi2 wajah tellernya pas waktu lagi ngitungin kembali koin2 itu … atau divideoin sembunyi2 saja … biar kisahnya lebih ‘hidup’ … :D

    • insya Allah besok mbak, semoga lancar jaya shooting perdana kami yah

    • ada pak. mau dituker berapa?

  38. Ini hanya masalah komunikasi Ni.
    Knapa?
    Karena ditempat lain, justru banyak yang lagi kebingungan mau nukar uang kertasnya dengan koin.
    Dan ini bisa jadi peluang jika ada yg mau buka usaha menampung koin kamu itu.
    Andai saja dekat, saya akan mau nukar koin kamu itu seberapapun…
    Mau?
    (karena saya tau, bendahara kami sering kesana kemari hanya buat nukar uang ke bentuk koin)
    marsudiyanto recently posted… » Info Cuai

    • boleh pak, tapi ongkirnya tanggung sendiri ya, gimana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 33 other subscribers

Recent Posts

Penemuan Termutakhir

Penemuan Termutakhir

April 23rd, 2014

Frekuensi menulis saya semakin jarang. Menyedihkan sekali melihat blog ini terlantar. Sepertinya say...

No thumbnail available

Prihatin?

April 23rd, 2014

Belum lama ini, seorang tetangga menyampaikan keprihatinannya pada saya. Merasa kasihan melihat saya...

No thumbnail available

Kampung Koruptor

April 10th, 2014

Di Medan sana, ada sebuah kampung namanya SUNGGAL. Sahibul hikayat, ini cerita dari bapa saya bahwa ...

No thumbnail available

Takut Tekor

March 26th, 2014

Setelah seminggu ini tenang-tenang memantau pegawai yang baru dikirim dari kampung, tiba-tiba tadi m...

Tips Bagi Penjual On-Line

Tips Bagi Penjual On-Line

March 19th, 2014

Keponakanku Attar akan 40 hari tanggal 21 Maret nanti. Biasa deh, ada acara 40 hari, gunting rambut ...

Categories

%d bloggers like this: