Pasti dong sudah familiar dengan kata DIAGNOSA. Apalagi yang sering berurusan dengan dokter dan rumah sakit. Ini saya mau cerita tentang diagnosa yang diberikan para dokter pada Bapa tentang penyakitnya.
Ketika Bapa merasa ada masalah dengan mata kirinya, dia menemui dokter mata di rumah sakit lawas di daerah Salemba sana. Oleh seorang dokter yang sudah lawas juga, divonis kalau ada urat syaraf yang putus sehingga Bapa tinggal terima nasib saja untuk buta. Tetapi waktu itu, Bapa tergoda untuk mencoba pengobatan alternatif di daerah Gn. Sahari. Sayangnya, tidak berjodoh dengan pengobatan orang India itu. Sekitar satu tahun lho Bapa bertahan dengan pengobatan alternatif itu. Sampai akhirnya Bapa mulai mau mendengarkan saran saya untuk menemui dokter Ginting yang di JEC. Dokter Ginting bilang itu KATARAK, asal cepat dioperasi pasti bisa melihat lagi.
Seperti yang saya ceritakan di sini, operasi KATARAK sukses dijalani di RS. Persahabatan, sayangnya mata kiri Bapa belum normal. Tapi Bapa sudah cukup puas karena setidaknya di bola mata yang hitam tak ada noktah putih. Bapa bilang, merasa minder kalau lama-lama bola hitam itu memutih semua. Kalau sekarang, walaupun tak bisa melihat, tapi bola hitamnya tetap berwarna hitam. Saya sih sudah menyarankan lagi untuk menemui dokter Ginting di JEC sekedar mencari tahu apakah masih ada kemungkinan bisa melihat. Cuma kemarin-kemarin Bapa masih fokus sama urusan prostat.
Nah, bicara tentang prostat, sekitar 2tahun yang lalu, memang Bapa pernah dirawat karena kesulitan buang air seni. Saat itu bahkan disuruh operasi oleh dokter yang merawatnya. Hanya saja biaya yang diminta kisaran 20juta, sehingga ditolak oleh Bapa. Setelah 5hari dirawat, Bapa pulang dan mulai meminum obat racikannya sendiri secara teratur. Dan ketika belakangan dia merasa terlalu sering buang air seni, maka kuatir kalau si prostat meradang lagi. Begitu diutarakan keluhan ini ke Karo-karo dokter yang merawat jantungnya di HarKit, disuruhlah Bapa cek darah. Hasilnya mencengangkan! Bahwa tak ada indikasi prostat dari hasil pemeriksaan laboratorium. Sang dokter bahkan bilang hasilnya bagus, beda dengan dirinya yang justru sampai hari ini masih harus rajin mengonsumsi obat agar prostatnya tidak menyiksa.
Kami pun sempat bingung, benar tidak ya 2tahun yang lalu penyakitnya prostat? Ataukah obat racikan bapa itu manjur? Terus, seringnya buang air seni yang masih berlangsung sampai sekarang, disebabkan apa dong? Sayangnya semua pertanyaan ini belum ada jawabannya. Saya menyarankan Bapa untuk mencoba ke toko obat cina, dan minta obat anyang-anyangan. Maksud saya, menyederhanakan penyakit. Siapa tau saja setelah minum obat anyang-anyangan jadi sembuh? Kalaupun tidak, ya baru dipikirkan lagi tindakan selanjutnya yang lebih serius.
Tadi kami berpapasan dengan Bapa sepulang kami dari bank, sepertinya dia baru pulang dari apotik. Semoga saja, saran saya mencoba obat anyang-anyangan itu mujarab, jadi Bapa tak risau lagi masalah buang air seni ini.
Jadi inti tulisan ini apa, Ni? Hehehe…intinya sih, saya cuma mau berbagi, bahwa DIAGNOSA dokter itu sebaiknya tidak langsung ditelan mentah-mentah. Ada baiknya ditanyakan pada minimal 3 dokter. Memang sih ekstra biaya, tapi ‘kan lebih tenang toh?! Daripada seperti yang dialami Bapa saya, hayoo…rugi toh? Jadi pasien sekarang ini memang kudu pintar, cuma jangan sok pintar pula hehehe … bagaimana denganmu kawan, pernah mengalami salah DIAGNOSA juga tidak yah?
Nice info…. lagi cari2 artikel pengertian diagnosa, ketemu blog ini.. tnx
Affif recently posted… » Google Adsense Sudah Support Bahasa Indonesia
iya ya mbak.. paling gak kalau memang benar diagnosanya perbandingan lebih dari 2 orang itu akan lebih memastikan..
niee recently posted… » 9 HARI
Waktu Ajif…di diagnosa ada kelainan di ginjalnya…. saya mengunjungi sampai 6 dokter spesialis…belum lagi dokter2 lain yang saya mintakan opininya. Karena tiap dokter memiliki penafsiran sama terhadap satu penyakit namun belum tentu sama penanggulangannya. Jadi…kalau udah penyakit serius… lebih baik lebih banyak diagnosa dari dokter yang berbeda…untuk penanggulangan….kembali kepada diri kita masing2…
Necky recently posted… » Indahnya Teknologi
yup..setuju..
diagnosa satu dokter ndak bisa ditelan mentah-mentah, memang sebaiknya nyari second or third opinion.
cuma yg masalah kalau second sama third opinionnya beda sama yang first..bingung jadinya
iPul dg. Gassing recently posted… » Surabaya dan Kampung Inggris di Pare
tahun kemarin gue ada masalah seputar alat reproduksi. di androlog A dibilang harus operasi. tapi gue langsung datang ke androlog lain yang terkenal di kota bandung dan androlog B ini setelah gue mintain second opinion bilang: kalo kasusnya begini, operasi bukan pilihan utama. Ya memang diagnosa dokter jangan ditelan mentah2. mintalah second opinion dari dokter lainnya.
Hmm…, pengalamannya lumayan juga nih Mbak Nick. Sebagai catatan awal, mungkin kata “diagnosa” itu tidak tepat, kita menggunakan kata “diagnosis”
.
Diagnosis bisa terdiri dari diagnosis kerja, diagnosis banding dan diagnosis akhir. Setiapnya bisa berbeda-beda, dan ada banyak faktor yang mempengaruhi apa yang disebutkan dalam diagnosis itu.
Dulu dikatakan karena saraf mata bermasalah, bisa jadi karena tanda katarak tidak jelas tampak. Jadi tidak ada pembanding untuk itu.
Dikatakan masalah prostat, bisa jadi karena memang ada masalah prostat, dan bisa juga kondisinya diperparah dengan masalah lainnya, sehingga menimbulkan keluhan saat buang air kecil. Namun ketika masalah lainnya itu teratasi, ternyata keluhannya membaik, karena tidak semua masalah prostat mesti memiliki keluhan
.
Yah, tapi itu hanya kemungkinan-kemungkinan saja. Karena itu jika ragu, second opinion bisa dilakukan
.
Cahya recently posted… » A Path for Future
kmrn nonton TV ttg pasangan suami istri yg ngalami mual2 dsb, didagnosa 2 kali dgn dokter yg sama dgn hasil yg sama, ternyata keliru diagnosanya, si suami meninggal, tapi sang istri msh bisa diselamatkan
mereka keracunan gas yg ada di pemanas ruangan tempat tidur
Ely Meyer recently posted… » 3 Cara Berkomentar Yang Baik
huaaa …sedihnya itu mbak
iya Nique, aku saja ngeri waktu nonton itu, gara gara salah diagnosa suami meninggal, bayangkan, apa ndak ingin dipalak tuh dokter yg salah mendiagnosa ? mereka tahunya dari dokter berikutnya, sayang dah telat, suaminya nggak bisa diselamatkan
Ely Meyer recently posted… » 3 Cara Berkomentar Yang Baik
ini seperti dokter yang menangani mata adikku almarhum mbak. bapa sudah tanya bolak balik apa gak masalah dgn matanya yg keluar air krn kecelakaan itu, dijawabnya engga. eh pas dibawa ke ahlinya, baru tau klo ditangani cepat justru takkan buta. coba itu, apa gak bikin muntab!
Ooo, begitu ya. Kalo telan mentah jika salah diagnosa bisa bahaya. Btw, obat racikan bapak Nique manjur juga, boleh dibagi?
Alris recently posted… » Nostalgia
kalau mau, datang saja bang. sekarang ini pun bapa lagi meracik lagi rempah2 itu.
setuju…sebaiknya jangan hanya 1 dokter yang dikunjungi, bandingkan juga dengan yang lain…apalagi internet sekarang enak cari informasi
iwan recently posted… » menunggu cewe
betul sekali, hanya saja kalau info dari internet, kita pun harus cerdas juga menyaringnya, karena banyak info yg tak kalah menyesatkannya dari diagnosa yang salah
iya betul banget…dokter kan juga manusia, sebaiknya kalau tidak begitu yakin minta second opinion ke dokter lain. Oh ya soal anyang2an kadang2 bisa karena ISK alias infeksi saluran kencing. mungkin bisa test air seni dulu mbak Ni. Tapi kalau hanya anyang2an saja bisa juga dengan banyak minum air putih hangat. semoga Bapa’nya cepat sembuh yaah..
nanti saya coba sarankan begitu mbak, setahu saya bapa cuma minum air putih biasa, bukan yang hangat. terima kasih ya
bener. kadang mereka juga salah diagnosa kan. kenapa gak diakupuntur aja. ada penyakit tertentu yg berdasarkan diagnosa dokter harus begini begitu, dioperasi dll, tetapi pas di akupuntur malah bisa sembuh. cuma kudu sabar
fanny recently posted… » NAGA KUNING
tempo hari mau nyoba di tongfang mbak, gak taunya larange rek
setuju bahwa tak ada salahnya cari second opinion … atau tiga malah, jadi bisa diambil 2 yg sama…tapi jangan banyak2 juga, ntar malah bingung, hehe..
mechta recently posted… » 7 Hal
iya mbak, 3 cukuplah kukira. seperti kami pun, sudah ke beberapa dokter, dan diagnosanya sama, jadi sudah tenang
Kakak saya punya pengalaman dengan diagonosa dokter.
Di rumah sakit A, dibilang kalo sakit gejala tifus.
Di rumah sakit B, dibilang kalo sakit malaria.
Nah, di rumah sakit C, katanya juga malaria.
Jadi, syukur2 deh ke banyak RS.
Salah2 kan bisa bahaya kalo penanganannya gak pas.
Masa sakit malaria trus dikasih obat tifus, kan gak mempan nantinya
Zippy recently posted… » Sotoji, Kreasi Jamur Dalam Semangkuk Soto
haduh, jauh pisan yak
malaria ke tipes 
untungnya waspada.
Menurutku, untuk penyakit berat ada baiknya selalu tanya dulu ke setidaknya 3 dokter yang berbeda, jadi lebih yakin dan pasti sama masalah aslinya.. ^__^ Soalnya kan dokter juga manusia.. hihihi..
bebe recently posted… » Memory Box: Kuis
iya Be, yang ringan pun bisa jadi berat kalau salah diagnosa Be.
jadi tetap waspada selalu deh.
Jadi pasien sekarang ini memang kudu pintar, cuma jangan sok pintar pula hehehe …
Ini benar banget …
Mengenai diagnosa yang salah ? … mmm saya tidak begitu memperhatikan … sepertinya sih tidak pernah … yang penting adalah setelah minum obat … penyakitnya sembuh. Entah sembuh karena obat … atau sembuh karena mekanisme dari badan kita sendiri …
Tetapi kalau salah suntik … ? pernah …
Sebetulnya bukan salah suntik sih … Cuma Dokter (dan juga Kami semua) tidak tau sebelumnya … kalau saya ini alergi antibiotik Penisilin …
Kelas 4 SD … pernah disuntik Penisilin, untuk mencegah tetanus … (kaki saya luka kena beling waktu itu …) setelah disuntuk penisilin … saya pusing berkunang lalu pingsan …
Dari situ lah kami jadi sadar … bahwa saya alergi penisilin
(aduh maap … komennya panjang bener yak …)
Salam saya Nike
nh18 recently posted… » SAFE … ! (BUT …)
aih, jadi ingat pasien di IGD ketika suami di sana. ada anak muda yang menyumpah serapah dokter karena trauma sama suntikan. dia tak mau disuntik, tapi dokter ngotot suntik. kejadian salah suntuk sih di rumah sakit lain, tp dia sudah tidak percaya sama dokter.
gara2nya itu, sama seperti om itu, anak muda itu alergi sama satu jenis obat, gak jelas saya. akhirnya dia minta pulang.
Iya bgt, ga boleh lgsg percaya. Aku pernah Kak, di kantor smp muntah sakit bgt perut, sebetulnya itu maag-ku doang lg kambuh, tapi kan orang2 rusuh nyuruh ke RS, dan disana beneran rempong kudu periksa darah sm USG segala. Sampe dokternya aku marahin “minta obat maag aj deh cepetan” qiqiqiqi…
Orin recently posted… » Mute
hiyaaaa …. kayak apa tuh muka dokternya pas sembuh karena obat maag? Hehehe
Papa waktu tahun 2006 pernah sakit batuk sampai suara hilang, batuk sembuh tapi suara pun tetap ngga kunjung ada. Akhirnya cek menyeluruh ke sebuah RS besar ternyata ada kelenjar yang tidak seharusnya ada di pita suara Papa. Satusatunya jalan harus dioperasi, baru bisa tahu si kelenjar ini termasuk tumor jinak atau kanker. Ternyata hasil diagnosa positif kanker, langsung diminta untuk kemo. Papa shock, sekeluarga down semua. Untung Mama masih bisa berpikir jernih, minta Papa pindah RS yg lebih paham mengenai kanker, diputuskanlah pindah RS ke Dharmais, cek semuanya, mulai analisa dari nol lagi. dan hasilnya bersihhh, ngga ada sel kanker di tubuh Papa. Ngga ngerti deh apa yang akan terjadi kalau main hajar aja ngejalanin kemo, ngga kanker tapi nerima suntikansuntikan kimia, hiiyyy horor >,<
misstitisari recently posted… » Origami
kadang diagnosa dokter emang sering salah sih mba Ni, kadang penyakit jantung dibilang masuk angin biasa. Banyak juga yang jadi korban mal praktek kan ?
aku juga ga terlalu suka ke dokter coz dikasih nya obat2 yang banyak bahan kimia. Udah coba berobat ke alternative mba? smga Bapak cepet sembuh ya mba Ni
nahh ini bener banget..kadang diagnosa dokter ya coba cek lagi untuk di diagnosa di tempat lain. kan sering tuh ya mbak beda hasil diagnosa nya.
atau kadang dan emang kejadian nyata temen gitu. ngerasa sakit dikit tapi didiagnosa yang berlebihan sakit nya, terus malah nambah sakit ini itu nambahin..
jadi serem ya..
semoga bapak nya diberikan kesehatan dan rezeki dimudahkan, amin..
Setuju, mbak! Jgn mudah percaya ma dokter apalagi dukun!
Istri saya pernah salah diagnosa juga. Dokter bilang infeksi saluran kemih, nggak taunya setelah diperiksa lagi kata dokter yang lain istri saya hamil. Kacau..
Ari recently posted… » Pulau Beras Basah & Pantai Pasir Putih – Wisata Bahari Bontang
semoga Bapak makin hari makin segar sehat ya Nik
aku kagum sm Bapak yg selalu ikhtiar utk mendapatkan kesembuhan
salam
puisipemula recently posted… » Labirin
bapa itu ingin hidup lebih lama.
melihat 2 cucunya tidak berbapak, dia merasa harus mengemban tg. jawab itu
melihat ada anaknya yang belum mentas, dia merasa tg.jawabnya belum selesai.
semogalah selalu diberi kesehatan, dimurahkan rizkinya, aamin!
salah diagnosis mmg salah satu hal yang cukup meresahkan tentunya terlebih lagi buat sang pasien sendiri. Mending kalo salah diagnosisnya hanya sekedar “mengira-ngira” jenis penyakitnya tetapi kalo udah salahnya pake ambil2 suntik segala….kykya horror bangets dech
btw…aku tuh kenapa ya….kalo ama dokter2 yg msh fresh graduate belum begitu yakin ama kemampuannya lain halnya dengan dokter2 yg udah lama (“dokter sepuh”)…yg udah banyak makan asam garamnya di bidangnya.
bensdoing recently posted… » Main Gundu yukk…!!!
belum pernah mengalami salah diagnosa sih
jangan sampai deh..
sekitar 4 thn yang lalu juga ibuku terkena katarak
sudah dioperasi tapi sampai skrg matanya berair terus
Diandra-Rafi recently posted… » Postingan iseng…..
wah…kebetulan saya juga punya pengalaman nih,
2 minggu yg lalu ibu saya sakit, saya bawalah ke rumah sakit di bilangan jln raya bogor, karena menunggu dokter umumnya lama dan ibu saya semakin lemah, saya bawalah ke IGD. diterima oleh dokter pembantu, ditanya apa yg dirasa, kepala saya sakit dok, demam meriang, tulang pada ngilu, pusing2 kata ibu saya. Trus dipanggil lah saya….”pak mohon tanda tangani surat ini, kami akan melakukan pemeriksaan darah dan jantung ibu bapak” LHO….kenapa harus periksa jantung dok, lha wong yang dirasa cuma demam, pusing2, sekarang darah nya aja diperiksa dulu nanti kalau hasilnya memang perlu cek jantung silahkan, dan setelah 1 jam menunggu hasil tes darah ibu saya hanya terkena Types..wahh….nih rumah sakit matre juga…. paragh…
punten lah jadi curhat…
aming recently posted… » Membedah Sotoji-Soto Jamur Instan
iya kang sering kayak gitu ya..harus hati2. ini menimpa temen saya sih
dan orangtua saya suka miris juga serem denger cerita kayak gini kalau orangtua sakit jadinya gak mau ke rumah sakit gitu, takut di diagnosa aneh aneh gitu (tanpa bermaksud menyudutkan atau menyalahkan rumah sakit/dokter tertentu ya..)
kalo saya sih, semua dokter yang saya datengin punya pendapat yang sama, bahwa saya mengidap hipertensi .. heheheh, udah jelas ini mah.
Bapak saya termasuk yang kurang percaya dengan dokter, karena dulu pernah di diagnosa syaraf kejepit, dikasih obat gak sembuh, malah minum obat tradisional racikan sendiri & sampe sekarang sehat.
Terakhir, sempat opnama karena katanya diabetes, di suntik insulin dan ngga kuat. Sesaat setelah disuntik malah menggigil hebat & muntah. Lagi2 minum obat racikan sendiri, sehat.
iya, aku juga sekarang ga mau terlalu percaya sama satu dokter…
Goiq recently posted… » Wisata Kuliner Di Pekanbaru
Second opinion itu perlu, jadi jangan ragu untuk meminta pendapat dokter lain
Dokter juga manusia, yang bisa salah diagnosa

Untuk operasi katarak memang bisa gagal tapi banyak juga yang bisa dikoreksi lagi
yunda hamasah recently posted… » Ibu Ainun dan SINGER
smoga bapa cepat pulih lagi.. amiin.
bapa termasuk yang rajin berkonsultasi ke dokter ya Niq.
usaha beliau untuk mencari kesembuhan itu sudah sebagian dari kesembuhan itu sendiri. senang melihat bapa terus semangat.
LJ recently posted… » yang terlewatkan: Rumah Kelahiran Bung Hatta
Dokter juga manusia. walaupun punya keahlian di bidangnya, tapi belom tentu 100% diagnosa dokter itu benar.
sodara saya juga pernah di klaim menderita kanker tulang ganas di bagian tulang kaki. kalau gak di amputasi bisa bahaya. itu diagnosanya. tapi toh udah 3 tahun gak apa2 tuch! masih berjalan seperti biasa aza tuch!
Bung Penho recently posted… » Tuesday (Hari Selasa)
kita kadang ndak ngerti pal, sejauh mana si dokter di indonesia ini mendapatkan pengetahuannya. Karena memang rata-rata keluarga kita pernah mengalami hal yang sama, karena ada pengalaman juga keluarga yg mengalami sedikit gangguan jantung di medan ini, dokter di medan dan di harkit merekomendasikan untuk pemasangan ring, namun begitu dibawa ke penang, hanya disuruh terapi, dan sampai sekarang keluarga kami itu sehat dan hampir tidak ada keluhan. aneh…..
yadiebaroos recently posted… » PERUBAHAN
Ngomong2, saya jadi ingat pelajaran Bahasa Indonesia. “Diagnosa” itu bukan ejaan baku, yang benar adalah “diagnosis”. Sama seperti “analisa”, yang benar adalah “analisis”.
Asop recently posted… » [Fiksi] Konfrontasi, Terbunuh, dan Terkoyak
Pernah niQue…dan terus terang, begitu dokter kedua menyatakan kalau hasil lab saya bagus, saya langsung ngerasa sehat
Diagnosa dokter juga ternyata bisa salah ya, banyak belajar dari posting ini. Mudah-mudahan kita semua termasuk bapak, selalu sehat.
Amin.
bintangtimur recently posted… » Kejutan buat Risa
iya mbak. .tetep harus cari second and third opinion kalau udah didiagnosa yang berat2 begitu penyakitnya..
Amela recently posted… » Masaaak?
saat kecil saya pernah dibilang dokter kena ginjal bocor, terus ada lagi dokter yg bilang paru2 basah, kasian tuh si emak ma bapa, mundar mandir nenteng saya, tapi saya juga gak tau sakit apa, buktinya sampe sekarang jarang sakit, tp yg paling aneh, ada dokter mendiagnosa saya, tua nya nanti bakal keriput, huh, tuh dokter aneh ya, hehehe, wew
stupid monkey recently posted… » Si Korbanpun Berbahagia
Hihi dokter juga bisa salah diagnosa ya.
Aku pernah dibilang kalau aku ntar tuanya bakal susah gerak fufufu
Apa ke dokter lain lagi ya @_@
Una recently posted… » Nita Birthday Bash
ha? susah bergerak kenapa Na??? Ada masalah dengan tulang?
iya atuh, periksa lagi aja ke dokter yang lain. atau kalau memang begitu nanti vonisnya, setidaknya bisa diantisipasi dengan minum apa kek dari sekarang.
ya di sini juga sering dibilang “Cari second opinion” Meskipun itu biasanya berlaku untuk diagnosa yang “mengerikan”. Kalau cuma penyakit umum dan biasanya, kita tidak perlu cari pendapat kedua itu.
Untung aku belum (amit-amit semoga jangan) mendapatkan diagnosa yang aneh-aneh
Ikkyu_san recently posted… » UMPAT – UMPET
jangan sampai didiagnose yang aneh2 deh mba
emang sih, cuma ya gitu, bapaku tuh rada2 juga
selalunya berpikir, kalau ke dokter lagi biaya lagi, karena mereka maunya periksa dari awal. padahal kan tidak apa ya, demi kebaikan sendiri ini.
semoga saja si bapa ke depannya mau lebih bijak dan sedikit mendengarkan anaknya