Pagi ini suara gemuruh hujan membuat saya terjaga dari tidur yang baru sebentar. Mungkin baru sekitar 2jam?! Keras sekali suaranya, dan seperti biasa suara seperti itu akan menciutkan hati dan memperpanjang lafaz doa agar Tuhan tidak membiarkan banjir terjadi. Walau saya juga sadar, bahwa ini seperti doa orang bodoh, karena jelas bukan Dia penyebab banjir itu, bukan?! Tapi itu terjadi otomatis. Sudah default! Setiap hujan deras, otak saya default langsung merapal doa-doa, rupanya trauma masa lalu akan banjir belum pupus sepenuhnya. Apalagi siklus banjir 5tahun yang seolah dinantikan Pebruari lalu, tak kunjung datang. Sehingga yang ada di benak ini, bilakah waktu itu datang?
Seperti biasa, jika suara hujan sekeras itu, saya pasti mengintip keluar, memperhatikan arah hujan. Lurus atau miring. Berangin atau tidak. Memperhatikan pepohonan, anteng atau menari gemulai. Jika hujan turun lumayan lama, mengingatkan para asisten agar memperhatikan sisi-sisi yang biasanya tempias atau bocor. Juga toilet yang pernah bikin heboh karena dari sanalah sumber air datang. Mampet rupanya waktu itu
Tapi tetap membuat saya selalu waspada sampai saat ini.
Ketika prosesi mengintip dari balik jendela, saya melihat di seberang sana, ada penjual nasi uduk. Sebetulnya ibu ini bukan berjualan di situ, tetapi di samping ruko ini. Tetapi karena hujan, maka dia berpindah ke seberang. Sekitar jam 4 lewat saya lihat posisinya masih di seberang. Jam 5 sudah kembali ke posisi semula, memang hujan sudah mereda. Tapi saat gambar ini saya ambil kisaran jam 6 lewat, dia kembali menggotong lapaknya ke seberang. Miris hati saya melihat perjuangan ibu ini, mondar mandir dengan lapak dan segala pernak pernik yang harus diselamatkan dari guyuran hujan.
Saya sadar ibu ini tidak sendirian, masih banyak jutaan perempuan yang berjibaku mengais rejeki pada waktu yang sama, bahkan mungkin dalam kondisi yang lebih buruk lagi?! Sementara jutaan orang lainnya masih terlelap dibalik selimut yang hangat, termasuk saya. Ibu ini harus tetap bertahan walau hujan menerjang. Jika menyerah, artinya dia malah merugi. Bisa-bisa besok tak ada modal untuk berjualan lagi. Sehingga mau tak mau, sederas apapun hujan turun, dia harus bertahan, sampai dagangannya habis terjual. Dan saya, bukannya membeli nasi uduk, malah duduk manis dan menuliskan postingan ini.
Saatnya mensyukuri apa yang ada dalam genggaman saat ini, dan tak usah menangisi apa yang masih dalam pengharapan, yang hanya Tuhan yang tahu mengapa belum dikabulkanNya
Selamat hari Selasa! Hujankah ditempatmu kawan?

Inilah namanya berjuang mencari kehidupan demi sesuap nasi dengan tantangan hidup yang penuh dan harus tabah serta dijalani dengan syukur dan doa.
Abed Saragih recently posted… » Berapakah Target Alexa Anda?
Nyimak aja saya.
Abed Saragih recently posted… » Nitro PDF Professional 7.4.1.1 Full
Nique, sejak di Jakarta aku jadi suka deg-degan kalau hujan. Apalagi kalau deras dan suamiku belum pulang. Terbayang betapa macetnya di luar sana. Bagaimana kalau suami susah cari kendaraan untuk pulang? Belum lagi katanya Jakarta ini langganan banjir. Sebelum di Jakarta, aku tak pernah terlalu risau saat hujan. Paling cuma mikir, nanti bakal kedinginan di jalan. Tapi soal banjir, aku tak pernah mikir. Baru di ibukota negara ini, hujan selalu menerbitkan sedikit rasa risau. Semoga Jakarta tidak banjir lagi.
krismariana recently posted… » Semangat yang Menular dari Pemuda Bertongkat dan Pameran Foto
Sekarang lagi mendung, niQue.
Hujan yang sesungguhnya berkah bagi manusia, bisa jadi musibah pula ya kalau sudah banjir dan tanah longsor…itulah hidup, kadang berkah buat satu manusia, justru menjadi musibah bagi manusia lainnya.
Sependapat dengan yang ditulis disini, bahwa segala sesuatu itu akan indah bila kita pandai mencari hikmah
bintangtimur recently posted… » Kejutan buat Risa
wah memang mengharukan, ibu itu ga sendiri. masih banyak orang yang seperti ibu itu. yang berjuang demi mencari rejeki, dimana petinggi negri ini justru banyak yang berkorupsi. ironi sekali, ia tidak pandai bersukur. ya paling tidak kita bersukur terlebih dahulu
drieant recently posted… » Perlengkapan Anak Kost
inspiratif sekali, memang benar. sudah sepentasnya kita bersyukur atas nikmat Tuhan yang diberikan. mereka masih banyak yang berjuang hanya demi sesuap nasi
Peduli Alamku recently posted… » Benua dari Sampah yang Kita Buang
renungan yang dahsayat. iya, si ibu itu bukan sendiri. masih banyak orang yang seperti itu demi sesuap nasi. semengarap petingi negri ini, makin enak enakan aja tanpa peduli
drieant recently posted… » Perlengkapan Anak Kost
saya selalu salut pada para pedagang macam ibu ini. gigih. apalagi pedagang keliling. berpanas-panas, kehujanan. kadang cuma bisa berdoa, “semoga rizki mereka berkah”
Millati Indah recently posted… » Dolanan Jaman Cilik
Saat ini di tempatku cuaca cerah dan berawan sebagian
Bener, Jeng. Syukuri apa yang ada… hidup adalah anugrah…
Selamat hari Jum’at
Dewifatma recently posted… » Homework
iya kasihan para pedagang yg jualan pake tenda kalo hujan turun….apalagi kalo jualannya malam sementara sepanjang malam itu hujan deras….bisa2 jualannya ngga ada yg beli…sementara klo jualan malam waktunya cuma sedikit yachh….ibaratnya kalo jualan pagi bisa sampe siang…kalo jualan malam paling banter cuma smpe jam 9 aja udah sepii….
nia/mama ina recently posted… » Celoteh Ina
Saatnya mensyukuri apa yang ada dalam genggaman saat ini, dan tak usah menangisi apa yang masih dalam pengharapan, yang hanya Tuhan yang tahu mengapa belum dikabulkanNya
Quote yang harus dibaca setiap hari, bukan saat hujan saja.
Hari ini Tokyo cerah sekali!
BETULLLLLLLLLL!!
Nanti saya mo print gede2 mbak
taro di dinding kamar
di ruang tivi
di ruang ganti baju
dimana2 deh
jadiiiiiii……gak ada cerita galau lagi hehehe
selamat hari kamis mbak niq.. dan pagi ini hujan deras di pontianak.. hmm..
niee recently posted… » The Power of Six
hehehe di sini panas tidak, mendung pun tidak. suka saya
jawaban yang bukan lagi untuk hari Selasa nih mba, hehe.
Rabu ini, sore hingga malam ini, Banda Aceh panas, ga hujan.
Met malam mba Niq….
di sini juga kering tak ada hujan hari ini
Gambaran ibu itu mengingatkan aku akan ibundaku sendiri, sebagai penderes karet, jika hujan turun beliau kadang terlihat sedih bahkan sampai sekarang, disaat usianya sudah cukup renta beliau masih mau berjibaku mencari nafkah, padahal kami para anak-anaknya sudah melarang. Tapi beliau selalu berkilah seluruh badannya terasa sakit kalau tidak bekerja. I Love You, Mom.
He.. he.. ternyata hampir menyeluruh hujannya
ditempat saya juga dari pagi hujan, sempat deras dengan tarian pepohonan yang cukup gemulai
Citro Mduro recently posted… » Program Diet Mendapatkan Perampingan Alexa Rank
Soal tidurnya lama ya mbak, 2 jam

saya jarang tidak berjam-jam, paling sekitar 360 menit saja udah cukup kok
Citro Mduro recently posted… » Make Money Online Using Intellectuals Property
Hampir seluruh wilayah hujan [BMG]
hujan mbak dari pagi, terpaksa gak mengantar pascal sekolah, akusuruh ikut bapaknya aja pergi sekolahnya
di Padang panas banget, mbak
begitulah, di sisi lain ada beberapa orng yang kurang suka dg turunnya hujan, tapi juga bnyk yg bergantung dari hujan
sulunglahitani recently posted… » Finally, Graduation
tadi pagi hujan gerimis Nique, sekarang nggak lagi
Ely Meyer recently posted… » 10 Tanda Pria Benar Benar Cinta Kamu
pas dhe komen ini, Palembang sedang diguyur hujan mbak Niq.. deres, pokoknya nikmat banget kalo untuk tidur.. tapi dhe malah blogwalking dan nyantol disini.. jadi kita sama nih mbak Niq.. hahahha, hujan malah membuat kita asyik berselancar di dunia maya..
Dhenok Habibie recently posted… » #92. Sekelumit Ceritaku Tentang Dhenok Habibie
Hidup selalu penuh perjuangan. Dan salut kepada ibu2 itu yang tetap optimis bersanding dengan curahan hujan. Mungkin dianya sadar, di balik segala peluh yang tercucur akibat hujan itu, hujan tetaplah sebuah rohmat bagi seisi bumi.
alamendah recently posted… » Mengenal Earth Hour
Beberapa hari terakhir ini cuaca nggak menentu, panas menyengat terus hujan deras…atau sebaliknya.
Badan yang lelah, kurang tiudr, kena gerimis, sukses membuatku terkapar tiga hari di tempat tidur. Apa boleh buat, komitmen yang sudah dibuat harus dilaksanakan, syukurlah saya tergeletak setelah kewajiban slesai.
Sama seperti gambaran ibu di atas, jika ibu tadi terus terkena hujan secara langsung, mungkin saya hanya kurang tidur selama dua minggu, dan tetap harus mengajar karena sudah janji, dan tak mungkin digantikan, karena bisa dikepruki sama penyelenggara.
edratna recently posted… » Padang: Hotel Alana, Pantai Air Manis dan wisata kuliner
Trims sudah mengingatkan untuk menggali empati terhadap sesama, Nique
Oya, meski mendung sudah sangat tebal tapi hujan belum memutuskan untuk menetes di sekitar tempat tinggal ku…
mechta recently posted… » S a k i t
kemarin sih hujan terus nih di sini… semoga hujan membawa rezeki buat semua ya….
applausr recently posted… » Dibalik senyum ramah Indonesia
ujan angin mb….:)
He he…, di tempat saya ndak tentu, sekarang sih sedang panas-panas-nya. Tapi foto di atas malah ndak kelihatan hujan ya…
Cahya recently posted… » Sekilas Tentang Menopause
iya ya, padahal itu ngambil dari lantai 2, buru2 karena takut kena tempias.
hu uh,, betul skali bu, semuanya yg terjadi, sebenarnya sedang mengajarkan kepada manusia untuk bisa bersukur kepadaNya.
Hujan itu anugerah dariNya. oleh karena itu, jangan jadikan hujan sbagai alasan untuk bermalas2an dalam beraktifitas.
Mabruri recently posted… » (Bukan) Saudara Kembar
Borneo, mentari bersinar terang sob!
Bung Penho recently posted… » BBM (Blog Become Message)
Kendal Udan Deres Ni…
email sing mbok kirim ora bisa tak woco mergane kudanan…
marsudiyanto recently posted… » Meredup
haha…besuk lagi, emailnya jangan lupa suruh bawa payung Niq..
mechta recently posted… » S a k i t
Sudah dua hari dagangan bini utuh, tapi yang namanya berdagang seperti itu. Untung rugi pasti ada. Alam, ngga bisa dipungkiri Mbak Niq, hujan juga merupakan rezeki bagi usaha lain. Artinya, yang sudah terbiasa dengan panas untuk sementara dihentikan dulu. Itulah adilnya Tuhan.
Masalahnya, banyak orang yang belum mengerti bersyukur ‘kenapa harus hujan dan banjir?’
semua ada manfaatnya. *ikut terhenyak saya baca posting ini*
Kaget recently posted… » Seberapa Penting Membaca Komentar Bagimu?
kenapa pula sampai terhenyak gegara postingan ini bang?
gara2 daganganku ngga laku,… hiks
Hujan Kak, dan beneran nungguin reda sblm berangkat kantor cuma karena males pake raincoat *malu sm ibu nasi uduk*
Orin recently posted… » Weekly Photo Challenge : Contrast
ngomongin nasi uduk jadi laper nih….kirimin satu nasi uduk komplit ke kantor gw ya nique…..
Necky recently posted… » Arsip Digital
btw…di rumah gw tadi pagi ga hujan niwue…padahal biasanya kalau hujan tuh dari tempat gw duluan terus ke kota… hari ini bener2 anti biasa kayak pak mars
Necky recently posted… » Arsip Digital
hehehe klo dikirim sekarang, ibunya udah nutup. kedua nyampenya pasti sore
dari ujung ke ujung kan hehehe
emang di sini lama2 jadi anti biasa semua kok mas, maklum ketularan bapaknya
kalau di sini kemarin yang hujan deras mbak.. langit sulawesi yang biasanya cerah membiru jadi gelap pekat..
mana di sini rata2 rumah pake atap seng (termasuk rumah dinas) saya, jadinya berisiknya dua kali lipat..
untung aja rumahnya deket kantor. jadi cuma bentar ujan2annya, setelah itu udah duduk manis dibawah naungan atap kantor
Amela recently posted… » Sasmita
Mbak…, kapan2 aku dibeliin nasi uduknya itu ya? sepertinya enak… jadi pengen nyobain deh.
Begitulah beratnya perjuangan sebagian besar rakyat kita untuk dapat menghidupi diri dan keluarganya. Aku salut sekali dg orang2 yg masih bisa tabah dan tegar serta penuh keikhlasan menjalani kehidupan yang berat dan tak tergoda utk melakukan apa saja hanya utk mendapatkan sesuatu yg lebih dg cara yg tidak halal.
Nice post mbak.. I like it.
catatan kecilku recently posted… » Minggu yang tegang
eh aku kira tadi pagi, kalo sore kemarin di moker hujan juga mba,, angin pula…. sampek kemalaman baik ke sda
nunuelfasa recently posted… » Pejalanan Pena ke Sekolah Part I : Saya Malu Sendiri di Ruang Guru^^
waktu berangkat dari rumah sih ngga ujan mba nique, tp tadi sepertinya pas sampai cibubur hujan..entahlah saya masih kriyepkriyep ngantuk soale, yg pasti hujannya awet sampai saya turun di depan kantor
misstitisari recently posted… » Bloggerstuck
saya juga kehujanan tadi waktu beli uduk, untung gak ke jepret tuh sama kameramu mba,

dan saya juga setuju sama penutup tulisan ini, selanjutnya hanya kata Idem … akurrr … wew
stupid monkey recently posted… » Obrolan Seputar Blog
Bukik pagi ini cukup cerah setelah dua hari hujan dan angin kencang.
seringpun eMak gelisah terhadap apa yang tak ada di genggaman, lupa dengan nikmat lain yang tak terhitung. Bahkan apapun yang ditunda dan tidak dikasih Tuhan pun itu adalah nikmat, kitanya saja yang ngeyel seperti botjah kecil tidak dikasih permen.
selamat menikmati hari baru, Niq.
LJ recently posted… » yang terlewatkan: Rumah Kelahiran Bung Hatta
Ibu penjual nasi uduk itu jualan peyek nggak Ma?
hihihihihi..
ternyata dari hasil mengintip itu menyuguhkan sebuah episode ya Ma
episode perjuangan..
sungguh tayangan yang luar biasa disuguhkan oleh-Nya kepada kita
di jember, langit berwarna abu abu Ma
mendung dan menghitamkan kesan di hati..
Apikecil recently posted… » Monolog : Kepada Yang Bernama Kenangan…
iyaaa…..!! mbak nique, sekarang sementara hujan
ahahahaha
Maya recently posted… » Giveaway The Fairy and Me
iya ini juga aku di bekasi hujan deras, belum berangkat kantor makanya blogging dulu. kasian ya c ibu berjuang berjualan meski hujan deras. semoga ibu-ibu yang berjualan, yang cari rezeki halal seperti itu, di berkahi dan dilindungiNya, amin…
tetap semangat dan bersyukur
maminx recently posted… » 3 tips memilih dokter kandungan
aamiin, aamiin … semoga Allah mengijabah doa kita buat mereka ya Minx
tuh enak, ujan malah ngeblog, kayak aku juga hehehe
nihhh disini juga ada mang jualan bubur ayam..ujan2 gini beliau berngkat berjualan. luar biasa kan..sementara saya masih belum berangkat ngantor nunggu ujan reda
yah ujan gak ujan tetep harus kerja ya…. kalo gak mau makan apa dong…
arman recently posted… » Dr. Seuss’ The Lorax
betul Man, makanya gue jadi malu kalau uring2an hanya karena asisten gak ada. padahal gue, bekerja di ruang yang berAC. itu pun bukan cari pagi untuk sore …
saatnya bersyukur bukan