Selama ini, publik lebih tahu tentang keberadaan ULOS yang memang merupakan kain khas Tano Batak. Sementara kain yang biasa dipakai oleh orang Karo, selalunya juga disebut ulos, padahal kami punya nama sendiri untuk kain ini.
Kain bernama BEKA BULUH ini KHUSUS untuk kaum pria, kainnya persegi panjang. Ketika akan dipakai, kain ini dilipat menjadi 2 bagian, lalu dilipat membentuk SEGI TIGA. Setelah itu disampirkan di pundak seperti di gambar. BEKA BULUH biasanya dipakai hanya pada acara pesta pernikahan atau kegiatan seremonial lainnya.
Pada satu acara, seorang pria akan membutuhkan 2 kain jenis BEKA BULUH, satu untuk di pundak, dan satu lagi dibentuk menjadi penutup kepala (contoh seperti di gambar) dan diberi nama TENGKULUK (bukan tengkulak ya hehe). Tentu saja di dalamnya dilapisi koran agar tidak londoi
Minus asesoris itu pastinya, karena asesoris itu HANYA dipakai oleh pengantin saja.
Dalam acara-acara tertentu biasanya PANITIA dipakaikan BEKA BULUH yang disampirkan di pundak, tanpa tengkuluk. Karena tengkuluk hanya dipakai oleh para penari di acara bukan pernikahan. Sebaliknya jika di acara pernikahan, selain penari, maka tengkuluk akan dipakai juga oleh orang tua laki-laki dari masing-masing pengantin. Jadi seragam deh tuh bertiga – bapak si pria, mertua si pria, dan pengantia prianya. Memang, dalam upacara pernikahan, orang tua laki-laki akan didandani persis seperti si pengantin pria minus asesoris kalung emas.
Nah, yang ini adalah UIS NIPES, kaum perempuan biasanya mewajibkan diri minimal memiliki 1 UIS NIPES untuk dipakai ke acara-acara yang diadakan oleh orang Karo. Umumnya, pasti menyimpan warna MERAH, seperti gambar pengantin di bawah ini. Sedikitnya juga akan butuh 2 lembar Uis Nipes, untuk dibebatkan di pinggang (seperti gambar), dan satu lagi untuk melapisi tudung (penutup kepala) seperti yang dikenakan perempuan di gambar.
Penampakan seperti di gambar ini juga akan dikenakan oleh orang tua perempuan (ibu dan ibu mertua), termasuk tudung, minus asesoris kalung. Tidak tahu juga saya filosofinya apa sehingga dibuat sama persis dandanan anak, ibu dan mertua. Sehingga di dalam upacara pernikahan, 3 pasangan akan terlihat mencolok di antara para undangan yang hadir.
Semakin majunya dunia mode di Tanah Karo, entah siapa yang mempeloporinya, tapi yang jelas sekarang ini sudah tersedia bermacam warna Uis Nipes. Munculnya Uis Nipes dengan modifikasi warna ini kalau saya tidak salah baru terlihat sejak 5-10tahun belakangan ini? Tidak pasti juga. Bagus juga sih, karena tidak monoton dengan warna merah. Sekarang, asal punya uang cukup, bisa mengkoleksi uis nipes dari semua warna, yang bisa dipadu padankan dengan kebaya atau songket yang dikenakan. Berbeda dengan BEKA BULUH, dari dulu sampai sekarang, yang ada ya tetap warna MERAH saja.
Saya sendiri, justru BELUM punya yang berwarna MERAH, sekaran baru punya HIJAU MUDA, PINK dan BIRU itu. Khusus Uis Nipes yang BIRU itu, punya cerita sendiri. Tahun 2008 ya kalau tidak salah, tim Chelsesa FC bertandang ke KL, dan saya sangat berharap bisa bertemu idola saya di sana. Maka, demi mencari sesuatu yang unik, saya bungkuslah Uis Nipes berwarna Biru itu. Sayangnya, saya pun tidak berkesempatan juga sih untuk hand-over hadiah ini. Ada untungnya juga tidak jadi, karena sepatutnya saya memberikan Beka Buluh karena dia ‘kan laki-laki. Hanya saja waktu itu, saya tidak punya stok Beka BuluH, dan sama sekali tidak terpikir pula untuk membelinya. Malah yang dibeli ya itu, Uis Nipes berwarna biru.
Dalam obrolan kami, pernah ditanya sih, kalau sampai diberikan, dan ternyata itu ‘kan buat perempuan, terus mau diapakan sama si Joe Cole? Hahaha… untung saya pintar ngeles, dan saya bilang, mending Joe Cole tahu, biar saja, yang penting ‘kan unik. Wong gak bakal dipakai juga toh? Hahaha … Tapi, selang setahun kemudian Joe Cole pindah klub, dan saya kok jadi bersyukur tidak jadi memberikan Uis Nipes itu hahaha *yang ini bohong, karena bagaimana pun, pastilah saya senang jika dia bisa memilikinya hahahaa*
Ah, jadi melantur kemana-mana yah, tapi tidak apa, toh konteksnya sama, yaitu tentang UIS NIPES dan BEKA BULUH. Begitulah kawan, pada kesempatan ini saya berbagi apa yang saya tahu, jika ada kesalahan, berarti saya yang khilaf. Dan saya akan sangat menghargai jika sohiblogger mulai bisa mengenali KARO sedikit demi sedikit, karena pastinya kami akan senang sekali jika dikenali secara utuh.




posting yang sangat berguna terutama bagi orang karo yang ada di perantauan. sebagai tambahan info tentang jenis-jenis uis karo dan kegunaannya, silakan mengunjungi http://www.facebook.com/uisnipes sekalian bisa pilih2 kalau berminat. trims n salam kenal.
disampirin di pundak jadi seperti scarf ya? Motifnya Beka buluh seperti sarung gitu ya
Ikkyu_san recently posted… » UMPAT – UMPET
pengetahuan yang bagus nih.. kirain semua namanya cuma ulos doang.. tahunya ada nama lainnya….
hehehe itulah namanya dalam bahasa Karo
wow keren. bude saya juga orang karo lho. (nggak nanya ya XD ) baru tahu tentang ini. aku juga awalnya ngira batak dan karo sama kain khasnya, ulos.
Ilham recently posted… » Flu
wah, cantik lho mbak kainnya..
sukanya bewe itu juga bisa mengenal budaya2 dari daerah lain./.
Amela recently posted… » Weekend kali ini: Karaoke sampe serak
wah jadi tersentil neh mbak.. aku gak tahu cerita tgg kain khas pontianak.. namanya seh tahu.. corak ingsang.. ntar kapan kapan aku mau posting juga ah ttg pontianak.. biar pada tahu dan kenal gt
niee recently posted… » [Pernah] Aku Gilai..
Baru tahu nih namanya. Orang Karo suka warna ngejreng ya, Nique. Dulu, kalau turun dari BB ke Medan di hari minggu, setiap jambur yang ada acaranya pasti banyak memakai baju warna terang dan menyala, hehe…
Alris recently posted… » Nostalgia
Ternyata namanya berbagai macam ya…
Kirain ulos ya ulos aja
kakaakin recently posted… » Ngeblog adalah Sarana Belajar Menulis
waktu masih imut2 joe cole cakep juga, pinter walaupun agak bandel dikit
btw mbak tiap orang karo harus punya ulos itu ya
Jadi nambah pengetahuan saya tentang kain itu Mba, kalau bisa dan saya minta untuk dapat sedikit menjabarkann arti dari kain itu. karena setiap kain tradisional daerah yang memilki khas terdapat pesan filosofi untuk para penggunanya. Agar kita semua dapat tahu, sukses selalu.
Sukses selalu
Salam
Ejawantah’s Blog
nanti saya cari tahunya ya mas Indra
klo sekarang, saya pun masih blank hehehe
terima kasih lho nambah daftar u/ postingan saya hehehe
Kainnya itu masih ditenun tradisional ya, Jeng? Yang konon bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan. Tentunya berharga sekali ya
chocoVanilla recently posted… » Pengen
konon katanya begitu sih mbak
nambah lagi bahan tulisan saya wlo pun mungkin masih nunggu mudik hehehe
makanya klo pas mudik nanti pengen liat juga sih orang Karo menenun
tapi saya sih curiganya, untuk yg murah2 itu sudah dikerjakan pabrik deh, karena kualitasnya kan beda2
kalo di daerah bj-ku (Padang) kain tenun tradisional spt ini ada di daerah Pandai Sikek……
bensdoing recently posted… » “Kunang-kunang” di Malam Hari
mengenal tanah karo sepenggal dari uis nepes dan beka buluh… setiap baju tradisononal daerah memiliki makna tersendri ya… indahnya keberagaman..
Gusti ‘ajo’ Ramli recently posted… » Sarawa Kotok
Uis Nipes nya cantik Nik…yg ungu adakah? haha…maklum mania ungu
mechta recently posted… » Tiga Serangkai
ada mba, kuning juga ada. lengkaplah klo sekarang ini mah
saya jadi ingat, waktu adik bungsu menikah, dikasi pelangkahnya uis nipes warna UNGU
(
sayangnya waktu itu saya blom tau gimana ngurusin uis nipes, saya cuci dong
rusaklah dia. hiks…
hua…sayang byanget ya.. oya klo tak bs dicuci trus bagaimana membersihkannya Nik? musti dry laundry?
mechta recently posted… » Pintu Masa
di angin2 doang mbak
namanya agak asing ditelingaku nih
motifnya cantik ya, aku suka yg warnanya biru
Ely Meyer recently posted… » Bolang – Baling
klo liat yang ijo, pasti mbak lebih suka, karena kan mbak suka sama gambar pemandangan alam toh hehehe *sotoy*
tar deh kapan2 pajang warna ijo di sini
emang seneng yach kalo kita punya kain tradisional asal daerah kita…aku juga seneng waktu suami pulang dari kampungnya bawa kain sumba…..pengen dibikin baju tapi sayang…takut penjahitnya salah motong…soale harganya mahal hehehe….
nia/mama ina recently posted… » 22 bulan
kain sumba mirip gak ya sama kain orang flores mba?
hampir mirip mbak nique…cuma motifnya aja yang beda…..cuma aku ngga bisa bedain mana kain sumba mana kain flores….soale sepintas mirip…
nia/mama ina recently posted… » 22 bulan
Saleum
Ada persamaan bahasa mengenai kain itu dengan bahasa didaerahku mbak Ni, dimana kain juga disebut dengan ulos. tapi bedanya kalau ulos dikampungku adalah bahasa umum utk menyebutkan kain.
Sewaktu aku masih di medan dulu sering liat tradisi pernikahan orang batak yang menggunakan ulos tersebut.
Hampir sama dengan pakaian dari suku batak ya mbak?
dmilano recently posted… » Preman
hmm … menurut abang, hampir sama gak keliatannya?
orang Batak memang royal sekali memberikan ULOS dalam setiap acara pernikahan,
berbeda dengan orang Karo. Mungkin karena UIS NIPES mahal, atau mungkin karena gak begitu tradisinya HEHEHE
Iya selama ini tahunya ULOS doang
Dan kalau diamati BEKA BULUH sama UIS NIPES mirip SONGKET khas Palembang
Mirip banget, masih bau melayu gitu kan
Sama2 SUMATERA.
OOT:
Niq, GA Pribadi Mandirimukan sudah berakhir, makanya tak kupromosikan, aku dah ikutan kan Say:)
Yunda Hamasah recently posted… » Makin Sehat dengan Ngeblog
mba keke, itu kan masih ada GA : KRITIKMU SEMANGATKU … tak diingat yaaa huhuhu *nangis guling2an*
Nunggu Ni bikin GA dengan hadiah Beka Buluh…
marsudiyanto recently posted… » Pengalaman Mengalami
iya betul, sapa tau nanti pas ulang tahun perkawinan, atau ulang tahun blog, atau pas CHELSEA MAULANA lahir? Nah, kayaknya ini yang pas, kalau CHELSEA MAULANA lahir, dibikin deh GA dengan hadiah UIS NIPES + BEKA BULUH *aamiin*
Pengin segera liat Chelsea Maulana pakai topi dan kaos biru
marsudiyanto recently posted… » Pengalaman Mengalami
hehehe apalagi kami pak, berlipat2 pengennya
tuh kan, mbak! template mbak gak mobile friendly lagi, nih! gbrnya gk muncul! hiks…
sabar ya, nanti aku bilangin suami, biar mobile friendly lagi deh hehehe
Bener nih Kak Niq pernah bertemu sama Joe Cole ?
Yang saya tau hanya Ulos lo Kak, eh ternyata ada lagi yang lainnya, matur nuwon inpormasinya hehehe
Selamat pagi Kak Niq
benerlah, tapi gak bisa pegang2 wong dia di lapangan saya di barisan penonton hahaha
jadi kak nic mau ngirimin saya yang manah, hihihi
jarwadi recently posted… » Republik Twitter #republiktwitter
sukanya yang mana emang mas Jar?
Taunya cuma ulos ajaa..
kalo begitu kan aku jadi tau..
ehh mau komen modelnya, lucu ya..cakep..
Adik atao saudara Ni kah ??
Nchie recently posted… » Logika Anda ??
bukan siapa2, cuma waktu mudik 2008, banyak anak sekolah yang mengenakan pakaian adat ini, dan saya bebas berkeliling menjepret + merekam model yang saya sukai hihihiih
Iya mba, emang maksudnya postingan ini kan biar pada tau juga hahaha
aku masih lebih suka kalau pengantin itu pakai yg merah, lebih asli dan meriah he..he…
bikin tudungnya itu lho gimana?
pernah juga lihat mamak2 di Brastsgi ke ladang pakai tudung sarung yg dibuat mirip punya pengantin, itu macam mana pulak buatnya?
Monda recently posted… » Phylomemetic: Lagu “Rasa Sayange” Truly Indonesia
Sampai hari ini, pengantin masih pakai yang MERAH kok Kak,
blom ada yang berani bikin terobosan dengan warna lain
mbikinnya ya ada caranya, dan memang tidak semua orang bisa,
tapi yang jelas, untuk membentuk tudung seperti itu, dperlukan banyak KORAN,
sedangkan klo kayak tudung sarung yang dipakai mamak2 ke ladang itu,
aku pun bisa bikin hehehe
nantilah kuaplotkan videonya yah
makasi ya kak, udah jadi ide postingan lagi nih hehehe
gimana kalau tulisan berikutnya adalah tutorial cara bikin tudungnya itu.?

Lumayanlah bisa dipraktekkini, kalaupun blum punya kain yg sebenarnya, buat belajaran bisa pake kain biasa dulu atau sarung… heheheh
Mabruri recently posted… » Hip Hop Gurindam 12
hahaha iya Brur
tunggu aja tayangannya yak
sedang dipersiapkan, tentu saja harus pakai model yang cantik toh xixixi