Tentang kebanggaan saya pada kampung halaman tempat saya dilahirkan, sudah sangat jelas toh? Apalagi dalam banyak postingan saya begitu bersemangat menuliskan tentang TANAH KARO dan SUKU KARO yang sangat banyak orang tidak mengenalnya, tergerus oleh kepopuleran suku Tapanuli alias Batak Toba. Tapi tulisan kali ini sama sekali tidak berencana menceritakan apapun tentang KARO, walaupun tetap sih jika dikaitkan ya tetap ada hehehe
Ini tentang Giveaway yang diadakan Una, tentang keinginan untuk mengunjungi sebuah tempat yang paling diidam-idamkan. Bicara tentang tempat, sudah pasti panjang daftar yang saya ingin sekali datangi, dalam dan luar negeri. Sewaktu masih gadis saja daftarnya sudah selembar kertas folio, apalagi sejak punya suami, dobel deh panjangnya. Ke sana mau, ke sini pengen, semakin panjang daftar, semakin bingung menentukan pilihan. Ada Derawan yang pantainya masih perawan, ada Bromo dan kota Batu yang dingin, ada Belitung yang baru saja dikunjung mba Fanny, tapi dari semua tempat itu, ada satu yang paling ingin saya wujudkan, dan memang harus segera diwujudkan, selagi masih ada waktu, selagi masih ada kesempatan. Mau tau apa? Simak yuuuk ….
Sudah pada tahu dong kalau suami saya asli Sumedang? Sementara sebagai perempuan Karo yang sering dianggap lebih njawani daripada Karoni *apa pula itu hahaha* saya tetap menginginkan suami saya menyandang satu nama keluarga setelah nama lahirnya. Saya, sejak lahir sudah berlabel GINTING. Dan untuk suami, saya sudah memilih label SURBAKTI. Kok enak main pilih gitu, Ni? Hehehe … tentu ini pilihan sudah melewati screening tingkat tinggi, dan dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya. Sederhana saja, SURBAKTI menjadi pilihan karena suami Biuda saya (adik perempuan bapaku) labelnya SURBAKTI. Maka secara adat, suami saya diangkat anak oleh Biuda, sebab sebetulnya salah satu dari anak-anak Biuda itu semestinyalah menjadi pasangan hidup saya (IMPAL).
Tapi penabalan label SURBAKTI tidak bisa begitu saja dilakukan, karena ada prosesi yang harus dijalani agar label SURBAKTI sah menempel setelah nama asli suami. Sebetulnya Maret 2010 kami sudah merencanakan untuk mudik. Tiket pun sudah di tangan. Biuda pun sudah diberitahu, tapi malang tak dapat ditolak, untung pun tak dapat diraih. Sahabat yang saya titipkan usaha selama kepulangan kami, mendadak mengubah rencana. Singkatnya, tiket kami hangus, dan semua rencana mentah. Sedih? Pasti. Menyesal? Tidak! Karena kami percaya, pasti ada maksud Tuhan dari batalnya kami berangkat. Yang penting terus berdoa agar bapa, biuda dan keluarga di Medan sehat terus sampai kepulangan kami satu hari nanti.

Pengin pakai baju adat seperti ini nanti, karena ketika menikah 'kan tidak pakai baju adat manapun. (itu foto anak SMA waktu pawai 17an di Brastagi th.2008)
Selain urusan penabalan label itu secara resmi, wajar dong jika saya ingin mengajak suami menginjakkan kakinya di tanah kelahiran saya? Bergandengan tangan menyusuri jalan kenangan, menyambangi sekolah tempat saya menuntut ilmu, menziarahi makam keluarga, dan pastinya juga berwisata ke kebun buah kakek nenek dari mamak saya. Apa istimewanya kebun buah itu? Ssttt … ada sungai di sana. Sungainya tersembunyi di balik kebun durian, langsat dan manggis. Sewaktu masih kecil, ketika musim runtuh durian, sekeluarga kami sering menginap di rumah kebun. Dan di sungai itulah kami sering berburu cih (sejenis siput kecil?) juga udang dibalik bebatuan. Saya ingin mengajak suami bermain air di sungai kenangan itu. Sungai yang letaknya tak jauh dari gedung SMP tempatku belajar dulu. Ingin menapak tilas semua perjalanan masa kecil bersama laki-laki yang akan menemani saya menghabiskan masa tua hingga ajal menjelang.
Tentu saja tidak selesai sampai di situ dong. ‘Kan di Sumatera sana masih banyak tempat wisata, mau jugalah sampai ke Brastagi, terus ke Danau Toba, baru deh lengkap. Apalagi terakhir saya pulang itu, sempat mampir ke Taman Simalem di Brastagi. Dari taman itu kita bisa melihat ke arah barat laut Danau Toba, pemandangan yang indah sekali. Sayangnya, waktu itu Taman Simalem masih dalam tahap pembangunan sehingga masih banyak tempat yang belum bisa di-explore. Turun sedikit, di tepi Danau Toba ada kedai makan yang menyajikan masakan Ikan Nila yang ueeenaaak tenan. Rasanya enak, harganya pun ga bikin eneg hehehe

Air Terjun Sipiso-piso; waktu ke sana tidak sampai turun, tapi kalau ke sana sama suami, pasti mau dong
Akankah kami bisa mewujudkannya tahun ini? Entahlah, sangat tergantung pada keberadaan asisten di sini
Etapi, siapa tau ya, setelah ikutan Giveaway-nya Una, banyak yang baca, dan banyak yang berdoa untuk kami, jadi kami bisa mudik tahun ini juga hehehe
Well Una, akhirnya tuntas juga tulisanku yang diberi judul KUTA KEMULIHEN SIMALEM (my lovely hometown-kesulitan saya menerjemahkan SIMALEM ke dalam bahasa Indonesia *too bad hiks*) semoga berkenan, dan semoga banyak yang berpartisipasi di Giveawaymu yang ke-2 ini ya. Sukses selalu buat Una
TERIMA KASIH ya buat yang sudah mendoakan
semoga kami benar bisa ke sana tahun ini, aamiin!
terima kasih juga karena tulisan ini dapet hadiah dari Una hehehe
Selamat Mbak, menang di GAnya Una….
Haris Samaranji recently posted… » About Me : Pentingkah ?
Indahnyaaa tempatnya.. Tempo hari pengen ke danau toba blm kesampaian hiks… Sukses GAnya mbak…
Lyliana Thia recently posted… » Mudah Tapi Sulit
Semoga keinginan mba Nique untuk pulkam tercapai dengan diikutkannya tulisan ini di ajang GA mba Una.
budiastawa recently posted… » Awan Lurus di Pagi Hari
Terima kasih doanya Bli
Aku yo “Karo” lho Ni…
Karo Nyambi ngetik2 maksudnya…
marsudiyanto recently posted… » Link
hahaha …iya deh, kabeh yo Karo …
Saya baru tahu kalo mbak Nique dilahirkan di tanah Batak

#kabuuur
Kalo saya sih pengennya ke Korsel mbak, ketemu girld band idola saya, wkwkkkww…
Btw, “mertua lewat juga ga bakal nyadar”.
Alamak, itu gak sadar karena makanannya terlalu lezat atau emang karena kelaparan?
Zippy recently posted… » Ketika Tablet Jadi Primadona
mo kabur kemana?
tak kejar lho tetep
Haduh… ngiler ngeliat masakan nilanya, hehe…. Kebetulan saya adalah penggemar masakan Sumatera, yg pedes gitu….
Saya bantu doa, Mbak. Semoga tahun ini bisa mudik. Aminn….
Ditter recently posted… » Pelajaran Dari Head Hunter
makasi ya Ditter
semoga doanya dikabulkan, jadi saya bisa tayangin resepnya yang benar deh di sini
ada durin kak.. wow… jenda sangana musim durin
@marsudiyanto: mulih bahasa karo sama lho sama bahasa jawa mas, artinya sama2 pulang
wadoh aku lenga surung ikuten GA na kak.. kari yah.. ya.. ya .. ya..
pri crimbun recently posted… » simmental berwarna putih polos
lo dalih, ndekah denga kap waktuna.
Me seh bulan si reh
uwe yah, ngenyek kam, durin nindu, jenda seh rega
Nek jika diterjemahkan pakai Bhs Jawa, Kuta Kemulihen Simalem = Ku Tak Kemulan Semalam = “Mau bengi aku ora sarungan”
marsudiyanto recently posted… » Link
hahaha … dikeroyok orang Karo lho nanti pak, mauu?
pas baca “kemulihen” tak kirain “kengelihen”
marsudiyanto recently posted… » Link
hmm … kacamatanya boleh diperiksa lagi mungkin?
Judulnya bikin puyiang…
marsudiyanto recently posted… » Link
lebay deh
Kasih Selamat dulu atas lolosnya Cerpen Ni untuk dibukukan
Top wes lah!!!
hehehe
Alhamdulillaaaaaah…. Horeeeee… selamat ya Mbakyu…
masbro recently posted… » Smenita, Ada Apa Denganmu?
selamat opo??? blum berangkat kok, blum hamil juga
horee … tapi gak mau kalo diambil, nah kalo di potret okeh
stupid monkey recently posted… » Marley Riwayatmu Kini
jayussss
Wuaa… jadi pingin pulang kampung *padahal baru berapa bulan yang lalu dari sana*
Aku ikut doain Nique, mudah-mudahan bisa segera pulang kampung dengan suami dan bisa bernostalgia, dan menang giveawaynya juga!
Chita recently posted… » Happy Hump Day!
makasi ya Chita, semoga dikabulkan doa temen2 semua
aku mau yang bawah itu… nanti kalo ke kbsnet ya…
hhaha..jadi laperr
ari tunsa recently posted… » Ngopi di Bawah Eiffel
waktu itu sudah sempat mencatat resepnya, tapi blom pernah dipraktekkan
tapi pasti beda rasanya, karena makannya tidak di pinggir danau.
apa kita bungkus saja, terus makannya di pinggir danau sunter? Hueheuehue
Pokoknya aku daftar sebagai salah satu tukang doa Mbak Nique, semoga cepat kembali ke kampung halaman dan memperlihatkan keindahannya kepada Kakandanya
Itu nama menu dari foto terakhir apa?
Evi recently posted… » Mandi Halimun Pagi
ga tau namanya mba, tapi aku cuma tau itu ikan nila.
rasanya aduh … ga tau deh njelasinya
makanya pengen ke sana lagi, biar bisa makan berdua di pinggir danau pula kan huehuehue
terima kasih ya mba, semoga doanya dikabulkan, biar bisa mampir ke SumBar pulangnya hehehe
Abang juga dapat marga, tapi mintanya ya sama raja2 di sini aja.
Sama Ni pengen bawa keluarga ke Tapsel, kan ke kampung papanya udah.
Mudahan si Aa bisa pulkam. Manortor ( di Karo spa namanya). Mejuah juah
Monda recently posted… » Mau Cepat Malah…
manortor = menari kan kak?
klo manortor di kami ya LANDEK
di sini pun bisa sebenernya, tapi karena turang (adik) Bapak masih ada, rasanya lebih afdol klo langsung ke sana.
Mejuah-juah
wahhh, danau tobaaaaaa…. mauuuu ^^
syamatahari recently posted… » #11 Misterius
hayuuuuuuuuuuuu hehehehe
Ah. Lihat Danau Toba jadi kangen Danau Toba. Kemarin pulang ke Siantar gak sempat ke DanTob.
Memang pernikahan adat tak mlulu jadi idaman pengantin yg katanya modern… tapi syukurlah saya waktu resepsi bisa menggunakan pakaian adat Simalungun…. jadi plong.
padahal dari Siantar sudah dekat ya ke Danau Toba
Namanya juga tanah kelahiran, saya juga sering mengenang semua masa lalu bila mudik ke tanah kelahiran. Semoga bisa segera mudik ya mbak…
iya, semoga bisa berangkat deh hehehe
saya do’a in, biar tewujud keinginan untuk kesana, tapi kayanya sungainya mantab tuh mba, wiih jadi pengen liat, ntar di fotret deh ya
stupid monkey recently posted… » Marley Riwayatmu Kini
Itu bukan sungai Mo, tapi DANAU TOBA … *kethak*
wieett, jangan ketak ketok dulu dong #ngeles
maksud saya sungai yg di belakang kebun itu lho mba, kalau danau Toba, saya juga tahu mba, kan pernah punya gambarnya yg di kalender #terbang
stupid monkey recently posted… » Marley Riwayatmu Kini
Oooh sungai itu.
Ok deh, nanti saya ambilkan gambarnya, khusus buat Mo yak
wahh sayang yach mbak tiketnya sampe hangus gitu…mudah2an tahun ini rencana yg tertunda itu bisa terwujud….aamiin
jangan lupa kalo udah ada foto pake baju pengantin merah itu…dipajang disini hihihih…..sukses utk kontesnya….
nia/mama ina recently posted… » Ke Pulau Sumba yuuuk!
ho oh intinya fotonya dipajang, ya kan hahaha
air terjunnya serem tapi bagus ya mbak. ayooo semoga terwujud impiannya untuk pakai pakaian itu
serem ya? Udah dibuatkan tangga permanen ke bawah tuh, biar ga serem hehehe
Saleum, Tak pikirin yang dalam poto diatas itu mabk Ni sedang pesta kawin, hihihi…. ternyata bukan. Saya suka dengar lagu karo mbak. btw gelarna e ateku lahang
dmilano recently posted… » ‘Dofollow’nya Gak Jadi
Kenapa ateku lahang? xixixi
gelarna e ateku lahang
“namanya itu aku gak mau”
artinya jika pacarnya selingkuh jadi nama “selingkuh” itu yang tidak di sukai.
ohhh … *malah tidak tau saya hoeee malu*
oalah..kirain mau cerita tentang Kuta.
hihihi
tapi keren euyy, pengen suatu hari nanti jalan2 ke sana
sepertinya saya yang akan duluan ke kampungmu deh Daeng
Nique…dulu saya berpikir kalau suku batak itu = karo, tapi setelah nique jelasin …baru ngerti kalau batak tidak sama dengan karo yah??? hehehehe…
Necky recently posted… » Bersyukur vs Berikhtiar
hehehe nantikan tulisan berikutnya masih tentang Karo ok
mudah2an segera bisa dilaksanakan niatnya itu ya mba…. dan mudah2an saat dirimu singgah di Medan aku juga sedang di Medan, jadi bisa menangkap eh salah, bisa kopdar dgmu… kuingin banget bisa ketemu dirimu..
aku juga udah lama banget ga ke Brastagi dan danau toba, jadi pengen deh…
Huft, kok aku jadi pengen ke semua tempat yang ditulis di postingan peserta GAnya Una ya? gawat..gawat!
emang Una bikin huru hara kok mba
semua jadi pengen ke sana dan ke sono hiihihih
ya moga2 yah
tar kabar2i
btw, semoga keinginannya segera terwujud, mengunjungi kampung halaman yg begitu cantik
dan moga sukses kontesnya ya
Ely Meyer recently posted… » Ngarit
iya mba, terima kasih
ealaaahhh … tibaknya sampean berdarah Karoni, saya pikir sampean orang Jawa ato Sunda. Brastagi dan sekitarnya, saya sering dapet cerita dari ipar saya yang bermarga Sembiring. Sepertinya wilayah itu dingin dan sangat menyenangkan. Untuk kota Batu sekarang udah nggak begitu dingin kok Mbak, soale pembangunan villa dan perumahan sudah seperti jamur. Tapi kalo mo kesana, bolehlah nginap di rumah saya yang di Malang.
Djangan Pakies recently posted… » Ngantuk Sepanjang Jalan
Nggih Pak Djangan
Kulo niki aslinipun saking Pancur Batu 
dudu tiang jawi dudu tiang sunda
xixixi … yang kecele dapat hadiah hahaha
mosok Batu udah ga dingin? hiks …
padahal blom ke sono, udah ga dingin aja …
WOW …. foto fotonya bikin aku mau ke sana juga, piye .. bareng bareng ke sana yuk Nique
*ngayal*
wah .. itu foto makanannyakelihatannya pedes tenan ya ? mau donk
Ely Meyer recently posted… » Ngarit
hayuuu …. kapan kita ke sana, Mba Ely?
eh itu nic ya… yang di pic
femalebox recently posted… » Belajar Kelompok
masak itu pic aku mba?
2008 masih SMA lho dia yg di foto itu
Saya juga pengen ke sana Mbak, trus ke Danau Toba juga. Hmm, pasti menyenangkan..
masbro recently posted… » Mengenang Saat Nonton AADC Lewat VCD Bajakan
banget! apa double date aja kita? Gimana pit? xixixi
wahhhh, magteeff banget
Pencerah recently posted… » Page Rank TUrun
wew …
moga2 taun ini bisa terwujud ya…
repotnya kalo punya usaha begitu ya nik, gak bisa sembarangan ditinggal. harus ada orang yang bisa dipercaya yang bantu jagain ya…
btw layout blog nya baru nih ya…
arman recently posted… » This Week
aamin, semoga kami diberi kemudahan ya Man
ya gitu deh, ada plus minusnya
cuma klo orang pikir kan klo punya usaha itu enak
bisa bebas kapan aja
bener sih, tapi harus ada tandem yg bisa dipercaya hehehe
iya baru Man, masih terus digarap sama desainernya hohhohoho
suka ga? Atau lebih suka sm yg lama?
gw suka yg ini…tapi kalau udah masuk di artikel kudu ke home dulu….
usul….buat indeks di side bar kalau kita di dalam artikel biar ga bolak balik….
Necky recently posted… » Bersyukur vs Berikhtiar
itu kan ada INDEX di sebelah home? klik itu aja mas
bukan index maksudnya tapi recent posts
necky recently posted… » Bersyukur vs Berikhtiar
oh ok, udah disampaikan pada suamiku
tunggu saja perubahannya
Aku udah pernah loh ke Danau Toba nique, 23 tahun lalu…Sayang belum kenal kamu (ngeblog aja belooon) eh pasti kamu belum lahir
Memang indah! Perjalanan keluarga yang terus membekas di hati, karena merupakan perpisahan karena mulai saat itu keluargaku mencar-mencar semua.
Ikkyu_san recently posted… » Tega dan Tegas
wah?? Mencar2 semua? jadi itu bener2 sekeluarga ke sananya?
tapi suasananya juga udah beda mba
karena banyak yg baru
salah satunya ya TAMAN SIMALEM itu
yang benar nique belum lahir waktu mbak EM ke danau toba???
Necky recently posted… » Bersyukur vs Berikhtiar
hahaha … segitunya mas Necky
iya udah lahir deh …
bulan depan ulang tahun, siapin kadonya ya mas *nah lo*
aku juga belum kesampaian nih ke danau Toba. pengen banget. ntar pasti mesti ke sana. duh, kirain tuh foto pengantinmu,mbak. gak taunya hehehe..
fanny recently posted… » LANGIT PENUH DAYA
bukan cuma danau toba,
di tanah karo ada taman simalem, tahura, gundaling,
hehehe foto pengantinku nanti yah klo udah bikin foto begitu
pengeeen ke Danau Toba.. belum pernah kesana, huhuhuuu… semoga nggak cuman kamu ya niQue yang kesampaian kesana, saya juga kapan-kapan. #aamiiin
gaphe recently posted… » Jalan-Jalan Seratus Ribuan (Part 2) : Dari Jogja Dengan Susu dan Cokelat
ayo Phe … pengen baca postinganmu tentang tempat plesir di Medan
gambar danau toba sama air terjun sigura-guranya sayang kurang gede ..
bagus banget . jadi pengen kesana ..
momod recently posted… » 3 Info Menarik Tentang Facebook
gambar danau toba itu diambil dari sisi lain, yaitu dari ketinggian TAMAN SIMALEM. bukan dari sisi yg biasa diambil orang.
dan aku blom pintar ngambil fotonya
klo yg udah pintar kan wlo pake kamera pocket tetep aja bisa bagus
sama air terjunnya pun ngambil dari atas saja
ga sanggup turunnya
males klo sendiri
yg lain ber2an soale hahaha
makanya mau ke sana lagi sama suami
jd ada yg gandengin tanganku kan hihiihih
Ginting rupanya Niq, okelah kalau begitu, sudah disimak dengn tekun harapannya, saatnya daku turut mendo’akan, semoga terkabul semua harapan termasauk nafak tilas berdua ditanah kelahiran, upacara adat lengkap dengan baju kebesaran tersebut.
Akan kunanti berita brikut foto2 hasil reportasenya ya…
#semoga secepatnya
yunda hamasah recently posted… » Mengunyah itu Sehat
terima kasih doanya untuk kami mba Keke yang baik hati dan tidak sombong
semoga Allah segera mengabulkannya.
Itu baju adat SUmAtera banget ya Niq, merah menyala
yunda hamasah recently posted… » Mengunyah itu Sehat
Eeh mampir ke Palembang yoo!!
yunda hamasah recently posted… » Mengunyah itu Sehat
udah pernah ke Palembang sih, tapi bolehlah klo mampir
iya, orang Karo emang identik merah, uis gara yang jadi kain khas Karo pun merah menyala
tapi ke sininyadi modif dengan warna2 lain, sehingga bisa dipadankan dengan kebaya warna lain mba
cuma, saya baru ngeuh, klo saya punya biru, pink, ioj tapi ga punya merah. parah!
Tidak hanya durian, langsat, manggis, tapi juga banyak petai diantaranya, hehehe… Saya tau dibawah Bandar Baru sedikit sebelum Lau Kaban banyak petai murah kalo lagi musim durian.
*kapan saya bisa balik lagi ke BB dan Brastagi ya?
Alris recently posted… » Kopi Ternikmat di Dunia
hiihhihi … kangen jadinya ya bang?
cuma mo main lagi susah ya bang, udah anak istri… rombongan klo mo ke sana hehehe
hehehe…temenku juga marganya ginting
mungkin satu saudara y…
irmarahadian recently posted… » Anak, Mengatasi Kemarahan Anak
bisa jadi
Se’ iku tah fotone Kak Ni hehehe..berarti di hati Kak Ni, tanah kelahiran itu sangat merindukan ya Kak,,kenapa gak pingin ke Jember Kak Ni, hahaha
Sukses ngontesnya
Sofyan recently posted… » Cool and Smart, terlambat !!
waduhh … itu bukan foto saya!!!
tapi saya pengen pakai baju kayak gitu
Loh,,buka dulu topengmu,,buka dulu topengmu,,ahay
Sofyan recently posted… » Cool and Smart, terlambat !!
saya nda pernah pake topeng lho
Hooo ternyata Karo Mba Nique ini, eh butet dong ya kalau begitu saya panggilnya

seorang sahabat saya ada juga yang sudah melalui upacara pelabelan beberapa bulan lalu, sebagai syarat untuk menikah nanti
mudahmudahan nama Surbakti bisa segera menempel di nama suami Mba ya
misstitisari recently posted… » Mimpi seorang putri
aamiin
waaaahhhh memang ingin ya memperkenalkan semua rasa yang dulu pernah kita alami pada suami. Semoga terwujud.
BTW kalau kamu pakai baju di sana, aku tidak bisa motret dong
(Sewa fotografer profesional ya!!! ) Dan jangan lupa BUKA KEDOKMU di SINI! hihihi
Ikkyu_san recently posted… » Tega dan Tegas
huahahaha … iyaaaa deeeeeeeh
klo tercapai pakai baju adat seperti itu, tak pajang di PP hahahaha
*kayak yg iya aja*
nah itu mba, fotografernya yang blom ada, kira2 kapan mba ada jadual jalan2 ke Medan? Jangan di Jawa terus dong hihihihi sekalian mampir ke tempat Uda di Padang sana hihihiih
Setuju mba Imeeeeeel…
mari kita bongkar kedok nyah beramai ramai…..hihihi…
Bibi Titi Teliti recently posted… » Permainan Psikologis
yang kek gini aja semangat deh weks …
iya kalo sampe terwujud, harus dipasang ya poto2nya disini nik!!!
arman recently posted… » This Week
bongkar….bongkar….bongkar…..*sambil nyanyi lagunya Iwan Fals*…..hehehehe
Necky recently posted… » Bersyukur vs Berikhtiar
hahahaha … emange satpol pp main bongkar aje hehehe
Owalah tak kira judulnya itu nama tempat lho mbak.
Jebul boso Karo tho…
Waaah kalau nikah sama perempuan Karo mesti ditambahi marga gitu ta mbak?
Thanks yaaa, segera kucatat ^^
Una recently posted… » My Second Giveaway: Ingin Ke Mana?
Ga harus sih Na, tapi klo ga ditabalkan marganya, nanti anaknya ga boleh pake marga itu
nanti anakku jadi ga jelas dong Na
lebih di aku orang Sunda, kan ga mau juga aku hahahaha *rasis ga sih klo gini?*
Makasih ya Na, sing penting wes partisipasi, dan kudu wajib harus menang ya Na hahahaha