Di Balik Senja Kelabu

Ada apa di balik senja kelabu? Ada yang istimewakah? Jelas! Ada saya, suami dan Imelda Coutrier di balik senja kelabu. Seperti biasa, suami tentunya akan jadi pelengkap penderita, karena rela tak rela harus rela di-abuse istrinya yang sedang bersemangat menjajal dan mengasah talenta menulisnya.

Huru hara ini terjadi tgl.31 Januari, sungguh saya tak berharap mengakhiri bulan dengan cara seperti itu, tapi bukankah apa yang sudah dirancang Tuhan selalu saja indah? Itu hari Selasa, berjaga dari pagi sejak tak ada asisten membuat saya punya waktu 18jam nonstop di depan monitor. Jam dinding yang bertengger gagah di depanku itu sudah menunjukkan angka 15.48 ketika komentarku tayang  di postingan Orin yang berjudul Sepenggal Senja di Senggigi yang diikutkan kontes #Proyek27.

Dibenakku masih belum ada bayangan apa-apa, dan ketika meninggalkan jejak di postingan ini pun saya masih belum terpikir untuk mengikuti kontes ini. Apalagi waktunya sudah sempit sekali. Deadlinenya jam 22.59 di hari yang sama. Sangat tak mungkin saya bisa menuliskan satu cerpen yang disambi melayani klien yang keluar masuk, bahkan antri. Ditambah lagi suara mereka yang tak tanggung berisiknya. Tak mungkin! Sampai aku baca balasan dari Woelan untuk komenku di sana. Dan, iya ya … kenapa tidak kucoba saja? Kalaupun nanti tidak nutut waktunya, ya tidak apa, anggap saja aku sedang melatih menulis.

Ketika keputusan untuk menulis dibuat, waktu tinggal tersisa beberapa jam saja. Ngebut deh!  Setengah panik :D Tapi semangat sedang tinggi, jadi jari-jari terus menari di atas keyboard. Sesekali bocah tanggung yang sedang bermain mendekat, memperhatikanku yang sedang mengetik seperti orang kesetanan. Belum lagi, mimik wajahku yang berubah-ubah. Kadang senyum. Kadang mengernyitkan dahi. Kadang bertopang dagu. Macam-macamlah pokoknya.

Lewat jam 9pm tulisan selesai, tapi masih bingung mencari judulnya. Gelisah. Waktu terus berjalan. Suami yang di ruko sebelah pun mulai diganggu, dikirimi naskah dan disuruh membaca mencari judul yang pas. Lalu, ini dia malaikat penolongku. Mba Imelda bersedia kumintakan tolong untuk membaca cerpen perdana itu. Mulailah koreksi sana dan sini. Sudah paslah dia jadi editor hehehe … suasana benar-benar heboh karena waktu terus berdetak, tanpa mau menunggu. Dan pada akhirnya kami memutuskan cerpen perdana itu diberi judul SENJA KELABU.

Tadinya saya mau ditayangkan di sini, tapi terpikir boleh tidak ya? Tapi Orin menayangkannya kok?! Ah, nanti saja deh ditayangkan kalau pengumuman sudah keluar. Dan hari ini, pengumuman tentang tulisan yang terpilih ditayangkan di sini. Ada Orin di no.18.

Alangkah senangnya hati ini, melihat SENJA KELABU bertengger di no.23. Persis dengan nomor rumah yang hampir disabotase orang itu. Dan bukankah angka (1)23 adalah angka favoritku? :) Dejavu sepertinya. Girang tak alang kepalang. Kalau tak malu, maulah lumpat-lumpat, tapi tidak kulakukan. Berusaha biasa saja. Tonggak sejarah baru kutancapkan. Cita-cita seperti sudah mengintip dari balik matahari senja :D Semoga ini bukan judul terakhir, dan semangat harus terus dikobarkan. Seperti bunda Yati yang tak mengenal kata menyerah, maju terus mengasah kemampuan diri.

Saya menuliskan ini bukan untuk pamer walau pasti sedikit terbaca norak :D Tidak apa, saya memang sedang norak-noraknya saat ini. Senyum lebarpun tak bisa lepas dari wajah saya sejak membaca pengumuman itu. Sumringah terus :D Oya, tentu saja ada hikmah dari kejadian ini, JANGAN PERNAH MENYERAH sebelum mencoba! Jika saja saya tak mau memanfaatkan waktu yang cuma sekian jam itu, jika saya cuma bermenung-menung dalam kesal kenapa tidak tahu informasinya dari tadi, jika … jika … maka keriangan hari ini tentu tak ada. Do your best, let’s God do the rest!

Sebagai penutup, saya berharap nanti teman-teman mau membeli buku ini, karena royalti yang berhasil dikumpulkan semuanya disumbangkan   ke TAMAN BACAAN RUMAH UNYIL yang berlokasi di Mataram-NTB. Mau yaaa …. *kedip-kedip*

82 thoughts on “Di Balik Senja Kelabu

  1. masih kudu banyak belajar mengkhayal nih….karena pada dasarnya bukan tipe pemimpi sih…tapi realistis….maybe someday saya mau mencobanya….salah satu targetnya ikut give away elo itu nique…. wish me luck….dan congrats buat cerpennya…kasih tahu kalau bukunya udh keluar yah….
    necky recently posted… » Bangga Sebagai Anak Bangsa

    • Bayuuuuuuuuuuuu……..pakabar hehehe

      Gimana? Istri sudah diboyong?

      Makasi ya Bay, saya mah maulah klo dikasi rejeki, rejeki anak tapinya hehehe *nego*

  2. selamat ya mbak Nique… :)

    *lama ngga mampir kesini jadi agak bingung, kesasar-sasar tadi mbak, tadi aku malah baca2 yg GA : Kritikmu Semangatku…kirain last post eh ternyata featured post… :D :malu

    • ini tisunya buat tutupin muka klo malu hehehe
      dimaklumi kok klo nyasar, kan rumahnya baru, jadi yaaa wajarlah

      btw, ikutan ya GA-nya :)

  3. alhamdulillah… selamat ya say… ikut bangga nih :)
    eh, mungkin dikejar deadline malah bisa memicu semangatmu ya?
    ayo-ayo…segera ditayangkan disini doong…

    • mayaaaa …. jangan gitu dong, malu saya, maya malah udah terbit bukunya *komat kamit biar tulisan saya dipilih dandapat buku kemilau cahaya emas*

  4. ajieeeee.. ihiy.. yg lolos seleksi.. slamet ya mbak.. ayo makan2 *apa pulak ini dtg2 lsg minta makan*

    btw, lama ga kesini tnyt begitu kesini lg, lsg dikasih pripiuw ngisi capca dulu. knp tuh mbak?

    ehya, ini komen perdana setelah lama hiatus loh mbak <– *iseng bgt akoh pake ditulis segala*
    thakil recently posted… » henti di sini

    • hey you!!!
      kemana aja?
      Itu blog kaga update2 …
      ga tau fansnya dah pada mo bunuh diri? hehehe

      di detik.nique emang ada capcai, tunggu aja nanti ceritanique akan tampil di rumah yang baru dibelikan pakde hehehe …
      ga pakai capcai lagi pastinya.

      • woh kok bisa dapet rumah baru dr pakde? *ketinggalan berita banget*

        buruan gih pada bunuh diri biar akoh ga ditungguin tuk posting #dikeprukbata
        males posting mbak, males tingkat dewa khayangan paling tinggi.
        sekarang kerjaannya cuma ngetwit doank.
        ohya ohya, aku follow mbak niq loh, tapi ga diapprove2 <– *nulis ini entah knp jd berasa abegeh labil*
        thakil recently posted… » henti di sini

  5. Hihihi…surprise memang selalu menyenangkan ya Kak, wong aku jg ga kepikiran msh bs ikutan kok lg riweuh berat, eh malah ikut2an terpilih. alhamdulillah yaa sesuatu *halah*.

    Congrats ya Kak, sok atuh ditayangkan ;)
    Orin recently posted… » In Love

  6. aku kan sudah pernah bilang wkt review blogmu, mba. Kamu itu bakat nulis. aku aja suka baca tulisanmu. hehee…ternyata bener kan? tinggal di asah lho. lama2 juga muncul buku karyamu sendiri. hehee…selamat ya mbak cerpenis hehee…
    fanny recently posted… » SEMUANYA AKAN BERAKHIR

  7. mbaknya jago bgt yah nulis, kmaren ikut 15hari menulis punya wangi sm momo kan yah? ihhh sy mau dong dpt inbspirasi/ide menulis bertubi2 kyk mbaknya :(

    eh… selamat yah mbak. dipilih itu istimewa, gak masalah ada di posisi keberapa :)
    syamatahari recently posted… » ‘dosa masalalu’

  8. Sorry ya Ni, karena email kamu nggak ada penjelasannya, makanya saya nggak tau kalau lampiran CerPen yg kamu kirim itu ternyata minta tanggapan.
    Kirain CerPen nyasar karena disitu penulisnya nggak tertulis nama kamu…
    Saya ya baca, tapi sambil baca sambil bingung…
    Ini Ni yg salah kirim ke saya
    Atau Aa’nya Ni yg salah kirim ke saya
    Atau………..
    Ni mau kirim ke Aa’nya tapi nyasar ke saya…
    —————————–
    Saya ingat sekali, saat itu juga bersamaan dengan kamu tayangkan GA kamu itu…
    marsudiyanto recently posted… » Link

  9. Saleum,
    Ikut berbahagia dengan pancapaianmu Mbak, Aku sudah yakin sejak pertama kenal dgn tulisan2mu bahwa bakat menjadi cerpenis itu memang ada namun kurang diasah. Buktinya dengan adanya proyek27 tersebut, bakat itu terasah lagi, tajam dan berkilat. Sipp…. aku ikut bangga deh…..
    dmilano recently posted… » Akismet Salah Paham Denganku

    • hehehe …. gitu ya Bang, makasihlah sudah mendukung.
      setiap komentar disini pasti selalu membekas buat saya.
      yang jelas, semakin keras saya harus mengasah diri, agar dapat terus menulis dan menulis :)

  10. Hahaha… geli kalau mengingat kembali malam itu ya. Sambil chatting kamu masih menulis, dan tahu-tahu sudah jadi. Originalnya sudah bagus kok, aku kan cuma edit dari sudut tata bahasa saja. Proficiat ya!
    Ikkyu_san recently posted… » Tega dan Tegas

  11. Jempol buat Mbak Nique, Orin dan Inge (soale cuma nama itu yang kukenal) :D
    Saya gak lolos, hehe.
    Senang banget rasanya bersibuk2 ria di fiksi dan mengetahui bahwa karya kita terpilih diantara karya2 lain untuk dibukukan, meskipun bukunya harus beli sendiri. Hmm, saya malah belum memutuskan apakah akan membeli atau tidak, buku yang ada nama saya. Hehe, tapi mungkin untuk yang charity, sebaiknya dibeli ya… :D
    Semangat terus ya, Mbak. Insya Allah akan ada lagi naskah-naskah Mbak Nique yang dibukukan.
    kakaakin recently posted… » Adam dan Hawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge