Hatiku Juga Berduka

Semua berawal dari tulisan indah yang diposting Farah Novita Coutrier pada tanggal 20.02.2012. Ketika melihat tulisan ini, sekilas langsung terbersit firasat buruk. Perasaan TIDAK SUKA begitu mendominasi. Alasannya sepele, saya tidak suka ada foto Mama, background kertasnya HITAM dan di mata saya tinta untuk menuliskan huruf-huruf itu terlihat seperti TINTA EMAS di mataku. Kata hatiku saat itu, ini semestinya boleh terbit jika Mama sudah tidak ada.

Posted by Farah Novita Coutrier on 20.02.12

Tapi saya sadar bahwa saya tidak boleh lancang, karena tidak ada orang yang suka mendengar apapun firasat orang jika berkaitan dengan umur orang terkasih, terutama Mama. Walaupun saya dulu, sempat diberitahukan teman yang punya 6th sense kalau Mamak akan berpulang di bulan Ramadhan, dan karena Mamak memang sedang sakit, yah saya justru semakin mempersiapkan diri saja.

Sedikit berbeda dengan Mamanya Mba Imelda, walau sudah terkena stroke di tahun yang sama dengan Mamakku yaitu 1999, tapi ‘kan kondisinya normal-normal saja sebelum berpulang, bahkan Papanya Mba Imelda bilang sehari sebelumnya masih sempat pergi misa dan terima komuni(?), malamnya pun masih sempat diajak njemput Kei, agar tidak di rumah saja, begitu alasan Om – begitu saya memanggil Papanya Mba Imelda tadi siang di rumah duka.

Suasana kedukaan seperti ini, mengingatkan saya kembali pada peristiwa berpulangnya Mamak 5 tahun silam. Tapi, kami terus terang lebih siap, karena masa-masa itu memang penyakitnya semakin  payah. Jadi, kalau orang tua kita tuh sakit, sebenarnya akan lebih kuat ketika ditinggalkan, daripada seperti kepergian Mama Mbak Imelda, yang begitu tiba-tiba. Walaupun ada kejadian-kejadian kecil yang aneh dan tak lazim, tapi siapa yang terpikir ke arah sana?

Sejujurnya, pastilah bukan pada suasana seperti ini saya ingin mengenal anggota keluarga Mbak Imelda, tapi Tuhan bisa membuat kami saling mengenal dengan cara yang tidak biasa. Bersyukur pula, Dharma, Sofie dan Kei masih mengenali saya, padahal kami baru satu kali bertemu ketika tahun lalu.

Mbak Imelda, sudah begitu banyak ucapan penghiburan yang mbak terima hari ini, entah langsung entah melalui facebook dan lain sebagainya, mestinya semua itu dapat memberi kekuatan tersendiri, agar mbak sekeluarga menjadi kuat dan tabah melewati masa-masa kehilangan Mama tercinta.

Lihatlah betapa mesranya saat mereka bertukar pandang ...

SELAMAT JALAN Mama Maria Elizabeth Mutter! 
Tuhan, terimalah mama yang terkasih yang telah kembali padaMu,
kami mohon agar diampunkan setiap dosa yang pernah ada,
berikanlah tempat yang terindah di sisiMu,
sampai tiba waktu kami kelak, dan berkumpul bersama
di hari yang hanya Engkau yang tahu.

Kami juga berdoa agar perjalanan Mbak Imelda sekeluarga menuju Jakarta esok hari, dimudahkan Tuhan sampai tiba di rumah dan berkumpul dengan keluarga di Jakarta. See you soon ya Mbak!

Sorry ya Mba, fotonya aku ambil tanpa ijin, semoga mba tidak keberatan.

26 thoughts on “Hatiku Juga Berduka

  1. Pingback: Twilight Express » Blog Archive » Solitaire dan Sendiri (2)

  2. Nique…. membaca berkali-kali posting ini. Maaf baru tulis komentar.
    Mungkin sudah ada frekuensi yang saling bersilangan tentang Mama.
    Mama tidak mau membuat kita sedih, sehingga dia hanya berkonsentrasi pada dirinya dan Tuhannya.
    Meskipun aku sudah mempersiapkan diri sejak 2 tahun yang lalu, bahwa sewaktu-waktu Tuhan akan bisa memanggil Mama, tetap saja rasa kehilangan itu besar sekali.
    Aku ingin mendekapnya terakhir kali
    Aku ingin menciumnya terakhir kali
    TAPI mungkin dengan begitu, kita semua tidak akan siap untuk melepas mama. Mendadak itu dipilih Tuhan, supaya kami bisa menerima, dan tidak menahannya.

    Waktu aku bicara dengan Danny, dia tanya, “Kamu tidak bawa pulang baju mama?”
    Ah, aku tidak berani pikirku. Karena aku akan larut bersedih terus. TAPI ternyata papa, dan adik-adik malah menganjurkan membawanya. Semua punya suatu baju kenangan dengan mama. BUKAN sebagai pemujaan, tapi hanya sebagai kenangan :(
    Dan aku memasukkan baju biru yang dipakai di foto teratas itu bersamaku. Masih berbau parfum mama. Dan hanya memeluknya dua kali saja waktu memasukkan dalam koper dan waktu mengeluarkannya untuk digantung. Baju, foto, segala kenangan hanya ILUSI, krn harus kusadari aku tidak bisa memeluknya lagi, melihatnya lagi setiap aku mudik :( BERAT tapi harus dijalani.
    Dan terima kasih sudha menemaniku melewati hari-hari sulit itu, dan semoga terus ya Nique.
    Semoga ibu kita bisa berkenalan di atas sana ya :)

    Peluuuuk …..
    Ikkyu_san recently posted… » UMPAT – UMPET

  3. iya mb….
    1 taon yg lalu….mertua meninggal dalam perjalanan plg kerumah dengan mobil…. kena serangan jantung….**itupun setelah plg kerja**
    ibu mertua pas ke luar kota nengokin cucu…
    semua mendadak….bpk mertua blm sempat meninggalkan wasiat ataupun amanat …
    irmarahadian recently posted… » Ibu, Cara Merawat Batik Agar Awet

  4. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un…

    semoga arwah almarhumah tenang disisiNya..
    titip salam buat mbak Imelda, ya mbak Nique.. semoga keluarga yg ditinggalkan senantiasa tabah..

  5. innalillahi wainnalillahi rojiun..

    semoga arwah tenang disisi Tuhan yg maha esa dan mbak em sekeluarga bisa tabah menghadapinya..

    salam buat mbak em klo ketemu ya mbak..
    niee recently posted… » Bahasa Daerah..

  6. Nik…titip bela sungkawa utk mbak Imelda & keluarga ya… Semoga Allah memberikan tempat terbaik di sisiNYA bagi ibundanya dan memberikan ketabahan & keikhlasan bagi seluruh keluarga yg ditinggalkan…
    mechta recently posted… » Hobby unik Yangti

  7. ditinggalkan orang yang dicintai (apalagi ibu) pastilah menyisakan kesedihan..
    semoga mbak Imelda sekeluarga lekas bangkit dari kesedihan dan diberikan ketabahan..
    boleh saja Mama mbak Imelda telah pergi, tapi tentulah kenangan manis tentang beliau akan selalu tersimpan
    Amela recently posted… » Solitaire dan Sendiri

  8. semalam menengok status fb mba Imel, terbaca sekali ketabahan itu ada.. nanti nique ketemu.. titip peluk ya.

  9. Semoga Tuhan selalu dan senantiasa memberikan tempat yang layak disisinya. Aku dan keluarga hanya bisa memberikan sepatah do’a yang kami punya. Amin.

  10. mbaa… maaf baru sempat mengunjungimu dan dihadapkan pada berita duka ini…, :(
    setulus hati, turut berduka yang mendalam atas kepergian ibunda mba Imelda… semoga almarhum ditempatkan ditempat yang layak dan indah di sisiNYa… serta Tuhan memberikan ketabahan, kesabaran dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan…. amien..

  11. Ga bisa berkata-kata..
    Turut merasakan kehilangan juga
    Dan Aku mengucapkan turut berduka cita Buat Mba Em, semoga Almarhum di terima di sisiNya dan buat keluarga yang di tinggaljan di beri kesbaran dan ketabahan Amin.
    nchie recently posted… » Emak Cerdas, Ngeblog Yuk..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge