Ndekah menda merhat kel aku reban postingen bas cakap Karo, nce pas ka pagi enda ercakap-cakap aku ras sada teman, piah kami pe pake cakap-cakap pakai cakap Karo saja. Percakapen enda umum-umum saja nge, jadi layaklah adi itayangken ijenda
PERHATIAN :
Pengucapan huruf E pada kata Mejuah-juah, berita, ndekah, nge, melawen, jumpaen, kentisik, tertunduh, enggo, tersingetna itu sama dengan huruf E pada PETANG. Sengaja saya tekankan tentang ini, karena walaupun kecil kemungkinan pembaca mencoba melafalkannya, tapi saya merasa perlu untuk menekankan bahwa dialek orang Karo tidak sama dengan dialek bahasa Batak. Continue reading →
Persis 12 hari setelah bolosnya si anak sekolah yang ceritanya baru saya posting tadi di sini, hari ini anak itu bolos lagi dan entah apa yang menggerakkan kakinya ke tempat kami. Seperti 2 minggu yang lalu, dia pun duduk manis di depan saya. Padahal ini ‘kan warnet, lazimnya orang yang ke sini pastinya ya nge-netlah ya hehehe … Melihat posisi duduknya saya sudah feeling kalau akan ada sesi curhat lagi
Selama ini, publik lebih tahu tentang keberadaan ULOS yang memang merupakan kain khas Tano Batak. Sementara kain yang biasa dipakai oleh orang Karo, selalunya juga disebut ulos, padahal kami punya nama sendiri untuk kain ini.
Kain bernama BEKA BULUH ini KHUSUS untuk kaum pria, kainnya persegi panjang. Ketika akan dipakai, kain ini dilipat menjadi 2 bagian, lalu dilipat membentuk SEGI TIGA. Setelah itu disampirkan di pundak seperti di gambar. BEKA BULUH biasanya dipakai hanya pada acara pesta pernikahan atau kegiatan seremonial lainnya.
Ketika pengunjung di rumah Om Trainer sedang sibuk menebak tulisan si GADIS DIAM, saya dan mbak Imelda tiba-tiba memikirkan keisengan yang lain untuk mengecoh para pengunjung dengan sengaja menampilkan tulisan kami tapi berbeda karakter.
Saya yang belakangan ini diketahui sedang mengasah kemampuan menulis, tapi justru direncanakan untuk menulis tentang sesuatu yang serius. Sebetulnya itu adalah tulisan saya dengan gaya yang biasa, manalah bisa dibuat-buat ‘kan? Jadi menurut saya, memang teman-teman tidak mengira itu tulisan saya, karena topiknya yang memang sengaja dipilih jauh daripada topik-topik pilihan saya yang sudah sering tayang di sini. Saya sudah cukup puwas ketika teman-teman menebak gaya saya ada pada gaya penulis yang lain hahaha … wong bapake juga salah nebak tulisan anak wedhoknya sih, jadi wajarlah yang lain pun tak mengenali ‘kan
Sebetulnya INNER WAR sudah nongkrong lama di draft box, hanya saja mood untuk menyelesaikannya tidak pernah dapat. Hingga hari itu, saya paksakan diri agak selesai dan langsung dikirim ke Om Trainer. Sempat beberapa kali bapak saya bertanya, apakah saya mengirim tulisan ke perhelatan Karsini? Saking tidak percaya, bahkan bapak saya membuat postingan dagelan ini lho. Tapi dengan tegas saya jawab bahwa saya TIDAK PUNYA NYALI untuk melakukannya. Begitulah adanya saya beranggapan tulisan saya masih ecek-ecek dari segi kualitas hehehe Jadi tulisannya kok jadi dikirim juga, hayooo? Ya, itu semata-mata karena MOTIVASI dari seorang Imelda Coutrier. Thank you ya Mba!
Keseruan terjadi pada tayangan Karsini #27 yang merupakan tulisan Mba Imelda, dan dengan sengaja saya memasang komentar jebakan batman di sana *maaf* xixixi … cuma sayangnya Mba Alaika sedang liburan, andai saja ada, pasti jadi makin seru deh hehehe Tadinya sih kami sudah menyiapkan HADIAH IPAD 2 bagi yang bisa menebak tulisan kami di sana, sayangnya sesuai harapan dan keyakinan kami, dan tulisan itu tidak ada yang menebak sampai Om Trainer membuka kedok penulisnya hahaha
Jadi, sudahkah teman membaca tulisan saya berjudul : INNER WAR yang tayang di KARSINI #28? Jika belum, sempatkan mampir yah
TERIMA KASIH yang sebesar-besarnya kami haturkan kepada semua sahabat yang dalam seminggu ini telar berSOLITAIRE dan SENDIRI – ria; dan karena kami melibatkan WARUNG BLOGGER sehingga menyebabkan banjirnya tetamu yang harus disambut para Admin. Penjaga warung pun terpaksa bolak balik ke pasar untuk belanja kopi dan gula. Mohon maaf karena sedari awal kami sama sekali tidak memprediksi hal ini. Apalagi lahirnya GA ini semata-mata berangkat dari KEISENGAN kami berdua, maklum emak-emak cari kerjaan
Sejak informasi tentang Giveaway Pertama di Kisahku, sudah niat nih mau hunting foto di museum-museum terdekat saja. Kalau informasi yang bisa mendukung tulisan banyaklah bertebaran di dunia maya toh? Maka, Selasa kemarin niat banget tuh pergi ke Monas, berharap sih ada yang menarik untuk dijadikan bahan tulisan.
Semua berawal dari tulisan indah yang diposting Farah Novita Coutrier pada tanggal 20.02.2012. Ketika melihat tulisan ini, sekilas langsung terbersit firasat buruk. Perasaan TIDAK SUKA begitu mendominasi. Alasannya sepele, saya tidak suka ada foto Mama, background kertasnya HITAM dan di mata saya tinta untuk menuliskan huruf-huruf itu terlihat seperti TINTA EMAS di mataku. Kata hatiku saat itu, ini semestinya boleh terbit jika Mama sudah tidak ada.
Posted by Farah Novita Coutrier on 20.02.12
Tapi saya sadar bahwa saya tidak boleh lancang, karena tidak ada orang yang suka mendengar apapun firasat orang jika berkaitan dengan umur orang terkasih, terutama Mama. Walaupun saya dulu, sempat diberitahukan teman yang punya 6th sense kalau Mamak akan berpulang di bulan Ramadhan, dan karena Mamak memang sedang sakit, yah saya justru semakin mempersiapkan diri saja.
Sedikit berbeda dengan Mamanya Mba Imelda, walau sudah terkena stroke di tahun yang sama dengan Mamakku yaitu 1999, tapi ‘kan kondisinya normal-normal saja sebelum berpulang, bahkan Papanya Mba Imelda bilang sehari sebelumnya masih sempat pergi misa dan terima komuni(?), malamnya pun masih sempat diajak njemput Kei, agar tidak di rumah saja, begitu alasan Om – begitu saya memanggil Papanya Mba Imelda tadi siang di rumah duka.
Suasana kedukaan seperti ini, mengingatkan saya kembali pada peristiwa berpulangnya Mamak 5 tahun silam. Tapi, kami terus terang lebih siap, karena masa-masa itu memang penyakitnya semakin payah. Jadi, kalau orang tua kita tuh sakit, sebenarnya akan lebih kuat ketika ditinggalkan, daripada seperti kepergian Mama Mbak Imelda, yang begitu tiba-tiba. Walaupun ada kejadian-kejadian kecil yang aneh dan tak lazim, tapi siapa yang terpikir ke arah sana?
Sejujurnya, pastilah bukan pada suasana seperti ini saya ingin mengenal anggota keluarga Mbak Imelda, tapi Tuhan bisa membuat kami saling mengenal dengan cara yang tidak biasa. Bersyukur pula, Dharma, Sofie dan Kei masih mengenali saya, padahal kami baru satu kali bertemu ketika tahun lalu.
Mbak Imelda, sudah begitu banyak ucapan penghiburan yang mbak terima hari ini, entah langsung entah melalui facebook dan lain sebagainya, mestinya semua itu dapat memberi kekuatan tersendiri, agar mbak sekeluarga menjadi kuat dan tabah melewati masa-masa kehilangan Mama tercinta.
Lihatlah betapa mesranya saat mereka bertukar pandang ...
SELAMAT JALAN Mama Maria Elizabeth Mutter! Tuhan, terimalah mama yang terkasih yang telah kembali padaMu, kami mohon agar diampunkan setiap dosa yang pernah ada, berikanlah tempat yang terindah di sisiMu, sampai tiba waktu kami kelak, dan berkumpul bersama di hari yang hanya Engkau yang tahu.
Kami juga berdoa agar perjalanan Mbak Imelda sekeluarga menuju Jakarta esok hari, dimudahkan Tuhan sampai tiba di rumah dan berkumpul dengan keluarga di Jakarta. See you soon ya Mbak!
Sorry ya Mba, fotonya aku ambil tanpa ijin, semoga mba tidak keberatan.
Setelah kemarin cerita tentang hadiah dari sahabat, sekarang saya yang mau berbagi oleh-oleh dengan sohiblogger semua. Hadiahnya cerita tentang perjalanan kami kemarin. Niat awal sih pengen nge-shoot SUNRISE di Ancol tapi apa daya belum beruntung. Mungkin di sana cuma ada SUNSET kali yah … gak yakin juga sih, besok-besok mau menapak tilas perjalanan kemarin lagi
Ok, lihat apa yang kami temukan di sana?
Dermaga Hati
Saya terheran-heran melihat apa yang tampak pada gambar. Penampakan aslinya benar-benar sudah tertutup oleh tulisan orang-orang yang sangat tidak bertanggung jawab dan tidak punya sense of art, sehingga dengan tega menulisi entah apa sajalah di 3 benda tersebut. Saya harus mengernyitkan dahi berulang kali ketika mencoba mencatat kalimat yang tercantum di lempengan besi itu. Ya, 3 benda itu merupakan lempengan besi. Yang 2 berbentuk kotak itu diibaratkan PINTU, dan yang tengah sudah pada tahu dong kalau itu bentuk HATI.
Makna Gembok Hati
Gembok hati merupakan simbol kasih sayang dan persahabatan yang abadi. Gembok dianggap mempunyai fungsi menyatukan dua hal atau mengikatnya menjadi satu untuk tidak mudah dirusak oleh pihak lain.
Banyak pasangan yang percaya bila nama kekasih dituliskan
pada sebuah gembok dan kuncinya dibuang ke laut,
maka pasangan itu akan hidup bersama hingga ajal tiba.
Lucunya lagi, di sana banyak terlihat GEMBOK dengan bermacam ukuran. Ada yang besar sekali, ada yang kecil, ada yang kecil panjang, macam-macamlah. Dan ketika saya perhatikan gembok-gembok itu tak ada nama yang bisa dibaca di sana. Gembok itu sudah karatan semua terkena asinnya air laut. Jika sudah karatan begitu, hati yang menggantung gembok di sini, ikutan karatan juga gak yah?
Ada rantai panjang tempat menggantungnya gembok-gembok cinta
Jujur saya akui saya kaget lihat penampakan ‘prasasti’ ini di sana. Terakhir ke sana memang tempat ini belum ada. Tapi kemarin itu, salah satu pojoknya bahkan dimanfaatkan untuk memancing oleh 2 orang pria. Sampai menggelar lapak segala lho buat alas tidur
Bisa lihat gembok yang besar itu? Rupanya masih ada namanya ya hihihi … baru ngeuh lho saya
Kalau gemboknya karatan begitu, kira-kira HATI yang naro gembok di situ, karatan juga gak yah?
Adakah di antara sohiblogger yang sudah pernah bernarsis ria dengan DERMAGA HATI?
Mau memberi kabar saja kepada Walank Ergea kalau hadiah yang dikirimnya sudah diterima dengan baik tadi siang, dan gak pakek lama langsung di hand-over ke pemilik yang lebih berhak yaitu Abang Reza dan Adek Egidia, yang pada tulisan ini telah menjadi pemeran utama
pamer buku hadiah
berusaha buka sendiri
Abang yang duluan ngasi contoh ke adek Egi biar suka baca
Niru abang ikut baca Buku
Mereka akur lho, langsung berbagi, yang kulitnya BIRU buat Abang Reza dan yang PINK buat adek Egi. Dah, pas satu-satu seorang, jadi gak pakek berantem
Khusus buat Bu Dey, maaf yah, penampakan kartu ucapan yang dikirim untuk Egi belum sempat juga dipajang, soale mau dipajang kalau Egi pas pake baju pink. Namun, berhubung sudah 2 minggu lebih Egi tidak bersama kami, maka kesempatan itu masih langka. Pokoke begitu ada momen pas, pasti kartu pinky dari Aa Fauzan tayang deh di sini hehehe