Welcoming 2012

Seperti biasa, gerbang rumah bapa digembok dari dalam, dan kami harus menunggu beberapa saat sampai bapa membukakan pintu. Saat itu sudah hampir jam 9 malam, dan bapa sendiri saja tanpa tivi yang biasa setia menemaninya.

“kenapa tivi-nya Pa?”

“Gpp, cuma males saja, ga ada berita bagus.”

“tapi kan banyak acara musik yang bagus di banyak stasiun tivi.”

“saya tidak suka.”

Ah sedih saya. Bapa sendiri di rumah cuma ditemani suara petasan di luar rumahnya. Sesekali dia terkaget seperti saya juga, jika petasannya lumayan besar  ledakannya. Hanya ada saya, suami dan bapa. Obrolanpun mengalir dengan pembicara utama tentu saja bapa. Pada dasarnya bapa suka bercerita, hanya saja di usianya yang memasuki angka 73 membuatnya sering butuh jeda lama untuk mengumpulkan ingatan masa lalu. Dan cerita yang kami dengarpun tentu saja sudah entah berapa kali diceritakannya, tapi saya tetap tersenyum seolah-olah belum pernah mendengar cerita yang sama.

Keluhannya tentang negeri ini pun masih sama, tentang keadaan negeri yang takkan pernah membaik, karena siapapun orang yang mau melakukan perubahan ke arah yang baik pasti dijegal dan diberangus. Juga tentang ketua KPK yang baru dengan janjinya yang akan memberantas korupsi tanpa pandang bulu, first-lady Indonesia yang sedang menginap di hotel mewah itu pun dibahasnya. Saya bilang: “jika bapa menuliskan apa yang bapa bicarakan ini di blog, sudah pasti kolom komentar bapa akan menuai pro dan kontra. dan yang terburuk bisa-bisa bapa masuk bui gara-gara terlalu jujur dalam berpendapat.” Kami pun jadi tertawa bersama, karena untungnya bapa tidak nge-blog hehehe

Hawa kantuk sudah menyerang suami, setiap kunjungan ke rumah bapa, pasti dia yang paling cepat bosan, karena kendala bahasa. Sering kulihat bapa pun berusaha bercerita dalam bahasa Indonesia, tetapi lebih sering lagi kepleset kembali menggunakan bahasa Karo. Untungnya adik bungsuku menyusul bersama anaknya, jadi suasana lebih ramai. 2 loyang martabak menemani obrolan menanti datangnya 2012, lumayan mengganjal perut yang sudah melapar. Begitupun, jangan berharap martabak itu dilirik bapa, sedemikian kuat hatinya menahan harumnya wangi martabak telor. Ya, itulah salah satu yang paling kami tidak sukai, karena tidak bisa menjamu bapa dengan makanan yang enak dan sangat enak. Semua akan ditolaknya mentah-mentah, karena dia lebih peduli terhadap kesehatannya.

Sampai pembicaraan kami tentang mata kanan bapa yang sudah mulai terlihat bintik putih di tengah bola hitam itu. Memang sudah lama saya tawarkan untuk periksa ke JEC, tapi bapa masih mencoba pengobatan alternatif, sepertinya bapa sudah patah arang karena dokter mata di RSCM memvonis ada urat syaraf yang putus. Beberapa hari yang lalu, bapa bilang mau pergi ke JEC, ketemu dr Ginting yang praktek di sana, dokter yang juga pernah menangani almarhum adikku. Kubilang, nanti kutanya dulu jadual prakteknya, agar tidak kecewa kalau ujug-ujug ke sana dan dokter itu tidak praktek.

Tiba-tiba saya iseng mengirim sms ke sebuah nama di phonebook, yang tidak ku yakin dokter itu pemiliknya.

“Asw Pa, masih prakteknya kam di JEC? – Ginting” begitu bunyi smsku.

“Uwe.” singkat sekali jawabannya

“Alhamdulillah, bapa mau memeriksakan matanya, kapan kam praktek setelah tahun baru ini, Pa?”

“Nanti Selasa, 3Jan, jam waluh ya.”

Bapa senang dan tak sabar menanti tanggal 3. Saya pun senang karena dokter itu beberapa kali telah memberi banyak kemudahan dalam urusan mata pencaharian keluarga ini. Dulu adikku yang diberi keringanan biaya operasi mata, sampai ketika dia sekarat pun justru dokter ini juga yang lebih dulu tau dan menyuruh kami cepat membawanya ke ICU. Semoga saja, nanti dia memberi pengharapan baru, sangat berharap kami diagnosa dokter RSCM itu salah agar mata kanan bapa bisa diobati dan normal kembali.

Detik-detik menjelang 00.00, kami – aku dan bapa – terpaku di depan tivi, sementara adik dan suami sedang diluar menunggui Kopaja bapa yang baru pulang dan tidak masuk garasi, karena mau menunggu bubaran pengunjung Ancol. Supirnya lumayan rajin, dia tau banyak orang yang akan kesulitan mencari angkutan, jadi capek sedikit tak apa, yang penting kocek nambah hehehe Sebetulnya tetangga depan pun kurang senang dengan hadirnya kopaja sebesar itu, mengganggu kesenangan mereka yang sedang membakar petasan. Di ujung jalan sekelompok preman dengan botol miras di tangan pun sempat menyetop dan meminta sejumlah uang kepada si supir. Tapi setelah adik bungsu menemui preman itu, cuma nyengir kuda sambil minta-minta maaf. Sudah mau 2012, masih juga doyan malak ya :D

Beberapa menit sudah memasuki 2012, saya menyalami bapa dan mengajak suami berpamitan pulang, senang bisa menemani bapa menjelang tahun yang baru bersama. Di usianya yang sudah sepuh, sebagai anak, tentu kami berharap umurnya dipanjangkan, dan dalam masa itu dia diberi kesehatan yang prima. Cuma itu! Tak lebih!

Seperti malam tahun baru yang sudah-sudah, kami memang tak pernah melewatinya dengan gegap gempita, apalagi menghabiskan ratusan ribu uang untuk membeli petasan atau kembang api. Jikapun menyediakan kembang api untuk anak-anak, budgetnya pun tak sampai membuat kantong kempis, makanya kami takjub melihat tetangga kiri dan kanan, dan orang-orang yang kami temui sepanjang perjalanan kembali ke rumah membakar petasan dan kembang api yang kami tahu harganya tak mungkin didapat dengan sehelai lembaran merah itu. Setiap orang memang beda-beda ya, kalau semua seperti kami, pasti lingkungan itu tidak meriah hehehe

Fiuhhh…! Postingan panjang di awal tahun, semoga tahun ini konsistensi saya dalam menulispun bisa ditingkatkan, akan lebih baik lagi frekuensi dan kualitasnya. Selamat tahun baru buat kita semua, semoga di tahun yang baru ini kita memulai lembaran yang baru dengan hati yang baru, aamiin!

Bagaimana dengan sohiblogger, pasti punya cerita malam tahun baru yang seru dengan keluarga atau orang-orang terkasih dong?!

39 thoughts on “Welcoming 2012

  1. ~masuk bui gara-gara terlalu jujur dalam berpendapat…

    niQue … kalimatmu ini saya garis bawahi … masihkah ada tangan2 besi yg berbuat itu? :(

  2. mbak nique malam tahun baruan di rumah bapak? trus akhirnya martabaknya siapa yg makan? heheheh langsung ngiler lihat kata martabak…

    selamat tahun baru…smoga mata bapak bisa pulih….trs gimana hasil berobat tgl 3 jan kemarin?
    nia/mama ina recently posted… » Template Baru….akhirnya…..

  3. Nique…sejujurnya gw juga ga suka menghamburkan uang untuk sekedar beli petasan ataupun kembang api. Namun istriku sebaliknya, dia ingin menyenangkan hati anak2nya *padahal bapaknya dulu doyan beli petasan hehehe* Daripada bersitegang, ya ngalah aja deh…biasanya istri membeli dengan tidak mengotak-atik uang belanja. Kebiasaan kami sekeluarga hanya kumpul2 aja melihat anak2 pasang kembang api sambil bakar jagung deh….
    Selamat tahun baru bu
    Necky recently posted… » Catatan Di Akhir Tahun 2011

  4. Kalau kami di Jepang ngga mengeluarkan uang utk petasan-petasanan tapi untuk makanan. Menutup dan mengawali tahun baru dengan makan enak, sekali setahun. Arman juga pernah tulis sptnya, kalau makan enak di awal tahun, kita berdoa juga agar kita diberi rejeki cukup untuk dapat makan selama satu tahun mendatang.

    Tapi aku juga tidak bisa membeli osechi yang harganya bisa 5 juta-an. Supaya murah ya aku masak sendiri :D
    Ikkyu_san recently posted… » Hari Pertama 2012

  5. selamat tahun baru ya,
    Bapa di rumah seorang diri? mengurus rumah sendiri? kuat sekali ya…

    kalau kami juga tahu baru nggak mau beli petasan dan terompet he..he… terompet itu pasti udah dicoban pembuatnya dan banyak calon pembeli… geli…
    monda recently posted… » Sahabat Pena

  6. Saya ?
    Tahun baru hanya dirumah saja …
    menikmati liburan … leyeh-leyeh rilek santai …

    Yes indeed …
    saya suka amazed aja … ternyata rakyat kecil itu duitnya banyak juga ya ? … Kembang api buanyak banget di lontar ke angkasa dari kampung sebelah … lama lagi … berisik … langit gemerlap …

    Dan ketika pagi harinya … saya ke supermarket … lihat harga kembang api yang cemen … Wah mahal …
    yang cemen aja mahal … apa lagi yang dilontar ke udara …
    (geleng kepala)

    Salam saya
    Selamat Tahun Baru Nike
    nh18 recently posted… » NINE FROM THE LADIES 2011 (#2)

  7. Happy New Year mbak..semoga di tahun 2012 ini segala apa yang kita harapkan dan kita inginkan terkabul, dimudahkan segala urusan kita baik dunia dan akhirat, anak anak sehat, keluarga sehat, karier lancar, rejeki lancar dan diberikan peningkatan iman dan takwa… :)

  8. saya ingin mata saya lebih awas melihat optimisme tahun 2012.

    kenapa harus optimis? karena terbukti 2012 belum kiamat :D
    jarwadi recently posted… » Mulai

    • tulisan ini mengalir
      tidak saya rencanakan berapa katanya
      tau2 panjang aja hehehe
      kalau tengah tahun sebaliknya, bisa apa saya? hehehe

  9. Yuhuuu… balik kesini niih.. taun baru kayaknya dimana-mana bakalan rame daah. nggak di jalan nggak dirumah, nggak juga acara tivi. rameee semua.

    tapi yang penting seru-seruannya meskipun cuman 2 loyang martabak yang mengganjal perut. hohohoh..

    Happy New Year 2012.
    Moga tahun ini membawa kesuksesan dan kebahagiaan
    Gaphe recently posted… » Lombok, I’m Coming!

  10. Semoga nak NiQue beserta keluarga selalu dikaruniai kesehatan,kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin.Amin

    Jangan menghitung yang tidak ada tetapi syukuri yang telah ada sambil terus berusaha dan berdoa.

    Salam hangat dari Surabaya

  11. Iya, saya melewati malam tahun baru sama keluarga. Tapi saya cuma sampe jam 11 aja. Lewat itu tidur. Gak ada gunanya nunggu jam 12. :D

    Mari terus berdoa, semoga di tahun masehi yang baru ini kita semua tetap diberi kesehatan, tetap bisa berkumpul bersama keluarga, semoga segala urusan pekerjaan maupun akademis kita dilancarkan, dan kita berharap semoga di tahun 2012 ini umur kita selalu diberkahi oleh Allah SWT. Aamiin! :)
    Asop recently posted… » Tahun Baru?

  12. Saya juga prihatn dengan orang2 yang dengan riang gembiranya membakar uang hanya untuk kesenangan sesat sesaat. Coba kalaua da yang meminta sumbangan untuk anak putus sekolah yang tidak ada biaya untuk melanjutkan, pasti pada eman dengan duitnya. Kalau dibakar ?!?

    Semoga bapak nya sehat selalu meskipun selalu dalam kesendirian ;)

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
    Sugeng recently posted… » Refleksi Akhir Tahun

  13. kegiatan sederhana namun sangat dalam maknanya, mb nique..
    Apalagi yg diharapkan orangtua selain kehadiran anak-anaknya di sisinya bukan?

    Selamat tahun baru ya… :-)

    • Iya Uda, saya selalu membayangkan, di saat kami belum dikaruniai anak ini, pabila tua menjelang nanti, apakah akan sesepi kehidupan bapa yang sekarang?

      selamat tahun baru juga Uda, salam buat Uni dan adek2 semua :)

  14. Kisah malam tahun baru saya penuh mimpi Mbak. Gerimis menjadi soundtrack cerita semalam. Saya ketiduran, padahal kopi belum lagi habis.

    Ohya Mbak, artinya ‘Uwe’ apa ya?

    Salam ya Mbak buat Bapak. Saya turut mendoakan semoga mata kanan beliau membaik, Amiiin..
    masbro recently posted… » Memandang Manisnya Kehidupan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge