SKTM, Wani Piro?

AAA

Sudah pada tau SKTM? Sudah dong ya? Kalau belum, hm …sungguh terlalu! *becanda ding* Soalnya saya juga baru kok kenalan sama yang namanya SKTM. Bagi yang belum tahu, SKTM itu adalah Surat Keterangan Tidak Mampu bagi masyarakat Indonesia yang ingin mendapatkan pengobatan di rumah sakit tertentu.

Fasilitas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sekarang ini rupanya sudah dibagi 2, begitu menurut pihak rumah sakit yang Bapa saya datangi. Ada surat GAKIN dan satu lagi ya SKTM itu. Awalnya niatan bapa memeriksakan matanya di Jakarta Eye Centre (JEC), karena memang penasaran sama mata kirinya yang di bola hitamnya ada bintik putih yang kian hari kian membesar. Setelah sempat divonis oleh rumah sakit besar di Salemba kalau ada urat yang putus dan tidak bisa diapa-apain lagi mengingat usia bapa yang sudah sepuh, bapa sempat menjajal pengobatan alternatif di Gunung Sahari. Dan hasilnya NOL, padahal itu mbayare ga murah rek :D Tapi inilah bukti bapa saya itu tipe orang yang pengen sembuh tapi ngeyelan hehehe … anaknya ga percaya, tapi bapa yang punya duit ya dia tetep pergi dong.

Nah, berangkat dari saran anak perempuannya ini, JEC pun disambangi, ketemu dokter Ginting di sana, sengaja cari yang sama-sama Gintingnya biar murah terjamin, maksudnya sudah pernah berobat di situ jadi sudah yakin diagnosa dia selama ini belum pernah meleset. Dan prasangkat kami bahwa mata bapa itu kena katarak, dibenarkan oleh dr.Ginting, dan  mengingat biaya operasi di JEC itu mahal untuk ukuran kantong bapa, disarankannya agar bapa pergi ke Persahabatan. Betul saja, di sana biaya operasi cuma separuh harga dari JEC.

Terus urusan apa sama SKTM? Itu dia, di Persahabatanlah pertama kalinya bapa mengetahui perihal SKTM, karena dokter yang menanganinya menyarankan, agar operasinya nanti pakai SKTM saja. Gampang kok mengurusnya, sengaja pula dibuatkannya skema alur pengurusan SKTM. Sempat sih bapa bilang, kalau dia bukan orang miskin tapi bukan orang kaya juga. Terus dijelaskanlah kalau ada fasilitas untuk keluarga misikin (GAKIN) dan ada SKTM itu.  Melihat skema itu gampang, bapa pun tertarik. Mulailah diurusnya dari RT-RW-Kelurahan dan Puskesmas. Semua dikerjakan sendiri nih, ceritanya tidak mau merepotkan anak. Padahal anaknya ya malu kalau melihat bapanya keluyuran di rumah sakit sendirian, apa kata dunia coba? :D Setiap pulang dari rumah sakit, kami pasti mendatangi bapa mendengarkan ceritanya tentang pengalaman mengurus SKTM. Tak jarang kami jadi jengkel, karena pernah harus mengantri sampai 3jam, sampai loket itu sudah mau tutup, sepertinya bapa tidak dengar ketika dipanggil. Yang bikin jengkel adalah, ketika bapa berdiri di dekat loket, eh malah disuruh duduk saja sama petugas, padahal bapa lihat yang lain juga mengerubungi loket. Tapi demi kepatuhan sama petugas, menurutlah si bapa, makanya jadi jengkel berlipat ketika namanya dipanggil tidak mendengar. Jika bapa jengkel apalagi kami? Dan lagi-lagi kami bilang, makanya bapa mau diantar. Tapi tetap saja ditolak :(

Sebetulnya saya sudah pesimis wktu bapa cerita mau mencoba saran dari rumah sakit. Saya sudah menduga akan ditolak begitu melihat rumah bapa, yang walaupun tidak mewah, setidaknya dari beton semua. Menurut teman yang sudah pernah mengurus itu, yang di-approve hanya yang jika tempat tinggalnya setengah beton. Poin ke-2 yang saya yakini membuat permohonan bapa akan ditolak adalah, soal penghasilannya. Bapa bilang kalau dia mengelola 1 kopaja untuk penghidupan dia sendiri, tidak ada yang menjadi tanggungannya lagi. Wawancara ini dilakukan petugas puskesmas, makanya saya ketawa-ketawa saja bilang ke bapa, jangan kaget ya kalau ditolak. Lalu bapa bilang, kalau ditolak ya tidak apa-apa. Hasilnya? Disetujui lho itu SKTM! Dan prediksi saya mentah semua, bikin bapa jadi terkekeh-kekeh deh.

Sampailah di hari-H, penentuan tanggal operasi, dan kali ini bapa minta diantar, biar tidak salah mendengarkan prosedur menjelang operasi nanti, begitu kata bapa. Apalagi memang harus hati-hati, karen bapa pernah operasi jantung, dan terakhir ini dokter jantungnya bilang kalau mau operasi apapun, obat yang untuk jantung harus distop dulu setidaknya seminggu sebelum operasi, karena jika tidak bisa fatal, karena obat itu membuat darah bapak lebih cair (?). Dan selama seminggu menjelang operasi, obat-obatan yang disuruh minum sama dokter harus dicermati, dan untuk ini bapa minta didampingi, takut salah minum, tentu saja kami senang dong kalau bapa minta tolong.

Tetapi ada yang mengganjal dari semua proses ini, yaitu ketika ada petugas satu bagian (yansos?) kalau tidak salah memanggil bapa masuk ke dalam ruangan dan TIDAK BOLEH didampingi, walau oleh anaknya sekalipun. Rupanya terjadi negosiasi di dalam sana. Bapa bercerita, dia ditanya mampu mbayar berapa? Kira-kira seperti berikutlah dialog di antara mereka.

Petugas : mau bayar berapa pak?

Bapa: memang masih bayar pak?

Petugas : ya bayar dong, mampunya berapa?

Bapa : aturannya berapa pak?

Petugas : ya semampunya bapa aja.

Bapa : saya ikutin aturan saja pak.

Petugas : bapak ini kok berbelit-belit, masak ga tau mau mbayar berapa? kira2 saja dibandingkan mbayar biaya operasi normal?

Bapa : saya tidak bisa mengira2 pak, kalau ada aturannya ya saya bayar.

Petugas : 500.000 keberatan tidak?

Bapa : ada aturannya tidak pak?

Petugas : bapak ini mau dioperasi tidak? Kalau mau ya bayar 500.000 itu.

Bapa : ada kwitansi pak?

Petugas : tidak ada. jadi mau bayar apa tidak?

Bapa : kalau tidak ada segitu, bagaimana pak?

Petugas : itu udah minimal, jadi harus bayar segitu.

Dan berpindahtanganlah uang 500.000 tanpa kwitansi ke tangan si petugas. Sayangnya, kejadian itu tidak bisa didokumentasikan, dan tak ada saksi kecuali berlaku saksi dari korban dowang. Sampai di luar ruangan, bapa ceritalah ke si adik bungsu yang mengantar, tapi anaknya disabar-sabari dulu biar tidak mengamuk di tempat :D Mendengar cerita ini membuat saya ingat lagi cerita tentang teman yang operasi kista di RSCM tahun lalu, diapun melalui jalur SKTM dan mbayarnya memang segitu juga, jadi sepertinya memang sudah ada peraturan tidak tertulis jumlah bayaran yang harus dibayar oleh pasien.

Well, ini pengalaman berharga, setidaknya ketika mengurus SKTM sendiri bapa tidak mengalami kesulitan berarti, dan hari ini (Senin, 30Jan12) jadualnya mata bapa dioperasi. Semoga berjalan lancar dan mata bapa bisa melihat lagi seperti sediakala. Jika urusan mata beres, lanjut deh ngurusin prostatnya :) Doakan ya teman :)

UPDATE: 
Operasinya berjalan lancar, tinggal pemulihan saja, semoga tidak ada komplikasi dengan yang lainnya :)

 

86 Comments

  1. inilah wajah indonesia yang di wriskan sifat menjajah kaum lemah..klo sudh merasa di ats sllu mempersulit orang” kelas bawah..kasihan hal yg sma juga di alami di daerah kami di malut…kapan yak pemimpin kita yg adil tegas dan bijaksana memerangi orang” seperti ini…

  2. Halo mbak smg bapaknya sdh pulih ya, mau bagi info setahu saya mmg betul ada dua jenis keringanan di yakni gakin dam sktm. Gakin itu full alias graxbtis sedangkan sktm a

    • terima kasih, sedari awal pun bapa saya sudah diberitahu kok perbedaan antara gakin dan SKTM.
      Tp klo SKTM mbayar pun sebenernya TIDAK MASALAH, yang penting ada KWITANSI dan caranya bukan tawar menawar kayak beli barang di pasar itu lho :)

  3. mudah2an bapaknya cepet sembuh mbak :)
    niee recently posted… » H – 3

  4. edan bener negosiasinya Niq,…
    Lha itu kalau yang bener2 lebih susah dipasangin tarif,….. ngga sanggup bayar,…. dua hari modar :(
    Kaget recently posted… » Ketika Sandal Tak Diperlukan

  5. Hmm… jadi ingat juga, dulu waktu alm. bapak saya opname, pake SKTM juga. Karena duit saya udah kepake buat beli antibiotik yang lumayan mahal, jadinya gak bisa bayar buat yang lain2 lagi. Akhirnya jadi gratis loh :D
    kakaakin recently posted… » Pie Susu Asli Enaaak Khas Bali

  6. oalah…
    ada pungli pulak ya..? :(
    pelayanan rumah sakit di negeri kita memang masih sangat buruk ya..
    kebayang kan kalo yg berobat tuh benar2 gak punya uang..
    bisa2 ditelantarkan deh..

    • makanya katanya kan gini, klo miskin jangan sakit, mati aja :( soale ga punya duit buat berobat huhuhuh

  7. Meskipun sdh jelas2 program gratis utk fasilitas kesehatan bagi yang kurang mampu, tetap sj banyak ‘praktek’ wani piro…Semoga pengobatan Sang Ayahanda membawa keberkahan dan segera pulih dan beraktifitas lagi..
    ririe khayan recently posted… » Pada Cinta tanpa Penjelasan

    • ho oh kayaknya bukan cuma di rumkit sh praktek wani piro itu :D

      terima kasihdoanya mba :)

  8. Alhamdulillah…semoga penyembuhan operasi matanya juga berjalan lancar, niQue…
    Yang lain-lain saya nggak bisa komen, udah kehabisan kata-kata buat hal-hal yang seperti itu, duuuuh…dari mulai yang diatas sampai dengan dibawah, semuanya sama…kapan ya kita bisa bersih, transparan dan peduli tanpa imbalan materi?

    Wani pirooooo :D
    bintangtimur recently posted… » Mulutmu, harimaumu

    • lha iyoo? Wani piro? xixixi

    • aamiin, makasi Amel

  9. “Operasinya berjalan lancar, tinggal pemulihan saja, semoga tidak ada komplikasi dengan yang lainnya”

    Aminnn…
    Realodix recently posted… » Mona Lisa Smile

    • terima kasih :)

  10. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar, semoga cepat pulih. Amin.
    Cukup lama nda silaturahim di sini, jadi agak tertinggal berita.
    Abi Sabila recently posted… » Cinta Untuk Sabila

    • bukan agak lagi Bi, tapi banyak xixixi
      Gpp Bi, klo sibuk dimaklumi lah

      ya alhamdulillah Bi, terima kasih, cuma itu harapan kami, kepulihan bapa dan bisa melihat dengan kedua matanya :)

  11. Huhuuu, baru dengar juga ada yang begituan, parah ya emang kesehatan di Negeri ini, hikss

    Alhamdulillah berjalan lancar ya Mbak, semoga Bapa segera pulih :)
    Yunda Hamasah recently posted… » Lahat, Kota Kelahiranku

  12. Hi, salam kenal..

    Walaaah, tega banget ya petugas rumah sakitnya. Ada aja kesempatan untuk malak orang. Tapi Alhamdulillah operasinya lancar ya.. Semoga cepat pulih kembali..
    bebe recently posted… » Mid Week Update 4: Food Edition

  13. heran deh ya, segala hal pasti aja ujung ujungnya duit..
    ck ck ck..
    *geleng2 kepala 5.536 kali*

  14. semoga semua berjalan lancar ya… salam buat keluargamu…

  15. aku baru tau loh mbak Nique ttg dimintai 500rb itu…
    kalo nggak ada peraturan tertulis dan nggak ada kwitansi mencurigakan deh… ya ampun.. udah punya sktm msh aja ya diperlakukan begitu…

    btw, semoga bapa sehat selalu yah mbak… alhamdulillah operasinya lancar… semoga ke depannya semua prosesnya lancar juga, amiin…
    Lyliana Thia recently posted… » Versatile Blog

  16. Yang terpenting saat ini operasi bapak berjalan lancar dan segera lekas sembuh, ..

    Hmmm.. di negeri ini mana ada yang namanya gratisan, walau ada aturan yang memungkinkan itu terjadi..
    masipoeng recently posted… » Menikmati Sejuknya Air Terjun Sri Gethuk

  17. Jadi inget Bapakku di rumah, beliau juga begitu. Apa-apa diurus sendiri, kadang anak-anaknya suka cemas, tapi apa mo dikata. Sekarang sedang terpisah jauh siy… :(

    Aku kagum dengan Bapa-nya Nique, sabar dan tetap hati. Mudah-mudahan segera sembuh ya… :)
    Chita recently posted… » My Money, Your Money, or Our Money?

    • hehehe iya mba, orang tua seperti orang tua kita, emang ga banyak, tapi justru malah bikin anaknya gregetan ya

  18. kelakuan itu orang ! .. aku kalau lihat orang model begini pasti sudah meledak dah … bayangkan berapa orang yg sudah bayar 500 .000 rupiah itu seharinya ? ya orang mau tak mau juga hrs bayar, bener ngak sih ? *gemes aku* orang spt ini kok nggak takut karma ya ?

    semoga cepat pulih dan sehat kembali ya bapa nya
    Ely Meyer recently posted… » Knossos

    • mungkin ga dapet pelajaran ttg karma mba
      atau ga percaya sama karma? :D

      makasi mba Ely doanya

  19. apa ga mikir uangnya yg dibawa ke rumah itu ga halal yah>???
    necky recently posted… » Flash Back

    • lupa x mas :D

    • hehehe bukan di situ aja kok om, di rscm jugalah.
      cuma ada yg caranya halus, ada yg kasar, ada yg sedeng :D

  20. Alhamdulillah, kalau operasinya lancar. turut mendoakan semoga proses penyembuhannya bisa secepatnya.

    birokrasi kita, tetep saja masih ada oknum2 seperti itu.
    Ga dimana2 bu, di tempat saya juga masih banyak yg seperti itu. :(
    Mabruri recently posted… » Si Bolang Sirampog

    • iya selama masih di Indonesia ya pasti ada ya Brur

  21. Alhamdulillah operasi bapak berjalan lancar…..smoga proses penyembuhannya cepat…..

    wahh jd udah bekal surat sktm tetep dimintain uang juga……ampun dech…gimana yg ngga punya uang sama sekali yachh……
    nia/mama ina recently posted… » Papaku Sayang

    • ho oh …. klo yg ga punya uang ya ngutang, klo ga ada yg bisa diutangi lari ke rentenir …. heheh ujung2nya ya dikejer2 rentenir deh pas sehat.

  22. Semoga operasinya berjalan lancar Niq dan kembali normal penglihatannya seperti sediakala. Soal uang tanpa kwitansi itu direlakan dan ikhlaskan aja, mana tau itu akan jadi rahmad buat penyembuhan, aamiin.
    Alris recently posted… » Kopi Ternikmat di Dunia

    • gitu ya Bang hmm …

  23. kagum dengan segala ketekunan bapak dalam mengusahakan kesehatan dirinya. semoga bapak selalu diberi kesehatan dan kekuatan.. amin.

    • ya begitulah bapaku, keras sekali pendirian dan kemauannya :)
      terima kasih doanya ya

  24. waduh…
    berarti duit gope nya ditilep gituh?
    ckckck…masih ada ajah oknum yang kayak gitu yah…

    Mudah mudahan bapak cepet pulih dan sehat kembali ya Nique :)
    Bibi Titi Teliti recently posted… » Life Happens…

    • masih ada dong Bi, emang pernah dengar udah raib dari muka bumi pertiwi? Hehehe

      iya, makasi doanya Bi

    • erry ..punya ide utk membasmi??? suruh nonton drama korea aja yah? atau ini bisa jadi bahan comic lucu khan?
      necky recently posted… » Flash Back

    • ho oh nek ra wani malah dikongkon mulih yo mba

      wesss…. parah!

      aamiin, terima kasih doanya mba

  25. Saleum,
    Dimana – mana praktek “pungli” seperti itu terjadi. Pengalaman saya dulu pernah di RS ternama di Aceh, ketika terjadi “transaksi liar” antara salah satu petugas di lab dgn salah satu familyku yg harus operasi tersebut kebetulan saya tiba tepat waktu. Saya kasih “cap lima” padanya biar kapok, lalu saya laporkan pada security.
    Sangat miris jika hal tersebut tidak diketahui oleh pengelola RS. Pasien sudah susah malah dibikin susah.
    dmilano recently posted… » Indah Pada Waktunya

    • iya, sudah susah makin dibuat susah :D Indonesia emang top dah!

  26. Wah cape juga ya ngantri sampe 3 jam,lebih parah lg ketika di panggil gak denger,jd ya sampe loket nya tutup msh ngantri he..he…he…

    Udah ada SKTM kok harus bayar 500 ribu? Tanpa kwitansi lagi.Opo gak di apusi to..,?

    Mugo2 bapa’e pean cepet sehat.Amin

    • yo diapusi, tapi bisa apa? :D

  27. Alhamdulillah operasinya lancar ya Kak, salut deh sm Bapak yg msh keukeuh ngurus ini itu sendiri. Semoga sehat selalu..
    Orin recently posted… » I’ll be back :)

    • ho oh … padahal anak2nya kan malu tuh bapanya keluyuran sendirian hiks… iya Rin, makasi doanya

    • begitu ya?
      tapi klo sedekah itu kan dasarnya kudu ikhlas bukan? :)

    • kl nique ada di posisi bapaknya ikhlas ga??
      necky recently posted… » Flash Back

    • nanti coba saya tanyaken ya mas :D

    • iya kalek, ga tau juga, ga ditanyain ama bapa hehehe

  28. Memang susah Indonesia ini. Segalanya hanya bisa diselesaikan dengan uang. Itu sebabnya mau gak mau kita pun harus mikirin materi, apa2 serba perhitungan…
    @zizydmk recently posted… » Warung Anak Sehat

    • Yaaaa emang gitu, cuma kita berusahalah agar tak ikut begitu.

  29. wah keren bapaknya nih tante :D
    omong-omong percakapan antara bapak dan petugas itu lucu, keknya jawaban bapak bikin si petugas mengkel :D
    buat beasiswa juga banyak yg musti pake sktm
    Tiara Putri recently posted… » Chibi Chara & Chibi Song

    • ho oh … bapa juga sengaja ding xixixi …. biar petugasnya mangkel
      belaga bodo aja,
      klo belaga pintar udah ngerti mereka ngadepinnya hehehe

  30. Oalaahhh..
    Kapan yo negeri kaya nan tercinta kita ini bebas dari masalah beginian:(

    Itu duitnya kira2 masuk mana ya??
    Kalo masuk ke perut petugas itu, waduh kira2 jadi cacing yg bakal ngerogotin hidupnya kali ya..
    Atau ngalir ke darah anaknya. MasyaAllah..

    Btw alhamdulillah operasinya lancar. Muga kalo lanjut prostatnya, sama2 lancar ;)
    Salut buat bapa :)

    • kira2 kemana hayooo …………..?!

  31. Jadi ingat pengalaman ngurusi administrasinya Ibu’ dulu, pas di RSUD Jember. Ya gitu deh, keseluruhan cerita bila dirangkum hanya menjadi dua kata, wani piro. Sedih, tentu saja. Sedikit kata2 yang salah tapi menghibur, “mau bagaimana lagi?”

    Waktu 2010 kemarin denger berita pendapatan terbesar kota kecil saya (yang nyata2 adalah daerah agraris) didapat dari RS Daerah, saya nggak kaget..

    Hehe.. kita berdoa saja Mbak, semoga birokrasi di negeri ini nantinya akan jauh dari oknuk2 yang seperti itu.

    Salam Lestari Senior, haha..
    masbro recently posted… » Jika Yang Kau Cintai Adalah Seorang Pencinta Alam

    • ya ya … sepertinya memang berdoalah bagian terringan yang bisa kita lakukan saat ini masbro :)

  32. wah, bapaknya mantab dan tak kenal mundur, gimana anaknya ya, #bayangin

    semoga segala urusan bapaknya mendapat kemudahan ya mba, amin :)
    stupid monkey recently posted… » Frekuensi Kesayangan

    • jangan suka mbayangin Mon, ntar kecele

      alhamdulillah lancar :)

    • iyo .. alhamdulillah yo :P

    • iya Man, di persahabatan.
      di situ juga ga boleh masuklah klo lagi tindakan mah
      itu yang saya omongin yang pas di nego itu Man :D

      operasinya udah lancar kok Man,alhamdulillah :)

  33. hah? kok gitu sih petugas RS nya?? kurang ajar banget!!!

    btw ini operasinya jadinya di persahabatan kan ya bukan di JEC? soalnya kalo di JEC, walaupun keluarganya gak boleh ikut masuk, tapi ada tv yang bisa ngeliat ke dalem ruang operasi. jadi kita tetep bisa ngeliat apa yang terjadi selama operasi berlangsung.
    arman recently posted… » Bulan Januari Ini…

    • lain kali kita bekalin sama hidden camera yukk….
      necky recently posted… » Makan Cepat Saji

    • xixixi …. nggolek perkoro :D

  34. Miris ya… saya kadang heran, orang yang tamak seperti itu apa ya tetap mengaku orang saleh dan berani berdoa padahal di belakang secara terang-terangan ia menyedot uang dari sesamanya? Uang yang tak seharusnya dikeluarkan untuknya?
    DV recently posted… » Ke-sejenak-an Tuhan

    • entahlah Mas Don, saya juga bingung
      tapi inilah wajah Indonesia sekarang :)
      eh udah lama kayaknya ya wajah Indonesia seperti ini?!

    • baca tulisanna nique….ga heran sekarang ini orang makin beringas. Wong nyata2nya orang kesusahan aja dipersulit….bahkan dipalak….jangan heran yah kalau anak2 sekolah sekarang makin gila bully-nya karena (mungkin) belajar dari orang tuanya sendiri
      necky recently posted… » Makan Cepat Saji

    • eh? jadi terpikir saya.
      ada benang merahnya ya mas
      klo anak dikasi makan dari cara yang mendzalimi orang
      maka … hmm …

  35. hebat!
    bapakku juga sudah operasi katarak, dan memang harus hati-hati karena pernah di by-pass jantung dan masih minum obat jantung. Selama seminggu setelah operasi malah penglihatannya tidak nyaman :( Ngga tau deh sekarang. Makanya kami ngga suka kalau dia masih nyetir di jkt :(
    Semoga operasinya berhasil ya… doa dari jauh
    Ikkyu_san recently posted… » Cinta Sejati

    • terima kasih doanya mba :)

  36. kagum dengan segala ketekunan bapak dalam mengusahakan kesehatan dirinya. semoga bapak selalu diberi kesehatan dan kekuatan.. amin.

    *etapi itu bapak dimintain lg 500ribu ya.. barutau klo begitu.
    LJ recently posted… » setentang Hening

    • makasi Mak, cuma itulah yang paling kami harapkan sekarang ini

      iya, kudu dibayarlah klo mau dioperasi :D

Trackbacks/Pingbacks

  1. DIAGNOSA | nicampereniqué.me - [...] yang saya ceritakan di sini, operasi KATARAK sukses dijalani di RS. Persahabatan, sayangnya mata kiri  Bapa belum normal. Tapi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 33 other subscribers

Recent Posts

No thumbnail available

Kampung Koruptor

April 10th, 2014

Di Medan sana, ada sebuah kampung namanya SUNGGAL. Sahibul hikayat, ini cerita dari bapa saya bahwa ...

No thumbnail available

Takut Tekor

March 26th, 2014

Setelah seminggu ini tenang-tenang memantau pegawai yang baru dikirim dari kampung, tiba-tiba tadi m...

Tips Bagi Penjual On-Line

Tips Bagi Penjual On-Line

March 19th, 2014

Keponakanku Attar akan 40 hari tanggal 21 Maret nanti. Biasa deh, ada acara 40 hari, gunting rambut ...

Daftar Donatur Untuk Pelatihan Kreasi Flannel @Sinabung, Tanah Karo

Daftar Donatur Untuk Pelatihan Kreasi Flannel @Sinabung, Tanah Karo

March 4th, 2014

Melanjutkan tulisan tentang rencana memberikan pelatihan padat karya pada saudara-saudara kita yang ...

Akhir Pekan Bersama Egi dan Adek Attar

Akhir Pekan Bersama Egi dan Adek Attar

March 3rd, 2014

Sudah lama ya tidak ada cerita tentang permen cantikku. Padahal ada aja sih ulahnya yang bikin haru ...

Categories

%d bloggers like this: