Tulisan Pak Mars tentang BEDA UMUR dengan istri satu-satunya yang dinikahinya sampai hari ini, membuat saya ingin menuliskan tentang kenyataan bahwa telah terjadi salah kaprah yang parah di masyarakat kita tentang beda umur yang ideal bagi pasangan yang akan menikah. Saya katakan salah kaprah karena seringnya pasangan yang beda usia banyak disikapi seolah-olah melakukan dosa besar yang pantas dihujat, dihina dan dipermalukan sesuka hati.
Kisah tentang Pak Mars yang menyunting murid kesayangannya, membuat saya teringat pada kisah guru SD saya dulu, yang perbedaan usianya sampai belasan tahun, yang mana guru pria ini jauh lebih muda dari yang perempuan. Yang perempuan adalah guru merangkap kepala sekolah merangkap pemilik sekolah merangkap penilik sekolah
Perempuan super deh pokoknya, yang kalau masih ingat tulisan saya yang ini, kami memanggilnya Ibu Kacamata.
Dulu, sering saya dengar bisik-bisik para ibu yang mengantar anaknya sekolah, dan bisik-bisik itu tetap sama bunyinya ketika saya sudah duduk di bangku SMP. Awet ya? Hehehe …
“Bodoh kali lah pak guru itu ya, kok maulah dia sama Ibuk itu, padahal ‘kan dia itu ganteng, pasti dia ngincar duit ibu ajalah.”
“ah paling juga bentar lagi mereka cere, mana bisa awet klo kek gitu tuanya perempuannya.”
“ibuk itu pun ga tau dirilah, kayak ga ada lagi aja laki-laki lain yang bisa dijadikan suami, kok kawin dia sama pak guru yang masih muda kek gitu.”
Dan masih banyak bisik-bisik yang sebetulnya tak pantas didengar anak kecil seperti saya waktu itu. Sempat pula saya berpikir, iya ya, Pak Guru itu ganteng, tinggi pula, pinternya ga usah ditanya, tapi kok dia mau ya sama ibuk kacamata? Bisik-bisik yang saya dengan sukses membuat saya berpikir dan memperhatikan pasangan tidak biasa itu. Tanpa sengaja saya jadi seperti menunggu akhir dari pernikahan mereka. Sampai saya mudik tahun 2009 kemarin, saya dengan sengaja mendatangi sekolah saya tersebut dan saya menemukan Pak Guru sedang berbenah seorang diri. Saya melihat sendiri, betapa dia tetap setia sampai akhir, sampai ibu kacamata berpulang ya tetaplah itu istrinya. Sayangnya saya lupa menanyakan apakah dia sudah menikah lagi atau belum, setidaknya dia – mereka sudah mementahkan bisik-bisik para ibu dan orang yang ada di sekitar mereka. Semua bungkam dengan sendirinya. Saya salut sangat terhadap mereka, yang hubungannya tak goyah cuma karena bisik-bisik tetangga. Tetap setia sampai akhir hayat dikandung badan. Tetap bersama walau tak hadir seorang anakpun di antara mereka. Bahkan, dengan rendah hati mereka mengadopsi sepasang anak, yang tetap diasuh dengan kasih sayang oleh Pak Guru walau Ibu KacaMata telah berpulang.
Mungkin mereka adalah segelintir (atau kebanyakan?) pasangan yang beda umur tapi berhasil menjalani kehidupan rumah tangga samara, dan saya rasa, saya harus ingat baik-baik, bahwa tak perlulah menghakimi orang lain dalam hal apapun, karena pada kenyataannya masing-masinglah yang lebih tahu tentang apa yang sedang dan akan mereka jalani. Bukan begitu?
maslahnya bukan di beda umur nique, orang indonesia itu senangnya menjadi hakim dan langsung memutuskan sesuatu yang mereka sendiri ga mengerti ujung pangkalnya ….yang penting asal bunyi aja tuh mulut. So….gw mah ga ambil urusan kalau ada orang yg bikin omongan ini itu sama gw. Yang pasti sebisa mungkin tidak merugikan orang lain dan enjoy dengan kondisi yang ada….
Necky recently posted… » Makan Cepat Saji
setuju mas, tidak merugikan orang lain dan menikmati kondisi yang ada, mau dong jadi tetangganya hehehe
klo ini udah urusan jodoh mbak.. mana pula bisa manusia menentang kan yak
niee recently posted… » Cerita Perjalanan [Bagian Pertama]
betul, manusia cuma bisa sebatas berencana semata.
Bahasa kasarnya gini aja: yang jalanin gw, napa lo rese.
Saya beda umur malah 11 tahun. Enjoy aja lageee…
hehehe … banyakan siapa bang, istri ato abang?
Tentang beda umur pasangan ya…
Kalau saya dan suami…
Eh aku sih belum punya suami ding.
Una recently posted… » Blogger yang Cool dan Smart?
saya doakan agar dapat suami yang ideal ya Na
ideal menurut Tuhan dan Una juga
Beda usia boleh tapi jangan terlalu jauuuuuuuuuuuuh karena bisa menimbulkan hal2 yang tak diinginkan.
Jangan sampai si isteri masih suka joging sang suami badannya full koyok, full minyak kayu putih dan ngantukan, atau sebaliknya.
Salam hangat dari Surabaya
Pakde Cholik recently posted… » Kontes Unggulan : Membangun Blog Foto Anak-Anak
Kalau dapatnya yang begitu, gimana dong Pakde
Mbak, kalo beda umurnya masih sepuluh tahun, cowok lebih tua, saya masih maklum. Tapi tidak bagi kasus yang dulu sempat heboh seperti Syeh Pudji dan anak didiknya. Masa’ umur 40-an nikah sama anak umur belasa tahun? Kalau tak bisa dibilang nggak normal, cukuplah bagi saya itu aneh.
Kalo soal wanita yang lebih tua belasan tahun…. hmmm… lebih cocok jadi ibu atau jadi istri? Kalo dari segi umur lebih cocok jadi ibu, ya mending janganlah… cari aja yang lain, ‘kan masih banyak yang sepantaran…
Asop recently posted… » Headphone Saya Kembali Sehat!
klo udah nyari ga nemu juga Sop, mendingan ga kawin ato gimana baiknya Sop?
umur ga masalah buatku
yang penting rasanya eh kasih sayangnya ding
hehe piss..
rawins recently posted… » Di Radio
setuju!
Huuuaaaaa…komennya banyak amat, jadi seneng nih…tengkyu buat silaturahminya niQue, bisikin saya ya kalo udah ada posting baru…
bintangtimur recently posted… » Sandro Tobing
hehehe iya mba, lagi usahain teratur, postingan baru tayang setelah subuh, coba deh ntar pagi, pasti udah ada.
Saya gak heran kok mbak Ni dengan sebuah pernikahan beda umur. Apalagi majikan saya tuh beda jauh banget umure. Bisa dibilang si majikan cewek idealnya jadi ibu buat majkan mesir saya
yo wis carikan saya aja anak sekolahan disana buat saya lamar wkwkwk.. sebagai sample postingan ini
lozz akbar recently posted… » Semua Itu Karena Gara-gara
wegah, golekno dhewe
Lagi semangat komen nih…ternyata disini masih tentang Beda Umur…pulang lagi ah…

Hehe, thanks komen yang ngetek itu ya!
bintangtimur recently posted… » Sandro Tobing
iya mba mumpung lagi membara semangatnya, borongan komen deh
Dalam dunia kesehatan memang cenderung ada perbedaan masa pendewasaan antara laki2 dan perempuan, perempuan yang kecendrungan lebih dulu dewasa ketimbang laki2, perempuan juga lebih awal menopause ketimbang laki2…….jadi masuk akal bila sebaiknya perempuan memilih pasangan yg setidaknya berbeda usia 5 tahun diatsnya untuk menyeimbangkan
jadi tetap ya idealnya harus pasangan prianya yang lebih tua
Biasanya membicarakan kelakuan orang itu namanya ngegosip, biasanya kalau gosip yang dibicarain adalah keburukan seseorang, terus timbul deh keputusan yang dirasa menghakimi, jadi lebih enak mah kurangi gosip kali ya, jadi gak ada tuh penilaian negatif dan penghakiman, betul apa betul ^_^
stupid monkey recently posted… » Pengalaman Sang Blogger
hiks ga bisa masuk blog mu niy gara2 si esset
hehehe … kasiah yah si mba gak bisa ketempatku, padahal lagi seru lho mba di tempatku, ada pesta kecil2 an, hehe ^_^
stupid monkey recently posted… » Pengalaman Sang Blogger
ga usahbilang2 klo ada pesta, dah tau aku ga bisa ke sana dengan leluasa kan
itulah masyarakat Indonesia
sukanya rasan rasan aja
johnterro recently posted… » Template Gombal
ho oh …. dah mendarah daging ya
hihihi.begitulah manusia..apalagi di Indonesia…dan di negara Asia lainnya, pokoknya adat timur deh. kalo perempuan lebih tua banyak dari prianya pasti jadi omongan dan bikin heboh semua orang. Makanya, salah seorang adik saya lebih suka stay di UK karena dia sebel sama mulut2 orang Asia yg suka ngomongin orang lain. Apalagi cowoknya lebih muda 11 tahun. Tapi bagi bule mah gak masalah mau cowoknya lebih tua juga. Yg penting cinta. Ups, kok jadi curhat ya. hehehe
fanny recently posted… » SELAMAT IMLEK
yep, klo kata saya mah, klo udah jodohnya, mo lari kemana lagi … hehehe
Setuju banget Ni..
Ya begitulah orang-orang kita,ada aja yang di omongin..
Kalo aku sih cuek aja,mau beda umur sekian,lebih muda,lebih tua,sepantar,yang penting kan mereka yang menjalani..
Nchie recently posted… » Jagung Bakar Kado Ultahku
yang penting ga minta makan sama yang ngomongin ya mba
tak perlulah menghakimi orang lain dalam hal apapun …
Saya setuju banget Nik …
Kecenderungan kita … jika ada hal yang tidak pas … selalu saja mengambil kesimpulan sendiri … bahkan cenderung menghakimi …
dan ini terjadi bukan hanya pada fenomena menikah berbeda usia jauh … tetapi juga pada hal-hal yang lain …
Salam saya Nike
tepat sekali om, soal menghakimi ini tak perlulah dalam semua hal, apalagi kalau kita tidak tau persis duduk permasalahannya ya
Kenapa ya,seringnya yg kelihatan dulu tuh sisi negatifnya ketimbang sisi positif..
sudah bawaaan orok kayaknya begitu mba
ealahh..aku dari tadi baca itu blm sadar kalo ini blognya bu Ni, tak kirain punya bli budi arnaye, karna tadi buka linknya, hehe..
pantesan aja dialognya lain logat.. haha
ini memang tak biasa, tentang kita sudah ada catatannya disisi Allah. hidup dan mati, jodoh dan rejeki.. Ah.. betapa manusia ini sangat kecil di muka bumi

Ari Tunsa recently posted… » Aku dan Secangkir Kopi
lain logat? hiihhiih emang sana pake logat bali tah tulisannya?
namanya juga jodoh ya mbak. kita khan ga bisa milih jodoh, cuma bisa ikhtiar
yang penting saling menghargai dan menghormati..
Nia Angga recently posted… » Tiga Kata Ajaib
betoool … !
saling menghargai dan menghormati
sebagian dari sifat manusia ya seperti itulah. selalu ada saja sisi negatif yang menjadi pembicaraannya.
Yang penting kita2 semoga saja dijauhkan dari sifat2 seperti itu.
Mabruri recently posted… » Melihat, Mendengar, Merasakan
aamiin
nah, gunjing gunjin nyiyir sinisme ini persih apa yang kemarin petang langsung saya tulis di blog selesai melihat lagu Mahadewa Restoe Boemi 2
hehehe
jarwadi recently posted… » Ahmad Dhani: Restoe Boemi 2
biasanya kalimat nyinyir baunya anyir ya mas
beda umur sebenarnya gak terlalu aneh, tapi kalau si perempuan lebih tua memang mengundang tanya dan gunjing. salut kepada si bapak guru ganteng itu
indobrad recently posted… » Menyoal Listrik Prabayar (2)
mengundang tanya dan gunjing, karena faktor kelaziman, begitukah om?
Betul niQue, perbedaan usia itu sebetulnya hanya bisa dirasakan langsung oleh mereka yang menjalaninya. Kalau mereka nyaman, kita tentu tidak boleh berprasangka dan memandang negatif pernikahan mereka…orang Jawa bilang, kualat…
Hehe, niQueee…apa kabar?
Maaf baru berkunjung lagi, kemarin-kemarin saya kena penyakit syndrom kemalasan
bintangtimur recently posted… » Angklung dan Sandro Tobing
gpp mba, asal jangan malas makan aja, itu baru bahaya hehehe
kalau yg cakep sama yg cakep kasian yg ga cakep ya mbak
bukan cuma beda umur loh yg jadi kendala, menikah dgn janda atau duda kok suka diomongi orang juga ya. apa salah mereka coba
jadi mikir juga, apa ya salah mereka?
Aku tidak pernah memandang rendah pada pasangan beda umur yang jauh. Umur bukanlah penentu kelanggengan sebuah rumah tangga. Tapi memang umur dipakai sebagai salah satu cara menentukan kedewasaan seseorang. Suami lebih mudah 2 tahun saja diomongin, apalagi sampai 7 tahun lebih…. Emang dasarnya orang Indonesia kan kepo dan iri-an hehehe. Ngga pernah seneng liat orang lain bahagia/seneng.
Ikkyu_san recently posted… » Gurume
sorry typo : lebih muda bukan lebih mudah
Ikkyu_san recently posted… » Gurume
soalnya menganut paham :
situ senang saya senang,
situ susah ya situ aja (ga usah ajak2) hehehe
Setubuh.. eh Setujuhh.. Beda umur itu Anugerah, beda umur itu Tersanjung, Beda umur itu Puteri yang ketukar.. *kok jadi judul sinetron begini*
yuniarinukti recently posted… » Raja Jalanan
ketauan deh nongkrongin tivi terus neeeeeeeeeeeh
beda umur???? saya dan suami beda 14 tahun, semula menuai kontroversi, tapi semakin kedepan mereka bisa mengerti
femalebox recently posted… » Sebuah Jawaban Untuk Nurmayanti Zain
iya selama emang dua2nya udah dewasa (bukan yang satu masih umur 15 th misalnya.. hehe) ya perbedaan usia sih gak masalah ya. mertua gua juga beda usianya 10 th tuh dan mereka baik2 aja…
arman recently posted… » Cuma Mau Bilang…
hehehe masih teringat sama pernikahan dini seperti gw di tulisan ini yak
Ngomong2 kamu dengan saya beda berapa taun ya Ni?
marsudiyanto recently posted… » Ungkapkan Dengan HTML
hahahaha beda berapa ya Pak?
tapi ‘kan soal umur, buat perempuan paling sensi tuh xixixi
maunya tujuh belas taon aja selamanya hahaha
baru sembilan belas khan??
Necky recently posted… » Makan Cepat Saji
Iya Ni…
Kayaknya kita harus menyadari bahwa “umur” itu bukan milik kita.
Kita tak tau lahir kapan, dipinjami umur berapa trus berakhir kapan.
Makanya nggak pas saja kalau masalah umur termasuk perbedaannya kita analisis habis2an.
Manusia bukan barang kemasan yang punya “masa kadaluarsa”.
Artinya, mau umur berapapun, pasti punya nilai manfaat yg tak bisa diukur oleh pikiran kita.
Katakanlah orang tua yg sudah “nggak bisa apa2″ menurut ukuran kita, justru merupakan ladang “berbakti” bagi anak2nya untuk merawat, menyayangi dll.
Beda umur adalah anugrah.
====================================
marsudiyanto recently posted… » Ungkapkan Dengan HTML
Kalau nulis seperti itu saja bisa, nulis puisi pasti Ni juga jago.

Mau pakai Bahasa Sunda, Bahasa Karo atau Bahasa India juga boleh
Asal nggak Bahasa Tubuh
Apalagi Aa’nya mau mbikinkan sesuai kreasinya.
Saya tunggu puisi kamu duet ama Aa’nya
Tagih aja ke Aa’nya…
marsudiyanto recently posted… » Ungkapkan Dengan HTML
bahasa puisi kan puitis dan identik dengan romantisme
sementara saya jauh sekali dari hal-hal yang romantisme
wong rokok mangan gratis ae ra tau huhuhu
begitupun, akan kami coba yah pak, sapa tau jadi puisi bahasa Sundah campur Karo hahaha
catat pakai tinta emas, beda umur adalah ANUGRAH!
matur suwun pak