Antara Realita dan Idealisme

Kedai Buku Setia (KBSNET) adalah embrio dari sebuah cita-cita sederhana saya sebagai pengejewantahan kecintaan saya kepada buku bacaan. Hanya saja untuk  mewujudkannya tidak sesederhana memikirkannya :) Ketika saya menyewa ruko ini 2 tahun yang lalu, serta merta tervisualisasikan sebuah book corner yang nyaman di lantai bawah, yang diperuntukkan bagi anak-anak yang senang bermain game. Satu unit pesawat tivi ukuran 40″ sengaja dibeli, maksudnya  agar nanti bisa mengadakan acara nonton bareng film-film yang bisa memotivasi semangat mereka untuk belajar dan berpikir ke depan.

Dan demi membaca komentar pertamax-nya mba Imelda, kembali mengingatkan saya pada cita-cita yang terabaikan itu. Nasib buku-buku dan  TV LCD itu memang tidak merana, tapi hati saya yang merana, merasa kurang keras usaha saya untuk membangunkan mereka dari keterlenaan yang panjang oleh nina bobo game-game yang setiap bulan selalu saja ada yang baru. Mungkin juga perasaan merana ini karena ada satu sudut di hati ini yang merasa bersalah melihat anak-anak yang lebih suka menghabiskan waktu mereka di depan komputer daripada membaca buku. Jangankan buku pelajaran, wong buku cerita/komik pun tak digubris.

Untuk menambal rasa bersalah yang mendera, selagi sempat, selagi mood bagus, keluarin deh kertas copyan berisi soal-soal. Mereka sih sering protes, kenapa mesti Bahasa Inggris? Kenapa bukan Matematika? Atau pelajaran yang lain. Saya tantangin sekalian, kalau tidak mau belajar English ya sudah gantinya ya bahasa Mandarin. Kapok! :D Hadiahnya pun selalu bervariasi, sempat menghadiahi buku, tapi bukunya tidak digubris dong :( Tapi kalau hadiahnya gratis main game, wuihhh pada semangat deh. Dan baru kali ini hadiahnya nonton bareng. Antusiasme mereka menggebu-gebu lho.

Kembali soal TV, saya masih bingung, karena TV itu sudah njogrok di dinding ruang tamu saya sekarang, dan belum siap lahir batik mboyong bocah-bocah ini ke ruang tamu saya untuk menikmati film-film bermutu itu. Saya sih belum menyerah, hanya sedang mengumpulkan ide-ide bagaimana cara berbagi yang tidak terlalu merepotkan saya juga.

Berharap sih, bisa dapat rejeki lebih, terus menyewa tempat yang mudah diakses anak-anak, dan tentunya bisa menciptakan rasa nyaman buat mereka, yang rasanya pasti beda jika tempatnya dicampur dengan rumah tinggal. Bayangan itu masih bercokol kuat di benak saya, melihat sekelompok anak-anak duduk manis dengan buku di tangan, dan di lain waktu duduk manis di depan tivi menonton tayangan yang bisa memotivasi mereka menatap masa depan yang lebih cerah.

Ingin sekali bisa menapak jejak Bu Lastri, yang sosoknya telah menginspirasi saya sejak mengenalnya pertama kali di rumah singgah Himmata. Sebetulnya ada sosok lain yang juga sangat inspiratif, namanya Bu Kiswanti yang mengelola rumah baca Lebak Wangi di Parung sana, tetapi kalau bu Kiswanti sih sudah terkenal, dan sudah banyak media yang mengeksposnya, karena dia masih mau berbagi kasih sayang dengan keteguhan hatinya berbekal buku-buku di keranjang sepedanya, ngonthel keliling kampung menebar pesona  minat baca.

Saya percaya masih banyak sosok ibu-ibu super seperti mereka berdua di luar sana, saya juga mau dong jadi supermom hehehe semoga ini hanya masalah momen, sehingga satu hari nanti, saya bisa punya tempat dengan papan yang tertulis KEDAI BUKU SETIA tapi tempat itu tak bercampur dengan game-centre seperti sekarang :D Hayooo diaminkan dong ah ….

Btw, sudah masuk libur panjang ya, buat para emak-emak selamat berlibur yaaa … :)

30 thoughts on “Antara Realita dan Idealisme

  1. Menurut aku mbak kesukaan membaca itu emang pengaruh lingkungan.. seperti ortu ataupun teman..

    Kalau aku baru suka baca smp.. itupun baru baca komik, karena sering diajak temen nyelinap dr tempat les ke tempat penyewaan.. terus sma suka novel karena ketemu temen yg kolekso buku.. sampai skrg deh jadi suka beli dan baca buku..

    But.. semoga terewujud impiannya :)

  2. woww … ide yg mulia dan perlu di dukung ;)
    jadi pengen berkunjung kesitu melihat tempat niQue ‘in action :P … sekalian nyobain ‘online yg bayar langsung sesudah ‘maen .. :P

  3. Emang susah mbak kalo dikasih pilihan antara buku / game ke anak2 :D
    Pasti jatohnya ke game.
    Maklum, pengalaman pribadi :lol:
    Btw, moga aja dapat segera terlaksana di tahun depan.
    Atau, tahun ini aja sekalian.
    Saya bantu doa :D
    Zippy recently posted… » Resolusi Juara 2012

  4. bener kan apa kubilang. …. kita tuh mirip. Buktinya apa yang kupikirkan malah sudah (mau) kamu jalani. Persiapan sudah dilaksanakan, tinggal gongnya saja.
    Kubantu doa dari jauh semoga cita-citamu bisa tercapai ya.

    untuk referensi bisa baca tulisanku di http://imelda.coutrier.com/2008/05/22/cafe-di-jepang/

    Aku sering punya ide, tapi banyak yang tidak (belum) bisa direalisasikan. Makanya aku kan fans sekali dengan Rumah Dunia ;)
    Ikkyu_san recently posted… » 22-12-2011

  5. Luar biasa .. mulia sekali
    Semoga semua bisa terlaksana..
    Bahagia sekali rasanya di antara anak2 yang riang dan gembira. Dulu saya sempat bikin perpustakaan kecil eks garasi .. namun seiring perpindahan saya dan adik saya .. tidak ada lagi yang melanjutkan .. padahal lagi rame2nya. Hanya berumur kurang dari setahun.
    Semoga langkah mulia seperti mbak ni ini selalu diberi kelapangan untuk melaksanakannya mbak.
    Amiiin.
    yayats38 recently posted… » Menampilkan Foto dengan Format RAW di Komputer

  6. Nyewa tempat di sini aja Mbak, banyak anak kecilnya hehe..

    AmiiiN..

    Semoga Mbak niQue bisa senantiasa memelihara mimpi yang indah itu.. Mbak Ni pasti bisa mewujudkannya, suatu saat nanti.

    Ohya Mbak, kiriman dah nyampek, makasih yaaaa….
    masbro recently posted… » Saya Pernah Duduk Di Sana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge