Anak INDO Hanya Belajar Bahasa Ibu?

Belum ada penelitian resmi tentang kenapa anak INDO hanya belajar bahasa Ibu, tapi setidaknya saya menuliskan dari kejadian di sekitar saya dan memang begitulah yang saya tahu rata-rata. Ini tentang anak-anak yang terlahir sebagai anak INDONESIA, entah dia peranakan Karo – Jawa, Jawa – Padang, Ambon – Sunda, Menado – Papua  dan lain-lainnya itu. Tulisan ini diinspirasi oleh pertanyaan Amel di kolom komentar pada tulisan MERGA SILIMA, tentang apakah Menkominfo kita orang Karo? :D

Saya teringat pada kejadian beberapa tahun silam, waktu itu diadakan pengajian rutin setiap bulan di rumah dinas Pak Kaban, dan untuk penceramah waktu itu diundanglah Bang Sembiring ini, sekalian agar orang Karo lebih mengenal siapa dia, yang saat itu sedang menjabat sebagai Presiden PKS. Sudah diatur waktu itu agar saya yang menghubungi dan memastikan abang ini untuk bersedia memenuhi undangan, maka keluarlah ‘rayuan‘ khas beru Ginting *lebay*. Mungkin cuma orang Karo yang paham dengan gurauan kalimat terakhir ini hehehe *lirik Eda Lely dan Impal Barus*

Jadi saat itu saya belum tau samasekali tentang dia, anak siapa, peranakan atau asli. Blank. Tapi saya ‘kan pedenya over yah, dengan bahasa yang sopan dalam bahasa Karo saya membuat janji dengannya melalui telpon. Dia sih menyahuti saya dalam bahasa Indonesia, waktu itu saya cuma pikir mungkin dia sedang dikelilingi stafnya yang bukan orang Karo, jadi wajarlah kalau dia harus berbahasa Indonesia ‘kan, daripada nanti dikira sedang ngerasani orang pula, lebih repot hehehe

Sampai pada hari-H, sudah kebagian menelpon si abang ini, kebagian juga saya mendampinginya selama acara berlangsung. Dan, ketika ceramah dimula, barulah saya tahu dia tidak fasih cakap Karo. Cengkoknya pun Padang banget! Mulai saya dengar kasak kusuk dari kiri dan kanan.

La meriah pe, la beluh ia cakap Karo dah.” (ga rame pun, ga bisa dia cakap Karo tuh.)

Sebetulnya dia berusaha keras mencoba untuk berbicara dalam bahasa Karo, hanya saja memang punya keterbatasan, sehingga dengan terpaksa mengakulah di depan hadirin kalau tidak pandai cakap Karo. Bahkan sempat dia menelpon bapaknya demi menanyakan sesuatu demi menjawab pertanyaan hadirin, maka riuh rendahlah suara semua yang hadir.

Entah dia masih ingat entah tidak, tapi saya sempat bilang : “gitulah ya bang, mentang-mentang bapak kita yang orang Karo, kam (kamu) ngga ngerasa perlu belajar cakap Karo, padahal  ketara kali kam fasih cakap Padang. gpp lah … mo kek mana lagi bikin ‘kan, tapi sikit-sikit belajarlah bang, biar sor (senang) juga kita ngobrol sama kam.” Reaksinya? Mesem!

Well, saya kira sih wajar juga dia dan peranakan Indo lainnya lebih fasih bahasa Ibunya, karena kesehariannya dihabiskan banyak bersamam Ibu ketimbang dengan bapak. Sementara para ibu pun pastinya lebih sering menggunakan bahasanya sendiri, ketimbang bahasa asal suaminya.

Contohnya saya saja deh, sekarang pun, pada keponakan yang ibunya bukan orang Karo, saya biasakan berbahasa Karo, bapaknya pun begitu, tetapi apakah anaknya bisa berbahasa Karo? TIDAK! Bahkan lebih sering ‘ngece’ kalau bicara dengannya pakai bahasa Karo. Berbeda dengan keponakan yang ibu-bapaknya orang Karo, pelan-pelan mencoba mengucapkan bahasa Karo.

Satu hari nanti, ketika kami benar-benar punya anak yang tentunya masuk kategori INDO, pastinya akan lebih fasih berbahasa Karo ketimbang bahasa Sunda. Selain saya ibunya, saya juga cerewet sekali :D Sedangkan bapaknya? Cuma terdengar suaranya kalau kita kangen saja hahaha … jadi wajar dong jika anak kami nanti pandai cakap Karo tapi teu ngarti cakap Sunda?

Sedikit beda jika anak-anak yang terlahir sebagai peranakan BULE, entah ibu atau bapaknya yang bule, sedapat mungkin anak itu sih diajarkan bahasa bulenya. Bahkan sampai ada ‘kan anak yang lebih fasih bahasa bulenya ketimbang bahasa Indonesia. Hehehe …

Dan ketika mencari gambar yang pas untuk postingan ini, saya justru menemukan adanya INTERNATIONAL MOATHER LANGUAGE DAY, baru tahu ada lho? :D Nah, kok tidak ada Father Language Day ya? :D

Bagaimana menurut pendapat sohiblogger tentang kecenderungan ini? Hayooo yang berasa anak Indo, mana suaramu? :D

44 thoughts on “Anak INDO Hanya Belajar Bahasa Ibu?

  1. eh, eh.. gara-gara komentar saya?? ih, jadi malu *tersipu*
    hem,, kalau menurut teori ini, berarti nanti anak saya lebih fasih bahasa madura.. eh, tapi saya sendiri ga terlalu fasih sih, sekedar mengerti.. soalnya waktu kecil dulu terbiasa pake bahasa Indonesia

  2. Haduh mbak.. aku bugis banjar.. tapi gak ada bahasa yg aku ngerti selain bahasa indonesia.. bahasa melayu pontianakpun aku kurang fasih ~_~

  3. Eda Nik, kami pasangan suku jawa, anak2 hampir tidak bisa berbahasa jawa, ya sudah kami berkomunikasi dengan gaya gado-gado. Mejuah-juah Eda

  4. beberapa waktu yang lalu, di Surabaya diselenggarakan KONGRES BAHASA JAWA INTERNASIONAL.

    dan yang bikin miris, banyak sekali profesor bahasa Jawa adalah orang ASING!!!!!!
    entah itu belanda, Australia, Suriname, atau Inggris…

    aku pikir, jangan jangan kalo anak anak indonesia lebih suka belajar bahasa inggris, ntar bahasa indonesianya gimana kabarnya gitu….
    padahal sedang banyak dibahas tuh, wacana menjadikan bahasa INDONESIA sebagai bahasa resmi ASEAN. (sementara ini malaysia yang paling keberatan).

    eh eh, kok komenku kepanjangan yaaa…
    ngalor ngidul

    sorryyyy
    Elsa recently posted… » Madumongso

  5. saya bukan anak Indo tapi mo share dikit. ortu saya ngerti bahasa Mandarin sedikit, tapi saya…kacau beliau deh. kaga ngarti. wo pu ce tau. mata saya boleh sipit, tapi lebih fasih bahasa Indonesia, apalagi bahasa puitis. hahaha….karena dari kecil gak pernah diajarin. hiks…
    fanny recently posted… » WE ARE DEPENDENT ON HIM

  6. Wah, Ibu saya memang orang Minang tapi karena sehari-hari memakai bahasa Betawi dan tinggal di lingkungan betawi walhasil bahasa yang dipakai adalah bahasa betawi hehehe.

    Bahasa minang (ibu) dan sunda (ayah) malah nyaris nggak pernah digunakan #nyengir
    Iman recently posted… » Pekerjaanmu Passionmu?

  7. Si abang itu pantaslah cengkoknya Padang banget, ibunya orang Bukittinggi, masa kecil dan sekolah dasarnya disana. Jadi kayaknya udah mendarah daging cengkok dan langgam bahasanya.
    Menurut saya anak akan lebih cepat menguasai bahasa yang diterapkan orang tuanya dalam berkomunikasi di rumah tangga. Walau ibu bapaknya orang Eskimo tapi kalau bahasa pengantar di rumah pake bahasa Betawi, ya, jelas yang diserap bocah-bocah bahasa Betawi.
    Al recently posted… » Malas

  8. Saya jadi merasa sangat bersalah… :( Bapak orang Jawa, ibu orang Sunda, nggak satupun bahasa daerah yang saya kuasai. Lebih banyak pasif, aktifnya nggak beres… :( Malah – jujur, sejujur-jujurnya – saya bisa dibilang lebih aktif bahasa Jerman sama Rusia dibandingkan dua bahasa tersebut, padahal di sana waktu itu cuma sebentar banget. Sementara saya di Cilacap dua belas tahun, di Magelang empat tahun, di Bogor sampai sekarang. #sedih

    Pengen belajar bahasa daerah, tapi nyari waktu luang plus tempatnya sekarang udah susah. Agenda kampus padat banget sih :(
    Alkadri recently posted… » Berlari – Sebuah Kisah

  9. saya ingat waktu kecil dan masih tinggal di kampung ( bukan Makassar ) saya selalu kena marah kalau bicara dalam bahasa Makassar.
    mungkin orang tua saya kuatir saya hanya bisa bahasa Makassar tanpa lancar berbahasa Indonesia seperti kebanyakan teman-teman saya di kampung.
    untunglah saya kemudian bisa dua-duanya, lancar pulak..:D

    saya termasuk suka belajar bahasa. sekarang ini sudah bisa berbahasa Jawa dan Inggris.

    saya juga bisa berbahasa Urdu dan Farsi, sedikit Rusia dan sedikit Mongolia..
    tapi..masih dalam tahap pengen..:P

  10. hari bahasa ayah? hmm…
    entahlah, wkwkwkk

    akhir2 ini di kota saya dan di daerah lain saya amati Bahasa Jawa udah jarang dipake anak2, lebih suka “mamah papah” dan Bahasa Indonesia, pelajaran Bahasa Jawa pun masuk ke kategori pelajaran sulit, aduh prihatin banget saya :(
    Ladida Cafe recently posted… » Tampilan Simpel Blogspot Favorit

  11. Mmm..
    Anak saya kok tidak bisa bahasa Padang ya …hehehe
    Mereka juga tidak bisa berbahasa jawa. Bahasa ayahnya.

    Kita memang memakai bahasa Indonesia sehari-hari dirumah.

    Salam saya Nike

  12. bru ginting merambit… hihihi.. aku pe bakal calon indo ku padang ka kap e kak.. mmm.. tapi merga bang sembiring me tetap pakena.. jadi yah cukuplah itu, sebab bila beliau dibesarkan di lingkungan yang sehari-hari menggunakan bahasa minang tentu bahasa itulah yang paling sering dia gunakan… malah ada yang lebih sulit lagi beberapa indo karo enggan menempelkan marga di belakang nama mereka…

    mejuah-juah yah kakangku si merambit…hehehe… gelarndu bas comment blogku kok dah singkat2 aja?? kupikir bukan kam yang komment kak..

    • eee tersungkun2 ka kari temanta kerina, kai si merambit ei na ka :D

      kalak kai pe lo dalih yah, gelah diberu :D nce gelah keleng ka ateina nande bapa ras keluarganta, ola kari sembelahen matana.

      hmm, saya tidak mencantumkan nama marga setelah nama saya lho, tapi bukan salah saya, entah kenapa bapa tidak mencantumkannya padahal di 3 anak laki2nya lengkap tuh :D

  13. dalam hal deMiyashita, sepertinya beda deh. Riku dan Kai lebih fasih bahasa Jepang daripada bahasa Indonesia, padahal ibunya orang Indonesia :D

    Aku memang tidak bersuku, tapi aku setuju untuk melestarikan bahasa daerah. Sayang bahasa daerah yang mau kupelajari tidak ada gurunya sih :D Jadi cuma bisa belajar separuh-separuh.
    Ikkyu_san recently posted… » Taxi

    • berarti lingkungan tempat tinggal juga berpengaruh ya mba, seperti om trainer itu juga, anak2nya cuma diajari bahasa Indonesia karena memang tinggal di Jakarta dan orang tua pun tidak menggunakan bahasa daerah dirumah.

  14. Aku belajar banyak bahasa,, bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Inggris, bahasa tubuh, bahasa kalbu, bahasa hewan, bahasa tumbuhan, dan bahasa-bahasa yang lain,, hehehe…

    mengetahui ragam bahasa, menjadikan pengetahuan makin kaya kan?? :)

    salam bahasa say…

    • hmm sya berapa ya …
      bahasa jawa
      menado
      sunda
      karo
      bahasa tubuh
      bahasa inggris
      bahasa cino

      xixixi … terus aja dah ga kelar2 :D

  15. kayaknya gak juga sih mba..hehehe
    tapi mungkin kebanyakan begitu sih yah…
    kalo kasus saya, saya juga bingung mau ngomong pake bahasa apa, ibu saya jawa tapi gak pernah ngomong jawa, bapak saya betawi tapi ngomong logat betawinya jarang…
    sekolah dari SD sampe SMP diajarin Bahasa Sunda di sekolah… jadi deh, saya anak Indonesia..hehehe, ngomong pake bahasa indonesia
    muamdisini recently posted… » [Kontes] Ayo Ngeblog: Saya NgeBLOG, Kamu…??!!

  16. hahaha, sama kayak dhe juga mbak Niq.. abah sama ibu dhe, asli darah Jawa.. tapi berhubung dhe tinggal di daerah yang bukan kumpulan orang Jawa, maka bahasa Jawa pun dhe hanya paham sedikit, itu pula pasif.. jadi kalo pas ada acara kumpul keluarga besar itu, pastilah selalu jadi bahan ejekan.. orang jawa tapi nggak jawani.. :D
    dhenok habibie recently posted… » Seuntai Do’a Untuk Abah

  17. aku terlahir dari bapak ibu jawa, tapi malah lancar bhs sunda daripada jawa, padahal bpk ibu setiap hari ngobrolnya bhs jawa.

    Anakku terlahir dari ibu (katanya) jawa & bapak murni sunda, bhs sehari2nya indonesia, tapi sama temen2nya kadang bhs sunda. Bhs jawa juga ngerti sih, tapi dikiiittt .. hehe
    dey recently posted… » Fauzan (lagi)

  18. Hmm..benar juga sih Kak, dalm kelurga saya ada 2 suku, yaitu Ibu dari Jawa dan Ayah dari Madura, dan saya dominan pada bahasa Jawa, soalnya Ibu sering ber kidung dulu waktu saya kecil hehehe…

  19. hahahaha….jadi pingin malu ,Nik :oops:

    dirumah dua2nya anak bunda bisa bahasa minang, sementara bunda sendiri masih terpatah2, krn dulu kan ibu dan ayah lama di Medan, jadi aja mereka gak pernah ngomong pake bahasa Minang, tapi bahasa indonesia logat Medan gituh…. :P
    salam
    bunda lily recently posted… » New Gravatar, dari Pak Tuo

        • iya sih, klo anak2 kan gampang belajar ya Bun :D

          tp ada juga sih iparku, yg sedari kecil ga pernah belajar bahasa Karo, padahal ibu bapanya bahasa Karo di rumah, tapi begitu menikah dan bersuamikan orang Karo, eh lama2 luwes juga bahasa Karo nya hehehe …

  20. sekarang malah gua liat kecenderungannya, anak2 banyak yang berbahasa inggris, dan gak bisa bahasa indo! kaco banget gak sih…

    walaupun bahasa inggris emang perlu, tapi juga jagnan sampe lupa ama bahasa ibu dong ya…

    kita disini juga kecolongan sih. padahal gua dan esther selalu ngomong indo dan andrew tuh tadinya juga 100% ngomong indo. sampe dia mulai sekolah, jadi mulai campur2 ngomongnya.

    eh malah sekarang dia ada kata2 indo yang lupa. masa angka2 aja lupa lho!

    jadilah kita sekarang lagi berusaha lagi nih untuk lebih banyak ngomong indo dan nyuruh dia ngomogn indo kalo di rumah. biar gak lupa!
    arman recently posted… » Christmas Is In The Air

    • hehehe ya gitu deh Man, banyak faktor yang menyebabkan hilangnya bahasa pasangan kita yah. Masih mending kalian berdua orang Indonesia, dan tetap berkeinginan anak2nya bisa bahasa Indonesia. Salut euy!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge