Walau sudah biasa membaca berita tentang tawuran, tetap saja jantung ini mpot-mpotan ketika mengetahui adanya tawuran di sekitar tempat tinggal. Dulu sekali, di depan ruko ini juga sering ada tawuran pas Sabtu malam, tapi belakangan sudah tidak ada, adem ayem, alhamdulillah. Tetapi, belakangan ini justru di lingkungan tempat bapa saya tinggal, tawuran sudah menjadi kegiatan rutin anak muda setempat. Sungguh mencemaskan, apalagi adikku mengelola rumah internet 24jam di sekitar lokasi itu juga.
Dan tadi malam, di saat kumandang takbir bergema diiringi suara bedug bertalu-talu, sekitar jam 3pagi tiba-tiba adikku menelpon minta tolong ditelponkan kantor polisi untuk memberitahukan ada tawuran di lokasi tempat tinggalnya. Memang sih mereka tidak mengganggu ke dalam, tetapi motor-motor yang diparkir di luar ‘kan patut dikuatirkan juga. Mereka juga cemas, karena bisa saja salah satu dari pelaku tawuran itu tiba-tiba masuk ke dalam yang mana hal itu bisa mengundang pelaku tawuran lainnya ikut merangsek masuk, bukan?
Dengan terkantuk-kantuk saya men-dial nomor telpon kantor polisi yang tertera di detik.com. Sampai kesal rasanya dan tak satupun panggilan itu diangkat. Saya pikir, mungkin detik.com kurang valid dalam mencantumkan nomor telpon kantor polisi sehingga saya menelpon 108 untuk mendapatkan nomor telpon kantor polisi terdekat. Lima kali menelpon semua nomor yang mereka berikan, tidak ada yang menyahut. Bahkan informasi dari seorang teman yang aktif di Pokdar untuk menghubungi 112 pun nihil, boro-boro diangkat, emergency call dari handphone itu bahkan tidak ada nada apapun ketika dihubungi.
Panik? Tentu saja! Apalagi setiap berapa menit adikku menelpon menanyakan apakah sudah terhubung dengan kantor polisi, karena tawuran masih terus berlangsung bahkan semakin panas. Sempat reda sebentar, tapi memanas lagi. Sampai akhirnya saya putuskan untuk berangkat ke kantor polisi sekalian memenuhi rasa penasaran saya, jangan-jangan tidak ada personil yang standby di kantor polisi, karena ini malam takbiran, karena besok mereka mungkin akan sibuk menyembelih sapi dan kambing *sewot*
Hampir jam 4pagi, kami tiba dikantor polisi. Dan saya tidak kaget ketika mendapat kantor polisi yang lumayan besar itu gelap di dalamnya. Sedan patroli yang sering saya lihat lewat di depan ruko saat tengah malam menjelang pagi, njogrok di parkiran. Huh! Makin kesal hati ini rasanya.
“mau kemana, bu?” sosok tinggi besar itu menyapa saya ketika melewati gerbang kantor polisi itu.
Tapi saya melengos dan tidak menyahuti dia. Saya masuk ke dalam ruangan yang gelap itu dan berkata : “ini kantor polisi buka atau tutup sih ya?”
“Mana ada kantor polisi yang tutup, bu. Tadi saya tanya ibu diem aja.”
“Hla, mana saya tau bapak polisinya. wong tadi saya mau memindahkan palang itu aja saya ditegur sama orang yang sedang berkerumun ya saya kira bapak temen mereka. Nomor telpon kantor polisi ini berapa sih pak?”
“Itu kan ada ditulis besar-besar dekat pintu gerbang.” tiba-tiba 2 orang polisi yang baru datang entah dari mana naik motor menyahut.
Bergegas saya menuju pintu gerbang lagi, dan mencocokkan nomor telpon yang saya punya, dan SAMA PERSIS!
“Oh ini nomernya? Kok tidak ada yang angkat dari tadi pak?” ketus nada suara saya.
“iya, saya lagi di luar bu.”
“Yah pak, klo yang piket bapak seorang, tungguin dong itu telponnya, lebih dari 1/2 jam saya menelpon ke sini dan pantes aja ga ada yang angkat karena bapak standby nya di pintu gerbang gini.”
“Maaf bu, ada apa sebenarnya?”
“Itu ada tawuran, bawa-bawa kelewang yang panjangnya lebih tinggi dari saya. Dari jam 3 belum kelar juga. Terus terang kami sudah cemas minta ampun ini pak.”
“Iya bu, lagi banyak tawuran niy, tadi di Warakas 4 juga ada yang tawuran, tuh anak-anaknya masih di dalam lagi diproses.”
“Terus ini gimana? Ada yang bisa ke TKP ga?”
“Iya bu, kami ke sana, cuma sabar ya bu, karena personilnya terbatas.”
“Jangan lama2 dong pak, nanti keburu ada korban, kan percuma jadinya saya ke sini.”
Tanpa menghiraukan mereka lagi saya langsung balik badan dan pulang. Dalam perjalanan adikku menelpon 2x lagi, menanyakan apa respon polisi karena yang tawuran semakin parah saja ganasnya. Dia terpaksa pasang badan menjaga motor-motor klien yang sedang nge-net di sana. Duh! Saya cuma bisa menyuruhnya bersabar. Abis mo gimana lagi coba?!
Pada dasarnya sih mau mencoba maklum, mungkin banyak personil polisi yang sedang sibuk bertakbir atau di rumah bersama keluarga mempersiapkan diri untuk menyambut hari Raya Idul Adha hari Minggu, tetapi tentunya mereka pun harus bisa memperhitungkan bilamana ada kejadian seperti tawuran Sabtu malam tadi. Sebagai masyarakat, saya tahunya ‘kan kalau menelpon kantor polisi ya ada yang menyahut dan merespon serta mengharapkan kehadiran mereka di TKP. Wajar dong?! Hanya di saat-saat genting seperti itulah terasa pentingnya mereka, dan saat itu pula mereka tidak ada, apa tidak mangkel jadinya?
Saya sudah tidak kuat menahan kantuk, langsung tepar pulang dari kantor polisi dan terbangun sudah siang. Siangan baru tau dari adik, polisi akhirnya memang datang ke TKP dan mengamankan beberapa orang pelaku tawuran. Bersyukur sih mereka tidak mengganggu tempat usaha adikku, tetapi prihatin juga karena tempat usaha orang lain dirusak
Lapak penjual mie ayam dilempari batu, botol minuman berkrat-krat milik toko grosir dihancurin, duh!
Andai saja, kami berhasil menghubungi polisi lebih awal, tentu saja tindakan anarkis mereka bisa segera dihentikan, tapi apa daya, di sini bukan di negeri Paman Sam yang setiap menghubungi 911 selalu ada polisi yang sedia merespon dan menanggapi keluhan masyarakatnya. Harapan yang cuma jadi pepesan kosong? Bisa jadi!
Say no to tawuran, apapun alasannya
kabarnya rasio penduduk dan polisi masih nggak imbang, masih kurang banyak polisinya he..he..
monda recently posted… » Dear Pahlawanku Pencipta Lagu Anak
sekalian ah hetrik
menurut wiki Indonesia Polisi: 110
Ambulans: 118 dan 119.
Badan Search and Rescue Nasional: 115.
Posko bencana alam: 129.
Perusahaan Listrik Negara (PLN): 123.
Pemadam Kebakaran: 113 atau 1131.
Nomor darurat telpon selular dan satelit: 112
Keracunan: (021) 4250767 atau (021) 4227875.
Pencegahan bunuh diri: (021)7256526, (021) 7257826, (021) 7221810.
Ikkyu_san recently posted… » Vending Machine
Copas status FB aku hari ini
Kalau di USA menelepon emergency 911, sedangkan di Jepang 119 (untuk polisi, ambulans dan kebakaran sama) dan hari ini tgl 9 Nov diperingati sejak ditetapkan oleh Fire and Disaster Management Agency:FDMA pada tahun 1985. Kebanyakan nomor emergency di dunia memang memakai nomor 9, karena dulu belum ada telepon tekan. Konon dengan memutar nomor 9 diharapkan bisa sedikit lebih tenang dalam melaporkan
. Tapi omong-omong di Indonesia putar nomor berapa ya? Ada yang angkat? 
Ikkyu_san recently posted… » Vending Machine
>>>di sini bukan di negeri Paman Sam yang setiap menghubungi 911 selalu ada polisi yang sedia merespon dan menanggapi keluhan masyarakatnya.
Eh di Jepang juga selalu ada yang jawab. Dan jika ada panggilan BIASANYA yg dtg adalah polisi, ambulan dan pemadam kebakaran. SEMUA siap jika diperlukan
Ikkyu_san recently posted… » Vending Machine
Alasan klasik kekurangan personil padahal tidak ditempat. Payah nih, kalo ada duitnya aja cepat bertindak, kayak di Papua sana…
Wah parah bgt… Malem takbiran tawuran..? Parah! Polisi nggak standby..? Sama parahnya!
Klo aku mgkn bakal lebih pedes dari mbak Nique kayaknya.. Hehehe..
Ini masukan penting buat polisi… Jangan cuma semangat pas bikin acara operasi kendaraan bermotor aja, cari-cari pengendara yg bisa ditilang….
Ditter recently posted… » Oknum Sales Door to Door
rasanya jumlah personil polisi di negara ini sudah banyak tuh…, apa masih harus ditambah lagi shg jika sewaktu2 ada panggilan darurat ada personil yg bisa segera meluncur ke TKP ?!
Wah aku ikut merasa tegang walau hanya membaca tulisan di atas, apalagi yg mengalami langsung ya?
Kenapa juga masyarakat sekarang jadi sandat mudah tersulut emosinya?
catatan kecilku recently posted… » HP dan blogging
wah2 malam yang seharusna digunakan berkontemplasi malah diisi dengan tauran..
Wah seru juga ceritanya, alhamdulillah ya nggak terjadi sesuatu hal yang buruk.
Telp ke p****i? ah sudah saya bisa duga akan seperti itu. Sampai sekarang rasanya sulit untuk percaya sama lembaga yang satu ini…
iya sih tp klo kepepet tetep aja, mau ga mau mencari mereka kan mas
Alhamdulillah di tempat saya tidak pernah terjadi tawuran…
Ah untunglah saya belum pernah sekalipun menghubungi nomer Polisi, coba klo saat itu saya yang mengalami, pasti kukeluarkan jurus Bahasa Suroboyoannya
wah padahal polisi itu amanah besar ya. tanggung jawab berat jaga keamanan. ini di telpon aja sulit minta ampun. saya juga pasti emosi mbak kalau ngalamin seperti itu. yang lagi jaga pos polisi ko terbatas ya.
itu bukan pos yg kecil lho Minx, tp kanatornya besar, cuma ga tau, mungkin pada libur atau apa kali yah
Kalau miskin mbok jangan tawuran, entar kalau bakar-bakaran rumah pada nangis karena gak punya rumah lagi. Kalau ada yang mati atau luka berat kan rugi juga.Mbayar rumah sakit dan lain2 uang darimana.
Jadi orang miskin mbok yang pinter memainkan perannya.
Orang miskin harusnya: santun, gemar menolong, taat ibadah.
jangan miskin di semua lini donk ach.
Salam hangat dari Surabaya.
Pakde Cholik recently posted… » Lomba Menulis XLangkah Lebih Maju
bagaimana menyampaikan ini kepada mereka ya Dhe? Hmm …
saya sih udah miskin tau diri, wlo blom gemar menolong, ibadah juga masih pas2an, setidaknya saya tidak miskin di semua lini, karena masih mau berbagi tulisan hehehe …
Waduh parah bngt tuch polisinya. Jd ingat dl di kampungku jg ada tawuran 2 kubu pencak silat. Ada polisi 1 kompi tp diam aja karna diancam ama yg tawur. Jd cm liatin dr pinggir hikz
Kalo di HK asal telp 999 pasti 5-10 mnt udah dtng 3 mobil (polisi, ambulance, pemadam kebakaran). Pdhl korban pingsan aja wuehehe
wah keren sekali, lgs 3 unit yg merespon? Ckckck .. klo gitu mba Tarry siap2 yah pas mudik nti kan ga ada lagi pelayanan publik seperti itu
Dan tawuran, kadang terprovokasi oleh hal-hal yang sepele. Kalau ada waktu main ke Bandung tgl 3 Des nanti, ada undangan ya di http://bangaswi.wordpress.com/2011/11/07/workshop-blogger-di-bandung/ ^_^
banget!!!
katanya sih itu cuma diawali dengan saling meledek gitu bang
ini khas indonesia
sedih deh bacanya. kenapa ya petugas yg mestinya cepat tanggap, malah kesannya nggak niat gitu? rasanya jadi kelihatan mereka “nggak punya gigi.” wajar kalau akhirnya mereka akhirnya nggak dianggep sama warga. eh tapi aku juga suka takut tuh kalau lihat ada tawuran. rasanya di jakarta ini sering banget ada tawuran ya
tau deh mba, mungkin ga ada kerjaan, atau mungkin juga justru itu kerjaan mereka? Hmm …
wah minta di pentarisi berryberry tuh…
coba klo hub mereka lewat tulis status di fb atau mention di twitter kayanya cepat direspon mba huahua…
Baha Andes recently posted… » Solidaritas Sapi
oh gitu ya? itu kan klo twitternya bnyk yg follow, klo ga ada? apakah sama juga? tp kayaknya mau nyari no tel BUSER aja deh, ada yg punya ga yah kira2
Heran ya, orang Indonesia kalau soal ribut2 gampang skali terhasut.
faizalramadhan recently posted… » Ragam Kuliner Lokal. Kekayaan Kuliner Yang Sangat ‘Kita’
mas Faizal orang Indonesia bukan?
Sulit juga sih kalo personelnya dikit doang. Mungkin mesti ditambahin personelnya
kakaakin recently posted… » Merajuk di Sudut Sepi
yeah, dan ga tau juga sih apa emang sedikit atau pada libur atau pada apa …
Pak polisinya harus dapat teguran keras, tuh!! kan sudah tugasnya. Tak perduli apapun alasannya.
Susindra recently posted… » Terminal Jepara
siapa yg mau negur mba?
gile aja tuorg2…
malam takbiran pake acara tawuran…
dasar crazy…
tp yg ptg Mbak ndak knp2 kan…
sky recently posted… » Isi Kepala Tumpah Lagi
nah itu … kok malam takbiran tawuran gitu lho? eh malam yg lain juga ga boleh tawuran kan Sky
Mbak di warakas IV ada tawuran? koq aku ngga denger yach…..wah parah banget tuch…kalo aku dah ketakutan…apalagi ada anak2 dirumah…tkutnya mrk ngamuk maen bakar rumah…duh jgn sampe yachh…biasanya yg tawuran anak2 ABG tuchh…..ampyun dech…kirain udah aman…taunya msh serem kayak gini…..
nia/mama ina recently posted… » Hijau Jadi Hitam
itu kata pak pol nya mba, saya jg ga tau, wong ga tinggal dekat situ.
soal aman sih dari dulu juga aman, tp soal tawuran bukan cuma di sini aja kok, di mana2 jg ada ‘kan, biasanya sih asal ada yang patroli, pasti mereka juga mikir.
heran deh kenapa sukanya tawuran aja,apa tidak bisa diselesaikan dengan kekeluargaan ya?
hla … masalahnya juga sepele, cuma dari ledek2an gitu mba
hari gini tawuran, primitif sekali
jarwadi recently posted… » 3 Sapi 3 Kambing Dipotong di Masjid At Taqwa
banget!
kenapa sih, hari gini, masih aja seneng tawuran????
jelas2 manfaatnya gak ada, trus apa sih maunya coba???
heran dweh….
Pak Pol juga kenapa dirimu kok susah sangat utk dihubungi?
katanya mottonya ‘to serve and protect”
buktikan dunk akh, jgn cuma sekedar motto aja… beugh…beugh…
salam
bunda lily recently posted… » Hal Yang Harus Dilakukan Saat Anak Berbohong
kenapa tuh bun?
iyya ya, kenapa ya tawuran belakangan ini makin sering terjadi ya ?
di Makassar juga..
dan sayangnya gitu, kalau pas lagi ganas2nya polisinya entah di mana..biasanya datang kalau sudah aman..
pfiuhh..
capek deeehh
iPul dg.Gassing recently posted… » CDLVI
capek banget daeng,
jantung rasa mo copot keluar hiks
heran ya, orang kok hobi berantem gitu. bikin susah orang lain aja. duh duh…
mberrrr …..
klo punya penyakit jantung mah dijamin sukses masuk rumkit tuh mba
nah itu, udah ga jaman padahalan kan yah ;(
Polisinya keluyuran nyari duit lebaran kayaknya tuch..
Sepertinya perlu ada laporan dan masukan untuk kepolisian di daerah itu untuk menambah personil, ato kalo ngga suruh aja buat nyewa orang khusus buat nungguin telpon.
hehehe…
Salam kenal
Jackysan Lombok recently posted… » Selamat Hari Raya Iedul Adha 1432 H
entahlah
klo emg perlu operator, saya mau kok daftar *serius* tapi ngerjainya dari rumah hehehe
haduhhh… itu mah bukan serius jadinya, malah ntr ikut ketularan di omelin para penelpon seperti kasusnya..
hihihii…
Jackysan Lombok recently posted… » Bisnis Affiliasi yang Menjanjikan di Cafebisnis
rasanya semua kita pernah mengaalami hal seperti itu pal, melaporkan suatu hal namun sepertinya ndak di gubris. dan seolah olah kita itu pandai-pandaian ngelapor. sebatas itulah masih kemampuan aparat kita. kita berharap saja telp 911 bisa berfungsi di negeri tercinta ini
semoga harapan kita tidak tinggal harapan belaka ya pal
Waaaahhh seperti mau blg.. aahh udah gak heran sm polisi kita >_<
emg sih, pesimis itu ada, tp klo dlm kondisi itu, sepesimis apapun, kita kan cuma punya mereka, jadi tetep aja berharap kan Niee
duh emang menyedihkan nasib indonesia… gimana mau aman kalo polisi nya aja gak bisa diandelin kayak gitu.
masa ditelpon gak diangkat. lha iya kayak lu masih bisa kesana, nah kalo kondisinya gak memungkinkan orang untuk keluar trus gimana mau minta bantuan ya???
gila bener dah kepolisian RI bikin malu aja…
bukan nya mau banding2, tapi disini ya kalo nelpon 911 itu dalam itungan detik pasti diangkat. pasti!
sedih ya kalo ngeliat kondisi indo masih kayak begitu…
btw akhirnya polisinya dateng gak tuh? tawurannya trus gimana? moga2 gak ada korban apa2 ya… dan moga2 gak ada tawuran2 lagi…
arman recently posted… » 3 Cerita Di Tanggal 3
banding2in jg gpp man, gw jg ngiri abis kok. cuma malam itu gw iseng dial 911 ga nyaut
112 jg gitu. hiks
dateng sih, tp dah mo kelar gitu deh
gimana mau ditelfon mas..pak polisinya lagi sibuk dijalan kumpulin duit hasil sumpritan…
Endy recently posted… » Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 Hijriah
he???
Iya mbak, andai aja ya disini kayak disono, langsung call 911 dan gak berapa lama akan disamperin

Btw, kelewang apaan ya mbak?
Baru denger soalnya
Zippy recently posted… » XLangkah Lebih Maju Dengan Internet
kelewang = samurai yang panjang itu lhoo
Ih nyebelin banget polisi ga bisa ditelepon… ngga guna gitu nomor teleponnya hihih~
gondok di sini Na
wah kalau saya udh bingung tuh….mau ngapain lagi. Mantep banget lho nique, subuh2 langsung berangkat ke kantor polisi…..
Necky recently posted… » Lebih Suka Jadi Karyawan Ketimbang Pengusaha
abis klo ga nekat, kan kesian adikku mas, klo kenapa2 dgn tempat usahanya, kan ikut repot kami nti.
yg nelpon subuh2 itu kamu to…
Ealah…
Kirain sopo
marsudiyanto recently posted… » Baliho : Semarak Tapi Semrawut
haiyahhh ….
Gimana kalau usul sama Kapolri agar peswat telponnya diganti saja sama burung merpati?.
Mahal-maham dibeliin sarana komunikasi kok gak bisa memberikan manfaat bagi warga.
alamendah recently posted… » Pohon Kepayang, Kluwek, atau Picung Bikin Mabuk Kepayang
ogah ah, udah kebanyakan usul, kesian mereka mau realisasiinya malah bingung bikin skala prioritas.
Moga2 sistem keamanan kita makin bagus ya mbak
hopefully … soon!
aku gg tau deh untuk menghubungi polisi nomornya berapa. Iya ya coba kayak di Amerika gitu, 911 udah terhubung ke semua unit gawat darurat
. Mudah diingat dan responnya cepat #liat di film.
Tiara Putri recently posted… » Idul Adha Tahun Ini …
katanya di sini ya 112 itu tapi anehnya malah ga merespon apapun, ga ada nada sambung gitu. padahal sudah dicoba dengan 2 nomor provider berbeda