Me Time

Banyak sudah yang posting tentang ME TIME, dan saya sendiri rasanya pernah juga menulis tentang ini, tetapi males ngubek-ngubek postingan yang lama :D Tapi kalaupun pernah menulis tentang me time, isi postingan kali ini pasti beda deh, karena saya ingat betul baru kali ini saya akan menceritakan tentang pelaku Me Time yang satu ini.

In Mee adalah nama perempuan yang berpredikat sebagai seorang istri dan ibu dari seorang putra dan putri. Dia berkebangsaan Korea tapi fasih berbahasa Inggris. Pertemanan kami berawal dari kotak kaca 16″ beberapa tahun yang lalu. Kedekatan di antara kami menjadi nyata ketika dia memilih Indonesia sebagai tempat berliburnya. Seorang diri!

Awalnya saya sempat mengira dia ‘nakal’, kok emak-emak berlibur sendiri saja? Tega bener ninggalin anak dan suami? Saya sempat merasa bersalah karena bersyakwasangka yang belakangan saya tahu tidak benar dong :( Saya malu pada diri sendiri tapi saya kemudian jujur kok sama In Mee dan dia memaklumi serta menerima permintaan maaf saya *lega*.

Jadi rupanya, dia punya kesepakatan dengan suaminya tentang ME TIME. Setelah semua rutinitas sepanjang tahun, wajar dong kalau aku menikmati 2 minggu saja, hanya diriku dan teman-temanku, begitu katanya. Karena ketika itu saya masih gadis kinyis-kinyis yang belum menikah, juga belum ada sinyal akan dilamar orang :D , maka muncullah perdebatan di antara kami.

“In Mee, kok bisa ya kamu tega ninggalin anak dan suami? Apa selama di sini kamu bisa tenang? Bisa gitu libur sendirian? Emang enak?” bertubi-tubi pertanyaan itu saya lontarkan padanya, yang ditanggapinya dengan santai dan senyum mengembang di bibir tipisnya *halah*

“Ni, tentang me time ini bukan perkara single or double, karena seorang single pun butuh me time. Apa kamu tidak pernah terpikir untuk punya me time?”

“Me time? ah buat apa? Saya suka bersama keluarga dan teman-teman. Kamu tau kan saya selalu bercerita tentang bagaimana aku menghabiskan waktu bersama mereka. Ya termasuk bersama kamu sekarang ini.”

“Ni, me time itu bentuknya ya macam-macam. Ada yang bersama teman-teman pun dianggap sebagai me time, mungkin karena keseharian dia sudah sangat sibuk dengang rutinitas pekerjaan, dan dia butuh sesuatu yang lain sehingga bisa jadi dengan berkumpul dengan teman-temannya dia bisa menikmati dirinya sendiri lagi. Me time itu bukan berarti kamu sendirian saja walau bukan tidak ada orang yang menikmati me time dengan kesendirian. Saya saja kadang-kadang maunya sendiri, tidak ada siapapun. Dan buat saya, bersama kamu berlibur ke sana ke mari ya termasuk melakoni me time saya.”

“Ouh … tapi apa pikiranmu bisa sepenuhnya lepas dari suami dan anak-anak? Ok deh kalau suami bisalah mengerti, wong dia sibuk dengan pekerjaannya. Tapi bagaimana dengan anakmu yang 2 orang itu?”

“Mereka mengerti kok, dan saya bisa tenang karena ada neneknya. Jauh-jauh hari saya sudah meminta tolong neneknya untuk menggantikan kehadiran saya selama saya berlibur. C’mon Ni, kamu belum tau sih bagaimana boring-nya menjadi istri dan ibu dengan segala rutinitasnya itu. Mengantar jemput anak sekolah, menyiapkan semua kebutuhan mereka, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, semua dilakukan sendiri. Di sini sih enak bisa punya pembantu, ya seperti kamu ini, ada yang datang khusus untuk mencuci dan bersih-bersih rumah, padahal kamu tinggal sendiri saja? Hayoo … kenapa kamu tidak mengerjakan semuanya sendiri saja?”

“waduh saya terlalu cinta dengan pekerjaan saya, In Mee dan saya merasa sayang membuang waktu melakukan pekerjaan rumah padahal masih banyak pekerjaan yang bisa saya lakukan.”

“Well, tapi nanti ada masanya kamu akan jenuh dengan semua ini, dan jika mau punya kehidupan yang berkualitas yah sebaiknya kamu meluangkan waktu juga untuk menikmati uang yang kamu cari itu. Untuk apa terus menyimpan uang sementara kamu kelelahan?”

Terserahlah apa kata dia, tapi yang jelas, di Indonesia ini saya belum melihat adanya seorang Ibu yang meminta cuti selama 1-2minggu untuk dirinya sendiri, plesir tanpa anak dan suami. Kebanyakan sih, baru pergi sehari dua saja sudah mulai pada kangen pulang tuh. Kecuali memang tugas kantor yang mewajibkan mereka keluar kota ya, tapi yang bepergian khusus untuk berlibur? Ada yang pernah tahu? Bagi dong ceritanya :)

53 thoughts on “Me Time

    • justru udah 2 taon ini blom mudik2 niy Dhe
      tapi prioritas tetep plesir ke Jawa sih *seolah2 Jakarta ga di pulau Jawa aja hahha*
      cuma ngatur yg di sini niy Dhe, blom bisa ditinggal

  1. Heran juga sih mbak dengan prinsipnya In Mee. kalau saya ada kesempatan liburan, akan saya ajak sekeluarga. Meski di sana nanti saya lebih banyak ambil me time dengan membaca buku, tapi setidaknya 3 lelaki ytc ada di sekitarku.
    Susindra recently posted… » Bertemu dengan Pocong

  2. Waahh kalau ada temen aku dikantor malah diajakin suaminya pergi berdua aja gak mau mbak.. khawatir sama anaknya katanya.. padahal suaminya cuma.ngajakin seminggu gt.. dan anak plg tuanya udh 17 tahun jadi ya gak perlu dijaga.. mgkn emg budaya indonesia yg blm seperti itu.. hehehe

    • wah klo anakku udah 17an sih udah tega kali ninggal2in, apalagi cuma semingguan … tp ya beda orang beda2 juga sih mau dan kebutuhannya ya

  3. Mungkin budaya kaum ibu di kita, me time itu nggak boleh lama-lama…paling juga ke salon satu dua jam, atau bahkan belanja baju tiga empat jam ;)

    Saya juga belum pernah tau ada ibu yang ‘tega’ ninggalin rumah berminggu-minggu sekedar buat me time aja, tapi kalaupun ada yang begitu, nggak apa-apa juga menurut saya, yang penting suami dan anak sepakat dengan waktu dan cara ibu menghabiskan me time tersebut…
    *puuanjangg pol komennya, sorryyyy*

    • iya ya mba, yg penting kesepakatan bersama, cuma karena kita di sini blum terbiasa, apalagi saya tidak pernah melihat mamak pergi sendiri untuk me time, jadi merasa aneh aja hehehe

  4. duh, Nik….bunda seringkali melakukan ‘me time’ dgn pergi sendirian tanpa anak2 dan suami.

    dan, bagi kami sekeluarga , alhamdulillah, hal ini biasa saja, krn anak2 dan suami tau sangat , seorang istri/ibu itu, memang perlu sekali sekala memanjakan dirinya dgn melakukan travelling sendirian tanpa keluarga atau hanya bersama teman2 saja.

    syukurnya pula , setiap pulang kerumah setelah ‘me time’ hubungan kami semakin manis dan mesra, anak2 dan suami semakin merasakan betapa berharganya seorang istri/ibu disaat tidak ada dirumah sepanjang hari utk beberapa waktu.
    salam
    bunda lily recently posted… » Biola Dengan Dua Dawai

  5. Waaahh, In Mee keren ya, punya dua anak tapi bisa “jalan” dua minggu sendirian.

    Kalo cerita sejenis dari orang Indonesia emang belom pernah denger sih, Mbak.

    Tapi saya pengen ngerasain juga jalan sendiri sama ketika masih belom punya suami. Pernah sih nanya, boleh nggak jalan2 sendiri. Suami jawab iya, tapi nggak tau juga nanti realisasinya gimana, hahaha…
    isnuansa recently posted… » Bangga Batik Indonesia

  6. Me time aku paling nyalon Kak, atw pergi kemanaaa gitu sendirian, tapi jarang2 bgt dan ga terlalu lama, kalo smp 2 minggu begitu rasanya ga bisa, kecuali kalo tugas kantor sepertinya ya…
    Orin recently posted… » Populasi dan Bumi

  7. setiap orang pasti punya dan perlu me time. tidur, mandi, dan makan itu salah satu contoh me time kan. :D

    masalahnya adalah batas nya. berapa lama yang dirasa wajar atau gak wajar untuk melakukan me time. apalagi kalo udah berkeluarga dan punya anak.

    ini sih relatif ya… tiap orang pasti punya batasan masing2. :D

    tanpa bermaksud judgemental, tapi gua emang juga sampe sekarang belum bisa kepikir kok bisa ya ninggalin anak istri/suami sampe 2 minggu untuk liburan sendiri? kalo gua sih terus terang gak bisa. kalo liburan ya gua pasti lebih suka ama anak istri. lebih seru. lebih fun. :D

    kalo pergi sendiri pasti malah jadi kepikiran dan kangen…
    arman recently posted… » Trick Or Treat

  8. walah mbak, aku paling bisa meninggalkan mereka 3 jam itu juga masih diwilayah bekasi atau jakarta. tapi saya tau diri gak bisa sering2, gak tega lah

    • nah iya, sejak saya ketitipan 2 ponakan, mau kemana2 juga kepikiran, malah ngatur waktu sedemikian rupa agar ketika mereka pulang/berangkat sekolah saya ada di rumah. boro2 me time, waktu berdua suami aja juga paling milih pas wiken krn ada mamanya yg jagain.

  9. Me time ku lebih lama tuh 1 bulan.
    Cuma pada kasusku, seandainya aku bisa mendapatkan penuh 1bulan utk diri sendiri, pasti aku akan pakai bersama teman, atau membuat macam2 acara.
    2 tahun yg lalu aku me-time sendiri 1 hari penuh, menginap sendirian di Hotel, yang tidak diketahui siapapun dan aku namakan healing getaway. Enak loh. Tapi untukku ngga bisa lebih lama deh kayaknya.
    Ikkyu_san recently posted… » Kopdar Tokyo

  10. Siapa yang gak mau seperti itu Kak, belibur 1-2 Minggu sendirian pula, tapi kalau msih belum punya tanggungan sih, kalau sudh punya tanggungan atau istri, malah lebih enak berlibur bersama², tapi entahlah setiap orang itu berbeda², karena perbedaan itu Rahmat

  11. saya kadang pingin yang seperti itu mbak Ni.. cuti sebulan jadi satpam dunia maya.. kembali keluar masuk hutan, naik gunung yang saya kehendaki. Tapi apalah daya kondisi jua yang memaksa saya tak kuasa melakukan semua itu.. loh kok saya malah curhat, wong asline saya mau nyari krupuk di sini
    lozz akbar recently posted… » Tiada Lagi Permainan Yang Seperti Rambo

  12. Iya,ada temenku kaya gitu..kok bisanya pergi sendiri,tega..tapi suka2 dia deh..

    Kalo aku rasanya ga bisa,niatan pergi sendiri anak ma syapa,suami gimana makannya,wah banyak pertimbangan Niq,,

    Hanya ada waktu aku dan anakku,kemana2..!!
    Ato aku dan suamiku,bdua..

    In Mee,ga bangget..

  13. Wah, ada toh yang begitu, meninggalkan keluarga untuk berlibur sendiri atau dengan teman-temannya? Astaghfirulloh!

    Seandainya permintaan ini diajukan kepada saya, sangat sulit rasanya untuk mengabulkannya. Tak pernah terpikir sebelumnya, apalagi ingin melakukannya.
    Abi Sabila recently posted… » Mainan Sabila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge