Man and The Moon : Fakta Tentang Kehidupan

Al Kahfi? Apa itu? Bukankah artinya GOA? Terus apa kaitannya dengan ‘man and the moon’? Goa, man and the moon – kesan pertama sudah horror nih, padahal aku ini penakut, detak jantung setingkat lebih cepat, takut kalau tulisannya banyak tentang horrorisme :D Kira-kira ada hubungan dengan film “The Twilight Saga” ‘kah? Mungkinkah dia penggemar Kristen Stewart sehingga berkhayal menggantikan peran Robert Pattinson di film itu? Atau malah terinspirasi dari film lawas Disney berjudul ‘Man and the Moon”? Begitu banyak tanya menyerbu benak ini ketika membaca tulisan Mba Tarry yang mereview salah satu postingan di blog man and the moon yang kemudian kuketahui penulisnya menamai dirinya Al Kahfi. Daripada penasaran, langsung TKP dong, dan yang pada pandangan pertama ku termangu menatap bola dunia yang menjadi background rumah mayanya. Pikiranku langsung menerawang jauh, seperti merasakan betapa seorang Al Kahfi ingin merengkuh dunia dalam genggamannya? Benarkah demikian? Entahlah, mesti kutanyakan padanya, apa gerangan alasannya memilih background itu satu hari nanti. Oya, Al Kahfi juga sedang mengadakan Giveaway lho, informasinya sih akan ditutup tanggal 16 Nopember 2011 jam 00.00. Berminat? Ikutan aja yuk :)

Dalam kunjungan pertama kemarin, masih belum kutinggalkan jejak di sana, entah magnit apa yang begitu besar menarik minatku untuk mengobok-obok setiap sudut rumah mayanya. Apalagi giveaway yang diadakannya mengharuskan mereview salah satu tulisannya. Banyak yang menginspirasi, sehingga membingungkanku untuk memilih satu dari sekian tulisan di sana. Tapi aku harus menentukan pilihan, ada tentang Ikhlas Yang Dipertanyakan yang telah direview oleh mba Tarry, dan Sang Cerpenis Bercerita mereview tentang  Berbagilah Untuk Yang Sepi, sampai aku membaca tulisan tentang bagaimanana sosok Al Kahfi mengalami penipuan di Kesabaranku Tertipu dan masih banyak lagi yang menarik. Apalagi beberapa tulisan seperti mewakili apa yang tengah kurasakan saat ini.

Dan saya memilih untuk mengulas tulisan berjudul Fakta Tentang Kehidupan. Seperti dejavu saja rasanya ketika saya terarahkan untuk membaca tulisan ini, yang poin pertamanya itu masih terus terngiang-ngiang di telinga ini karena baru menyampaikan hal yang sama pada seseorang yang sedang rapuh. Tanpa ragu, link tulisannya ku copas dan kirimkan ke inbox orang tersebut, dan khusus kalimat “Jangan terpaku pada masa lalu dan masa depan, tapi tataplah masa kini. Masa lalu sudah lewat, tak akan kembali lagi, masa depan itu belum terjadi jadi kita tak tahu apa yang terjadi dan akhirnya hanya berangan berharap sesuatu, tapi di masa kinilah, kita harus menentukan dan membuat keputusan terhadap diri kita.” sengaja kusalin langsung agar dapat terbaca langsung sehingga dia mengetahui bahwa kalimat yang sama yang saya sampaikan padanya, bukanlah omongan sambil lalu.

Yeah … sejujurnya saya sudah hampir diambang keputusasaan untuk memotivasi orang ini, agar dia lebih optimis dalam menjalani kesehariannya. Agar dia tak perlu terus menoleh ke belakang, karena hal itu hanya akan menghambat langkah kakinya menuju masa depan. Kutahu, dia yang masih duduk di bangku kelas 3 SMK ini telah melalui begitu banyak penderitaan sejak belum terlahir ke muka bumi ini. Betapa kutelah menjadi saksi dalam kehidupannya yang getir, dan berusaha melimpahinya kasih sayang yang tak didapatnya dari kedua orang tuanya yang sama-sama egois. Walaupun kemudian kumenyadari bahwa upayaku tak sepenuhnya berhasil, karena bagaimanapun, sebagai seorang anak dia pastinya ingin sekali disayang dan dimanja juga diperhatikan oleh orang tua kandungnya. Tetapi, apakah dia harus terpaku pada persoalan ini, yang mana sudah jelas tak mungkin didapatkannya, karena ibunya sendiri memang tak pernah mengharapkan kelahirannya? Dan yang jelas, apapun yang dilakukannya, satu hal dia tak mungkin kembali ke masa lalu untuk menghapus semua luka itu.

Seseorang yang sering dilabeli anak haram, dan kinipun dia sedang sibuk mempertanyakan kebenaran label tentang dirinya ke kiri dan ke kanan, sementara aku pun sibuk menerangkan padanya tak ada anak haram, yang ada hanya perbuatan haram yang dilakukan ibu-bapanya. Bahwa dia adalah anak yang suci yang terlahir ke dunia ini karena memang Tuhan menginginkannya dan memberinya peran tersendiri dalam kehidupan ini.

Kusadari usianya yang masih belia, sangat wajar jika dia labil dan sering galau, dan yang sering membuatku patah arang adalah ketika mengetahui ada pihak-pihak yang tak seiring sejalan dengan upayaku. Yang malah terus membesar-besarkan perkara masa lalu, terus mengungkit-ungkit masa lalunya yang pahit, yang mencoba  membenarkan sikapnya yang salah karenan sakit dari masa lalu, yang menurutku adalah sebaliknya. Ya, anak ini mestinya diajari mengubur masa lalu, dia harus diajari tentang mensyukuri apa yang ada di depan matanya sekarang ini. Let’s say, orangtuanya tidak menyayangi dia, tetapi bukankah masih banyak orang lain yang dengan tulus selalu ada untuknya? Kuajari dia berhitung dengan jari, ada berapa orang yang selama ini selalu ada disisinya setiap dia dalam masalah, dan kuingatkan dia untuk tidak membuang energi untuk cemburu pada adik-adiknya yang mendapat perhatian penuh orang tuanya.  Agar dia hanya boleh cemburu jika sampai Tuhan yang tidak mau memberi kasih sayang lagi padanya.

Kutahu ini tak mudah baginya untuk dijalani, tapi kupercaya motivasi dengan kalimat positif bisa menguatkannya. Bantu saya dengan doa, agar orang-orang yang terus merangseknya mengingat masa lalunya yang pahit, dibungkam mulutnya oleh Tuhan, dan membiarkan anak ini menapaki hari ini menuju masa depannya dengan semangat positif.

60 thoughts on “Man and The Moon : Fakta Tentang Kehidupan

    • iya, terima kasih, dan berkat kemurahan hati pemilik blog ‘man and the moon’ tulisan ini disandingkan di urutan ke-3. Alhamdulillah :)

  1. Yaaa… sebetulnya kita jangan berharap orang lain berubah sesuai harapan kita. Kita yang berubah jadi lebih kuat hadapi mereka

    • betul sekali mba Ami,
      dan karena yang sedang galau ini adalah anak ababil yg masih duduk di bangku SMK, mesti pelan2 dan super sabar :) membimbingnya untuk memahami maksud kalimat mba Ami.

    • saya pun sering begitu, hla ini tentang pahlawan blom ada yang nyangkut :(
      banyak kontes yg luput karena ga tau mau nulis apa hiks
      termasuk kontes ditempatmu itu lho …. huhuhu

  2. wahh giveaway lagi nechh…..moga sukses yach mbak….

    iya mbak kasihan yach kalo ada anak yg di cap anak haram udah gitu perempuan lagi…ditempatku jg ada anak haram kayak gitu…tp orang2 sekitar ngga ada yg ribut2 jdnya dia baik2 aja smpe skrang….

    • syukur deh klo orang2 sekitar bisa jaga mullutnya, tapi seringkali ‘bahaya’ datangnya bukan dari orang lain tp dari keluarga dia sendiri … itu yg repot mengantisipasinya :(

  3. saya juga belum kenal sama Al Kahfi, coba ah nanti tek tengokin..

    Ulasan yang sangat menarik bu,,
    saya bungkus bagian yang ini ya bu
    “Jangan terpaku pada masa lalu dan masa depan, tapi tataplah masa kini. Masa lalu sudah lewat, tak akan kembali lagi, masa depan itu belum terjadi jadi kita tak tahu apa yang terjadi dan akhirnya hanya berangan berharap sesuatu, tapi di masa kinilah, kita harus menentukan dan membuat keputusan terhadap diri kita.”
    Mabruri recently posted… » Indahnya Berbagi: Peduli Hasyim, Anak Penderita Tumor Mata Ganas Butuh Bantuan

  4. Abis baca posting keren mba Nique, saya langsung ke pondok alkahfi.*namanya sama nama salah satu surat di Alquran nulkarim.

  5. artikel yg benar2 bagus banget ,Nik
    menyadarkan kita semua agar jgn mudah menuduh /melabeli seseorang, yg nyatanya bisa membuat diri orang tsb sengsara ……

    semoga sukses dikontes ini ya Nik
    salam
    bunda lily recently posted… » Surga atau Neraka ?

    • hheehehe sambil menyelam minum air boleh dong, eh tujuan utamanya sih ikutan kontes, tapi karena ketemu artikel yg itu yg dirasa pas, jadi yaaaa klop deh

  6. Mantap ulasannya.Paling enak ikut giveaway yang mengulas artikel sehingga kita bisa berkiprah secara terarah.

    Semoga berjaya bersama saya (tapi saya belum ke TKP)

    Salam hangat dari Surabaya

  7. Setuju mbak, tidak ada istilah anak haram..yang ada adalah proses/perbuatan yg dilakukan orang tuanya yang ‘khilaf’. Judge sosial seringkali memang tidak pada tempatnya, semoga bisa memberi wacana dan memotivasi dengan bersahabat. Karena biasanya melalui komunikasi yg friendly kita bisa slowly but sure ‘masuk’ dalam cara bahasanya dia (apalagi jika masih anak-anak)…salam kenal.
    kinanthi recently posted… » Pengalaman Pertama : Petualangan (Bonek) ke Bromo

    • iya mba, akibat pelabelan itu emang parah deh :(

      smoga sj dia mau mendengarkan ibu peri :D dan menutup telinga sama bisikan setan hehehe

  8. Berpikir positif dan bertindak positif adalah salah satu upaya kita buat menjalani hidup dengan baik. Apapun keburukan di masa lalu, itu adalah bekal kebaikan buat masa datang…
    Insya Allah :)

  9. Hmm.. gitu, ya? Jadi penasaran dengan sang lelaki bulan ini, mbak Ni. Deskripsinya itu loh.. yang bikin enak dibaca.
    Setahu saya hidup memang tak mudah, dan kita lebih nyaman jika mengatakan kehidupan orang lain lebih mudah dari kita.
    Susindra recently posted… » Keju Perancis

    • hehehe … penasaran? langsung TKP aja mba

      memang begitu mba, mohon doanya yah agar upaya memotivasi orang ini tidak kalah sama ‘setan’ yang juga getol membisikinya :)

  10. yang paragrap pertama salut saya opini sobat tentang alkahfi(surah alkafi tentang goa dan pemuda yg hidup setelah dari kematian)
    untuk pemilihan postingan sy tdk menyangka, pilih yg ini yg sengaja tdk beri label, karena tuk tulisan yg ini dari modifikasi inspirasi luar,,tapi apapun itu sy sgt menghargai atas parisipasi sobat,,trimakasih sxali..
    alkahfi recently posted… » Give away Al kahfi (Man and the moon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge