Sejak mengenal Facebook, sohiblogger punya berapa akun? Apakah masih setia dengan akun yang pertama sekali dibuat? Atau bersengaja punya beberapa akun untuk peruntukan yang berbeda-beda pula, misalnya?
Saya mengenal fesbuk sedikit terlambat, sekitar tahun 2006? 2007? Atau 2008? Sudah lupa Pertama tau dari teman-teman komunitas yang saat itu mereka masih SMA, entah kenapa saya kok merasa gengsi ya ikutan, merasa sudah cukup tua dan sangat tidak tau diri kalau sampai punya akun di fesbuk. Tetapi semakin hari desakan untuk berfesbuk-ria semakin besar, terasa sekali kupernya ketika teman-teman bilang“ntar foto ini gw tag aja yah di fesbuk.” Hla?? Saya ‘kan tidak punya akun fesbuk, gimana dong? “Eh buat gw di-emailin aja yaaaa … please?” Biasanya mereka menolak sambil ngenyek “lagian lu bukannya bikin aja, gampang kok, repot tau klo dikirimi pake email,beraatt…” Dan saya cuma bisa manyun deh.
Sampai satu hari, saya lupa entah bagaimana prosesnya saya punya dong akun fesbuk, dan tak perlu menunggu lama tiba-tiba friendlist sudah ratusan aja, hampir semua teman dari beberapa komunitas. Yang tadinya aktif di friendster pun rupanya banyak yang hijrah ke fesbuk ckckck Pertama berkenalan dengan fesbuk ternyata sensasinya luarrrrrrrrrr biasa Maklumlah, saat itu saya kan perempuan single yang sudah mapan tinggal di rumah sendiri dengan koneksi yang ngacir dengan laptop yang bukan abal-abal *halah* Tidak bakal lupa itu malam-malam yang sepi saya justru eksis di fesbuk berbagi cerita ke sana dan ke mari Anehnya, saat itu saya malah tidak main game apapun lho! Jadi biaya koneksi internet yang dianggarkan setiap bulannya murni untuk bisnis dan hiburan. Apalagi sejak ada koneksi yang mobile, pertama kalinya pakai IM2 dan sempat bertahan hampir 1-2tahun *lupa*. Masih berasa murah, karena sudah pernah merasakan mbayar koneksi internet yang pakai telkom antara 500rb – 1jt per bulannya sebelum spidol keluar.
Dalam perjalanannya, dari akun fesbuk yang pertama, sampai hari ini saya sempat ganti akun sebanyak 4 kali kalau tidak salah. Alasannya macam-macam, ada yang lupa password, ada yang memang sengaja dinon-aktifkan , tinggal akun yang satu itu pun temannya cuma seputaran teman suami, yang sejak punya akun nicamperenique, akun itu otomatis semakin terbengkalai saja.
Akun fesbuk yang sekarangpun ada sejarahnya Semua karena Warung Blogger. Setelah vakum dari 2009, desakan membuat akun fesbuk makin membuncah dari hari ke hari. Rasa hati ingin berinteraksi dengan sohiblogger semakin besar saja, dan akhirnya ya dibuatlah akun yang sekarang dan isinya memang semua teman blogger Entahlah semestinya saya berterimakasih pada Uncle Lozz dan Eda Lely Bukit yang memprakarsai hadirnya WeBe, sehingga sampai hari ini saya merasa warung tersebut sebagai satu tempat ternyaman untuk menitipkan link hahahaha … *bohong deh* Saya menikmati kok saat-saat bertukar komen dengan sohiblogger, apalagi pas malam menjelang pagi itu, apalagi pernah seru-seruan sama Pak Mars dan Mas Sugeng ketika mba Imelda sedang On Air di Bogor … wah, so sweet banget deh buat saya hahaha …
Well, sejujurnya draft postingan ini sudah lama mengendap di draft box, sejak WeBe lahir, tapi ada saja kendalanya untuk menuntaskan tulisan ini sampai tadi membaca tulisan mba Susi tentang kegiatannya bersih-bersih fesbuk, dan cerita ini mengalir begitu saja, terima kasih mba Susi
Kesimpulannya, saya pernah punya beberapa akun di fesbuk bahkan sempat vakum, bagaimana dengan sohiblogger? Apakah masih merasakan euforia yang sama dengan pertama kali kenal fesbuk? Masih merasa perlu fesbuk, atau lebih suka maenan burung? Hehehe …
Closet – benda ini sudah menghantui saya sejak matahari belum terbit pagi ini. Dan closet yang saya bayangkan bukan closet yang setelah saya googling kok penampakannya malah rak/lemari??? Biarkan sajalah ya, asal tahu saja yang saya mau bahas disini tentu saja closet yang ada di setiap kamar mandi di rumah kita itu lho. Sebab saya yakin bahwa setiap rumah pasti punya closet, entah yang model duduk ataupun jongkok. Setiap hari pula closetnya pasti disikat, dikasih pewangi agar betah kalau sedang beraktivitas di kamar mandi. Ga bisa bayangin ‘kan kalau closet di rumah joroknya seperti closet di terminal? hiyyy…. jijay bajay dwehhh …
Kenapa closet menjadi topik yang hangat buat saya hari ini? Pasti dong ada sebabnya Sebenarnya sih sudah penasaran sejak lama, setiap menonton film, terutama film luar, dan setiap ada adegan muntah-muntah itu pasti muntahnya di closet ‘kan? Nah, kemarin ini mungkin karena terlalu sering melihat adegan itu, sehingga tidak tahan lagi saya untuk tidak menuliskannya. Artis yang cantik dan terkenal itu, yang biasanya harum mewangi itu, kok bisa ya muntah-muntah melemas sambil memeluk closet?????
Saya mencoba membayangkan seandainya saya jadi dia, dan di closet yang saya sikat setiap hari itu, rasanya kok saya masih belum sanggup untuk memeluknya ya???? Apalagi sampai menempelkan wajah ini di closet karena saking lemasnya selesai adegan muntah-muntah itu??? Entahlah, apakah demi adegan itu digunakan closet yang baru yang sama sekali belum digunakan? Atau buat mereka adalah hal yang biasa sehingga closet yang sudah bersih memang pantas untuk dipeluk-peluk?
Bagaimana dengan sohibloger? Ada yang pernah menikmati sensai memeluk atau menemplekan wajah di closet? *penasaran*
Entah apa yang merasuki lelaki pemilik ‘man and the moon’ ini langsung ingat sama saya dan ditugasi untuk menelanjangi diri sendiri di blog sendiri pula. Rada bingung juga sih, walau buat dia lebih mudah mengerjakan ini ketimbang pe er SD – SMP itu, sebaliknya buat saya Maklumlah, saya ‘kan perempuan berhijab, tidak boleh bertelanjang ria toh?! Hahaha…. *lebaynya kumat*
Well, janganlah sampai gara-gara ini nanti saya jadi benci sama bulan Sebelas atau lebih parah lagi kalau sampai benci sama saya hehehe Tanggung jawab lho ya *sambil buka contekan*
1. Tidak suka kopi apalagi rokok – ini nyontek tapi beneran emang ga suka sih, jadi sama niy kita ya Kahfi
2. Walau auraku kuning keemasan, BIRU adalah warna kesukaanku, bagi pengunjung setia blog ini pasti sudah tau dong kenapa? Iyalah, wong saya fansnya Chelsea FC
3. Tidak sabaran, semua mau dikerjakan serba cepat. Sifat yang satu ini bisa disebut kelemahan, bisa juga kelebihan, tergantung situasi dan kondisi saja. Kalau banyak pekerjaan, tentunya jadi cepat selesai toh, cuma kasihan yang jadi partner saya karena sudah pasti keteteran mbuntutin dari belakang. Pengen sih jadi orang yang lebih sabar, hanya saja saya harus bisa juga meredam kemampuan no.4.
4. Biasa multitasking; bahayanya jika sudah seperti ini biasanya saya jadi sangat tidak sabaran. Untungnya punya beberapa asisten, sehingga bisa langsung membagi tugas-tugas yang muncul di kepala saat itu juga. Maunya sih belajar mengendalikan pikiran tetapi belum sukses nih.
5. Paling benci kalau dibohongi, walau untuk alasan kebaikan sekalipun. Jadi walau pahit, katakanlah kejujuran itu. Walau nanti saya akan histeris tidak terima, biarkan saja, waktu pasti akan menyembuhkan hati yang terluka. *haiyah*
6. Senang menyenangkan orang lain, terutama keluarga dan sahabat dekat. Semaksimal mungkin akan melakukan sesuatu untuk menyenangkan orang lain, walau kadang akibatnya jadi boncos hehehe … but i’m getting better now, sejak menikah sudah lebih terkontrol kok, tidak seroyal dulu hehehe
7. Telat, jangan coba-coba janjian sama saya pake acara telat, dijamin saya ambekin, ocehin, pokoknya bakal jadi ga enak deh. Itu dulu Sekarang saya sudah lebih bisa sedikit toleran, sedikit lho ya … sebaiknya jika janjian dengan saya, dan tidak bisa on time, secepatnyalah memberi kabar, agar saya tidak uring-uringan. Teman-teman yang sudah paham saya, biasanya begini cara janjiannya, misal janji ketemuan jam 10, tapi mereka akan bilang “khusus lu datangnya belakangan aja, minimal sudah ada orang di lokasi baru lu berangkat ya, daripada ntar semua orang lu omelin”, atau kalau saya disuruh menjemput mereka untuk ke satu tempat, pasti ada kalimat begini “Ni, emang janjiannya jam sekian, tapi lu njemputnya ditelatin aja, daripada ntar lu tan tin tan tin bikin tetangga gw keluar semua” hahaha … ya gitu deh
8. Suka ketawa lepas, jadi jangan bayangkan sosok saya seperti seorang putri Solo yah. Dan teman-teman saya biasanya lebih suka saya tertawa lepas, karena kalau ketawanya dicicil itu tidak sesuai suasana hati kata mereka. Bisa dibedakan rupanya ya hehehe
9. Cinta banget sama air mineral; kemanapun selalu bawa, minimal sebotol. Namun, saya tidak rela mbayar mahal untuk sebotol air mineral yang dipatok 5rb/ botol di cinema atau foodcourt, jadi ya saya rela jalan jauh turun ke C*rrefour hahahaha … *pelit* bagi yang sudah berkunjung ke MOI, pasti bisa mbayangin jauhnya dari Blitz ke C4
10. Moody – kalau lagi baik, baiiiiiiiiiiik banget; tapi kalau sebaliknya bete in banget, bisa tiba-tiba diam seribu basa, ga jelas juntrungannya, kalau sudah begitu mendingan didiamkan saja, tidak usah ditanya-tanya, karena bakal kena semprot deh hehehe
11. Pecinta celana pendek dan baju ketekan *ups* dari dulu sampai hari ini, sulit saya melepas ‘seragam’ macho itu. Sebenere sih karena cuaca panas saja. Dulu, sebelum berhijab saya bahkan tidak tau malu ke mal cuma berkostum celana pendek, t-shirt + sendal jepit. Masih inget saya disindir bos di kantor *maklum dia malu kali ya punya sekretaris kluyuran di mal pakai kostum seperti itu*, mbok kalau kemana-mana itu ya mantesin, masak ke mal pakai sendal jepit. Tapi saya tidak pedulilah, wong saya ke mal bukan sama dia ‘kan ya, kalau sama si bos ya tentunya saya berpakaian rapi dong, gila aja pakai celana pendek hehehe … Dan sekarang, kostum ini cuma saya pakai di rumah thok! Mungkin sulit dipercaya, tapi saya punya lho baju ketek yang usianya belasan tahun, baru-baru ini dengan sedikit tidak tega saya melepasnya untuk dijadikan kain lap, setelah suami sering menatap tidak tega setiap saya mengenakan kaos merah jambu yang sudah bulukan dan berlubang dimana-mana itu ahahahahaha …
Cukup sudah ya tentang saya, mari kita teruskan menjawab pertanyaan anak Medan ini.
11 Pertanyaan dari alkahfi untuk 11 orang blogger yang dapat di percaya
1. apa yang tidak di sukai dari blog saya ?
Paling ga suka kalau pas mau komen eh ga taunya udah di urutan ke 70 berapa gitu *ga penting ya? Hahaha* Padahal saya sudah berusaha lho pengen ngerasain pertamax di sana.
2. apa pendapat kamu tentang warna biru?
Buat saya biru itu identik dengan Chelsea, jadi dimanapun dan kapanpun saya melihat warna biru maka ingatan saya pasti melayang ke klub sepakbola milik juragan Roman
3. kalau kamu ngeblog biasanya pakai media apa?
Sejak dulu sampai sekarang, pasti ditemani si lappie yang dikasih stiker Chelsea FC, tapi dia sedang sakit sekarang, jadi terpaksa deh suami sediain desktop sebagai ganti sementara waktu ini. Beberapa kali mencoba ngeblog pakai HP tapi gagal maning gagal maning faktor kurang sabar kali ya
4. sebelum ngeblog kamu awali berdoa apa tidak(hayo jujur ya)?
eh emang harus ya hahahaha … iya ya harusnya setiap melakukan aktivitas kan harus berdoa ya, tapi saya engga pernah tuh. ngeblog ya hajar terossss hihihihi
5. apa kegiatan kamu di jam 8 malam sampai jam 12 malam?
Biasanya jam segitu sedang adik bungsu main ke rumah, tentu saja istri dan 2 anak laki-lakinya ikut serta. Mereka mampir dari lepas magrib sepulang anak-anaknya latihan renang. Jam 10-an mereka baru pulang karena esok pagi anaknya harus sekolah ‘kan, tak jarang juga sampai tengah malam kalau pas wiken. Tapi jika mereka tidak ada yang datang ke rumah, jam segitu itu saya pasti sedang sibuk sendiri, entah mberesin rumah sambil nge-hbo, ntar jam 11-an ngitung setoran hari itu xixixi sambil membukukannya tentu saja. Nah yang terakhir ini, mau rame atau tidak di rumah, pasti dikerjakan deh, soalnya kalau sudah numpuk seringnya jadi males, makanya dicicil setiap malam.
6. Blog siapa yang yang menurut kamu paling oke dan menarik?
Waduh! Ini yang susah, relatif ya, kalau yang menarik sih blognya mba imelda menarik buat saya, jadi tau banyak tentang Jepang, jadi pengen ke sana tapi sayangnya recehan saya belum mencukupi blog pakde ya juga menarik buat saya soalnya sering ada tangan yang menarik-narik saya ke sana kuis yang tak terduga-duga xixixi walaupun lebih sering ketinggalan alias ga ikutan. Oiya, blognya mba Fani satu lagi, salut aja setiap mbaca tulisannya yang bisa tayang beberapa kali dalam sehari. Kapan ya saya bisa seperti dia? Hehehehe … dan pastinya masih banyak yang lainnya dong yaaaa
7. dalam menjalani hidup kamu pernah tidak seperti merasa sendiri? beri alasannya
Jelas pernahlah, apalagi waktu belum punya suami hihihi ‘kan emang sendirian toh Eh sekarang juga sering ding merasa sendiri, padahal sudah bersuami ya. Alasannya? apa yaaa … mungkin karena selisih paham, dan tak ada yang sependapat dengan saya, tapi yang pasti selalu ada masalah, ga pernah sih merasa seperti itu tanpa alasan yang jelas
8. pernah mengalami tidak punya uangkah kamu bahkan Rp.100 pun ,trus apa yg kamu lakukan?
Hahahaha … pernahlah, waktu kecopetan di kereta api waktu masih kuliah di Jogja, sampai buat mbayar becak aja minjem sama ibu kos, buru-buru masuk kamar ngarep duit di celengan bisa jadi back up, eh kosong juga dipretelin si adek huhuhuhu waktu itu sih minjem sama ibu kos sambil menunggu kiriman dari Jakarta lagi
9. apa pendapat kamu tentang malam sunyi dan bulan purnama?
HOROR!!! malam sunyi dan bulan purnama terus ada lolongan anjing/serigala hahaha serem ah
10. berapa kali kamu makan satu harinya?
tergantung mood! Bisa satu kali, bisa lebih, tergantung suasana rumah ramai atau tidak kalau sampai tidak makan itu jaraaaaaaaaaaang sekali deh
11. yang terakhir ini di jawab dengan jujur ya kamu suka tidak dengan saya ?,beri alasannya
Suka tidak ya? Hahaha suka aja deh, soalnya tulisan saya kemarin dimenangin hihihi … padahal melihat begitu banyak peserta, sudah ga pede aja. Dan hadiahnya OK pula ahahahaha …
Terus ini ada hadiahnya lagi ga? Hahahaha *ngarep* Umm … yang ini bagian terrepot, memilih siapa-siapa yang akan meneruskan estafet ini, boleh skip aja ga sih? Hiks … Tidak ada salahnya juga sih dicoba ya xixixi …. siapa kira-kira yang belum kebagian yaa ….11 orang pula ya? hmm … Bagaimana kalau …. ? Ah, tidak sanggup saya, nyerah deh, setidaknya saya toh sudah mengerjakan tugas ini …..iya kaaaaaaaaaaaan
Kenapa seringkali mengalami dejavu ya?
Rasanya baru juga akhir bulan kemarin saya membaca postingan Om Brad tentang Memecat Orang, dan sewaktu meninggalkan komen di sana, saya bilang akan menuliskan kisah tentang Memecat Orang ini. Saya lupa ini kali yang ke berapa saya memecat orang, tidak sanggup juga menghitungnya. Beragam alasan tentunya ditetapkan sebagai dasar dari pengambilan keputusan untuk memecat seseorang. Dan alasan saya memecat satu asisten hari ini adalah karena dia tidak menunjukkan semangat kerja yang standar.
Yep, saya katakan standar, karena itu saja tidak dapat dipenuhinya, jadi tak mungkin dong saya berharap yang maksimal darinya? Keputusan ini saya ambil mungkin lebih didasari oleh emosional semata, tetapi saya sudah memikirkannya juga beberapa hari ini, dan mestinya dia pantas mendapatkannya, walaupun suami sempat mengingatkan susahnya mendapatkan asisten. Iya sih, susah mendapatkan asisten, tetapi apakah pantas asisten seperti ini yang harus dipertahankan? Jangan sampai terkesan yang punya usaha yang ketakutan tidak ada karyawan, semua toh harus ada rasa saling membutuhkan agar dapat seiring sejalan, bukan begitu?
Asisten yang imut ini baru memasuki masa 2 bulan kerjanya di sini, dan setelah menerima gaji bulan pertama, dia ijin sakit 4 hari. Ok, siapa sih yang mau sakit, tentu sewajarnya dia pun tidak. Tetapi, hellowwww….. setiap orang harus bisa menjaga kesehatan dong agar tidak sakit, kalau saya sudah makan dengan gizi yang baik, istirahat yang cukup, tidak begadang, intinya saya menerapkan gaya hidup yang sehat, tiba-tiba saya masih sakit, maka saya bisa menerimanya. Tapi jika saya melihat si asisten makan saja males *alasannya takut gendut*, minum saja cuma dilakukan ketika makan siang doang! Hellowwwwww…………wajar dong kalau jatuh sakit! Saya kok jadi seperti punya anak yang tiba-tiba sudah besar yang harus sering mengingatkan untuk minum – minum – minum. Sampai saya ambilkan satu botol khusus saya tuliskan namanya dengan spidol tak lekang air agar dia ingat untuk mengisi botol itu sebelum duduk di posnya. Tapi lebih seringnya saya melihat botol itu kosong bahkan dibiarkan berdebu begitu saja.
Percakapan ini terjadi pada satu siang, saya masih menyelesaikan satu masakan lagi, dan dia sedang bersiap untuk menyantap makan siang yang saya sediakan.
“kalau saya tidak salah lihat, kayaknya kamu jarang minum ya?”
“Iya, bu.”
“Eh? bener? jadi minum cuma pas makan siang doang? bahaya lho itu! nanti kena ginjal repot lho kamu, apalagi kamu kerjanya duduk sepanjang hari begitu.”
“hehehe … “
“terserah kamu sih, udah gede ‘kan ya, jadi udah tau dampaknya kalau kamu malas minum air, yang penting buat saya jangan sampai kamu jatuh sakit gara-gara kurang gizi dan kurang minum. apalagi kalau saya lihat kamu itu klo makan sedikit sekali porsinya.”
“iya bu … takut gendut soalnya.” sambil nyengir. Weslah sekarepmu.
Dan beberapa hari kemudian ada saudaranya yang menelpon dan memberitahukan dia sedang sakit, sampai mengirimkan surat ijin sakit dari dokter segala. Hmm …
Dan seminggu yang lalu, kepada suami dia minta ijin tidak masuk. Asumsi kami ya ijin off, dan itu wajar dia ambil karena memang punya jatah off, hanya saja tidak boleh diambil pas Sabtu-Minggu karena ramai pengunjung. Berhubung karena satu hal, saya menelponnya dari rumah, dan saya baru tau kalau dia mudik, dan mengaku sudah mendapat ijin libur 3 hari. eh??? Ijin 3 hari, padahal masa kerja juga baru masuk bulan ke-2? Well, saya tidak mau buang pulsa, sehingga saya putuskan pembicaraan jarak jauh itu segera. Apakah dia masuk di hari ke-4? Tentu saja tidak, dia baru muncul hari ini, di hari ke-6, yang artinya dia sudah bolos 5 hari kerja. Ok, enough!
Dan tanpa ba bi bu, eksekusi saya laksanakan pagi ini. Kami sama-sama menghitung jumlah hari yang dia tidak masuk termasuk sakit, totalnya ada 9hari, seminggu lebih 2 hari ya, sehingga atas nama keadilan gajinya dipotong 1 minggu untuk diberikan kepada rekan kerjanya yang telah menggantikan jam kerjanya selama dia mangkir dari pekerjaan. Dengan serta merta masa kerja dia harus diakhiri tepat setelah dia menerima amplop putih itu. Kejam? Terserah melihatnya dari sisi pandang yang mana.
Saya jabat tangannya, menatap raut wajahnya yang tersaput kebingungan, dan tak lupa saya ucapkan “Terima kasih, semoga kamu sukses di tempat lain!”
Sepertinya dia masih kaget atas konsekuensi yang harus diterimanya akibat dari perbuatannya, bisa jadi dia pikir kalau tempat kerjanya ini toh bukanlah perusahaan atau pabrik itu, sehingga dia bisa seenaknya mangkir. Semoga saja dengan kenyataan pahit yang dialaminya hari ini, dia memetik pelajaran penting dan bukannya malah sibuk mencaci-maki bosnya di socmed
Fiuuuh…! Lega! Jika Om Brad sempat uring-uringan karena harus memecat orang, saya justru akan uring-uringan kalau tidak segera memecat orang ini. Ups…panjang juga ya hehehe padahal tadi mau cerita pengalaman waktu dipecat juga, eh sudah kepanjangan begini, sepertinya di lain episode aja deh hehehe ….
Ini cerita tentang seseorang yang berprofesi sebagai guru di sebuah sekolah menengah swasta yang cukup bergengsi di pinggiran Jakarta. Dia seorang istri dan ibu seorang anak perempuan. Kehidupan mereka biasa saja, mempunyai sebuah rumah yang cicilannya masih beberapa tahun lagi, suami tidak bekerja dan sehari-hari bertugas mengantar jemput istri dan anak semata wayangnya.
Cerita ini saya tulis, terkait dengan perasaan ‘tidak enak’ yang beberapa kali diucapkannya yang kemudian berbuah tanya dalam benak saya: “benarkah semata tidak enak atau malah GENGSI?” Pertanyaan yang sama tentu saja lebih saya utamakan pada diri sendiri, karena acapkali ter(di)posisikan dalam kondisi demikian yang mana pada saat pengambilan keputusan seringkali tidak dapat dilakukan melalui pemikiran yang mendalam alias spontanitas semata.
“saya (terpaksa) membeli peralatan tupperware ini, karena didesak-desak oleh seorang rekan guru setiap ada pertemuan. Sekali dua menolak sih saya lakukan, tapi setelah itu seringnya jadi TIDAK ENAK HATI juga, apalagi dia bilang “ga usah pusing soal bayarnya, bu, toh nanti kan ada uang sampingan, tinggal dicicil dari uang itu aja, jadi bukan mengambil dari gaji ibu ‘kan, punya barang, dan bayarnya pun tidak mengurangi uang masuk bulanan”; sungguh membuat hati ini benar-benar tidak enak. apa yang dia sampaikan bisa diterima akal sehat saya….”
“sehingga akhirnya kamu membeli dengan mencicil juga?”
“iya … “
“apakah lebih mahal dari harga diluaran?”
“engga sih, justru dikasih diskon, jadi terasa ringan.”
“ya klo begitu sih mungkin tidak apa2 ya. emang sih saya dengar, di antara guru2 itu seringnya banyak yg jadi penjual, nah kita yg sekarang mau memposisikan diri sebagai konsumen terus atau juga melakukan hal yang sama, jadi tidak cuma melulu mengeluarkan uang, tapi juga mengambil kesempatan yg sama, berharap saja orang lain melakukan hal yg sama seperti dirimu, awalnya membeli karena merasak ‘tidak enak hati’? “
“ah repot … gpplah … toh emang perlu juga sama barang2nya.”
“oya? biasanya kalau satu orang sudah berhasil menawarkan 1 produk, pasti guru yg lain akan menawarkan produk lain, bener ga?”
“Iya sih, ada guru lain yang menawarkan produk kosmetik …..”
“dan harganya juga lumayan kaan …?” entah kenapa saya jadi rajin menyela
“iya sihhh tapi ‘kan emang perlu juga, apalagi boleh mencicil mbayarnya.”
“dan mbayar cicilannya diambil dari uang sampingan itu tadi?”
“iya … masih cukup kok.”
“jika masih cukup, terus kenapa dong kamu masih minjam uang dari orang tuamu? dalam jumlah yang besar pula?”
“uang sampingan itu kan kecil, sedangnya saya butuh jumlah besar dalam waktu yg dekat, jadinya minjem deh.”
“hmm begitu ya. terima saran atau obrolan ini harus kita sudahi?”
“emang mo kasi saran apa?”
“gini lho, emang sih mungkin menurutmu uang sampingan itu kecil, tapi jika cukup untuk mencicil 2 produk yang saya tau harganya ajaib2 juga, sepertinya kisarannya pasti antara 200-300rb, yang mana klo jumlah segitu kamu tabung, setahunnya terkumpul sekitar 2-3jt, bukan?”
“iya sih, tapi klo nabung gitu ‘kan lama. kapan punya barangnya dong.”
“hehehe …” saya cuma nyengir dan mengalihkan pembicaraan pada topik yang lain.
Rupanya memang begitulah sudah gaya hidup sekarang ini ya, banyak pasangan yang tidak merasa perlu untuk menghitung apakah uang masuk mereka sudah seimbang dengan uang yang dikeluarkan? Dan menurut hemat saya, jika pasangan ini berhitung dengan cermat, cicilan-cicilan itu bisa ditiadakan kok, dan mengutamakan menabung, daaan mungkin saja tidak perlu merepotkan orang tua dengan meminjam uangnya ‘kan?
Virus konsumerisme ini memanglah virus yang dahsyat, dan saya percaya virus ini tidak hanya menular di lingkungan para guru, tapi juga hampir di setiap lini atau profesi, paling rentan ya emang kaum perempuan apalagi yang sudah jadi ibu. Momennya pun beragam, bisa di arisan, atau saat mengantar anak sekolah, pengajian, organisasi sosial lainnya, dimana saja pasti ada. Dan semua kembali pada individu masing-masing, sebagai penjual wajar dong mereka menawarkan plus membujuk rayu calon pembeli, nah tinggal sebagai calon pembeli yang harus mawas diri. Dengan mawas diri, berarti seseorang punya antibodi yang bagus, sehingga selalu bijak sebelum melakukan satu transaksi dengan berpedomankan : “membeli yang kita butuhkan bukan yang ditawarkan yang kita inginkan” !
Innalillahi Wainnalillahi Rojiun
Telah berpulang ke Pemilik dan Penciptanya, adik saya tercinta Yusnita Febriana dalam usia 29 tahun pada pukul 21.15 di Tangerang Selata. Alamat duka : Komp. Deplu Caraka Buana Blok D-2, Rt.002 Rw. 06 Jurang Mangu Timur, Pondok Aren.
Saya sebagai kakak mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila adik saya tercinta punya salah baik sengaja maupun tidak sengaja, mohon dibukakan pintu maaf untuk Almarhuham.
Salam,
Andy Rio Handoko (kakak)
Telp. 021-7372050
Begitu pesan yang saya baca di wall Warung Blogger menjelang jam 10 pagi 16nov. Rasa-rasa sering liat nama ini, mungkin di kolom komen tulisan sohibloger yang lain, saya cek di komen sendiri, apakah dia pernah ke sini? Tidak ada jejaknya disini. Lalu saya datang ke rumah mayanya, dan saya yakin belum pernah menjejakkan kaki di sana. Di hari dia berpulang justru saya baru berkunjung ke rumah mayanya. Dan menemukan tulisannya yang terakhir tanggal 14 November 2001 … entahlah … saya pun tak mengerti kenapa saya menangis, apa yang saya tangisi? Tapi saya tahu saya merasa sedih … begitu cepatnya dia kembali, di saat usianya belum lagi 30.
Sulit untuk percaya, tetapi tentu ini kisah nyata, samasekali bukan guyonan. Di saat yang sama, warga Warung Blogger sedang terpukau oleh berita bahagia pernikahannya Masbro dan Apikecil. Duh! Apalagi mba Anazkia bilang mereka masih saling berbalas komen pada detik-detik terakhir kepergiannya.
Cuaca mendung dari pagi di sini seperti menambah kesempurnaan suasana duka ini. Dunia blog kehilangan seorang bloggernya, dan entahlah … hanya sebait doa yang kukirim mengiringi perjalanannya kembali ke tempat yang kekal selama-lamanya. Mungkin ada sohiblogger yang membutuhkan update terbaru tentang Nita, sila mampir ke sini.
Selamat jalan, Yusnita Febri! Semoga Allah mengampuni setiap dosa dan salahmu, dan Allah menerima setiap amal kebaikanmu. Aamiin!
Ini akhir pekan, tak semestinya PR itu datang hari ini, hmm … so let’s do it Sejujurnya saya tak yakin bisa mengingat secara mendetail, tetapi tak ada salahnya dicobalah ya.
Mari kita mulai dari Guru Favorit. Do I have one? Hmm … lupa! Parah?! Emang! Entahlah, lupa karena daya ingat melemah, atau memang tak ada guru favorit? Satu kelas gurunya cuma satu, itupun bisa lupa, engga banget ‘kan
Guru Killer? Nah, kalau yang ini membekas sangat! Selain berprofesi sebagai guru, dia merangkap Kepala Sekolah juga pemilik sekolah itu. Ya, ini SD swasta satu-satunya yang saat itu terbaik yang ada di Pancur Batu sana. Namanya tidak pernah tahu, tapi kami memanggilnya Ibu Kaca Mata. Sosoknya yang besar, dan kegemarannya mencubit perut pabila menemukan kuku yang panjang, atau anak yang terlambat sudah terkenal ke seantero negeri. Dan anehnya, banyak orang tua yang senang memasukkan anaknya bersekolah di sana karena kegarangannya, karena berharap anak mereka akan menjadi patuh. Saya cukup beruntung tidak pernah bersinggungan dengannya, maklumlah, waktu kecil saya kan belum sepecicilan sekarang, dulu mah kalem pisan
Teman Bolos?? Oh c’mon, anak sekalem saya mana berani bolos, memikirkannya saja tidak berani. Di rumah ada mamak yang seperti singa lapar, dan di sekolah ada Ibu Kaca Mata … jika sampai berani bolos, berarti saya sudah siap dengan semua hukuman mereka.
Jika ditanya tentang teman berantem, pede bilang ga ada. Sangat bertolak belakang dengan kehidupan setelah tidak bersekolah, ‘sering’ dan berani berantem hehehe …
Nah, kalau jajanan Favorit (makanan & minuman), saya ingat betul selalu beli somboi di toko langganan. Ya, kami tidak pernah dibekali uang jajan, tapi boleh mengambil jajanan, nanti mamak yang bayar. Namun begitu, tidak berani ambil banyak-banyak, sewajarnya saja. Somboi itu rasanya asam, suka karena bikin mata yang ngantuk jadi melek hehehe. Selain itu ada manisan ceremai yang berwarna kuning itu. Tidak pernah jajan yang berat-berat, karena dari rumah sudah dikenyangkan dulu hehehe
Bagaimana dengan jajan mainan favorit? Sepertinya sih tidak ada ya. Kalaupun membeli mainan, biasanya dipakai yang bisa dipakai bersama, seperti, monopoli, halma, ular tangga dan kami memainkannya bersama mamak dan bapa. Sekeluarga berkumpul.
Sepatu & Tas Favorit? Bukan karena lupa, tapi memang tidak ada. Apapun yang dibelikan mamak, pasti dipakai, mana berani minta sepatu atau tas model ini itu, pokoknya terima ajalah. Soalnya sudah tau, protes juga tidak akan didengar. Kami baru merasakan memilih barang apapun itu sendiri setelah duduk di bangku SMA lho, sebelumnya semua ikut selera mamak. Untuk tas, saya ingat dibelikan yang talinya panjang bisa diselempangkan. Tapi saya lebih sering membiarkan tas itu kosong, karena mau berjalan gaya sekretaris jadi buku-buku dibopong terbuka gitu deh.
Kesimpulannya? Eh perlu pakai kesimpulan ga yah? Hehehe … kesimpulannya waktu SD itu saya adalah anak yang penurut, pasif, lebih suka bersembunyi, tapi tetep lho waktu masih SD sudah merasakan ‘suka’ sama teman sekelas hahaha … sekedar suka, saya yang suka sama dia, entah kalau dia juga suka sama saya. Yang jelas, setiap bel istirahat berbunyi adik perempuannya pasti menghampiri saya dan mengajak ke lapangan bermain menghabiskan waktu istirahat bersama. Karena saya tipe anak yang pasif, rasa suka juga cuma disimpan di dalam hati, semakin digodain semakin mengkeret, semakin keras meneriakkan kata “tidak” hihihi gila juga ya, teman-teman SD kok bisa-bisanya menjodoh-jodohkan kami berdua. Bagian terburuknya adalah, kami saling merasakan ketidaknyamanan, duduk sebangku tapi tidak saling menyapa, kecuali di saat ujian berlangsung, secara otomatis dia begitu berbaik hati membiarkan lembar jawabannya terbuka seolah-olah menyuruh saya untuk menyontek hahaha … *GR*, dalam hening saya pun seperti paham dan menyalin jawaban yang saya tidak tahu, dan percaya jawaban dia pasti benar, karena dia selalu ada di 3 besar sampai lulus hehehe…
Berita buruknya, terakhir mudik, saya mampir ke sana, bangunannya masih ada, tapi sudah tidak beroperasi SD KU SAYANG, SD KU MALANG!
Ah, mengenang masa SD begitu menyenangkan, walaupun bila boleh memutar waktu, saya ingin menjadi anak pemberani seperti saya yang sekarang, agar lebih berwarna masa SD saya hehehe … PR ini tidak diteruskan pada siapapun, namun jika sohibloger yang belum kebagian, dan merasa ada yang pantas untuk dikenang, yuk … lanjutkan estafetnya
PS: Mas Necky, PR-nya sudah kelar lho ya … dikasih hadiah apa? Hihihi
Beberapa hari ini diingatkan urusan diet oleh pemilik blog Ejawantah, bagus juga, jadi ketika hampir terlena alias melupakan urusan diet, eh ada yang ingetin lagi Dan tujuan saya untuk diet pun bukan semata-mata urusan melangsingkan tubuh, tetapi lebih kepada mewujudkan dan membiasakan pola hidup sehat yang membutuhkan tingkat disiplin yang tinggi.
Guru utama saya, Bapa di rumah adalah sosok yang tepat untuk saya teladani untuk urusan yang satu ini, tetapi saya belum sanggup menyamai kegigihan Bapa dalam menguatkan iman pabila dihadapkan pada makanan yang lezat tapi konsekuensinya diet jadi buyar aja
Baiklah, setidaknya saya sudah mencoba dan terus berusaha. Dan sekarang ini, saya terpaksa merogoh kantong lebih dalam lagi karena berusaha mengikuti bapa memakai minyak kedelai, demi menghindari minyak goreng biasa, yang harganya 3x lipat dari minyak biasa Padahal baru-baru ini, saya menemukan artikel ini yang membuat saya meragukan lagi kelebihan minyak kedelai dibandingkan minyak goreng kelapa/sawit Huh, semakin bingung saja! Begitu juga dengan beras, setelah sempat mencobai beras merah dan mulai bosan, saya beralih ke Beras Organik Holistik. Berikut ini penampakannya.
Walaupun sudah mengonsumsi beras ini, sejujurnya saya masih meragukan manfaat yang dijabarkan di blog produsen beras organik holistik ini, oleh karenanya jika ada sohibloger yang sudah pernah mengonsumsinya, sudi kiranya berbagi dengan saya ya Soalnya jangan sampai termakan propaganda hidup sehat, eh malah cuma jadi korban iklan berisi pepesan kosong. Berharap sih, apa yang tertera di blog itu benar adanya, sehingga saya tak perlu terlalu cemas ketika menyuapkan nasi ke mulut hehehe
Bisa jadi saya terlalu parno terhadap diabetes yang pernah diderita Mamak bertahun-tahun, ditambah lagi postur saya yang jauh dari langsing, tapi belum sampai tambun kok hehehe …. dan setiap tes darah masih normal kok gula darahnya, hanya saja, merasa lebih baik meningkatkan pencegahan, daripada tanpa disadari sudah terkena nanti.
Jadi, bagaimana menurut sohibloger, ada yang sudah mengonsumsi beras seperti gambar di atas?
Bicara tentang kadaluarsa, saat ini di rumah saya lumayan banyak botol-botol berisi bahan kimia yang sudah kadaluarsa, yang biasa dipakai untuk menganalisa produk makanan, salah satunya, sebelum ‘dilempar’ ke pasar. Bahkan saya pun masih bingung mau membuang mereka kemana agar aman
Jika yang kadaluarsa makanan atau pun minuman, solusinya sih gampang, tinggal buang saja, beres! Tapi bagaimana jika yang kadaluarsa adalah uang?
Euro 50 x 1lbr, SGD 50 x 3lbr, SGD 10 x 2 lbr, dan beberapa ringgit.
Itu adalah beberapa lembar harta karun yang tersimpan sampai hari ini yang hampir terlupakan, tapi jika sedang bokek pasti ingat dong hehehe ….
Jika hari ini saya posting tentang lembaran mata uang asing itu, bukan maksudnya mau pamer xixixi … buat apa juga pamer wong jumlahnya tidak cukup buat beli pulau kan hahahaha … tapi berhubung dari ngobrol santai sambil nonton tivi bersama suami, tiba-tiba suami nyeletuk begini.
Awalnya saya cuma nyengir kuda, tapi demi mendengar yang berikut jadi menciut juga.
“idihhh dikasitau malah ngetawain. emang lupa ya sama logam 1000an yang tengahnya kuning, pas mau disetorin ke bank, terus ditolak karena udah kadaluarsa??”
Dan ingatanku pun melayang pada setumpuk koin yang telantar dan tak bisa diapa-apakan lagi. Bergegas mengambil amplop yang berisi uang kertas bergambar, dan menimangnya dengan bimbang. Bagaimana ya kira-kira untuk mengetahui bahwa uang kertas ini masih berlaku? Adakah sohiblogger yang punya pengalaman tentang hal ini? Mau dong saya jika berkenan berbagi informasinya Please?