Pengalaman Pertama : Menjamu Tamu Jauh

“……., we left tonight. Hope to see you soon.” itu adalah kalimat penutup dari email yang ku terima dari In Mee hari itu. In Mee, adalah seorang Ibu dengan sepasang anak yang sudah menjadi sahabat (maya)ku dalam 2 tahun terakhir. Sebelumnya dia berlibur seorang diri ke Indonesia, tapi kali ini dia datang bersama rombongan kecil. Dia akan mengajak kedua anaknya, dan anak laki-lakinya yang sedang duduk di bangku SMP waktu itu akan mengajak serta 2 orang temannya pula. Selain itu, In Mee juga  mengajak teman perempuannya nya yang punya 1 putri.

Wew …! Saya bakal sibuk kali ini. Jika pada 2 kali kedatangannya sebelumnya hanya mengantar dia seorang berlibur ke beberapa tempat di pulau Jawa, dan tak ada kesulitan yang berarti dong. Tapi kali ini pasti berbeda, semoga saja nanti semuanya bisa berjalan lancar. Hotel dan mobil rental semua sudah dikonfirmasi. Tinggal menanti kehadiran mereka saja. Rumah pun sudah ditata rapi dan bak kamar mandi juga sudah dikuras, sprei sudah diganti, pokoknya semua sudah siap.

Ya, saya harus menata rumah yang baru berapa bulan saya sewa, karena dari seminggu masa liburan mereka, ada rencana menginap di rumah mungil ini karena mereka ingin merasakan sensasi tinggal di rumah penduduk. Sebetulnya saya sangat tidak yakin mereka akan bisa bertahan di rumah yang kondisinya jauh dari bangunan baru. Tapi In Mee bersikeras bahwa semua akan baik-baik saja, dan saya tak perlu terlalu khawatir tentang kenyamanan, apalagi keamanan. Dia juga suaminya begitu percaya bahwa mereka akan aman jika didampingi oleh saya setiap berlibur di Indonesia.

Singkat cerita, keesokan harinya mereka tiba di Jakarta dan kami berlibur bersama. Setelah beberapa hari menginap di hotel, tibalah saatnya mereka boyongan ke rumah saya. Inilah momen yang paling mendebarkan bagi saya. Tak sabar menanti komentar mereka. Dan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak menyenangkan, saya tetap memesan kamar hotel yang akan saya batalkan pabila sahabat saya dan keluarganya ternyata betah.

Ini adalah pertama kalinya saya menerima tamu, tamu asing pula, tidak tanggung-tanggung sekali datang bertujuh pula, wajar dong jika kecemasan melanda diri ini? Cemas akan nyamuk, cicak dan kecoa. Cemas akan udara panas, karena cuma punya kipas. Campur aduk deh rasanya. Ajaibnya mereka santai saja, bahkan excited, apalagi ketika taxi yang kami tumpangi memasuki daerah Warakas. Mereka sibuk bertanya ini itu sepanjang perjalanan dan berulang kali bertanya, “masih jauh rumahnya?” Rupanya mereka sudah tidak sabar untuk melihat rumah mungil saya.

Dalam berkomunikasi kami ada sedikit kesulitan, karena yang fasih berbahasa Inggris cuma In Mee, temannya dan anak-anak itu cuma mengerti sedikit sekali kosa kata dalam bahasa Inggris.  Tiga anak remaja yang ganteng itu lebih lumayan ketimbang 2 putri kecil mereka, yah sepatah dua kata bisalah mereka, tapi kalau sudah panjang-panjang ya In Mee harus siap jadi penerjemah :)

Rumah saya cuma punya 2 kamar tidur, dan 1 kamar mandi; 1 kamar tidur dipakai saya sendiri, yang 1 lagi dipakai duo ibu dan putri kecil  mereka, nah yang ganteng-ganteng itu ditaro di mana? Ya sodara-sodara, ruang tamu disulap jadi tempat tidur mereka, beralaskan tikar dong. Wong saat itu saya belum punya karpet lho :D Tidak ada kelambu juga.Selama 3 hari menginap di rumah saya, menghasilkan bentol-bentol merah di wajah, kaki dan tangan. Yang ketika datang mulus menggemaskan, pas mau pulang jadi bopeng-bopenglah pokoknya. Begitupun, mereka sungguh-sungguh model tamu yang sangat tahu diri, tidak manyun, tidak ngedumel, atau mungkin ngedumel sama mama-mamanya, hanya saja dalam bahasa Korea sehingga saya tidak mengerti … hahaha …

Yang paling heboh adalah ketika anak perempuannya menjerit ketakutan ketika melihat cicak yang merayap dengan santainya di dinding kamar tidur, dinding dapur, dinding kamar mandi, juga di ruang tamu. Mau bagaimana lagi, buat orang Indonesia serumah dengan cicak sudah wajar bukan? Jadilah saya menjelaskan bahwa cicak itu adalah sahabat, karena cicak makan nyamuk, biar kita tidak digigitin nyamuk :D Tetap dong anak kecil itu tidak bisa terima … tapi tidak mungkin juga ‘kan saya bikin aturan baru melarang cicak datang sebelum tamu saya pulang?

Kehebohan yang lain adalah ketika mereka bertujuh mau plesir ke pasar tradisional, dan tidak tanggung-tanggung saya ajak ke Pasar Warakas, yang dari satu pasar ke yang satunya ada kali yang airnya hitam di tengahnya, yang diseberangi dengan getek. Eh ada yang tau getek ‘kan? Mereka begitu excited. Jepret sana jepret sini. Tidak peduli dengan tatapan heran para pedagang di pasar. Dan saya pun jadi ditanyai macam-macam *dikira bawa artis, abis ada 3 abege ganteng sih hahaha* Tapi secara keseluruhan, saya senang bersama mereka, karena mereka bisa menimpali keramahan khas Indonesia di pasar atau dimanapun selama tinggal di rumah saya. Walau tidak paham bahasa masing-masing, tapi senyum manis tak pernah lekang dari bibir merah pemuda ganteng itu. *maaf ya, ingatan saya memang lebih kepada pemuda-pemuda ganteng ini hahaha*

Kami juga menjajal rasa naik angkot, bajaj, juga becak. Justru ketika kami naik taxi kehebohan dan kepanikan baru muncul. Ini terjadi pada hari terakhir, di mana sengaja pulang dari plesir naik taxi, dan taxi itu mau dipakai sekalian nge-drop mereka ke bandara. Karena kami ber-8 terpaksa dong pakai 2 taxi, nah di sinilah masalah timbul. Sudah dari awal supir taxi diberitahu agar konvoi, karena yang tahu jalan cuma saya, eh yang satu nyelonong aja gitu. Alhasil, nyasar ‘kan! Nanya sama penumpang, mana mereka ngerti tinggal di mana, untungnya taxi yang nyasar isinya teman saya, sehingga walaupun dia panik, tapi ingat menelpon saya. Terpaksalah itu supir taxi saya pandu agar sampai ke alamat saya dengan selamat. Penumpangnya? Sudah ketakutanFiuuhhh … sport jantung dah ah :D

Mereka sungguh anak-anak yang manis, satu per satu memberikan bingkisan yang ternyata telah mereka persiapkan untuk saya sebelum berangkat ke Indonesia. Padahal tanpa bingkisan pun hati ini sudah senang melihat mereka bersuka cita selama menghabiskan liburan di Indonesia. Mereka juga meninggalkan bendera Korea yang kecil yang bisa diletakkan di meja karena sudah ada tiangnya, sebagai tanda persahabatan dengan saya.

Jadi, buat kami, saya dan mereka, ini sungguh pengalaman pertama dan mungkin juga yang terakhir yang takkan terlupakan! Sayangnya, hubungan kami, saya dan InMee terputus sejak mereka pindah ke Kanada. Saya juga sudah lupa ceritanya bagaimana kami bisa tidak berhubungan lagi, semua seperti hilang begitu saja diberangus waktu. Dan sekarang, tiba-tiba saya merasakan rasa rindu yang membuncah tapi kemana saya harus mencari?

PS: Kisah nyata ini diikutsertakan dalam kontes Giveaway :P engalaman Pertama-nya Neng Una yang kriwil itu :D

83 thoughts on “Pengalaman Pertama : Menjamu Tamu Jauh

  1. Pingback: Perjalanan Nicamperenique | nicampereniqué.me

  2. Wuih, saya bacanya sampe nahan nafas niQue…kebayang deh gimana hebohnya nyiapain rumah buat tamu asing sebanyak itu…terus, terus…makannya gimana dong?
    ;)

  3. seruuuu. beneran deh seru; ngebayangin mereka yang ganteng2 itu ada di ruang tamu (hlah, kok yang dibayangin itu yak?)
    :D

    dan naek getek pulak! *ngebayangin getek di daerah deket paul itu
    ais ariani recently posted… » perempuan pekerja

  4. Wah pengalaman pertama yg sesuatu banget itu.. Hehe…
    Dulu jg pernah punya teman org Korea, mereka memang ramah2 dan santun sekali ya.. Ohya, mereka jg full smile.. :-)

    • insya Allah paling berkesan Om :D \
      entah kalau mereka terlalu pandai menyimpan kekecewaan dibalik setiap senyum manis mereka hehehe

    • pastinya :D

      ahhh saya jadi inget, kenapa juga ga posting pengalaman pertama ketemu sama Ricardo Carvalho yaaaa? huhuhu … baru ingat saya hihihi

  5. pengalaman pertamaku kopdar juga sekaligus menjamu tamu dari jauh, yakni kehadiran nechan imelda dan kawan-kawan blogger lainnya di kweni beberapa tahun silam. wah, luar biasa rasanya. segala persiapan dicoba untuk dilakukan semaksimal mungkin agar para tamu tersebut tidak kecewa.. :)
    vizon recently posted… » masih ada waktu

  6. Banyak yang dari dunia maya ke dunia nyata menjadi sebuah kenangan. Juga bisa menjalin persahabatan seperti kam. *sekian bulan tinggal di bandarbaru hanya satu kata itu dari bahasa karo yang dimengerti…
    Sekalian menggenapkan komentar jadi seratus.
    Alris recently posted… » Terdamparku Disini

  7. Huwaaaa.. pengalaman pertama yg menyenangkan banget mbak.. asyik deh punya temen orang asing gt..

    gak.bisa dicari kah mbak? kan enak tuh kalau mbak mau kekanada ada tempet nginap.. hehehe..

    • hiks sudah mencari2 terus tapi blom bersua juga

      hmm apa sambil mencari rajin menabung biar pas ketemu pas punya uang buat ke nyambangi ya :D

    • dulu sih sempat mau bikin travel agent sama dia, sampe saya belajar bahasa Korea juga, tapi itu tadi … karena tenggelam dalam kesibukan masing2 malah jadi saling melupakan hiks ..

  8. sukses ya buat kontesnya, semoga menang :)

    kunjungan balik, terimakasih kunjungannya di blog sederhana saya
    salam persahablogan :)

  9. lho komen ‘cicak tadi (gak ada bintang) kemana? setelah saya protes dgn komen kedua, bintang muncul komen itu hilang … hehehe :P

  10. Sahabat maya di blog juga mbak?
    Oya btw saya barusan ngelurusin rambut gyahahaha. GAK DENGGG~
    Waaa ini entrinya tho, kok ga dimasukin ke kolom komen mbak… Kumasukin yaaa… terimakasihhh!

  11. memangnya mereka dari negeri mana sampai ndak tw cicak?

    gila ya…

    sama dgn cerita anak inggris yg ke ind…dia exited bisa lihat nyamuk terbang,,,

    di sini mah…nyamuk lgsg dibasmi
    sky recently posted… » 666

  12. weks namanya In Mee kok mirip nama gue ya?
    Haduh aku aja belum pernah naik getek nih… ngeri banget aku kalau berhubungan dgn air-airan.
    Hmmm apa aku titip Riku dan Kai nanti suruh nginep rumah kamu aja ya? hahaha
    Ikkyu_san recently posted… » Hari Blogger?

    • hahaha …. klo mereka mau, napa engga? hayooo …. eh iya ya, namanya mirip, tp orangnya totally different mba hihihi In Mee kurus ceking ga kayak kita yang subur makmur hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge