Berbagi Itu Indah

Jika kemarin saya cerita tentang pedagang yang jutek binti judes, hari ini saya senang bertemu dengan pedagang nasi uduk yang baik hati. Selesai menunaikan acara bayar-bayar di BRI dekat warnet, iseng banget saya mampir ke pedagang nasi uduk yang berjualan persis di depan BRI. Setiap ke BRI selalu saja mata saya tertuju ke ibu ini, entah kenapa, seperti ada yang memanggil-manggil saya untuk mampir ke sana. Selama ini sih saya bisa menahan diri, tapi tidak hari ini :D

Dan, perbincangan saya dengan ibu pedagang nasi uduk ternyata bermanfaat sekali lho. Dia membagi tips bagaimana memasak telor dadar agar bisa jadi tebal tapi tidak perlu pakai tepung; terus memasak semur agar rasanya maknyus; dan menggoreng tempe agar tetap garing.

Ada perbedaan ilmu antara tukang masak di Rm. Padang dan ibu pedagang nasi uduk dalam membuat telor dadar yang tebal. Koki di Rm. Padang selalunya menambahkan kelapa dalam adonan telor yang akan dimasak dan mengaduk-aduk telur ketika dimasak diatas wajan dengan api yang kecil. Nah, ibu tadi bilang cukup dibocorin aja telurnya sampai berlapis-lapis. Sepertinya gampang, dan boleh juga dicoba. Dan itu kalau sekali naik max.10telur, kalau lebih nanti hasilnya jadi jelek. Tapi saya sendiri, belakangan senangnya masak telor dadar menggunakan HappyCall, karena tinggal dimasukkan saja, tak perlu kuatir akan merusak penampilan telur dadar ketika membaliknya, karena momen yang paling stressful bagi saya adalah ketika harus membalikkan telur dadar hehehe …. lagipula, jika menggunakan HappyCall, gampang saja dan rasanya kok lebih enak ya, cobain deh. Hanya saja kalau menggunakan happycall, tidak akan ditemukan pinggiran yang crispy itu, yang biasanya ada jika digoreng pakai penggorengan biasa.

Selama ini saya sering memasak telur dadar dengan mencampurkan tahu, dan memang rasanya sedikit asam, dan tadi ibu itu menyarankan mencampurnya dengan kentang yang dihaluskan, pasti rasanya lebih enak ketimbang dicampur dengan tahu atau tepung sekalipun. Well, saya langsung mencobanya hari ini, sayang tadi lupa mengambil gambarnya, dan yaa rasanya lebih enak lho :D

Begitu juga jika masak semur, yang selalu membuat saya penasaran kenapa rasa semur masakan saya berbeda dengan yang dibeli di luaran sana. Dan tadi, rupanya rahasianya ada pada penginapan semalam :D Ya, jadi jika mau menghidangkan semur, jangan begitu matang langsung disantap. Sebaiknya inapkan semalam terlebih dahulu agar bumbunya meresap sampai ke dalam tahu, telur, daging yang disemur. Satu lagi, agar ingat menggoreng kemirinya terlebih dulu, ternyata beda pengolahan ya beda rasa :( Selama ini kemirinya ya mentah-mentah begitu lansung diblender bersama bahan yang lain. Juga, jika yang disemur tahu, tidak usah pakai kayumanis, tapi kalau daging memang wajib pakai kayumanis. Sudah tidak sabar saya untuk mencoba memasak semur dengan tambahan informasi dari ibu itu :D

What a precious moment! :D Entah mengapa, ketika berbincang dengan ibu itu, ingatan saya langsung melayang pada ibu pedagang yang super jutek. Ibu pedagang nasi uduk tadi bahkan memaklumi dan menganggap wajar jika perempuan tidak pandai masak, tidak kenal bumbu dapur. Yang penting mau belajar, pasti lama-lama juga bisa kok, begitu katanya. Saya tersenyum lebar, betapa bersyukurnya saya dengan semua keramahan yang saya terima pagi ini, membuat mood terjaga prima. Hasilnya? Satu asisten yang saya anggap telah bekerja maksimal sampai sore tadi, bahkan melihat satu perubahan besar dengan membuat kinclong area dapur dan toilet, tanpa ragu saya acungkan jempol dan ucapan terima kasih, sekaligus mengijinkannya beristirahat lebih cepat.

Terima kasih Tuhan, setiap kesadaran dan pencerahan di dalam diri ini pasti datangnya dariMu, dan baru sehari ku telah melihat dan merasakan kebaikan datang merespon perubahan yang kucanangkan :) Alhamdulillah yaaah :D

gambar dari sini.

26 thoughts on “Berbagi Itu Indah

  1. Pingback: Berbagi Itu Indah (2) | nicampereniqué.me

  2. Kalau ada pedagang atau siapapun yg memberi pelayanan dgn senyum dan kata2 manis, doa otomatis terucap buat mereka.. Mudah2an org2 yg tak pelit berbagi bersama selalu diluaskan rezekinya ya, amin..

  3. Bener mbak.. semur yg enak itu kalau kuahnha udah kental.dan kering saking seringnya dipanasin.. makanya makin lama semurnya disimpen makin enak dan makin lembut..
    Aku sendiri paling suka sama semur yg kalau dipotong pake sendok langsung hancur dan gampang makannya.. Hehe *jadilaper

    • saya malah jadi ngebet pengen masak semur cepet2, cuma sayangnya di kulkas cuma ada stok tahu, telornya tinggal sedikit :(
      terpaksa belanja dulu deh.

    • ha? pake susu? kira2 nanti masih kerasa susunya ga mba?
      klo masih, alamat saya ga bisa makan deh :(
      tapi klo engga, saya mau nyobain hehehe
      siap, tak ingetin deh klo kelamaan blom diposting hehehe

  4. kalau aku sering masak telor mosqi:-D
    nama telur ciptaan pascal. digoreng pakai mentega trus diorak arik hihihi. menu kesukaan pascal
    Lidya recently posted… » Kompak

  5. nique…kunci utamanya adalah belajar dan belajar. Semua orang pasti bisa. Perbedaan dengan yg berbakat adalah kecepetan menangkap dan rasa pada makanannya aja koq. Istri saya waktu married ga tahu bumbu dapur, tapi sekarang malah jago masak….hehehe.
    Gw yakin elo juga berbakat koq…
    Necky recently posted… » Story Pudding: Antara Ibu dan Istri

  6. aku kebetulan hari ini masak telur dadar padang Nik, biasanya kalau telur dadar padang, telur yg dipakai adalah telur bebek Nik, ini yg ibuku ajarkan padaku, memasaknya dgn api kecil, memang si telur dadar ini jadi menggembung montok gituh jadinya :)
    juga, jadi gak amis krn api nya kecil :)
    salam
    bunda lily recently posted… » Hal Hal Yang Bikin Kita Merasa Beruntung

  7. Ikut seneng baca posting ini niQue, apalagi ditambah bonus cara bikin semur enak dan telur dadar yang mantap…wah, wah…sayang sekali menu saya hari ini ayam goreng dan sayur lodeh…hehe, kapan-kapan mau praktek juga ah!
    :D

  8. wah salut sama si ibu itu, nggak pelit ilmu :)
    btw suamiku juga nggak suka kalo telor dicampur sama tahu. aneh katanya.
    mau coba sih kalo dikasih kentang :)
    ita recently posted… » Mimpi Buruk

  9. memasak sewaktu masih SD pernah lho bu jadi kegiatan menarik buat saya, sering banget bantu2 ibu di dapur,,,
    tpi setelah SMP hingga skarang, kayaknya ga ada minat buat belajar memasak lagi.. :D

    Ah, seneng ya bila bisa berbagi, sekecil apapun itu, bila dibagi secara ihlas dari hati, pasti membawa keberkahan. Berbagi ilmu seperti yg ibu nasi uduk itu berikan.
    Mabruri recently posted… » Khitanan dan Kemah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge