Connecting Door

Cerita tentang connecting door-nya Om Trainer mengingatkan saya pada kejadian 2007 saat mana saya plesiran dengan beberapa teman ke pulau Sumatera. Betul-betul itu connecting door bikin masalah deh! Gara-gara connecting door pertemanan diantara kami pun sempat vakum karena jadi saling menyalahkan dan berakhir tidak enak.

Rangakian perjalanan kami dari Jakarta sudah diatur sedemikian rupa, langsung ke Danau Toba – Berastagi – Medan – Jakarta.  Setelah menikmati Danau Toba beberapa hari, maka kami beranjak menuju Berastagi. Karena ada 2 teman yang harus segera kembali ke Jakarta, maka mobil yang kami sewa harus mengantar mereka ke Medan, tapi sebelumnya mengantarkan kami ke hotel di Berastagi terlebih dulu. Mengingat perjalanan ke Medan nantinya akan melewati kampung kelahiran saya, maka saya pikir mau ikut mobil ke Medan, dan nanti turun duluan di Pancur Batu. Ketika mobil itu kembali lagi ke Berastagi, saya akan ikut lagi, sehingga dengan demikian saya menghemat waktu tanpa perlu menyediakan waktu khusus sekedar menyambangi keluarga.

Tapi apa mau dikata, baru juga menjejakkan kaki di rumah Bapatua di PcB, tiba-tiba teman yang sudah di Berastagi menelpon dengan panik, memberitahukan kamar yang didapat ternyata ada connecting door-nya. Yang membuat panik sebetulnya karena ada orang yang mencoba masuk melalui pintu itu. Tanpa ba bi bu mereka check out dan meminta saat itu juga mobil dikirim kembali ke Berastagi. Saya juga ikut panik sih, walau Berastagi bukan kampung saya, tetapi karena saya orang Medan, jadi merasa bersalah tidak ada di saat teman-teman menghadapi masalah. Lalu, saya mencoba menelpon pak supir agar segera menjemput saya dan langsung cabut ke Berastagi.

Tunggu punya tunggu, kenapa pak supir belum datang juga ya? Saya coba telpon eh tidak menyahut. Aduh! Semakin panik deh. Bapatua juga ikut repot, mencoba mendatangi keluarga pak supir yang memang tetangganya, mencari tahu siapa kira si pak supir mampir ke rumahnya dulu. Nihil! Saya mencoba menelpon 2 teman yang di Berastagi juga tidak direspon. Kalang kabut! Bingung!

Menjelang tengah malam kelihatan mobil pak supir melewati rumah Bapatua, dan alangkah kagetnya saya ketika mengetahui rupanya 2 teman saya sudah diantar ke salah satu hotel di Medan, dan………………..mereka marah lho sama saya! :( Berhubung sudah malam, saya pikir besok saja menyusul teman-teman, karena jika dipaksakan berangkat, kasihan juga sama pak supir yang sama sekali belum istirahat sejak berangkat dari Danau Toba subuh tadi.

Pagi-pagi sekali saya diantar Pak Supir ke tempat teman-teman menginap, dan sedih sekali rasanya ketika mengetahui kedua teman saya marah besar. Saya tahu kesalahan saya adalah mengubah rencana mengikuti mobil ke Medan, tetapi bukankah itu juga atas persetujuan mereka. Toh, dari Jakarta pun sudah masuk dalam agenda saya untuk menyambangi keluarga sekedar ‘say hi’. Akibatnya sampai Jakarta  kami bertiga lebih banyak berdiam diri, kecuali mereka berdua tentunya masih mengobrol. ‘Kan yang disebelin saya hehehe jadi saya sih yang tidak diajak ngobrol tepatnya. Sedih? So pasti! Tapi mau gimana lagi?!

Tadinya kami merupakan teman perjalanan yang solid, dan gara-gara kejadian itu, kami jadi tidak pernah plesiran bersama lagi, padahal sebelumnya sudah merencanakan ke Bromo setelah dari Medan. Ya sudahlah, setidaknya saya lega, setelah sekian bulan saling mendiamkan, akhirnya kami berbaikan lagi, alhamdulillah yaaah :)

Jadi kalau HARUS TIDAK ADA CONNECTING DOOR-nya untuk Om Trainer, maka peraturan itu juga berlaku bagi saya :D

 

Gambar diambil dari mba gugel!

27 thoughts on “Connecting Door

  1. Gara-gara connecting door setitik, rusak liburan sebelanga…
    *maksaaaaa*

    NiQue, susah komen nih, kalo udah menyangkut pendapat dan persepsi kayaknya semua orang selalu keukeuh mempertahankan pendapatnya…hehe, yang penting itu tadi, Alhamdulillah yah, semuanya berakhir baik… ;)

  2. terakhir menginap yg ada conecting doornya waktu saya umroh mbak. sengaja di kamar gitu supaya bisa bareng2 ortu. enaknya ya ada pintu luaran lagi jadi orang harus 2 kali pintu untuk bisa masuk ke ruangan kami.

    mungkin mereka lagi cape juga ya mbak, sehingga marah. mungkin kalo tidak jg akan maklum, tp skrng udah ga marah lagi ya.
    Puteriamirillis recently posted… » Blog Quiz : A Story Pudding For Wedding

  3. Perasaan saya juga kalau ada connecting door itu punya 2 pintu…lho. Apa mungkin saya salah yah?? ….Justru saya kalau lagi pergi rame2 malah nyari yg ada connecting door.
    Kebayang perjalanan liburan jadi menyebalkan padahal mau senang2…
    Necky recently posted… » Ga bisa Nulis Lagi

  4. hmmm setau gua connecting door itu gak bisa dibuka dari salah satu sisi doang. jadi ada lock dari 2 sisi dan harus terbuka dua2nya baru pintunya bisa dibuka.

    malah banyak juga yang gua pernah liat, connecting door itu adalah 2 pintu. jadi harus 2 pintunya terbuka baru bisa masuk ke kamar satunya. kalo salah satu doang yang terbuka, ya begitu dibuka langsung keliatan pintu satu lagi.

    jadi aneh rasanya kalo kamar hotel ada connecting door dan bisa dibuka dari salah satu kamar doang. itu sih bahaya banget…
    arman recently posted… » Lucu-Lucuan

  5. Kamar yang ada connecting door ini enak kalau kita bersama teman yang dekat, jadi bisa mengobrol atau bersama keluarga. Kalau tidak, seharusnya dari masing-masing kamar ada kuncinya.

    Saya sering dapat kamar seperti ini, Alhamdulillah tak pernah ada masalah, karena sebelumnya di cek dulu keamanannya.
    edratna recently posted… » Sehari itu rasanya lama, bu….

    • nah iya setujua ama yang ibu enny bilang. biasanya connecting door itu ada kunci di masing2 kamar. jadi kalo salah satu kamar doang yang buka kuncinya dan kamar satunya gak buka, ya pintunay gak bisa dibuka….
      arman recently posted… » Lucu-Lucuan

  6. Waahh bener mbak traveling itu amat sensitif.. dari temen dekat bisa jadi renggang karena masalah kecil.. ya salahsatunya pintu itu.. *masuk kedaftar org yg gak mau ada conneting doornya

  7. HHmmm …
    Ini masalah Privacy yang terusik mungkin …
    Seharusnya … temanmu itu bisa minta pindah kamar kalau mau …
    mungkin hotelnya sudah penuh ya … sehingga tidak bisa pindah dan terjadilah insiden yang tidak mengenakkan itu … Saya rasa mereka ndak perlu marah sama Nike … kan bukan Nike yang menyediakan kamar tersebut … mereka harusnya bisa pindah

    Tapi ya sudahlah …
    Next time … No Connecting Door please
    hehehe

    salam saya Nike
    nh18 recently posted… » CONNECTING DOOR

  8. duh, sayang sekali ya Nik, cuma gara2 connecting door, kok sampai marah besar , pake gak ngomongan segala :(

    tapi, alhamdulillah, akhirnya dah berbaikan lagi yaaa…. :)

    mungkin mereka marahnya bukan kesal dgn Nik saja ya, mereka mungkin kesal dgn orang2 hotel juga tetangga sebelah kamar itu ya…
    salam
    bundadontworry recently posted… » Hiduplah Untuk Berbahagia

  9. wah… sedih sekali mba… masa gara-gara connecting door sampai membuat permusuhan antar sahabat?…
    kan yang salah itu hotelnya yah kenapa harus ada connecting door…
    semoga segera berbaikan dan segera berpelesiran bersama lagi yah… karena tak ada hal yang lebih berharga selain para sahabat…
    muamdisini recently posted… » Tarakan lagi…

  10. agak bingung bacanya…gara-gara conecting door jadi berantem? Hmmm aku terakhir nginap di hotel yang ada conecting doornya ya 25 th lalu…. Untung saja selama ini belum pernah ketemu lagi hotel dengan conecting door
    Ikkyu_san recently posted… » CCTV = CC+TV

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge