CATATAN BAPA

Dari kemarin suami ingin ke rumah bapa, di sana ada mesin jahit dan suami mau pinjam pakai. Tapi karena wiken itu warnet antriannya pasti panjang, maka baru tadilah kami menyempatkan diri ke sana. Baru sekian menit duduk, rupanya bapa mau pergi mengambil ban Kopajanya yang sudah selesai divulkanisir. Sambil menunggu bapa kembali, mulailah penyakit iseng saya kambuh, tangannya iseng nggeratak kertas/buku yang bertebaran di sekitar tempat tidur bapa. Tentu saja saya harus hati-hati karena tidak mau ketahuan juga kalau sudah ngegeratak hahaha dan mau tau apa yang saya temukan?

Pengalaman tadi tidak akan timbul kembali sebagaimana ditemukan! Seperti kesempatan yang tidak datang 2 kali, bukan?

Bapa adalah guru bagi saya! Papan tulis ini berisikan catatan jadual perawatan Kopaja satu-satunya milik bapa. Ganti oli mesin dan lain-lain itu semua terjadual rapi, dan bapa tidak pernah menunggu sampai satu onderdil rusak baru diganti, semuanya diganti pada waktunya, dalam keadaan rusak atau tidak, ya harus diganti. Oleh karenanya, jarang sekali Kopaja bapa tidak beroperasi karena rusak. Supir dan montirnya suka jengkel sendiri, karena biasanya mereka bekerja dengan orang lain untuk memperbaiki yang rusak. Tapi dengan bapa tidak sempat rusak sudah harus diganti :D

Cara ini bagus sekali, sehingga saya pun mengadopsinya untuk warnet, walaupun tidak sepenuhnya saya ikuti. Kami menyediakan cadangan harddisk, dan lain-lain, agar setiap saat rusak sudah ada gantinya, tidak perlu ndadak belanja dulu. Berbeda dengan bapa, yang sangat mengikuti aturan pakai. Misalnya : kekuatan kanvas rem itu 4bulan, maka 4 bulan mendatang rusak atau tidak ya harus diganti.

Menurut supir dan montir, sepanjang karir mereka, baru bertemu juragan model bapa saya ini, aneh katanya. Tapi bapa tidak sakit hati, toh yang merasakan keuntungannya bapa, daripada sampai rusak baru dibetulkan? Jadi pencegahan lebih baik daripada memperbaiki, kira-kira begitulah pegangan bapa.

Terus terang, ketika mulai menggeratak, tidak benar-benar ngegeratak sih, wong buku-buku itu menggeletak di dipan tempat bapa menonton tivi sama sekali tidak menduga akan menemukan tulisan ini di antara lembaran buku telpon lusuh milik bapa. Tulisannya bisa dibaca jelas ‘kan? Dan membaca tulisan ini pun perasaan saya jadi campur aduk tidak jelas. Rupanya dalam kesendirian bapa, ada juga saat-saat di mana dia bernostalgia sendiri, mengingat-ingat perjalanan hidupnya.

Apalagi membaca tulisan :“…………..adi ku inget2, reh tangisku”  = jika ku ingat-ingat, datanglah tangisku. Penasaran juga, apa yang membuat bapa ingin menangis? Perjalanan hidupnya? Bisa jadi, karena memang penuh onak dan duri.

 

Gambar rumah di atas saya ambil di papan tulis di rumah bapa yang digambar oleh si abang, dan tulisan REJA di sebelahnya itu adalah tulisan bapa saya. Memang bapa berencana untuk membelikannya rumah. Sejak bapak si abang berpulang, bapa merasa bertanggung jawab untuk menyediakan tempat berteduh bagi 2 cucunya itu, apalagi ibunya juga masih bertahan dalam kesendiriannya sudah 5tahun ini. Semoga saja, Tuhan memberi waktu yang cukup untuk bapa agar tercapai cita-citanya, aamiin!

Jadi, jika satu hari berkesempatan menyambangi rumah bapa saya, jangan kaget ya jika menemukan 2 papan tulis besar di ruang tamunya hehehe … jika 1 papan tulis untuk mencatat jadual ganti ini itu, maka papan tulis satu lagi isinya rupa-rupa, ada nama-nama orang yang meminjam uangnya, ada kata-kata mutiara karangan dia sendiri, terkadang ada juga komentar bapa tentang isu yang sedang hot di dalam negeri :D

Saat ini bapa sedang giat-giatnya menulis tentang silsilah keluarga besar kami, dan saya sudah membaca berlembar-lembar hasil tulisannya, semoga bapa berkesempatan menuntaskannya, aamiin!

Itulah oleh-oleh saya dari rumah bapa kemarin, kira-kira ada tulisan apalagi besok di papan tulis bapa ya?! :D

56 thoughts on “CATATAN BAPA

  1. terkadang hari ini rada ‘iri’ dengan tulisan2 tentang ayah atau bapak karena saya hanya mengenal satu sosok yg spesial bagi saya yakni ibu …hiks… hiks….hiks….tetap semangat ah jangan mellow di hari jumat….
    Necky recently posted… » Proses Atau Hasil

  2. wah keren itu beliau masih rapi ya nulis jadwal / daftar yang harus dikerjain di papan tulis. kebiasaan yang bagus ya.

    tapi kalau mbak nic harus nyediain cadangan onderdil untuk warnet mah repot juga atuh ya. kayak cadangan hardisk, memory dll kan harganya juga terbilang gak murah gitu ya, hehe.

    • but we did it! Emang mahal, tapi worthed kok. apalagi hardisk dll itu kan engga busuk. juga kami kan ada corner shop gitu, kadang2 ada ygn beli juga hehehe sekali mendayung 2 3 pulau terlampaui gitu loh

  3. Kerapian dan perencanaan yang hebat. Bayangin, belum rusak juga kalau sudah waktunya diganti, harus diganti…duh, jauh banget dengan jaman sekarang, sudah waktunya onderdil diganti juga masih aja diakal-akalin… ;)

    • Ga ada di kamus bapak akal2an tuh mba
      kadang2 kita juga ikut kesel sih, kan eman2 :D
      maksud kami sih, tg pas rusak baru diganti, yg penting cadangannya sudah standby,
      tp bapak ga mau tuh.
      katanya, jika ada informasi batas waktu pemakaian, berarti itu ada tujuannya
      terus kenapa bikin aturan sendiri dengan beranggapan bisa nunggu sampai rusak baru diganti? :D

  4. Gak ada niat dlm hatiku membandingkan seorang Bapak, apalagi produk didikannya berupa diriku sendiri…

    Kami dlm keadaan yg paling baik yg Allah kasih buat kami…

    Once again, it was just a joke.

    And, thank you for sharing, mbak Nique.. Aku yakin bnyk org sangat terinspirasi dari posting ini.. :-) sukses selalu ya

  5. sebuah catatan dari orangtua maknanya dalam ya mbak, saya selalu suka jika seorang tua uda menulis di catatannya dengan tulisan yang miring2 khas jaman dulu.salam PU mbak nik

  6. Catatan kecil yang dibuat Bapa itu sangat sederhana …

    namun coba simak kata-katanya …
    … arah hidupku … keutara tidak … keselatanpun tidak …

    Ah … kata-katanya …
    Rupanya waktu itu beliau sedang gundah ya Nik …

    Salam saya
    nh18 recently posted… » TABLE MANNER

  7. Wow…hasil penggeratakan yg menakjubkan Kak hihihi… Kyknya waktu kecil pernah juga nemu (semacam) diary-nya Bapak waktu muda, tapi udah lupa isinya apaan, coz waktu impreasi pertama adalah “waaaaahhh, tulisan Bapak bagus bangeet” (ga seperti tulisan tanganku yg kek cakar ayam hahaha) :P

    • iya lho, tulisan bapa ku juga rapi banget, blom nemu tulisan cakar ayamnya.
      klo aku sih klo lagi mood bagus ya nulisnya bagus, tp klo lagi males, ya cakar ayam :D yg penting kebaca hehehe

  8. duh, si Bapak bener2 tertib dan rapih banget ya Nik .
    Ayahku gak serapih itu ….
    malahan kayaknya gak pernah tuh nemuin catatan atau apa gituh dirumahnya,
    semuanya kelimis dan mengkilap, gak ada kertas atau buku yg ditarok dimana2.

    kapan2 pingin juga akh, ngintip2in buku2 yg tersusun rapih itu, siapa tau ada rahasia atau misteri nya (lebay)…hahaha… :P
    salam
    bundadontworry recently posted… » Sensasi Sambal

  9. Mungkin kalau saat mudanya bapak dunia IT sudah seperti sekarang, saya yakin beliau akan menjadi seorang blogger. :lol:

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  10. papaku juga sering mencatat macam-macam di kertas macam-macam dan ditaruh di mana-mana. papaku tidak teratur seperti papamu nique….meskipun catatannya ada di mana-mana.

    membaca tulisan kamu ini aku jadi ingin bercerita tentang opaku… aku sering bersurat-suratan dengannya waktu dia masih hidup….
    Imelda recently posted… » Saung Udjo

    • jadi sekali lagi tulisan di sini menginspirasi? asyeek … gitu dong ah, hayoo sapa lagi diobral diobral hehehe …

      bapa itu tidak teratur menulis dimana-mana (sepertinya), tapi bertolak belakangan dengan kerapiannya dalam mencatat segala sesuatu dengan membuatkan kolom2 besar seperti di papan itu kan mba. bahkan bapa sampai punya mistar sepanjang itu buatan dia sendiri hehehe *bangga*

  11. Sama spt papaku ya mbak.. Suka membuat catatan biasanya ttg ringkasan buku2 yg udah dibaca… Jadwal servis mobil jg tercatat rapi…

    Bapak2 kebanyakan rapi2 ya… Pengen aku jg spt Papa.. Tp kok susaaaah bgt.. Hehe.. *dasar pemalas*

    nique:
    thia, tak terpikir sebiji sawipun untuk membandingkan, jawaban saya itu sekedar menimpali 2 kata yg dalam tanda petik itu yg sekarang saya bold. well, mungkin thia sedang sensitif ya, mohon maaf jika sampai menyinggung perasaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge