Bukan Cinta Biasa

AAA

Kotak ajaib itu mempertemukan kami, disanalah pertama kali aku mengenal sosoknya dalam sebuah perbincangan ringan di sebuah ruang diskusi. Saat mana sekumpulan orang-orang terpelajar itu, yang beberapa di antara mereka bahkan sedang di luar negeri menuntaskan S2 atau S3 mereka, bersepakat mengatakan bahwa tak ada lagi gadis yang perawan di ibukota ini. Sebagai gadis yang tinggal di Jakarta, dan yakin masih perawan, serta merta saya protes dengan lantang, bahwa saya tidak terima pendapat yang menggeneralisir karena saya percaya masih banyak kok gadis yang perawan di ibukota ini, salah seorang saya tentu saja :D

Rupanya pernyataanku itu membuatnya terkesima, entah terkesima mengetahui ada gadis yang masih perawan, entah karena keterusteranganku pada orang-orang yang belum kukenal sama sekali di sana. Selanjutnya dia mengirimiku postcard virtual dan kata-kata bijak yang menentramkan hati. Kami menjadi dekat, tapi jauh hari dia sudah memagari hubungan kami agar saya tidak sampai menambatkan hati padanya. Bukan masalah perbedaan keyakinan, tetapi karena dia memang sudah berkomitmen pada profesi yang ditekuninya untuk membagi cinta dan kasih sayangnya pada banyak orang, bukan seorang gadis semata. Tapi tetap saja aku merasa  diistimewakan olehnya, tentu saja dengan caranya sendiri yang hanya tertangkap oleh mata batinku.

Aku terlena dalam jala kasih sayang yang ditebarnya melalui kotak ajaib dan kotak kecil bernama telpon. Dan kasih sayang yang diajarkannya padaku bukanlah antara dua insan berbeda jenis semata, dia mengajariku berbagi dengan sesama umat Tuhan, tanpa melihat warna  kulit, agama dan sukunya. Masih jelas dalam ingatanku, ketika kami berjalan beriringan tanpa bergandeng tangan di sepanjang Jalan Malioboro, dan segenggam uang receh dari sakunya telah berpindah tangan ke kaleng rombeng para pengemis yang kami lewati.

Protes yang kulontarkan hanya dibalas senyum teduh olehnya, malah membuatku semakin merepet. Dan kemudian aku bungkam mendengar kalimatnya ini. “Kau takkan jatuh miskin karena receh itu ‘kan, Ni? Kau pikir mereka mau merendahkan diri demi sekeping dua keping? Dan jika pun ada yang sudi merendahkan dirinya demi kepingan recehan itu, biarkan saja, ujianmu adalah keikhlasan dalam berbagi.”

Dalam kesempatan lain, kami sedang menikmati makan malam di sebuah tenda penjual makanan di pinggir jalan. Bihun goreng dan kwetiau goreng menjadi menu pilihan. Baru sesuap bihun goreng itu berpindah ke mulutku, serta merta ku mendorong piring ke tengah dan protes “ayo kita pindah cari penjual yang lain aja mas, bihun ini asin!” Dia mendiamkanku tetap khusyuk melahap kwetiaunya. Penasaran kusendok kwetiau di piringnya, mungkinkah rasanya lebih enak dari pesananku? Eh? Kok asin juga? Tapi kok dimakan?? “mas, ga usah dimakan, asin gitu, darah tinggu yang ada ntar. Mending kita pindah aja deh.” Dengan tenang dia menatapku dengan kasih dan menyahut  ”makanlah, nduk, anggap saja ini makanan terenak yang pernah kau nikmati. Masalah rasa itu relatif kok, jangan kau sakiti penjualnya dengan kalimat pedasmu karena menurutmu makanan ini tidak enak. Menikmati makanan itu seperti menjalani kehidupan juga, Ni, ada kalanya kita bertemu makanan yang enak, dan di lain waktu sebaliknya. Itu lumrah! Dan kau harus belajar menerima keduanya. Tapi kalau kau tetap tak bisa menelannya, ya sudah, diam saja.”

Tergugu aku sambil menarik kembali piring bihun goreng itu, dan mencoba menikmati setiap sendok yang masuk ke dalam mulut judes ini. Dia tersenyum lebar ketika melihat piringku bersih. Ah, aku semakin tergoda untuk berulah untuk memancing amarahnya. Kekanakan sekali ya?! Tapi itulah yang terjadi, dan aku terus kecewa karena tak sekalipun dia terpancing untuk memarahiku. Senyumnya tak pernah lepas, tatapannya pun tetap meneduhkan jiwa gelisah milikku. “Saya sudah lupa caranya marah, Ni!” Takjub saya berkesempatan mengenal sosok langka ini, dan kuminta dia mengajariku agar bisa lupa caranya marah. Dia cuma tersenyum. Asem!

Bertahun-tahun dia hadir menempa kedewasaanku bersikap dan berpikir, tanpa jemu, tanpa lelah, tentu tanpa pamrih. Telinganya selalu ada untuk mendengarkan isak tangisku, menampung semua keluh kesah tentang episode-episode galau yang berseri seperti takkan pernah berakhir. Sosoknya yang hanya bisa hadir sesekali di hadapanku mampu menggiringku menjadi perempuan yang tangguh dan mandiri. Dia yang mengenalkanku pada dunia berbagi dengan mereka yang papa, dan dia telah berhasil membuatku terobsesi untuk mempunyai sebuah rumah super besar yang sanggup menampung banyak anak-anak jalanan atau anak-anak yang kurang beruntung untuk dididik dengan kasih sayang, seperti yang telah dikerjakannya selama bertahun-tahun.Bahasa cinta itu tidak mengenal agama, Ni!” Harus kuakui, dia memang tidak pernah mencekoki ajaran agama yang dianutnya, bahkan dia memotivasiku yang muallaf ini untuk semakin mendalami ilmu agama yang kuyakini.

Ah, dia memang bukan laki-laki biasa, ia mengajariku tentang cinta yang tidak cemburu, cinta yang tidak menuntut, cinta yang hanya memberi tak harap kembali.  Sungguh bukan cinta biasa!

 “Cerita ini diikutsertakan dalam kontes Bahasa Cinta di Atap Biru” 

116 Comments

    • nanti pasti mengalami kok … sabar aja :D

    • sudah pasti bukanlah, saya blom pinter mengarang hehehe

    • kapan2 hehehe

  1. ini keknya gak posting2
    kemana aja kow niq?

    • memang dia menghanyutkan kok mba #eh :D

  2. Subhanalloh… yang begini yang full bahasa cinta dan sangat menyentuh.. :oops: semoga mas yang lupa caranya marah juga mbak Niq selalu diberikan kebesaran hati dan jiwa hingga ringan berbagi pada sesama.. amiin.

    terima kasih partisipasinya mbak, sudah dicatat sebagai peserta :)

  3. oh ya saya belum salam-salaman nih di mbak Niq.. minal aidzin mbak Niq dan Mas.. mohon maaf lahir batin jika saya ada khilaf dan salah.. salam buat rekan-rekan satpam dunia maya di sana ya
    lozz akbar recently posted… » Antara Tanah Abang dan Pasar Senen

  4. Mb Niq, kirim langsung ya cerita ini, paten pokok e…
    Saya terkesan dengan kalimat begini : “Menikmati makanan itu seperti menjalani kehidupan juga, Ni, ada kalanya kita bertemu makanan yang enak, dan di lain waktu sebaliknya. Itu lumrah! Dan kau harus belajar menerima keduanya. Tapi kalau kau tetap tak bisa menelannya, ya sudah, diam saja.”
    Maknanya sangat dalam untuk menjalani kehidupan kita sehari2

  5. Duuuuh, belum posting juga… :(

    Hihi, somboooong ya saya, mentang-mentang udah bikin tulisan baru :P

  6. ” …. dia memotivasiku yang muallaf ini …. ”
    eniwey siapa yg muallaf? niQue kah?
    maap klo salah pertanyaannya … :)
    omman’s recently posted… » Two New Apps for WordPress.com

    • yep! betul sekali, karena yang lagi cerita itu nique ya dialah yang muallaf hehehe

      kenapa? salah ya pertanyaannya? :P

  7. Halo…halo…lagi pulang ke Tanah Karo, niQue?
    Selamat lebaran ya, mohon maaf lahir dan batin…and, ditunggu posting terbarunya ;)

    • hihihi halo mba Irma, maaf lahir batin juga …. :D

    • hihihi … mana hayoooo ….
      terima kashi tetap setiap berkunjung yaaa :D

  8. Saleum,
    Dari judulnya aja udah ada kesan yang romantic banget mbak, hehehe…. seperti lagunya si afgan ntu tuh….
    cerita yang menarik untuk disimak.
    saleum dmilano
    dmilano recently posted… » Misteri Raibnya dmilano

  9. Banyak petuah petuah bagus yang saya temukan disini, beruntungnya Mbak bisa mempunyai pengalaman hidup dengan orang seperti yang diceritakan.

    Salam.. .

  10. *ngintip*
    Keknya masih pulang kampung nih…

    Met Idul Fitri ya…
    Mohon maafkan segala salah dan khilafku :)
    Kakaakin recently posted… » Subhanallah…

    • udah dapat yang seiman? :)

  11. bagus mbk,, bagus banget..
    terharu bacanya..
    dan berasa deja vu,,

  12. Ingin belajar dari laki-laki itu, buka kursus gak ya??

  13. Lagi mudik?
    Lagi bikin chelsea?
    Lagi ngurusin badan?
    eh sms gue masuk kan? hihihi

    wes, cuma mau bilang : Kangen tulisanmu (orangnya juga!)

    EM
    Ikkyu_san recently posted… » Apa isinya?

    • mudik mah cuma sehari mba
      hehehe …. abis itu sibuk sendiri jadi lupa deh sama daratan blog :D

      kangen juga ama kai *lho?*

  14. Wah, komenku ilang! Mungkin karena belum sungkeman ya? :|

    Met Idul Fitri, Nique.. #sungkem
    jensen99 recently posted… » Foto rame-rame

  15. Jadi, begitukah cerita misteri Mbak Niq yang disupport sosok “?” tentang keagamaannya? Kenapa tak berterus terang tentang “?”
    :mrgreen:
    kaget recently posted… » Mudik Lebaran, Untuk Apa?

  16. story yang luar biasa diceritakan dengan kalimat yang luar biasa pula. selamat berkontes riaa,,,

  17. woww keren … bukan cinta biasa … mo komen apa ya …abis sih cintanya ruarrrr biasa …

    karena komennya pas malam takbiran sekalaian aja ;
    Bismillahhirrahmannirrahim
    Ambil daun jalin ketupat,
    ketupat dijalin daun kelapa,
    andai jari tak dapat berjabat,
    tapi kata masih bisa berucap…
    10 jari tersusun rapi, melati pengharum hati pengganti diri,
    mohon maaf setulus hati …
    SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
    Taqobbal Allahu minna wa minkum
    Minal aidin walfaidzin
    Mohon maaf lahir & bathin – Amin!

  18. waah…jempol dua tuk tulisan ini.. :) *jemanaa aja aku ya…kok baru baca ini?hehe*
    Selamat Iedul Fitri utkmu dan kelg…maaf lahir batin ya…
    mechta recently posted… » Di Ujung Ramadhan

  19. Judulnya mengingatkan saya tentang sebuah lagu Mba.

    Segenap Keluarga Besar Ejawantah’s Blog mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1432 H.Taqobballahu Minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin.

    Semoga segala amal perbuatan kita di bulan suci Ramadhan diterima disisi Allah SWT dan kembali kepada fitrahnya.

    Seiring salam dengan kerendahan hati kami berharap sudikiranya sahabat menjemput kartu ucapan dari kami di
    http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/08/kartu-lebaran-idul-fitri-1432-h-untuk.html#comments

    Sukses selalu dan salam untuk keluarga.
    Salam
    Ejawantah’s Blog
    Ejawantah’s Blog recently posted… » KARTU LEBARAN IDUL FITRI 1432 H UNTUK SAHABAT

  20. Salam Takzim

    Usaha menambah sahabat terkadang salah
    Usaha menambah ilmu terkadang keliru
    Dipenghujung Romadhan yang penuh berkah
    kusambut Aidil Fitri dengan rindu

    Mohon maap segala salah
    Mohon maap kekeliruan itu
    Minal Aidin wal Faidin

    Salam Takzim batavusqu

  21. NURHAYADI

    BESERTA STAFF KABINET ZIZZAHAZ BERSATU

    MENGUCAPKAN

    TAQABALALLAHU MINNA WA MINKUM

    MINAL ‘AIDIIN WAL FAIZIIN

    HAPPY IEDUL FITHRI 1432H

  22. Beruntungnya seorang Ni yang terpilih oleh lelaki pemilik bukan cinta biasa, saya yakin perempuan terpilih itu juga bukan perempuan biasa Ni,
    sukses di kontesnya.
    ysalma recently posted… » Lebaran dan Mudik

  23. tak penting lagi nyata atau fiksi yang penting susunan kata dan kalimat yang membuat pembaca terlena

    semoga juripun terlena dengan kisah ini
    monda recently posted… » Weekly Photo Challenge : Flowers

  24. huaaaa keren sekali tulisannya mbak nic.. :D saya sukaaa….
    sibair recently posted… » Sebuah proses

  25. Slmt Pagi ^^
    terima ksh atas kunjunganny k blog sy
    senang bs berkenalan,,,
    postingan di atas benar2 indah, cinta mmg luar biasa :)

  26. serius, dhe nangkep ada banyak cinta di tulisan ini.. keren mbak!! ntar kalo udah tahu tips tidak bisa marah, bagi2 ke dhe yaaa.. hehe :D

  27. ciyeeeh ciyeeeh… bagus nih ceritanya, singkat padat dan jelas.. plus yang penting mengena. ngambil sudut pandangnya juga nggak biasa.. emang cinta nggak kenal batas yaa.

    semoga menang!

  28. Uiihhhh…. romantisnya….

    Mas nya bijaksana banget, dalam bayangan saya…. :-)

  29. Ah, indahnya….!

    Cinta kadang tidak biasa, tapi cinta yang ditulis di posting ini, bener-bener luar biasa :D

  30. sukaaaaaa………dgn tulisanmu yg ini Nik :)
    benar2 tulisan yg indah :)
    tulisan ini pasti akan juara lagi
    dan, kalau juara ada yg kirim surat kaleng lagi
    berarti memang tulisan ini bagussss bang get Nik :)
    salam
    bundadontworry recently posted… » Ketika Jantung Berhenti Berdetak

  31. Bukan cinta biasa, krn cinta Pak’e pada Ni pastilah Cinta Anti Biasa
    marsudiyanto recently posted… » H + 1

  32. “Kau takkan jatuh miskin karena receh itu ‘kan, Ni? Kau pikir mereka mau merendahkan diri demi sekeping dua keping? Dan jika pun ada yang sudi merendahkan dirinya demi kepingan recehan itu, biarkan saja, ujianmu adalah keikhlasan dalam berbagi.”

    ku kutip pals… kata2 luar biasa… salam buat seninangku … heheheh

  33. suit suit.. indah sekali tulisan ini..

    Mbak, maap ya, saya baru bisa mampir di sini sekarang. Salam hangat selalu..
    Masbro recently posted… » Baju Dari Sebuah Lagu

    • neng jakarta mas :D kadohen yo :P

  34. kayak lagu ya bukan cinta biasa, hehe..

  35. kereeeen tulisannya. sukaaa….. *ih, rusuh di blog orang #keplak*.

    mo kisah nyata ato nggak…tetep aja kereeen. gue dukung jadi juara 1!!! uhuuuuuy
    si.tukang.nyampah recently posted… » Saved by the coins

  36. Wah.. bagus nih tulisannya. Semoga menang kontesnya ya..

    BTW, aku ketinggalan banyak berita kontes beberapa bulan ini :(
    catatan kecilku recently posted… » Dinamika hidup

    • iya tuh …
      kemana aja sih mba :)

    • ok, enough! :D

  37. hmm…sangat indah sekali perjalanan cintanya Kak,,saya sangat menyukai kata² “dan kuminta dia mengajariku agar bisa lupa caranya marah”,,

    Salam untuk sang penyabar ini Kak…

    • dan blom sukses karena masih bisa marah sampai sekarang :D

    • ehm … kakanda di manakah kau berada? :)

    • nyata pa ga yahhh :D

  38. ya ampun, selesai membaca posting ini saya jadi merasa berdosa, karena beberapa waktu lalu sebel dengan teman cewe yang sering mengadu dan menangis, saya telah menganggap dia lebay dan kekanak kanakan.
    jarwadi recently posted… » Kering

    • hahaha …
      nah lo nah lo … :D

  39. Wow, menyentuh sekali kisahnya. Nyata khan? Trus skrg dmn tuch orang? Halah pingin tau aja xixixi

    • orangnya di mana yaaaa :D

  40. sukses selalu mbak nie, no coment dah indah tulisannya..

    • matursuwun mas Adi :)

  41. Tulisannya bagus bangeeet mbak Nique…
    sungguh pelajaran hidup itu bisa datang dari siapa saja yah…
    tulisan ini pun mampu membuatku bermuhasabah….

    Semoga menang Mbak Nique… sukses kontesnya… ^_^
    Lyliana Thia recently posted… » This I Promise You

    • Ijin save yah mbak utk dokumen pribadi… aku jg ingin lupa caranya marah…

      oot, mbak Nique beneran muallaf? subhanallah.. sama kayak Mamaku dan Mama Mertuaku… mereka berdua juga muallaf…
      Lyliana Thia recently posted… » This I Promise You

    • makasi ya Thia :D

  42. ini cerita nyata kah?

    ada ya orang yang kayak gitu ya. hehehe. sampe gak pernah marah?
    bagus sih bagus ya, tapi apa sehat ya kalo orang sampe gak pernah marah? :D
    arman recently posted… » Sunday Morning

    • ‘Kan dia bilang sudah lupa caranya marah, Man, jadi dulu2 pasti pernah marah dong,cuma ke sini nya internal control nya udah bagus gitu, ya emang cocok sama profesinya :D klo profesi dia itu marah2 yaaaa …. gimana ya hiihhi

  43. Keren. Kayaknya pengalaman nyata yang dialami sendiri memang lebih mengena untuk ditulis. Semoga menang Nique.
    Alris recently posted… » Terdamparku Disini

    • yakin itu kisah nyata? :P

  44. Nyerah deh…
    Aku nyerah sama tulisanmu ini… :D
    Keren banget. Aku pilih sebagai juaranya ya :D *seolah2 juri* Hehe…
    Kakaakin recently posted… » Kisah Menghias Tumpeng

    • nyerah? mana bendera putihnya? Hahaha … makasi ya mba akin .. *berharap mba akin juri beneran*

  45. Bukan cinta biasa
    Bukan cinta orang biasa
    Bukan tulisan orang biasa
    karena semua itu khusus adanya
    cantik nian cinta itu
    secantik hati penulisnya

    aku suka sekali dengan tulisan itu
    dan ingin bertemu dengan sosok itu
    dan ingin belajar menjadi sosok itu

    semoga

    EM
    Ikkyu_san recently posted… » Rumah Manis Rumah

    • hihihi mba imel lagi napa?
      paling bisa deeeeeeh :D

    • terima kasih bu :)

    • iya ya …. baru ngeuh pas dikasih tau ehehehe

  46. Aih…keren Kak, gudlak ya..
    Aku pgn ikut tapi kok ga pernah berhasil buka linknya mba Nandini ya. hiks :(
    Orin recently posted… » Ramadhan Tahun Ini

    • lho? ada masalah apa???

    • siapa yaaaaaaa :D

      makasi doanya ya Brur

    • waduh mama ina …
      suami saya memang pemilik cinta yang tidak biasa juga, tetapi bukan yang di episode ini hahaha

  47. mbalik maneh.. mbak nanya nih. bintang didekate foto avatar itu buat apa? apa kalau genap lima dapat bonus sarung?
    lozz akbar recently posted… » Merdeka

    • iya … entah sarung tangan entah sarung beneran lho ya hahahaa

  48. ehm..ehm.. ora iso komen.. salam aja buat laki-laki bukan biasa mbak.. aku diajari po’o bahasa cinta yang bisa membuat seorang wanita merona-rona hehe

    essip markosip tak dukung juara deh artikel ini
    lozz akbar recently posted… » Merdeka

    • hihihi saya blom lulus jadi blom bisa ngajari
      klo mo belajar, laki-laki pemilik bukan cinta biasa itu ada di Ngalam, malah cedak to dari jember? sana belajar sama dia hahaha

  49. Ini tulisan Bagus Nik …
    Ini tulisan Bagus …

    Jika ada orang yang protes … seperti yang ada di Pesan Kaleng itu

    Mungkin ybs belum membaca tulisan kamu … dan objektivitasnya mungkin agak rancu dengan perasaan tidak terpilih …

    Once again …
    I like this post
    Menang juara 1 atau Menang juara 2 …
    itu tidak penting …
    Yang jelas ini tulisan sangat bermakna

    Salam saya Nik
    nh18 recently posted… » DIA

    • ahhh si om bikin saya tersipu hiks …
      mungkin tulisan ini bagus karena sedang menahan rindu bertemu sosok itu *lho???* hahahaha

    • Nah itu, saya juga baru ngeuh itu judul lagu dan ada filmnya ketika googling wat cari foto tampilan depan ….
      makasi mba :D

  50. Berasa inget lagunya Marcell Siahaan, Mbak Niq bukannya Afgan.

    Pernah di jatuh cintai dengan seseorang beda agama,memang lain Mbak.

    • malah nda tau lagunya Marcell itu
      wong lagi bikin judul g tau2an klo ada judul lagu yg plek sama :D

Trackbacks/Pingbacks

  1. Oji (Batal) Jadi Bintang Iklan Sotoji | nicampereniqué.me - [...] bukan mie. Bihun itu kesukaan saya, ngefans banget malah. Ingat ‘kan kisah saya di cerita BUKAN CINTA BIASA, di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 48 other subscribers

Recent Posts

No thumbnail available

GACAPE

May 18th, 2013

Hayooo .... ada yang pernah dengar/baca GACAPE? Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendeng...

Potret Biskota Kita

Potret Biskota Kita

May 17th, 2013

Prihatin! Tahukah kalian apa yang membuat saya prihatin? Itu lho, perhatikan gambar di atas, para...

Menjaga Silaturahmi

Menjaga Silaturahmi

May 12th, 2013

Pernahkah kita memperhatikan atau menyadari, ketika memberikan ucapakan selamat pada yang berulang t...

No thumbnail available

Kamis Manis

May 9th, 2013

Pertama, mau curhat dulu :( Eh blom curhat udah manyun duluan yak :( Iya nih, sudah sebel tingkat be...

No thumbnail available

Jangan goda polisi dengan uang damai

May 6th, 2013

Pernyataan Kapolda Metro  di merdeka.com pagi ini sangat menggelitik. Jangan goda polisi dengan uang...

Categories