Kotak ajaib itu mempertemukan kami, disanalah pertama kali aku mengenal sosoknya dalam sebuah perbincangan ringan di sebuah ruang diskusi. Saat mana sekumpulan orang-orang terpelajar itu, yang beberapa di antara mereka bahkan sedang di luar negeri menuntaskan S2 atau S3 mereka, bersepakat mengatakan bahwa tak ada lagi gadis yang perawan di ibukota ini. Sebagai gadis yang tinggal di Jakarta, dan yakin masih perawan, serta merta saya protes dengan lantang, bahwa saya tidak terima pendapat yang menggeneralisir karena saya percaya masih banyak kok gadis yang perawan di ibukota ini, salah seorang saya tentu saja
Rupanya pernyataanku itu membuatnya terkesima, entah terkesima mengetahui ada gadis yang masih perawan, entah karena keterusteranganku pada orang-orang yang belum kukenal sama sekali di sana. Selanjutnya dia mengirimiku postcard virtual dan kata-kata bijak yang menentramkan hati. Kami menjadi dekat, tapi jauh hari dia sudah memagari hubungan kami agar saya tidak sampai menambatkan hati padanya. Bukan masalah perbedaan keyakinan, tetapi karena dia memang sudah berkomitmen pada profesi yang ditekuninya untuk membagi cinta dan kasih sayangnya pada banyak orang, bukan seorang gadis semata. Tapi tetap saja aku merasa diistimewakan olehnya, tentu saja dengan caranya sendiri yang hanya tertangkap oleh mata batinku.
Aku terlena dalam jala kasih sayang yang ditebarnya melalui kotak ajaib dan kotak kecil bernama telpon. Dan kasih sayang yang diajarkannya padaku bukanlah antara dua insan berbeda jenis semata, dia mengajariku berbagi dengan sesama umat Tuhan, tanpa melihat warna kulit, agama dan sukunya. Masih jelas dalam ingatanku, ketika kami berjalan beriringan tanpa bergandeng tangan di sepanjang Jalan Malioboro, dan segenggam uang receh dari sakunya telah berpindah tangan ke kaleng rombeng para pengemis yang kami lewati.
Protes yang kulontarkan hanya dibalas senyum teduh olehnya, malah membuatku semakin merepet. Dan kemudian aku bungkam mendengar kalimatnya ini. “Kau takkan jatuh miskin karena receh itu ‘kan, Ni? Kau pikir mereka mau merendahkan diri demi sekeping dua keping? Dan jika pun ada yang sudi merendahkan dirinya demi kepingan recehan itu, biarkan saja, ujianmu adalah keikhlasan dalam berbagi.”
Dalam kesempatan lain, kami sedang menikmati makan malam di sebuah tenda penjual makanan di pinggir jalan. Bihun goreng dan kwetiau goreng menjadi menu pilihan. Baru sesuap bihun goreng itu berpindah ke mulutku, serta merta ku mendorong piring ke tengah dan protes “ayo kita pindah cari penjual yang lain aja mas, bihun ini asin!” Dia mendiamkanku tetap khusyuk melahap kwetiaunya. Penasaran kusendok kwetiau di piringnya, mungkinkah rasanya lebih enak dari pesananku? Eh? Kok asin juga? Tapi kok dimakan?? “mas, ga usah dimakan, asin gitu, darah tinggu yang ada ntar. Mending kita pindah aja deh.” Dengan tenang dia menatapku dengan kasih dan menyahut ”makanlah, nduk, anggap saja ini makanan terenak yang pernah kau nikmati. Masalah rasa itu relatif kok, jangan kau sakiti penjualnya dengan kalimat pedasmu karena menurutmu makanan ini tidak enak. Menikmati makanan itu seperti menjalani kehidupan juga, Ni, ada kalanya kita bertemu makanan yang enak, dan di lain waktu sebaliknya. Itu lumrah! Dan kau harus belajar menerima keduanya. Tapi kalau kau tetap tak bisa menelannya, ya sudah, diam saja.”
Tergugu aku sambil menarik kembali piring bihun goreng itu, dan mencoba menikmati setiap sendok yang masuk ke dalam mulut judes ini. Dia tersenyum lebar ketika melihat piringku bersih. Ah, aku semakin tergoda untuk berulah untuk memancing amarahnya. Kekanakan sekali ya?! Tapi itulah yang terjadi, dan aku terus kecewa karena tak sekalipun dia terpancing untuk memarahiku. Senyumnya tak pernah lepas, tatapannya pun tetap meneduhkan jiwa gelisah milikku. “Saya sudah lupa caranya marah, Ni!” Takjub saya berkesempatan mengenal sosok langka ini, dan kuminta dia mengajariku agar bisa lupa caranya marah. Dia cuma tersenyum. Asem!
Bertahun-tahun dia hadir menempa kedewasaanku bersikap dan berpikir, tanpa jemu, tanpa lelah, tentu tanpa pamrih. Telinganya selalu ada untuk mendengarkan isak tangisku, menampung semua keluh kesah tentang episode-episode galau yang berseri seperti takkan pernah berakhir. Sosoknya yang hanya bisa hadir sesekali di hadapanku mampu menggiringku menjadi perempuan yang tangguh dan mandiri. Dia yang mengenalkanku pada dunia berbagi dengan mereka yang papa, dan dia telah berhasil membuatku terobsesi untuk mempunyai sebuah rumah super besar yang sanggup menampung banyak anak-anak jalanan atau anak-anak yang kurang beruntung untuk dididik dengan kasih sayang, seperti yang telah dikerjakannya selama bertahun-tahun. “Bahasa cinta itu tidak mengenal agama, Ni!” Harus kuakui, dia memang tidak pernah mencekoki ajaran agama yang dianutnya, bahkan dia memotivasiku yang muallaf ini untuk semakin mendalami ilmu agama yang kuyakini.
Ah, dia memang bukan laki-laki biasa, ia mengajariku tentang cinta yang tidak cemburu, cinta yang tidak menuntut, cinta yang hanya memberi tak harap kembali. Sungguh bukan cinta biasa!
“Cerita ini diikutsertakan dalam kontes Bahasa Cinta di Atap Biru”
Pingback: Oji (Batal) Jadi Bintang Iklan Sotoji | nicampereniqué.me
so sweeeeeeeeeeet, andai mengalami juga
Fonega recently posted… » Alpro Oh Alpro
nanti pasti mengalami kok … sabar aja
Nyimak aja sisi kehidupan Mbak Nik. Ini bukan fiksi kan ya?
isnuansa recently posted… » Nyobain Pancious Pancake di Senayan City
sudah pasti bukanlah, saya blom pinter mengarang hehehe
niQue … kok masih ‘bukan cinta biasa sih …. kapan ‘ruarrrrr biasanya …
http://abrussiana.wordpress.com/2011/09/14/ikhtir/
kapan2 hehehe
ini keknya gak posting2
kemana aja kow niq?
I like this story.
Dalam. Dan menghanyutkan….
@zizydmk recently posted… » Sekilas Mudik + Fun Shopping
memang dia menghanyutkan kok mba #eh
kok gak update lagi
gajah_pesing recently posted… » Kesempurnaan Ibadah Idul Fitri
Subhanalloh… yang begini yang full bahasa cinta dan sangat menyentuh..
semoga mas yang lupa caranya marah juga mbak Niq selalu diberikan kebesaran hati dan jiwa hingga ringan berbagi pada sesama.. amiin.
terima kasih partisipasinya mbak, sudah dicatat sebagai peserta
Apdeeeeet, niQue…!
mohon maaf lahir bathin mba…
dhila13 recently posted… » Bermain Bola Bersama Tim Garuda Masa Depan
oh ya saya belum salam-salaman nih di mbak Niq.. minal aidzin mbak Niq dan Mas.. mohon maaf lahir batin jika saya ada khilaf dan salah.. salam buat rekan-rekan satpam dunia maya di sana ya
lozz akbar recently posted… » Antara Tanah Abang dan Pasar Senen
Ayo updateeeeeeee!!!!!!!!!!
marsudiyanto recently posted… » Bungkus Pocong
iyo… ayo updateeeeeee!!!
lozz akbar recently posted… » Antara Tanah Abang dan Pasar Senen
Mb Niq, kirim langsung ya cerita ini, paten pokok e…
Saya terkesan dengan kalimat begini : “Menikmati makanan itu seperti menjalani kehidupan juga, Ni, ada kalanya kita bertemu makanan yang enak, dan di lain waktu sebaliknya. Itu lumrah! Dan kau harus belajar menerima keduanya. Tapi kalau kau tetap tak bisa menelannya, ya sudah, diam saja.”
Maknanya sangat dalam untuk menjalani kehidupan kita sehari2
Duuuuh, belum posting juga…
Hihi, somboooong ya saya, mentang-mentang udah bikin tulisan baru
” …. dia memotivasiku yang muallaf ini …. ”
eniwey siapa yg muallaf? niQue kah?
maap klo salah pertanyaannya …
omman’s recently posted… » Two New Apps for WordPress.com
yep! betul sekali, karena yang lagi cerita itu nique ya dialah yang muallaf hehehe
kenapa? salah ya pertanyaannya?
Halo…halo…lagi pulang ke Tanah Karo, niQue?
Selamat lebaran ya, mohon maaf lahir dan batin…and, ditunggu posting terbarunya
hihihi halo mba Irma, maaf lahir batin juga ….
mana nih posting barunya? hehe. tiap tiap kunjung2 kok belum nemu yang update
jarwadi recently posted… » Air Terjun Sri Gethuk
hihihi … mana hayoooo ….
terima kashi tetap setiap berkunjung yaaa
Saleum,
Dari judulnya aja udah ada kesan yang romantic banget mbak, hehehe…. seperti lagunya si afgan ntu tuh….
cerita yang menarik untuk disimak.
saleum dmilano
dmilano recently posted… » Misteri Raibnya dmilano
Banyak petuah petuah bagus yang saya temukan disini, beruntungnya Mbak bisa mempunyai pengalaman hidup dengan orang seperti yang diceritakan.
Salam.. .
kak..aku merinding bacanya…
kak…maaf lahir batin ya..semoga pernikahan kakak berkah selalu…
kak…ikutan sharing cerita pernikahannya yuk…disini…http://puteriamirillis.blogspot.com/2011/08/blog-quiz-story-pudding-for-wedding.html
*ngintip*
Keknya masih pulang kampung nih…
Met Idul Fitri ya…
Mohon maafkan segala salah dan khilafku
Kakaakin recently posted… » Subhanallah…
wah, baru sempat mampir lagi…:-)
selamat lebaran mbak, maaf kalau ada salah2 kata selama ini ya..
**sungkem**
iPul dg.Gassing recently posted… » Berani Mati Demi Fashion
Bukan Cinta Biasa?

Wah..Afgan banget nih, wkwkwkw…
“Bahasa cinta itu tidak mengenal agama, Ni!”
Betul mbak, tapi..seiman lebih baik
Zippy recently posted… » Cara UNREG SMS Premium 9933 atau 9899
udah dapat yang seiman?
bagus mbk,, bagus banget..
terharu bacanya..
dan berasa deja vu,,
Ingin belajar dari laki-laki itu, buka kursus gak ya??
berarti luar biasa banget donk cintanya
enggink recently posted… » Mengungkap Kebenaran Tokek Raksasa
Oh, ini yang masuk di rumah beratap biru ya
.
Cahya recently posted… » Ice Age: Mengapa Pangaea Terpisah?
Lagi mudik?
Lagi bikin chelsea?
Lagi ngurusin badan?
eh sms gue masuk kan? hihihi
wes, cuma mau bilang : Kangen tulisanmu (orangnya juga!)
EM
Ikkyu_san recently posted… » Apa isinya?
mudik mah cuma sehari mba
hehehe …. abis itu sibuk sendiri jadi lupa deh sama daratan blog
kangen juga ama kai *lho?*
Wah, komenku ilang! Mungkin karena belum sungkeman ya?
Met Idul Fitri, Nique.. #sungkem
jensen99 recently posted… » Foto rame-rame
Semacam berkencan dengan biksu..
jensen99 recently posted… » Foto rame-rame
Mbak Nique, maapkan saya lahir dan batin ya…
Asop recently posted… » Maap Lahir Batin!
Jadi, begitukah cerita misteri Mbak Niq yang disupport sosok “?” tentang keagamaannya? Kenapa tak berterus terang tentang “?”

kaget recently posted… » Mudik Lebaran, Untuk Apa?
story yang luar biasa diceritakan dengan kalimat yang luar biasa pula. selamat berkontes riaa,,,
woww keren … bukan cinta biasa … mo komen apa ya …abis sih cintanya ruarrrr biasa …
karena komennya pas malam takbiran sekalaian aja ;
Bismillahhirrahmannirrahim
Ambil daun jalin ketupat,
ketupat dijalin daun kelapa,
andai jari tak dapat berjabat,
tapi kata masih bisa berucap…
10 jari tersusun rapi, melati pengharum hati pengganti diri,
mohon maaf setulus hati …
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
Taqobbal Allahu minna wa minkum
Minal aidin walfaidzin
Mohon maaf lahir & bathin – Amin!
waah…jempol dua tuk tulisan ini..
*jemanaa aja aku ya…kok baru baca ini?hehe*
Selamat Iedul Fitri utkmu dan kelg…maaf lahir batin ya…
mechta recently posted… » Di Ujung Ramadhan
wihhh keren tulisannya. mantap. mudah mudahan menang ya. super dehhhh
Bayu recently posted… » OIOISQUAD Top Cer!!! Hanya 1 bulan. Alhamdulillah
Judulnya mengingatkan saya tentang sebuah lagu Mba.
Segenap Keluarga Besar Ejawantah’s Blog mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1432 H.Taqobballahu Minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin.
Semoga segala amal perbuatan kita di bulan suci Ramadhan diterima disisi Allah SWT dan kembali kepada fitrahnya.
Seiring salam dengan kerendahan hati kami berharap sudikiranya sahabat menjemput kartu ucapan dari kami di
http://ejawantahnews.blogspot.com/2011/08/kartu-lebaran-idul-fitri-1432-h-untuk.html#comments
Sukses selalu dan salam untuk keluarga.
Salam
Ejawantah’s Blog
Ejawantah’s Blog recently posted… » KARTU LEBARAN IDUL FITRI 1432 H UNTUK SAHABAT
Salam Takzim
Usaha menambah sahabat terkadang salah
Usaha menambah ilmu terkadang keliru
Dipenghujung Romadhan yang penuh berkah
kusambut Aidil Fitri dengan rindu
Mohon maap segala salah
Mohon maap kekeliruan itu
Minal Aidin wal Faidin
Salam Takzim batavusqu
kalau dari judulnya kau ingat sekali lagunya siti nurhaliza… he he le
wah luar biasa ya dia….
choirul recently posted… » Penghujung Ramadhan dan Khutbah Pertamaku
NURHAYADI
BESERTA STAFF KABINET ZIZZAHAZ BERSATU
MENGUCAPKAN
TAQABALALLAHU MINNA WA MINKUM
MINAL ‘AIDIIN WAL FAIZIIN
HAPPY IEDUL FITHRI 1432H
Beruntungnya seorang Ni yang terpilih oleh lelaki pemilik bukan cinta biasa, saya yakin perempuan terpilih itu juga bukan perempuan biasa Ni,
sukses di kontesnya.
ysalma recently posted… » Lebaran dan Mudik
tak penting lagi nyata atau fiksi yang penting susunan kata dan kalimat yang membuat pembaca terlena
semoga juripun terlena dengan kisah ini
monda recently posted… » Weekly Photo Challenge : Flowers
huaaaa keren sekali tulisannya mbak nic..
saya sukaaa….
sibair recently posted… » Sebuah proses
Slmt Pagi ^^
terima ksh atas kunjunganny k blog sy
senang bs berkenalan,,,
postingan di atas benar2 indah, cinta mmg luar biasa
serius, dhe nangkep ada banyak cinta di tulisan ini.. keren mbak!! ntar kalo udah tahu tips tidak bisa marah, bagi2 ke dhe yaaa.. hehe
ciyeeeh ciyeeeh… bagus nih ceritanya, singkat padat dan jelas.. plus yang penting mengena. ngambil sudut pandangnya juga nggak biasa.. emang cinta nggak kenal batas yaa.
semoga menang!
Uiihhhh…. romantisnya….
Mas nya bijaksana banget, dalam bayangan saya….
Ah, indahnya….!
Cinta kadang tidak biasa, tapi cinta yang ditulis di posting ini, bener-bener luar biasa
jadi pengen kenalan dg sosok itu. *halah… *
sukaaaaaa………dgn tulisanmu yg ini Nik


benar2 tulisan yg indah
tulisan ini pasti akan juara lagi
dan, kalau juara ada yg kirim surat kaleng lagi
berarti memang tulisan ini bagussss bang get Nik
salam
bundadontworry recently posted… » Ketika Jantung Berhenti Berdetak
Awesome tenan ceritane…..
Jauhari recently posted… » Baca Naruto Manga 552: Syarat Khusus Menjadi Hokage
Bukan cinta biasa, krn cinta Pak’e pada Ni pastilah Cinta Anti Biasa
marsudiyanto recently posted… » H + 1
“Kau takkan jatuh miskin karena receh itu ‘kan, Ni? Kau pikir mereka mau merendahkan diri demi sekeping dua keping? Dan jika pun ada yang sudi merendahkan dirinya demi kepingan recehan itu, biarkan saja, ujianmu adalah keikhlasan dalam berbagi.”
ku kutip pals… kata2 luar biasa… salam buat seninangku … heheheh
dikutip ke status fb pals…
pri crimbun recently posted… » Menata Kerapian Ruangan
suit suit.. indah sekali tulisan ini..
Mbak, maap ya, saya baru bisa mampir di sini sekarang. Salam hangat selalu..
Masbro recently posted… » Baju Dari Sebuah Lagu
Mbak, warnetnya dimana??
neng jakarta mas
kadohen yo
wah ini kisah nyatakah tante :O
waw keren sekali temannya :O bijak dan dewasa ya
Tiara Putri recently posted… » Ramadhan dan Kue Lebaran
kayak lagu ya bukan cinta biasa, hehe..
kereeeen tulisannya. sukaaa….. *ih, rusuh di blog orang #keplak*.
mo kisah nyata ato nggak…tetep aja kereeen. gue dukung jadi juara 1!!! uhuuuuuy
si.tukang.nyampah recently posted… » Saved by the coins
Wah.. bagus nih tulisannya. Semoga menang kontesnya ya..
BTW, aku ketinggalan banyak berita kontes beberapa bulan ini
catatan kecilku recently posted… » Dinamika hidup
iya tuh …
kemana aja sih mba
tulisan yg sangat menyentuh, Nik. Enough said
indobrad recently posted… » Bertemu ‘Pacar’ Lama
ok, enough!
hmm…sangat indah sekali perjalanan cintanya Kak,,saya sangat menyukai kata² “dan kuminta dia mengajariku agar bisa lupa caranya marah”,,
Salam untuk sang penyabar ini Kak…
dan blom sukses karena masih bisa marah sampai sekarang
jadi inget sama #kakanda ku yang tak pernah marah meski sesering apapun aku berulah
julie recently posted… » Ibu adalah Sosok Hebat dalam Keluarga
ehm … kakanda di manakah kau berada?
sweet banget. apakah ini kisah nyata?
fanny recently posted… » MY SIMPLE WORDS YANG SIMPEL
nyata pa ga yahhh
ya ampun, selesai membaca posting ini saya jadi merasa berdosa, karena beberapa waktu lalu sebel dengan teman cewe yang sering mengadu dan menangis, saya telah menganggap dia lebay dan kekanak kanakan.
jarwadi recently posted… » Kering
hahaha …
nah lo nah lo …
Wow, menyentuh sekali kisahnya. Nyata khan? Trus skrg dmn tuch orang? Halah pingin tau aja xixixi
orangnya di mana yaaaa
sukses selalu mbak nie, no coment dah indah tulisannya..
matursuwun mas Adi
Tulisannya bagus bangeeet mbak Nique…
sungguh pelajaran hidup itu bisa datang dari siapa saja yah…
tulisan ini pun mampu membuatku bermuhasabah….
Semoga menang Mbak Nique… sukses kontesnya… ^_^
Lyliana Thia recently posted… » This I Promise You
Ijin save yah mbak utk dokumen pribadi… aku jg ingin lupa caranya marah…
oot, mbak Nique beneran muallaf? subhanallah.. sama kayak Mamaku dan Mama Mertuaku… mereka berdua juga muallaf…
Lyliana Thia recently posted… » This I Promise You
makasi ya Thia
ini cerita nyata kah?
ada ya orang yang kayak gitu ya. hehehe. sampe gak pernah marah?
bagus sih bagus ya, tapi apa sehat ya kalo orang sampe gak pernah marah?
arman recently posted… » Sunday Morning
‘Kan dia bilang sudah lupa caranya marah, Man, jadi dulu2 pasti pernah marah dong,cuma ke sini nya internal control nya udah bagus gitu, ya emang cocok sama profesinya
klo profesi dia itu marah2 yaaaa …. gimana ya hiihhi
Keren. Kayaknya pengalaman nyata yang dialami sendiri memang lebih mengena untuk ditulis. Semoga menang Nique.
Alris recently posted… » Terdamparku Disini
yakin itu kisah nyata?
Nyerah deh…
*seolah2 juri* Hehe…
Aku nyerah sama tulisanmu ini…
Keren banget. Aku pilih sebagai juaranya ya
Kakaakin recently posted… » Kisah Menghias Tumpeng
nyerah? mana bendera putihnya? Hahaha … makasi ya mba akin .. *berharap mba akin juri beneran*
Bukan cinta biasa
Bukan cinta orang biasa
Bukan tulisan orang biasa
karena semua itu khusus adanya
cantik nian cinta itu
secantik hati penulisnya
aku suka sekali dengan tulisan itu
dan ingin bertemu dengan sosok itu
dan ingin belajar menjadi sosok itu
semoga
EM
Ikkyu_san recently posted… » Rumah Manis Rumah
hihihi mba imel lagi napa?
paling bisa deeeeeeh
Ceritamu indah Nique…..juga pesan yang terkandung didalamnya.
edratna recently posted… » Pelayanan pada pelanggan, belum menjadi prioritas?
terima kasih bu
judulnya kayak lagu si afgan…
sukses selalu yaa
aming recently posted… » Voucher Hotel Murah di RajaKamar.com
iya ya …. baru ngeuh pas dikasih tau ehehehe
Aih…keren Kak, gudlak ya..
Aku pgn ikut tapi kok ga pernah berhasil buka linknya mba Nandini ya. hiks
Orin recently posted… » Ramadhan Tahun Ini
lho? ada masalah apa???
cinta yang sungguh sangat luar biasa,
dan siapakah laki-laki dibalik sosok itu??
smoga sukses lagi kontes cintanya..
Mabruri recently posted… » Safari lebaran ke Taman Wisata Air Panas Guci
siapa yaaaaaaa
makasi doanya ya Brur
wahhh senangnya punya suami yg seperti itu…..beruntung banget yach mbak…
smoga sukses dgn kontesnya…kayaknya menang
nia/mama ina recently posted… » Tumpeng ngetril 61 : Tumpeng Praktis ala Mama Ina yang Alakadarnya
waduh mama ina …
suami saya memang pemilik cinta yang tidak biasa juga, tetapi bukan yang di episode ini hahaha
mbalik maneh.. mbak nanya nih. bintang didekate foto avatar itu buat apa? apa kalau genap lima dapat bonus sarung?
lozz akbar recently posted… » Merdeka
iya … entah sarung tangan entah sarung beneran lho ya hahahaa
ehm..ehm.. ora iso komen.. salam aja buat laki-laki bukan biasa mbak.. aku diajari po’o bahasa cinta yang bisa membuat seorang wanita merona-rona hehe
essip markosip tak dukung juara deh artikel ini
lozz akbar recently posted… » Merdeka
hihihi saya blom lulus jadi blom bisa ngajari
klo mo belajar, laki-laki pemilik bukan cinta biasa itu ada di Ngalam, malah cedak to dari jember? sana belajar sama dia hahaha
Ini tulisan Bagus Nik …
Ini tulisan Bagus …
Jika ada orang yang protes … seperti yang ada di Pesan Kaleng itu
Mungkin ybs belum membaca tulisan kamu … dan objektivitasnya mungkin agak rancu dengan perasaan tidak terpilih …
Once again …
I like this post
Menang juara 1 atau Menang juara 2 …
itu tidak penting …
Yang jelas ini tulisan sangat bermakna
Salam saya Nik
nh18 recently posted… » DIA
ahhh si om bikin saya tersipu hiks …
mungkin tulisan ini bagus karena sedang menahan rindu bertemu sosok itu *lho???* hahahaha
kaya judul lagu ya mbak
good luck ya semoga menang
Lidya recently posted… » Behind the Scene Tumpeng Ngetril61
Nah itu, saya juga baru ngeuh itu judul lagu dan ada filmnya ketika googling wat cari foto tampilan depan ….
makasi mba
Berasa inget lagunya Marcell Siahaan, Mbak Niq bukannya Afgan.
Pernah di jatuh cintai dengan seseorang beda agama,memang lain Mbak.
malah nda tau lagunya Marcell itu
wong lagi bikin judul g tau2an klo ada judul lagu yg plek sama