Panjang juga ya cerita liburannya si abang hehehe …
Di Pasir Mukti kedua bocil itu puas bermain air, iya benar-benar puas, karena bermain air di sungai berbeda dengan bermain air di pantai. Air sungai yang dingin memberi sensasi tersendiri sehingga keduanya lebih betah. Apalagi sekelilingnya masih asri ya, berbeda dengan pemandangan jika mereka ke pantai. Belum lagi jumlah pengunjung yang sedikit, jadi terasa seperti memiliki sendiri sungai itu
O iya, sebelum terlupakan
dasar sungai ini seperti semen lho, dan rupanya memang itulah yang menjadi bahan dasar pembuatan semen, sehingga tidak heran salah satu produsen semen terbesar di negeri ini mengeruk bahan semen yang ada di bukit. Sayangnya saya lupa mengambil foto belt-conveyor (?) yang seperti rel dari atas bukit ke bawah untuk mengirim bahan dasar semen dari atas ke bawah???? Cuma menebak-nebak sih hehehe tapi gara-garanya saya jadi membahas singkat tentang itu dengan suami, kenapa ya yang mengeruk hasil bumi ini perusahaan swasta. Bukankah akan lebih banyak untungnya buat negara (rakyat) jika yang mengusahakan negara???? *sigh*
Btt, setelah perut kenyang, kami pun beranjak ke arena lain. Tujuan awal sih mau ke arena membajak sawah, tetapi dalam perjalanan ke sana, tanpa disadari kami malah berbelok ke arena flying fox. Untuk permainan ini ada tingkatan tarifnya, dari Rp 25.000, Rp 30.000, dan Rp 50.000,-. Yang membedakan adalah rintangan yang akan dilewati, lalu kami memilihkan rintangan yang sedang dengan tarif Rp 30.000,-. Yang menjajal cuma si abang dan suami, karena Egi bilang dia takut dan memilih bermain ayunan saja. Tetapi, setelah melihat abang dan om nya baik-baik saja, Egi pun mau mencoba, jadi abang dapat jatah 2x deh meluncur di Flying Fox. Egi sempat mengiri dan mau dapat jatah 2x juga, tetapi saya ‘kan tante yang pintar sehingga bisa membujuknya untuk cukup 1x saja hehehe *pelit*
Selanjutnya kemana lagi? Kami akan kembali ke Kampung Pelangi, tempat yang pertama kami sambangi ketika baru tiba tadi. Dede Egi sudah tidak sabar untuk mencobai permainan yang ada di sana. Jika si abang begitu bersemangat mencobai arena membajak sawah, dede Egi malah ogah. Nanti Egi kotor, begitu komentarnya. Abang pun menyahut, nanti kan bisa mandi … hehehe cerdas ya si abang. Tetapi begitu sampai di Kampung Pelangi, malah perhatian abang teralih ke permainan perahu-perahu. Batal deh membajak sawahnya, batal juga melukis di atas caping atau layang-layang. Apalagi tenaga abang terkuras habis ketika mengayuh perahu kecil itu seorang diri, terlihat keringatnya sebesar bulir jagung di keningnya
Satu kali naik perahu dapat 3 putaran, bayarnya Rp 10.000,- saja.
Sebetulnya beberapa pohon buah-buahan sedang berbuah, tetapi berhubung abang tidak doyan buah maka tidak ada sesi memetik buah, kalau saja ada buah strawberry dijamin dede Egi pasti mau petik tuh, untungnya sih tidak ada *tante pelit hahaha*. Iya, kita bebas memetik buah, tapi begitu keluar ya ditimbang dan harus dibayar dong. Berhubung kami naik kendaraan umum, maka kami tidak mau menambah beban tentengan, cukuplah kenangan dan foto-foto saja yang menjadi oleh-oleh kami. Ketika beranjak dari Kampung Pelangi, tiba-tiba abang berkata :
“Biuda, kapan-kapan kita ke sini lagi ya. Abang senang sekali di sini.”
Keharuan membuncah di dada ini. Apalagi abang bukan tipe anak yang biasa mengekspresikan segala rasa. Iya, saya melihat si abang termasuk anak yang tertutup, sehingga susah sekali mengetahui apa yang sedang dirasakannya. Maka kalimat yang dilontarkannya itu memberi arti tersendiri buat saya.
“Tentu saja boleh, kita ke sini lagi atau nanti biuda cari tempat lain yang lebih OK dari ini. Yang penting abang belajarnya lebih rajin, nilainya lebih bagus dan tentu saja tanpa mencontek dong.”
Dia mengangguk setuju, bahkan terus merancang rencana. Berebut dengan adiknya. Si abang ingin kembali ke Pasir Mukti bersama sepupu-sepupunya yang lain, kita naik kopaja Bolang saja, begitu katanya. Tumben, dede Egi tidak protes, biasanya jika dikatakan jalan-jalan pakai kopaja Bolang-nya dia pasti langsung protes, karena dede Egi lebih suka naik mobil yang berAC
Saya lihat jarum panjang menunjuk angka 3, kami harus segera pulang jika tidak ingin terjebak kemacetan Jumat sore. Saya sibuk komat kamit agar perjalanan pulang dilancarkan dan jauh dari kemacetan
Eh kami tidak langsung pulang juga sih, perjalanan dari kampung pelangi ke gerbang utama kan lumayan jauh, sehingga kami mampir-mampir kalau capek. Terakhir kami mampir di taman bermain yang lumayan luas di bawah rindangnya pohon rambutan. Ada ayunan, perosotan, jungkat jungkit, dan lain-lain.
Hari yang melelahkan itu harus berakhir juga. Lewat sedikit jam 5 kami sudah sampai di rumah lagi. Alhamdulillah perjalanan lancar, macetnya cuma di pintu keluar tol saja. Sepanjang perjalanan tentu saja keduanya tidur, eh kami juga ding, habis mau apa coba di bis selain tidur hehehe … Berikut ini foto-foto yang tersisa
Ada pohon yang buahnya lucu lho, mungkin ada teman blogger yang mengenali buah apa itu?



Pohon apakah ini?

Ini buahnya .... tapi katanya tidak bisa dimakan lho???



Sebetulnya Egi pengen ikut naik, tapi susah kalau berdua sih

Jadi Egi main di sini aja deh, tarifnya Rp 5.000,-

Ini pohon kedondong yang sedang berbuah

Usai sudah liburan si abang, Senin nanti sudah mulai sekolah lagi, semoga semakin rajin belajarnya, dan mendapatkan nilai yang bagus, agar nanti bisa jalan-jalan ke tempat yang lebih Ok lagi
PS: Denah lokasi sudah di-scan tapi ada di komputer lain, besok deh diaplot di sini yah …
Liburan asik dan pasti berkesan. Saya, waktu kelas dua sd, dibawa libur ke kota oleh saudara sepupu sampai saat ini masih aja terkenang. Memang kenangan masa kecil teramat mendalam. Saya juga yakin si Abang dan Egi akan punya kenangan dalam jangka panjang.
duuh…dua bocil itu menggemaskan sekali…
eh, tepatnya lokasi wisata ini dimana ya? jadi pengen tahu krn aku punya krucil2 yg suka air juga…
Tempat yang perlu dicacat….cocok untuk anak-anak kecil, ehh…besar juga boleh kan?
Kok saya jadi pengin ke sana….
Sayangnya pas EM libur ke Indonesia pas puasa ya…..
Pakai google gambar aja Nik cari info nama buahnya, seret aja gambarnya ke kotak telusur.
ini caraku Nik http://mondasiregar.wordpress.com/2011/07/08/mencari-dengan-gambar-di-google/
Fotonya kecil ya jadi kurang jelas:)
padahal sepertinya asyik lihat2 fotonya
jalan2nya udah selesai.. Waktunya si Abang siap siap bersekolah hehehe..
main2 ma anak tercinta enak banget ya. (pengen) hehehe
Seru banget liburannya…
Oiya, buah yang di foto itu aku juga pernah lihat di Taman Bunga Nusantara. Katanya sih dari Afrika. Memang gak bisa dimakan…
wah petualangannya dasyat sekali.
tapi itu buah apa ya… sepertinya mentimun, semangka, nangka atau terong…
Keindahan liburan adalah hal yang tidak pernah dilupakan dari ingatan kita, Dan pastinya dapat menambah semangat hidup kita. Jangan lupa aplot lokasinya ya biuda?
ckckck… cuma seharian aja bisa seru begini…
gimana kalo kapan-kapan pake kemping & nginep….
namanya liburan ga bakal habis diceritain. soalnya kita seneng nyeritainnya. diulang berkali-kali pun gapapa. ada kesan memori di dalemnya.
btw, ulasannya lengkap banget. isi ilustrasi juga
libur seruuuu….
abang sama egi tentu senang ya nik, aku yang baca di episode buntut juga kerasa senangnya.
enak jg ya mbak suasananya..^^
salam mbak,,
wow…. seru sekali…. aku lihat foto-fotonya, ampe dibikin versi extended nya gitu. padahal jalan-jalannya cuman sehari yah Mbak?
Ahh abaang dan egi… kalian pasti seneng banget yah,reward yang dikash Tante Nik emang cihuy, semester depan berprestasi lagi yah, yang lebih… siapa tahu bukan cuman di Pasir mukti
menarik skali liburanx para ponakanx yah
mba. smga mreka stlah ini jauh lbh smangat
skolahnya.
biuda itu .. apa ya mbak ??
senang sekali tempat bermainnya,, mendekatkan bocil dg alam ..
salam sukses ..
asyik bgt tempatnya…eh itu buah apa ya kira2…*penasaran*
Saleum,
main luncuran kalau udah tua tua gini masih terasa enak gak ya mbak? hehee, liat sinona kecil ntu main luncuran, jadi pingen juga hahaa
saleum dmilano
buahnya sekilas mirip tikus, mirip singkong juga :O cukup murah juga ya
tuntas sudah laporan perjalannya,,
semoga membawa senyum kecerian buat anak2 untuk memacu prestasi lebih baik lagi…
ceritanya lengkap deh, saya menikmati cerita ini hihihi
wah…itu buah emangnya? sayang kecil, keliatannya gak jelas.
tapi bentuknya lucu, hhihi
hmmm ok juga ya tempatnya. Abang mau ngga pergi lagi sama tante yang dari Jepang
,tapi tante ini ngga bisa naik angkutan umum. Cepat mabok soalnya. Tante lebih cocok sama Egi hihihi
EM