Si Abang Jalan-jalan ke Pasir Mukti (2)

Sebelum akhirnya memutuskan ke Pasir Mukti, sebetulnya sudah hampir membelok ke Museum Layang-layang sebagaimana yang disarankan oleh Mba Imelda, tetapi kami salah perhitungan ketika pergi ke sana dan cerita tentang ini akan ditulis terpisah :)

Perjalanan ke Pasir Mukti, kami lakukan gaya backpacker :) Ini semua atas permintaan abang yang tidak begitu menyukai mobil pribadi. Entahlah, selalu saja si abang mengeluh pusing seperti mau muntah, sepertinya mabok darat? Jadi si abang maunya pergi naik angkutan umum, dan demi kejadian ke Museum Layang-layang tidak terulang, maka persiapan dilakukan dengan matang. Rute perjalanan sudah dicatat rapi. Persiapan perbekalan dan baju ganti dan lain sebagainya dipastikan dikemas sejak malam hari, dan tidur malam itu pun jadualnya dipercepat agar tidak susah bangun pagi.

Egidia yang biasanya paling susah bangun seperti sama susahnya disuruh tidur :D , pagi itu memberi kejutan, karena sudah terjaga sejak jam 4pagi. Ckckck … siapa yang tidak heran coba? Padahal tidurpun dia paling belakangan lho. Malah tumben si abang yang susah dibangunkannya, sampai-sampai lebih dari 1jam baru si abang bisa benar-benar bangun.

Jam 6 lewat sedikit kami sudah siap di terminal Tg.Priok menunggu bis yang membawa kami ke Cileungsi. Untungnya ada bis yang ber-AC dan tidak penuh pula, mungkin karena masih pagi ya, atau memang jurusan ke sana tidak banyak peminatnya? Belum juga bis berangkat, tapi abang dan Egi tertidur pulas di pangkuan kilanya. Tertidur dan baru bangun ketika sampai di Citeureup, untuk sambung angkot kecil 2x 15menit  menuju Pasir Mukti. Total waktu perjalanan sekitar 1 jam 30 menit dengan total biaya per orang Rp 14.000,- saja.

Lokasi Pasir Mukti sendiri persis di pinggir jalan, sehingga tidak sulit mencarinya. Harga tiket masuk murah saja, cuma Rp 15.000,-/orang + welcome drink yang sueger banget karena jeruk asli yang diperas langsung, tetapi rasanya kok bukan jeruk yang biasa yah. Beda dengan jeruk peras yang saya suka buat sendiri, sehingga saya yakin jenis jeruknya pasti berbeda. Sayangnya saya tidak melihat sendiri proses pembuatannya, sehingga luput melihat jenis jeruknya :(

Ketika tiba di sana, sedikit kaget juga, karena front office nya biasa banget, tidak terkesan wah atau gimana gitu deh. Cuma tersedia pos kecil yang memegang setumpuk karcis masuk. Kami dibekali peta dan anak-anak sangat senang ketika menerima peta itu sambil berteriak keras seperti DORA … ah saya lupa kata-kata persisnya tapi artinya “aku berjalan mengikuti petaku … ???” Sebenarnya cuma diberikan 1 peta, tetapi karena keduanya berebut sehingga petugasnya memberikan 1 lagi agar adil :)

Mereka berdua bersemangat menyusuri jalan beraspal, kalau tantenya sih agak ngos-ngosan hehehe … Di persimpangan sempat bingung, untungnya petugas-petugas yang ada lumayan informatif dan petunjuk jalan juga lengkap sih, cuma karena jaraknya berjauhan kami memilih memastikannya dengan bertanya daripada harus bolak balik yang akan menguras tenaga.

Kampung Pelangi adalah tempat yang pertama kali kami temui, dan tadinya si abang mau mencoba membajak sawah, tetapi sayangnya petugasnya sedang ibadah Jumat *catat klo ke sana jangan hari Jumat*; sepertinya kemauan Egi lebih terakomodir yaitu bermain air di Sungai :D Egi memang sangat senang ketemu air, sehingga ketika kami mampir ke tempat-tempat lain, maka berulang kali yang ditanyakannya adalah kapan ke Sungai? Egi sudah tidak sabar nih :D

Sebetulnya mau mencoba Flying Fox untuk yang dewasa yang melintasi sungai, tetapi abang tidak diperkenankan karena masih kecil, kecuali tantenya ikutan … huaaa … tentu saja saya tolak mentah-mentah, mana berani saya hihihi Kalau berkelahi mah saya berani, tapi flying fox? No way, thanks! Hahaha nyaliku menciut euy … Sejenak kami mencari tempat untuk duduk-duduk, sungai sudah terlihat di bawah sana. Akhirnya kami memilih sebatang pohon untuk berteduh *lumayan terik soalnya* sambil membuka perbekalan. Bekalnya sederhana saja, ayam goreng! Anak-anak sudah tidak sabar ingin bermain air, tetapi omnya mau isi ‘bensin’ dulu. Jadilah, anak-anak berkenalan dengan bunga si putri malu. Ini kali pertama mereka mengenal bunga itu, sehingga asyiklah mereka mempermainkan si putri malu, sampai-sampai sekeliling kami putrinya menciut setelah disentuh si abang dan Egi :D

Melihat sungai yang luas seperti itu, agak ciut hati saya. Untung saja airnya sedang tidak penuh, mungkin tidak akan berani turun jika sedang musim hujan. Itu saja kami cuma berani bermain air di pinggir-pinggirnya, karena ke tengah sedikit ya lumayan deras airnya. Setelah kami turun, ada 2 keluarga yang menyusul, kok ya pas juga seorang bapak menenteng 2 anak. Namanya anak-anak, cepat sekali mereka bersosialisasi, tanpa berkenalan terlebih dulu pun mereka sudah bertukar cakap. Cukup lama kami di sungai, karena setiap akan disudahi anak-anak bilang masih betah. Mereka mempraktekkan gaya mencuci di sungai seperti yang pernah lihat di tivi dan baca di buku :D Yang ada bukannya tambah bersih eh malah tambah kotor karena lumut hehehe …

Ada satu kejadian yang hampir saja menghanyutkan kaos singlet si abang, gara-gara anak lain mau melewati batu di mana si abang menjemur kaos singletnya, dan melempat begitu saja kaos singlet itu ke air. Jelaslah dibawa arus, untung yang satu bisa tertangkap olehku, tapi yang satunya nyangkut di bawah batu. Berjibakulah om nya si abang merogoh bagian bawah batu sampai menemukan singlet yang satu lagi hihihi sempat juga sih bilang biarkan saja, daripada nanti pas merogoh malah yang ditangkap bukan singlet, kan serem hahaha

Lewat jam 12 baru keluar sungai, bisa terbayangkan teriknya ‘kan? Begitupun anak-anak tidak merasa kepanasan, mungkin karena air sungai dingin ya. Sekali lagi, anak-anak minta makan lagi, lahap sekali, senang menyuapi mereka kalau lahap begitu.

Tunggu cerita selanjutnya perjalanan liburan si abang yaaa :)

19 thoughts on “Si Abang Jalan-jalan ke Pasir Mukti (2)

  1. Kalo jam pergi/pulang kantor bis Kowanbisata dan Bersama yang melayani rute Tj. Priok Cileungsi penuh sesak, tumplek blek. Baiknya kalo dari Tj. Priok emang bagus berangkat pagi pakai bus itu, karena rada kosong.
    Pasti si Abang dan Egi sudah semangat lagi abis di-charge. Saya juga pengen ntar kesana…

  2. Hebat…benar-benar hebat…kesana bersama anak kecil dengan kendaraan umum, benar-benar memerlukan persiapan dan stamina yang kuat.

    Nique…saya benar-benar salut deh…kayaknya saya nggak bakal sanggup, walau masih muda sekalipun.

    • hehehe abis gimana dong Bu, daripada si abang mabok dan malah tidak happy?
      Sementara saya sudah heboh cari2 tempat yang bisa menyenangkan hatinya ..
      jadi yah demi si abang, dijabanin lah … klo Egi sih protes dong, karena dia senangnya yang serba AC hehehe

    • di aceh juga passti banyak yg seperti pasir mukti, wong di kampung sya juga ada sungai seperti itu, letaknya persis di belakangan kebun buah2an kakek, syang aja jauh klo dari jakarta hehehe

    • iya, terlalu banyak malah, jadi ga mungkin menikmati semuanya, sekedar nyobain aja sih mungkin, tapi pasti kelelahan hehehe

  3. aku sebetulnya sedang pertimbangkan nyewa villa di sana, soalnya mau coba bajak sawah, nangkap ikan dll, spt ada paketnya kan…. tunggu ulasan yg ke3 deh

    EM

    • ada kok mba, aku lagi scan brosur yang ada informasi lengkapnya.
      kurang lebih ya sama dengan rate yang ada di situsnya juga sih :)
      tapi klo mo menginap, saya sih milih taman safari aja mba, ada safari malamnya kan hehehe …
      pasti si abang dan egi juga senang klo di sana, nginep di caravan mba, biar kesannya gimana gitu
      jangan yang kamar hotel hehehe

  4. wah…akhirnya jadi juga ke pasir mukti. Ga macet nique?? keren juga tuh kayaknya. Jadi mau bawa anak2 ah kapan2 ke sana…murmer khan.???

    • murah meriah kok.
      banyak pilhan juga
      klo macem2 ya jatohnya mahal juga
      tapi dibandingkan ke timez*ne dan sejenisnya menurutku sih masih lebih murah lah. dan ke sananya engga macet
      juga engga banyak manusia :D kayak di ancol ituh hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge