Kemarin, ketika saya baru selesai memasak, begitu buka pintu, di saat yang bersamaan Egi menyongsong saya dengan tangis tertahan dan baru meledak ketika berada dalam pelukan saya. Tangisnya bertambah kencang ketika semakin ditanya ada apa. Di benak saya sudah segala macam rupa mungkin begini mungkin begitu, paling kuatir ada yang isengin dia. Itulah salah satu sebab saya lebih suka mereka ada nanny di rumah, karena kalau di sini bercampur dengan warnet, yang artinya banyak orang asing yang lalu lalang.
Berdua suami kami mencoba menenangkannya, sedikit tenang ketika mengetahui bilik tempat dia bermain komputer tadi cuma ada dia sendiri. Selidik punya selidik saya perhatikan jalannya rada pincang dan tangisnya makin kencang ketika menjejakkan kaki. Saya menebak lagi apakah kakinya keseleo, siapa tahu ‘kan ketika menjejakkan kaki tidak pas, bisa keseleo di mata kaki? Yang bikin panik adalah dia terus menangis.
Karena Habis pikir saya mau bawa ke rumah Bapa, karena kalau keseleo Bapa bisa mengobati. Eh, makin kencang tangisnya, sambil teriak-teriak tidak mau ke rumah bolang (kakek). Egi memang paliiiiiiing susah sama obat, apapun, obat luar sekalipun, yang cuma oles-oles saja masalahnya seperti orang mau disakiti saja. Egi semakin melawan tubuhnya ketika mau digendong ke rumah bolangnya. Akhirnya saya perhatikan lagi kakinya, kok kayaknya ga ada yang aneh? Tapi kenapa ini anak belum bisa diam juga pertanda sangat kesakitan? Saya lihat kuku di jempol kaki kanannya agak mengelupas, apakah itu? Memang jempol itu pernah bermasalah kepentok pintu, dan waktu itu kuku jempol itu sudah dicabut oleh dokter dan sekarang sudah tumbuh lagi. Hmm … inikah masalahnya?
Egi bilang obatinya ditiup-tiup aja, dan cuma mau dipelukan kilanya. Gemas juga sih, bagaimana bisa tiup-tiup bikin sembuh coba? Doh! Tapi ini kok dia sambil teriak-teriak jangan dicabut! Hm, paku kah? Periksa ulang telapak kaki sampai betis, ga ada kok?! Terus apa? Mungkinkah ‘cuma’ kuku di jempol kaki kanan tadi?
Egi mau bobo aja, begitu katanya. Wah! Tumben, biasanya paling susah disuruh tidur siang. Ya udah, diikutin dulu deh. Di kamar dia minta kakinya ditutupin dan tidak boleh siapapun melihat lagi. Saya biarkan dia tertidur, nanti saja ditanyai lagi kalau sudah bangun.
Lumayan lama tidurnya, dan ketika bangun, dia langsung duduk dan melihat kakinya.
“Biuda udah cabut ya?”
“Cabut apanya dedek?”
“Itu kaki Egi?”
“Hlo, biuda kan ga tau kamu kenapa, masak mau dicabut kakinya. emang kenapa? Udah ga sakit lagi?”
“Iya, udah sembuh, berarti biuda udah cabut ya.”
“Engga, biuda biarin Egi tidur aja, ga diapa-apain kok. ceritain dong kenapa tadi.”
Dia tarik guling menutup wajahnya sambil bilang, jangan cerita ke Mama ya. Aneh lagi?
“Biuda ga akan cerita ke mama, tapi Egi ceritakan dulu kenapa tadi sampai nangis seperti itu. Biuda masih bingung ini, apa ada yang ganggu, apa Egi kesetrum, apa Egi keseleo, apa kena paku. Atau kuku jempolnya ya nyangkut tadi?”
“Iya …”sahutnya pelan.
“doh dedek, lain kali diceritain dulu dong, kan biuda panik, dedek nangis seperti itu.”
“tapi sekarang udah ga sakit lagi kok. biuda janji ya jangan ceritain ke mama.”
“emang kenapa mama ga boleh tau?”
“nanti mama bawa egi ke dokter, terus kukunya dicabut lagi nanti.”
“ooo … karena itu, maka tadi teriak jangan dicabut?”
Dia mengangguk pelan. Dan pelan juga saya berkata : “jadi ini RAHASIA kita berdua eh bertiga sama kila?”
Dia mengangguk lagi. Aihhh … sepertinya saya punya senjata baru
*tersenyum licik* Yap! Sejak itu, tambah manis lagi dia. Tidak susah disuruh makan atau tidur siang. Jadi lebih suka menemani biudanya di kamar. Apalagi coba kalau bukan takut RAHASIAnya diceritain ke mamanya hehehe ..
Baidewai, saya ‘kan belum berpengalaman niy, buat para orang tua, boleh ga sih main rahasia-rahasiaan seperti ini? dan karena saya pegang rahasianya, dia ‘kan jadi lebih patuh, saya kok kuatir juga cara saya menangani dia TIDAK TEPAT? Bantu saya ya …
jadi punya kartu as deh sebagai senjata pamungkas
Selamat malam mbak Reni,
Cukup lama tidak bertegur sapa. Saya tertarik membaca artikel RAHASIA ini. Termasuk bidang psikologi dan pendidikan anak. Kisah ini sangat baik untuk kajian bersama. Apibila ada teman2 blogger yang memiliki pengalaman serupa bisa untuk share di sini. Akhirnya nanti bisa diambil kesimpulan masing2 bersikap sesuai sikon dan lingkungannya.
Menurut saya kepada anak2 justru dihindarkan kondisi yang mengandung rahasia-rahasian.Justru dampaknya sangat buruk apabila si anak jadi penurut, bersikap manis gara2 ia takut rahasianya dibongkar. Ini berdampak buruk bagi perkembangan jiwa si anak. Untuk selanjutnya anak tidak mau berbagi rahasia dengan siapapun. Ia akan menjadi pribadi yang tertutup, kalau mempunyai masalah cenderung dipendam sendiri.Padahal banyak orang menilai di dalam kehidupan sosial ini bila kita punya sseorang yang bisa menerima curhat, ungkapan perasaan yang mengganjal di dada sesudah itu hati rasanya lega. Plong. Posisi mbak Reni berbahaya apabila sewaktu2 kasus itu diketahui orang lain tanpa mbak Reni atau suami yang membocorkan bisa anak merasa mbak Reni tentu yang membocor kan. Kesan yang mendalam akan terpatri dijiwanya. Seumur hidup anak idak akan mempercayai mbak Reni. Sampai dewasapun bila ia punya masalah lebih bebas disampaikan kepada orang lain selain mbak Reni. Maka carilah jalan keluar segera sebelum yang saya gambarkan di atas terjadi. Kalau mbak Reni menganggap hl ini penting, ini memang mirip pengalaman teman saya dengan anak kecilnya dan jalan keluar yang ditempuh nanti saya sampaikan lewat email supaya tidak makan tempat dibox komentar ini.Sedang saya sendiri tidak pernah mengalami kejadian macam itu karena kami berusaha tidak ada rahasia2an. Dari Pengalaman mbak Reni ini malah mengilhami saya ingin posting di blog saya pengalaman saya yang tidak saya sadari telah mempermalukan anak saya di depan orang banyak pada waktu ia masih duduk di SD kelas 1. Sekarang anak saya sudah umur 33 tahun. Tapi rasanya saya sangat menyesal kalau mengingat peristiwanya.
Seperti sekarang saja saya sedang posting seorang laki2 remaja 16 th yang dipermalukan gadis teman satu kelas di hadapan orang banyak. Ia sakit hati, dendam yang membara sampai2 menulis sebuah puisi luar biasa yang isinya ia mau merontok setiap jantung perempuan, mencabik hati mereguk darah, memamah daging meremas tulang…… Wah horror!! Ikuti saja diartikel terakhir di semeaem.com
Kali aja keseleo, jadi perlulah diperiksa sama ahlinya. Memang anak kecil mengeluarkan keluhannya kebanyakan dengan tangisan. Kadang orang dewasa juga……
Sungguh nggak adil.
Knapa ketika saya nangis malah dibiarkan ajah?
kalau menurut bunda sih , gak usah ada rahasia2 an gitu, Nik
mungkin bisa dicari saat yg tepat utk bicara dgb Egy, ttg kukunya ini, dan beri pengertian utk tetap cerita ke Mama nya , tapi Nik akan bantu utk bicara ke Mama agar gak perlu dibawa ke dokter Egy nya
salam
sudah Bun, kemarin di Burg*r King, akhirnya sukses membujuk Egi,
awalnya dia mau saya ada ketika dia cerita ke mamanya biiar ga dibawa ke rumahs akit,
tp setelah saya jelasin klo ga akandibawa ke rumahs akit krn toh kakinya engga kenapa2,
lalu Egi bilang, mau cerita sendiri klo begitu
Puas juga saya setelah perjuangan dari pagi mentok mulu sama dia hehehe
alhamdulillah, jadi case closed ya Nik ….

dengan sukses
salam
Tergantung dari rahasianya..kalau rahasia yang memang orangtua harus tahu, bisa diberitahukan pada mama nya, namun dengan pesan agar mama nya yang ganti membujuk agar anak cerita dengan sendirinya.
Dan kita juga mesti memahami karakter mama nya seperti apa…mudah meledak, atau sabar mendengarkan cerita anak.
Jadi orangtua memang susah gampang, betapapun masalah yang dihadapi anak, asal dia mau cerita, kita harus menunjukkan wajah datar, tak terlihat takut sehingga anak mau terbuka pada kita, sehingga kita bisa ikut menyelesaikan masalahnya. Bagaimanapun, anak harus dididik terbuka, tak boleh bohong atau menutupi sesuatu..namun harus diberikan pemahaman secara pelan-pelan.
wah saya juga suka kayak begitu ama bocah2 kecil disekeliling saya, sekalinya dapet rahasia mereka, jadilah penguasa otoriter, jadi ngerasa bersalah deh
itu dek Egi minum jus strawberry atau daging ham ?
jus stroberi kakak …mosok daging ham digado kek gitu
tp jus nya sudah dibekukan sama biuda, jadi bisa di-nyot deh hehehe
sepakat sama Kak Orin menyimak aja buat bekal kelak,,,hehehehe
ada baiknya Egi ke dokter tak hanya ketika dia sakit, bisa aja datang untuk konsultasi jadi dia tau dokter nggak nyakitin
problemnya kan karena dia takut ke dokter lagi, orang dewasa di sekitar dia jangan pakai kata dokter untuk menakut2i,sering tuh kejadian, melihat kita lewat saja ada ortu bilang ke anak nanti disuntik,
kalau soal rahasia2an aku setuju dengan Arman
Wow…menyimak komentar teman2 jadi ajang pembelajaran nih Kak, seru.
Silakan, bagi para orang tua berpengalaman untuk berbagi saran…
dan buat yg blom jadi orang tua silahkan menyimak yaaah
tetep bilang ke mama-nya supaya tau, ingatkan juga jgn sampai mamanya buka rahasia itu ke Egi. Mamanya aja yg memancing pembicaraan supaya Egi mau jujur atau biuda yg pelan2 nyuruh Egi jujur ke mamanya.
Karena kalau Egi tau biuda yg bilang ke mamanya, dia pasti kecewa, krn org yg dia percaya ternyata membocorkan rahasianya.
Saya pernah ngalamin kejadian gini juga kok mbak …
PR besar nih buat saya
karena tadi pagi mamanya cerita klo mamanya sudah berusaha bujukin Egi buat cerita ttg rahasianya, tapi dia tetep lho keukeuh sumeukeuh …
sepertinya harus cara yang lebih manteb lagi nih … hehehe
sebelum2nya saya sih cerita dari balik layar, bukan di depan anak2, karena bagaimana pun saya paham jika mamanya harus tahu, cuma kasus ini saja, karena memang tidak parah juga, saya mau mencoba keteguhan hati dia terhadap rahasia yg dia buat.
sambil main-main dijelaskan saja mbak, knapa ga boleh bohong dan harus jujur
iya mba, masih terus saya upayakan
thank ya
apapun itu bu yg namanya amanah entah datang dari siapapun, tetep harus bisa menjaganya dengan baik,,,
sebagai pembelajaran buat anak2 juga nantinya,,
rahasia nya sih iya dijaga, tapi seperti kata temans yg lain, it’s between her and her mom, mestinya memang dia bisa lebih open, bukannya mau merahasiakan ya
nique…tetap bilangin mamanya untuk keadaan yg sesungguhnya jangan katakan kalau nique yg ngomong. Kondisi ini sebenarnya ada masalah komunikasi antara anak dengan mamanya. Hal yg sama terjadi dengan keponakan saya yg hampir setiap hari ada dirumah karena bundanya sudah meninggal dan ayahnya belum menikah lagi. Si anak sangat takut sama ayahnya sehingga dia lebih berani ngomong apa adanya sama saya dan istri. Perlahan saya berbicara dari hati ke hati kalau anaknya itu sangat takut dengan ayahnya. Memang tidak seperti membalik telapak tangan namun kita harus segera mulai untuk menyelesaikannya… Saya pikir kondisi orang yg baru pulang kerja pastinya secara emosi tidak stabil karena cape. Mungkin sebaiknya dibicarakan dari hati ke hati oleh nique…wow panjang amat yah? bisa jadi satu tulisan nih..
tadi pagi sudah saya kasi tau juga ke mamanya kok mas, dan selama ini juga klo ada apapun kami saling memberitahu.
iyalah, toh klo anak2 kenapa2, mau rembukan sama siapa lagi klo bukan ke biudanya, karena memang sejak kecil anak2 itu sudah biasa bersama saya.
memang masih butuh waktu dan usaha lebih keras dari saya dan mamanya untuk membujuk egi agar mau berterus terang.
Wah Egi trauma sama dokter yah…
Tp bahagialah Mbak.. dipercaya sama Egi… ^_^
bisa jadi ce-es an sampe seterusnya.. ^_^
iya nih, trauma berat, g tau deh, padahals etiap ketemu dokter, pada manis2 kok …
Egi nya aja kali ya kayak biudanya, rada antipatisama dokter
menurut gua sih gak boleh ya. karena ntar si egi bisa mikir “oh berarti boleh ya bohong ke mama”.
menurut gua apapun yang terjadi/dialami anak, orang tua berhak tau. dan anak harus diajarkan untuk selalu ngomong jujur ke orang tua (dan ke siapa aja juga sih harusnya, tapi especially ke orang tua). emang sekarang keliatannya cuma hal kecil ya, tapi kalo terbawa terus sampe ntar lama2 jadi hal yang besar gimana?
belum lagi ya, ini kan masalah kuku nyangkut. keliatannya sepele ya. tapi who knows kalo ntar gak di bawa ke dokter lama2 jadi kenapa2? ntar kalo pada akhirnya (amit2 sih ya) jadi lebih parah misalnya, trus mamanya baru tau kalo sebenernya dari awal lu tau tapi gak ngomong ke dia, apa dia gak jadi marah ama lu? itu kan berarti lu merusak kepercayaan yang diberikan ama dia untuk jaga anaknya kan?
sori ya kalo komen gua gak enak dibaca. tapi menurut gua jangan ni.. jangan nyimpen rahasia dari orang tua si anak… dan sebaiknya egi diajarin untuk selalu jujur dan terus terang ke ortunya. masalah mau dibawa ke dokter atau gak kan biar mamanya yang memutuskan. dan kalo emang harus ke dokter ya itu demi kebaikan egi sendiri kan…
gw setuju banget sama arman…”jangan ada dusta diantara kita” …hahahaha. Namun perlu cara yg tepat untuk pembahasannya.Mungkin bisa bilang ke Egi, bahwa nique mau cerita ke mama tapi nanti bujuk mama untuk ga ajak Egi ke dokter….
iyaaaaaaa……..tidak boleh ada dusta diantara mereka
Emang deh ini gara2 keparnoannya sama dokter, moga2 betambahnya usianya keparnoannya itu bisa diminimalisir.
makasi Man, gw welcome kok dgn komentar lu, justru buat gw belajar, kan gw blom punya jam terbang jadi orang tua yang sesungguhnya
soal kakinya itu, emang ga parah kok, gw kan periksain ketika dia tidur, dan emang Egi rada lebay persis biudanya banget dah, kepentok apa aja, reaksinya udah kayak mo disembelih aja
ini sih kata laki gw, yg sering jadi korban kelebayan istrinya
katanya nurun ke Egi tuh hehehe
I’ll do my best to pursue her, even I know it’s not easy
pagi ini gw coba ngomong sama Egi, tapi mentok, dia langsung ngambek, sepertinya gw mesti ajak dia ke taman, ber2 saja, baru deh diajak ngomong hehehe …
thank you Man sudah berbagi
Ikut belajar dari tulisan dan komentar teman-teman tentang cara ngasuh anak.
Etapi kapan ya punya anaknya? #menerawang
bilang om gie mampir sini, biar om gie tau klo ada yg pengen cepet bikin anak
Kalau belum terlalu emergency seperti skrg sprtnya boleh deh mbak. Kecuali lklo udh parah bener gak perlu lah main rahasia2an..
jadi boleh yaaa…. enak juga sih ada rahasia sama si adek, jadi klo nakal dikit tinggal ingetin rahasianya, langsung deh nurut lagi
Musti bijak pula, ki. Kalau sampai kita ingkar janji dan ketahuan gak menyimpan rahasia, bisa-bisa selamanya dia gak bakalan percaya lagi.
masih disimpan kok mas rahasianya, dan itu saya jadikan senjata buat bujukin dia klo nakal …
sebagai anak ya mbak, kalo dhe mah pasti kecewa banget kalo udah bilang rahasia tapi orang yang tahu cerita kita malah ngebongkar.. dhe cuma bisa bantu komen sebagai anak, coz belum jadi ibu sih..
thanks Dhe, masih dijaga kok rahasianya, dan ga bakal dibongkar, lumayan buat senjata klo dia nakal heehhehe