“Biuda itu apa ya mba?” begitu pertanyaan mba Fitray setelah membaca postingan yang ini.
Memang dalam beberapa postingan saya yang berkaitan dengan si abang dan dedek Egi, bisa jadi terselip kata-kata yang sangat khas dari orang bersuku Karo seperti saya yang tulen ini
Dan ini adalah kesempatan yang baik untuk saya berbagi dengan temans di sini, agar nanti-nanti jadi ‘dong’ yang saya maksud dengan kata-kata itu apa sih hehehe
Mari kita mulai yaaa … *bingung sendiri sebenernya hahaha*
Biuda = Bulik = Tante kecil
Kenapa saya dipanggil Biuda, padahal anak-anak itu adalah anak dari adik laki-laki saya?
Alkisah, dalam keluarga saya yang 5 bersaudara ini, hanya ada 2 perempuan, saya dan kakak perempuan saya. Dalam adat orang Karo, maka kami yang merupakan saudara perempuan ayahnya si abang, biasanya dipanggil BIBI; untuk yang tertua ditambahkan menjadi BIBITUA, yang di tengah dan biasanya ada beberapa orang tergantung ada berapa perempuan dalam keluarga itu maka dipanggil BIBITENGAH, dan yang paling kecil dipanggil BIBIUDA. Sebetulnya saya bisa saja dipanggil BIBITENGAH, karena saya kakak perempuan ayahnya si abang, tetapi saya lebih suka dipanggil BIBIUDA karena memang diperbolehkan juga, apalagi kami cuma 2 bersaudara perempuan.
Lalu, bagaimana dengan panggilan untuk suami dari para bibi ini? Cuma ada satu panggilan untuk mereka yaitu KILA; tanpa embel-embel kilatua/tengah atau uda hehehe cukup KILA. Walau suaminya bukan orang Karo seperti suami saya, tetap saja boleh dipanggil dengan panggilan khas Karo, bukan dengan panggilan dari suku Sunda, mamang misalnya
Bagaimana pula kami memanggil kedua bocah ini dan anak-anak dari saudara laki-laki kami yang lainnya? PERMEN! Iya, mereka adalah permen kami. PERMEN = keponakan. Bukan permen yang bisa dimakan itu lho ya hehehe … Konon, menurut adat, jika saya punya anak laki-laki nanti, maka saya boleh menjodohkan anak laki-laki saya dengan Egidia. Ini diperbolehkan, karena mereka adalah IMPAL. Tetapi jika sebaliknya, tidak diperbolehkan, misalnya anak perempuan saya dengan si abang, apabila mereka sampai saling jatuh cinta, maka cinta mereka adalah cinta terlarang. Eh, saya kok melantur kemana-mana? Hehehe
Terus, bagaimana jika anak-anak kami memanggil saudara laki-lakiku dan istrinya? Anak-anak kami nanti memanggil saudara laki-lakiku dengan sebutan MAMA ditambah embel-embel tua, tengah dan uda dibelakangnya disesuaikan dengan urutan lahir mereka. Istrinya dipanggil MAMI dan sama saja embel-embelnya, tua, tengah dan uda. Jika anak-anak mereka adalah PERMEN kami, maka anak-anak kami disebut sebagai BEBERE.
Nah, untuk nenek kakek, kami punya panggilan tersendiri juga. Bapak saya, dipanggil BOLANG oleh cucu-cucunya. Nenek dalam bahasa Karonya NINI, tetapi lebih lazim kami memangg il nenek mengambil dari penggalan beru sang nenek. Ibu saya yang beru Tarigan, biasa dipanggil TIGAN oleh cucu-cucunya. Nanti, jika saya sudah punya cucu, maka para cucu memanggil saya ITING, penggalan dari beru GINTING. Sering juga ditambahkan kata NEK di depannya, menjadi Nek Tiga, Nek Iting atau Nek Biring
So, nanti-nanti jangan heran yah kalau tanpa sengaja saya menggunakan panggilan-panggilan itu mengikuti para keponakan membahasakan om tantenya
Pingback: Protes Itu Membunuhku | nicampereniqué.me
Aaaaaargh komentar saya masih kurang.
Saleum.
sekalian belajar bahasa karo nih
saleum dmilano
Kalo panggilan biuda udah lama mendengarnya. Permen, nah, ini dia yang baru tau. Padahal saya cukup lama juga tinggal di bb.
nah..jadi sedikit tahu nama2 panggilan keluarga karo nih..trims Nik…
wahhh ternyata banyak yah istilah2nya…..kalo udah biasa mungkin ngga bingung yahh…kalo saya krna baru tau, bacanya aja msh bingung2 heheheh…..
Biuda ternyata bulik, atau tante kecil…
Panggilan tiap daerah, bahkan tiap keluarga berbeda-beda….apalagi jika anak kecil sulit menyebutkan…biasa aja nama berganti untuk memudahkan.
Bibi, tante, bulik, biuda..apa lagi ya….
wuih, rumit juga ya..?
eh tapi keren juga karena di jaman sekarang panggilan seperti itu masih dipertahankan..
kalo untuk suku Makassar relatif lebih simpel sih..
Ngomongin nama aku jadi inget berita Dell. Dia ngeluarin tablet terbaru yang katanya level atas. Tapi namanya Dell Peju. Peju yang artinya sperma dalam bahasa Jawa. Coba search deh beritanya..
Itulah uniknya Indonesia.. masing2 daerah beda2 panggilan sayangnya untuk keluarga masing-masing
Kalau keluarga saya kan madura..
Tapi udah terpengaruh bahasa jawa dan Indonesia sih..
Om= paman, atau disingkat man. tapi ada juga yang manggil pak lik atau pak dhe (seperti orang jawa)
Tante= Bebe’ (bacanya seperti membaca huruf B)
Bapak= Pak
Ibu= Embu’
Adek= Alek
Kakak laki2= Cak
Kakak perempuan=Yu
Anak laki-laki= Kacong/ Cong
Anak perempuan= Jebbing/ bing
Kalau struktur bahasa dijelaskan dengan narasi sepertinya malah jadi kurang jelas. Tapi bisa ditangkap sih, hanya saja mesti ektra berpikir. IMHO.
biuda = bibi muda bisa juga ya
wah lucu keponakan sebutannya permen ya :O
Bingung aku mbak he he he
Pokoknya siap mencontek ke sini tiap kali mbak Nique pake istilah2 panggilan tanah Karo, deh.
Eh, lalu bagaimana dengan acara si bolang di tanah karo, ya? Juga permen, apakah ada jajanan itu di sana?
Memang menyimak budaya di daerah lain terkadang terkesan asing dan aneh, tapi itulah indonesia, berbeda tetap satu.
BOLANG? Wah..kayak Bocah Petualang ya mbak
Itulah hebatnya negeri ini, setiap daerah bahasanya beda2, jadi namanya pun beda2
Wah rasanya aneh, kalau di Padang kata “Uda” itu artinya abang..
Kalau bibi uda ya bibinya abang.. Hheee
Oooo begitu ternyata asal katanya ya…
menarik sebenernya ya mengetahui asal usul kata spt ini…
Kata biuda udah saya kira2 sama spt Bulik… tapi kalo kata PERMEN baru tau nih… si kecil2 itu disebut permen yah… doyan nih saya,.. ahahaaa…
btw, Mba Nique makasih atas tips minyak kemirinya kmrn… ^_^
Permen ?
aaahhhaaaa …
ini istilah yang pas banget …
hihihihi
Salam saya
Ilmu baru buat aku nih, belum pernah tau sebelumnya
Saya sendiri pun yang tinggal di kampung halaman Nique masih belum faham dengan sebutan tanah Karo. Maklum lha, bahasa sumatera ngga cuma satu, mumet kepalaku
Unik juga ya panggilan dengan Bahasa Karo,, Ada Permen, ada Kila, Buida dll,,yang belum saya pahami Bahasa Karo ini berasal dari daerah mana Kak niQue heheh atau jangan2 nama niQue juga ada unsur Bahasa Karonya ya
kalau blum terbiasa pasti kesrimpet-srimpet, banyakan salahnya..
aseli baru tau semuanya,, heheh
saya belum punya permen tapi sudah pernah makan
Aku suka dengan postingan ini, sering2 ya Bi Uda.
Biar tetap ingat dengan kuta kemulihen ta
jadi sedikit paham nih..
Ow, entar saya mangil keponakan saya pake sebutan permen ah.. biar lebih keliatan sayang hehehe..
Selamat hari senin ya Mbak niQue..
hahaha.. aneh-aneh nama panggilannya
Wahh…rieut kyknya Kak pancakaki orang Karo ya #_#
Kila .. bagus ya nama panggilannya ..
biuda itu singkatan dari bibi muda kali ya? hehehe
Biuda = Bulik = Tante kecil
kalau ditilik pengaruh dari daerah mana ya?
Bi = (bibi = jawa) dan uda = (minang) … dari minang dan jawa?
Kl di kami biuda sama dgn bou atau namboru ya. Lucunya edaku, istri adik kan Sunda, tp adenya si eda pengen dipanggil dgn tutur juga. Jadilah si bibi ini minta ponakan panggil dia dgn bujing (adik ibu) dan suaminya uda.
Ya memang aku sering membaca sebutan-sebutan di atas, meskipun tidak pasti benar artinya. Waktu dengar Biuda, kupikir bibinya Uda, istrinya uda hahaha. Ini namanya campur batak, dan padang ya
jadi egi dan abang panggil apa ke aku? Tante aja yah?
atau ada sebutan dlm bhs Karo?
EM