Sebetulnya Sabtu sore saya sudah mengantri di dokter kandungan di salah satu rumah sakit di Sunter, tetapi karena antrian panjang, padahal sudah jam 7pm, sementara dokter belum tampak batang hidungnya, maka saya putuskan untuk urung ketemu dokter. Sudah pasti akan bete menunggu lama, sementara saya toh tidak terlalu buru-buru juga untuk bertemu sang dokter.
Dokter kandungan ini, Katrina namanya, masih muda, dan sangat ramah. Tergolong gahol malah
Sama pasien yang juga gahol kayak saya, sudah pakai gw-elu, bukan lagi saya-anda. Menyenangkan berbincang dengannya. Juga tidak pelit berbagi. Walau sekedar bertemu di lorong rumah sakit, atau lift, konsultasi colongan pun tetap disahutinya dengan ikhlas. Senyumnya tulus dan menyejukkan. Pokoknya saya nge-fans banget deh sama dokter satu ini
Apalagi, obat yang diberikannya pada saya tempo hari manjur, cuma 1x kunjungan, obatnya dihabiskan, dan sembuh. Siapa yang tidak suka, coba?
Senin sore, iseng tidak ada yang dikerjakan, saya ajak suami untuk menemui dokter itu lagi. Beruntung dapat antrian ke-3, dan kali ini informasinya dokternya datang 2jam lebih awal daripada hari Sabtu kemarin. Betul saja, dokter itu datang bersama putrinya yang kalau saya taksir berusia 3tahun? O iya, sambil menunggu datangnya dokter ini, sempat iseng saya memperhatikan penampilan para dokter yang sliweran di depan mata. Dan ada satu dokter yang lumayan mencuri perhatian, gaya berpakaiannya sangat fashionable, make-upnya juga lengkap, kerenlah kelihatannya. Sangat bertolak belakang dengan dokter favorit saya ini, penampilannya seadanya, wajah tanpa make-up, tapi tidak terlihat kucel sama sekali, tapi justru saya lebih suka, mungkinkah karena sedari awal memang sudah nge-fans, sehingga apapun yang dikenakannya tetap mengena di hati? Hehehe … subjektif sekali ya saya
So, setelah merelakan diselip seorang suster yang lagi hamil untuk konsul colongan, akhirnya tiba giliran saya eh kami ding, karena saya datang bersama suami. Seperti biasa, dengan ramah dia menyapa terlebih dulu. Menanyakan kenapa Sabtu kemarin saya ‘kabur’ hehehe … To the point saya serahkan lembaran hasil dari lab, dan kemudian kami membahas apa yang tertera pada kertas itu secara rinci.
Gubrak!! Iya, asli kaget, karena ternyata paparannya bertolak belakang dengan paparan dokter yang mengeluarkan hasil lab itu. Kesal juga, tapi tidak lama, karena dokter favorit ini langsung memberi solusi, bahkan memberikan bocoran dokter yang menurutnya te o pe be ge te untuk kami kunjungi. Apalagi dengan iming-iming tarif yang miring karena klinik itu setengah negeri setengah swasta. Wajah toh jika saya tergiur untuk menjajal kesaktian dokter direkomendasikannya itu. Tapi baru besok kami akan ke sana, eh tepatnya baru akan membuat janji temu, semoga saja kami cukup beruntung kelak dengan dokter yang dimaksud.
Inti dari postingan ini adalah, betapa senangnya saya, karena konsultasi kali ini GRATIS. Iya temans, FREE OF CHARGE, ga usah mbayar, begitu kata dokternya. Saya cuma disuruh mbayar biaya administrasi saja, Rp 25.000,-. Sekali lagi, wajar dong saya senang, padahal tau sendiri kalau konsul ke dokter spesialis hehehe … Entah angin apa yang menginspirasi dokter ini menggratiskan semua advis dan hasil analisanya malam ini. Semoga saja ini pertanda baik, juga membawa keberuntungan demi hadirnya Chelsea Maulana Wannabe hehehe …*teuteuph keukeuh*
Dalam perjalanan pulang, saya bilang ke suami: “wajar kalau dokter itu laris. hla wong ruang di sebelahnya yang juga dokter kandungan tapi kok sepi. bahkan dokternya malah ngobrol2 sama suster saking ga ada pasien
* Iya toh? Eh jangan-jangan saya subjektif, karena dikasih gratis? Hehehe ..
Baidewai, temans blogger ada jugakah yang pernah dapat pelayanan gratis dari dokter spesialis?
Nice story dah pokoknya, semoga cepet dikasih momongan ya mbak eh bu’ (krna sudah bersuami jadi ku sebut bu’ saja
)
Ah aku juga kepengen punya momongan [dies]
Saleum,
Dibanda aceh jangan harap dapat konsul gratis dari dokter spesialis. Huh…. menyebalkan memang, masa konsul saja udah dipungut biaya yang besar. kan lebih baik ke dukun aja, cuma modal gudang garam merah aja sebungkus. hehee
saleum dmilano
Pernah, beberapa kali malah..tapi karena memang sudah akrab, jadi kayak saudara.
Dokter sekarang juga harus ramah dan simpatik, karena pasien sekarang tak seperti dulu…sekarang kan pasien harus dilayani dengan baik, dan dokter juga mau diajak diskusi. Jika dokternya cuek, ya saya nggak balik lagi.
Aku sering mendapat konsultasi gratis dari dokter spesialis Mba… Alhamdulillah… Eee… itu sih krn mereka terbebani kode etik… Ahahahaa…
Mba NIque.. sekalian ngejawab pertanyaan di blogku…
Penyebab sariawan emang beragam sebenernya… Seperti turunnya daya tahan tubuh sehingga terkena infeksi virus dan bakteri (bisa ditanggulangi dgn minum vitamin); Stress; iritasi dari gigi yang tajam (yang ini perlu diperiksain kayaknya – biasanya orangtua giginya udah mulai abrasi, bisa jadi ada yang tajam); hormonal (kebanyakan wanita sih klo ini); trus kalo pake gigi tiruan ada mungkinnya gigi tiruannya udah nggak pas.. ada juga kemungkinan krn hsl perawatan lain (misal krn radiasi/ kemoterapi), atau juga dia ada karena adanya penyakit lain dlm tubuh…
obatnya, tergantung penyebabnya, MBa… kalau parah dan nggak sembuh2 mending diperiksakan saja.. saran aku ke drg Spesialis Penyakit Mulut (Oral Medicine)…
Semoga bapak cepet sehat yah Mba Nique…
belum
Asik nya bisa bertemu dokter kek gitu, coba banyak dokter seperti itu dinegeri ini.
Salam.. .
Enak dong Mbak bisa konsul gratis. Saya belum pernah punya pengalaman gitu..
berarti lagi rejeki
mau banget tuh ada dokter sebaik itu, tapi belum pernah ketemu ..
Kalo ketemu dokter yang seperti diceritakan baiknya belum pernah ketemu. Kalo ketemu dokter dikejar target setoran sudah beberapa kali.
Sering banget, padahal udah dibilangin dicover asuransi, sp nggak enak ati aku tak mau kasih nama lengkap, tp yg bgn pendaftaran maksa harus tulis.
saya jarang ke dokter kak
wahhh dokternya baik banget yachh…sunternya di RS yg mana mbak? pantes rame yachh pasiennya…
kalo aku belum pernah dapat yg gratis2an kayak gini…..lagian ke dokter spesialis waktu periksa hamil aja sechh…dan itu mbayar hehehe….
untuk dokter spesialis saya belum pernah dapat gratisan.kalau dokter umum pernah malah sama obatnya gratis krn RSnya adalah customer kami jd dokternya ga berani terima duit
Huwaa….mau dunk Kak kartu nama ci bu dokter inih, pgn juga eike konsul gratis gituh
kenapa hasil lab sama hasil pemaparan dari dokter2 itu bisa beda2 ya?!?! terus gmn kalau itu terjadi?!?!
belum pernah dapat gratisan, tpi karena emang jarang cek kesehatan sama dokter juga sih… hehe
saia jg pernah konsultasi gratis ke dokter spesialis yg terkenal di kota saia, mbak…
krn dokter itu ayahnya pacar saia…hahaha
Allhamdulillah ya masih ada dokter yang seperti itu
Kalau yang gratis belum, Mbak. Tapi kalau dokter yang baik hati, termasuk nda pelit berbagi ilmu, sih ada. Waktu almarhumah masih ada, dia punya dokter langganan yang sangat baik, sampai-sampai saat itu almarhumah nda mau berobat di lain hari karena kebetulan dokter ini hanya praktek hari Senin – Rabu. Intinya, keramahan seorang dokter adalah sebuah obat dan penyemangat bagi sang pasien.
kalo pelayanan gratis sih belum pernah..
tapi saya (dan istri tentu saja) punya dokter kandungan langganan yg juga oke banget.
orangnya ramah dan bersedia menampung pertanyaan sebanyak apapun, dan selalu memberikan ketenangan. gak bikin kuatirlah pokoknya
mau dong konsultasi gratis ke doketer kandungan, istri saya juga hamil kan
tapi biaya tranportnya lebih mahal dari biaya konsulnya yaHH???
salah dari pamekasan madura
hm, kenalin dong dengan dokter itu….
Kayaknya belum pernah, belum nemu nih, dokter yang impressive, kalo dokter jam karet banyak -_-
kunjungan perdana nih neng, udah disambut dengan artikel yang bikin hati jadi adem.
salut deh (sama dokternya)
sukses selalu !
kalo disini, ke spesialis (termasuk dokter kandungan) selalu gratis. karena dicover asuransi.
tapi dulu pas di indo sih gak pernah ngalamin gratisan gitu. hehehe.
kalo disini semua orang emang harus punya asuransi. gua sih dari kantor ya. dan emang termasuk untuk kehamilan. dan untuk kehamilan ini full gratis. dari kunjungan ke dokter, usg, sampe ntar lahiran juga gratis.
Kalau sih sering, malah sering dapat omelan, ha ha…, karena banyak dokter spesialis yang adalah senior juga
.
wah belum pernah tuh, karena aku juga jarang ke dokter sih ya.
Tapi memang senang ya kalau dokter itu sederhana, bersahaja dan ramah terhadap pasien.
EM