Sudah sejak Uda Vizon mengadakan Baralek Gadang, ingin sekali saya menuliskan tentang AYAH – yang ku panggil Bapa sehari-harinya di sini. Beberapa paragraph sudah jadi sih, tetapi belum tuntas. Banyak sekali yang ingin diceritakan selagi belum lupa tentang Bapa. Semoga dapat segera dituntaskan dan diposting di sini.
Hari Sabtu malam setelah pulang dari dokter, suami bilang mau belikan Bapa sirsak. Jadilah beli 2. Bergegas kami langsung ke rumah Bapa, dan apa yang terjadi? Bapa kaget setengah hidup, kok kami tiba-tiba membawakannya buah sirsak, 2 pula. Buat apa? Begitu tanya Bapa. Nah lo? Ternyata eh ternyata saudara-saudara, suamiku ini salah dengar rupanya. Yang Bapa butuhkan itu adalah DAUN SIRSAK, tetapi suami dengarnya buah sirsak. Meledaklah tawa kami karena kesalahpahaman itu. Akhirnya kami putuskan minta tolong Bapak mertua di Sumedang untuk mencarikan daun sirsak, yang kata Bapa bisa jadi obat.
Senin pagi, saya dan suami belanja di Pasar Sunter. Masih pagi sekali. Enak memang pacaran pagi-pagi hehehe … Pasar Sunter adalah pasar favorit saya untuk berbelanja buah dan sayur. Kalau yang lainnya saya lebih suka belanja di pasar di dekat rumah saja, karena lebih murah. Buah dan sayuran di Pasar Sunter segar-segar dan banyak sekali macam ragamnya. Mungkin karena kebanyakan pengunjungnya saudara-saudara kita yang keturunan Chinese, jadi begitu lengkaplah sayur mayur yang mau dibeli. Dan pagi itu, perhentian pertama saya adalah pedagang buah Strawberi. Ada 2 pilihan, organik dan non-organik. Jika saya membeli organik, bukan semata-mata karena kata organiknya, tetapi karena penampilannya yang mencolok, yangorganik ranum dan merahnya tua, sedangkan yang non-organik merahnya tidak merata. Begitulah, saya membeli 3 kotak Strawberi yang organik seharga Rp 25.000,-.
Ketika saya akan beranjak ke penjual lainnya, eh tak sengaja saya melihat tangan cekatan si penjual sedang mengemas daun-daun ke dalam wadah plastik. Sambil lalu saya tanyakan itu daun apa. Sungguh saya jadi berteriak kecil, ketika mendengar abang penjual bilang “ini daun sirsak neng!” Bukan karena dipanggil neng, tetapi karena itu yang dijual daun sirsak yang sedang dinanti-nanti oleh Bapa saya. Jadilah saya membeli 4box *saking napsunya* seharga Rp 15.000,-. Padahal kemudian Bapa bilang, 2 box pun sudah cukup.
Sehari sebelumnya sempat saya googling apa sih manfaat daun sirsak, kenapa Bapa begitu membutuhkannya? Ooo, ternyata daun sirsak banyak manfaatnya, salah satunya bisa mengobati penyakit prostat. Bapa juga terheran-heran ketika kami beritahu daun itu dibeli di Pasar, karena selama ini tidak mengira ada yang menjual. Hehehe emang deh Jakarta hebring euy, segala-gala dijual jadi duit aja hehehe …
Oya, hari itu kami tidak hanya mengoleh-oleh Bapa daun sirsak. Ada satu lagi yaitu kaca pembesar, karena Bapa sering mengeluhkan mata kirinya yang sudah tidak berfungsi dan berpengaruh negatif pada mata kanannya. Sempat kami anjurkan Bapa untuk operasi mata, tetapi rupanya Bapa sudah diberitahu dokter bahwa walau sudah dioperasi nanti penglihatan Bapa tetap tidak akan bisa seperti sediakala, sehingga Bapa memutuskan tidak usah operasi jika hasilnya tidak bisa maksimal. Tetapi saya masih mencoba membujuk Bapa agar mau konsultasi sekali lagi ke dokter Ginting yang praktek di JEC, semoga saja beliau belum pensiun.
Sebetulnya obrolan soal mata ini, gara-gara saya ‘memaksa’ Bapa untuk menuliskan hal-hal yang berkaitan dengan silsilah, adat istiadat Karo untuk menjadi pembekalan kami anak-anaknya, dan tentu saja saya akan bagikan juga di sini. Hanya saja, Bapa bilang sekarang tidak bisa ingat apapun lama-lama, mirip-mirip pikun? Lalu saya bercerita tentang Bunda Yati yang baru berulang tahun yang saya kenal lewat blog masbro, yang di usianya ke-72 masih semangat menulis. Eh rupanya Bapa jadi bersemangat, dan ingin mencoba menulis juga, tetapi Bapa mau laptop berlayar lebar, agar matanya tidak cepat lelah. Saya memang cocok sih jadi provokator, sehingga saya tambahkan lagi ada 2 Ginting yang seumuran dengan Bapa yang juga rajin ngeblog dan melek internet. Saya tentu saja senang sekali, karena dengan begitu kelak Bapa punya kegiatan baru, selain menonton tivi dan tidur yang menjadi hobinya sejak Mamak berpulang.
Bapa, di usia senjanya, masih punya setumpuk cita-cita, termasuk menyediakan rumah untuk si abang dan dedek Egi. Bapa dengan tubuh rentanya, masih rajin bangun jam 4pagi dan langsung berangkat mempersiapkan Kopaja satu-satunya miliknya sebelum supir membawanya berkeliling Jakarta dari Mangga 2 terus ke Lebak Bulus. Bapa dengan kekeras kepalaannya memilih tinggal sendiri, dan melakukan segala sesuatunya sendiri, termasuk urusan cuci mencuci dan memasak. Bapa yang orang jaman dulu ini tetap setia dengan kejadulannya, sehingga sebutir baso pun belum pernah bersarang di perutnya, karena menurutnya baso bukanlah makanan sehat. Bapa yang dengan bangga sering bercerita tentang pekerjaan yang pernah digelutinya dan semua dilakukannya secara otodidak. Bapa yang saat ini begitu berharap bisa segera menimang cucu dari kami, karena tinggal kami yang belum menghadiahinya seorang cucu di penghujung 2tahun pernikahan kami.
Ops! Tadi cuma mau cerita tentang daun sirsak saja tapi kok jadi kemana-mana? Hehehe … Btw, adakah yang pernah tahu obat tradisionil lain untuk mengobati prostat selain daun sirsak?

mantap nih artikel yang menyentuh sekaligus informatif. daun sirsak sekarang ini memang sedang trend untuk pengobatan kanker.
waahhhh klo dek tempat menone ga usah beli nich hehehehehehehe….
Salam persahabatan selalu dr menone
saat ubek ubek file mbak ni,ketemu postingan ini, saya kebetulan kemarin konsumsi daun sirsak juga, tapi kalo saya untuk pengobatan kista saya..sebenarya dari googling daun sirsak lebih kepada pengobatan dan pencegahan kanker..tapi saya hanya mencoba dan berusaha..dan terus terang karena masih sedikit takut dan belom cek lagi hasilnya masihkah ada kista itu di saluran indung telur atau sudah hilang..saya berharapnya sih hilang….saya minum daun sirsaknya kemarin 14 hari yang rutin..sampai saat ini ya kadang kadang saja..
sirsak emang asik. apalagi dibuat jus
betul, tp yg dijadikan obat itu DAUN nya mba dan rasanya hmm….
Salut buat Bapak, saya tiap hari malah makan bakso *semoga bisa mengurangi makan baksonya mulai saat ini
Salam ya mba Niq..buat Bapak
Salam
Info baru buat saya tentang manfaat daun sirsak. Kalo kam butuh kayu pasak bumi, boleh rikwes, saya kirimkan gratis. Tulis dan kirim aja permintaan di inbox fesbuk saya: Alris WangPanai.
nanti saya tanya bapa, klo dibilang perlu, saya pesan ya
Ini adalah tulisan pertama di dunia yg membahas daun sirsak dan kaca pembesar secara bersamaan…
hahaha ngenyeeeeeeeeek
soal sirsak dan kaca pembesar aku ngga mau komentar deh, tapi aku merasa terharu membaca cerita ttg Bapa yang begitu bersemangat hidup sendiri. Abang sama Egi ngga bisa dititipin Bapa ya Nique?
EM
Pengobatan dgn daun sirsak emang lagi giatnya Mbak… mgkn memang penelitian ini baru dipublikasikan…
Selain utk prostat, daun sirsak utamanya utk kanker yah Mbak… aku pernah posting ttg ini gara2 langganan Trubus, yang dibahas jd topik utamanya selalu Daun sirsak, selama 5 bulan berturut2! (eh, apa lebih ya?) hehehe…
Semoga Bapa sehat selalu dan segera bisa menimang cucu yah Mbak ^_^
Semoga beliau lekas pulih ya…
Dan semoga beliau bertambah bahagia dengan adanya ‘setoran’ cucu dari Mbak
engga sakit kok si Bapa mba … cuma mo buat pencegahan katanya
aamiin … semoga segera tekdung hehehe
Wah, ternyata daun sirsak banyak manfaatnya ya mbak, baru tahu
Hebat…bujuk dong bapa mu nulis di blog, biar saya ada temannya…
soalnya udah nenek-nenek nih…. hehehe.
Menulis itu jelas menyenangkan, minimal untuk diri sendiri, syukur jika ada orang lain yang tertarik untuk baca juga.
Kalau saya tahunya daun adpukat, untuk obat ginjal….batu ginjal…suami dan adik ipar saya minum dua kali sehari rebusan daun adpukat ini…pas buang air kecil perih sekali, rupanya yang keluar ada campuran pasirnya..batu ginjal yang keluar bersama air seni.
Daun mengkudu untuk obat darah tinggi….daun salam juga banyak fungsinya (tapi lupa).
bapa lu hebat.. salut!!
gua gak tau kalo daun sirsak bisa buat kanker prostat. nice to know…
jakarta emang apa sih yang gak ada… pasti ada lah…
ngomong2 untuk apa daun sirsak sama kaca pembesar ?
niQue … saya paling suka just sirsak – katanya baik utk darah tinggi
(hikss komen gk nyambug)
temenku kemarin nyeletuk “di kota besar tuh segala macem diusahain jadi uang” waah ini salah satu buktinya ya :O
Bapaknya Tante mandiri ya
nah tuh dia yang akhir-akhir ini saya minum, daun sirsak yang diambil nomer 5 ke bawah dari ujungnya. Rasanya nggak jauh beda dengan teh. Diminum langsung enak apalagi ditambah dikit gula.
Ada perubahan ?
saya rasakan badan lebih enak. Mudah-mudahan menjadi obat alami yang murah dan manjur. Murah karena dikebon ada 2 tanaman sirsak, jadi gratis
wahh..postingannya sama ama mbak mel..ternyata banyak banget ya manfaat daun sirsak itu..
baca cerita Bapa-nya asik juga…
Semoga keadaan bapa-nya membaik mbak dengan segala usaha yang sudah dilakukan. Amien
jadi inget ABI, hehe..
malah curcol
**
mengenai daun sirsak, aku juga punya adik yang mengalami kanker bu, kanker payudara, tapi blm pernah minum air dari daun sirsak. Ada obat lain yang sudah banyak terbukti juga, sarang semut dan benalu kalimantan, memang adik saya belum berhasil sembuh sih, tapi banyak org2 yang sudah mencoba dan berhasil.
smoga bisa sembuh, biar saya nggak sedih lagi.
**
uda lama gak nongol,, saya numpang baca dulu mbak.. hehehe..
obat tradisional buat prostat .. hmm aku gak tau,, aku do’ain moga Bapa cepat sembuh, dan tetap semangat dalam menjalani hari tuanya,, semoga dunia ngeblog menjadikan hari2 Bapa lebih berwarna ..
salam
jadi kae brita ndu?
dah lama tak ke sini awak
semoga bapak bisa semangat nih nulisnya
susah banget sekarang cari pohon sirsak…. pada kemana ya kira2..
kabarnya kulit tomat juga bisa digunakan untuk mencegah prostat …. tapi adi obat tradisional kalak karo paling ampuh “raru gadong” tapi sangt langka, bahkan di tanah karo sendiri raru gadong sangat sulit didapatkan, harga di pasaran pun fantastis hampir 90.000 per kilo.
klo bahasa indonesianya la kue teh (klo gak kue ya teh
). bahasa ilmiahnya similax sp tur. ada di jual di obat tradisiona kem-kem kaban jahe. tapi itu tadi lumayan mahal harganya…
. klo aku lebih suka darami sisada.. sekalian bertualang ke hutan2
daun sirsak sedang nge-trend deh kayaknya, soalnya kemarin kk disini juga cari2 daun sirsak ..
Ada temen bapakku yg kena prostat, katanya sering rajin makan ubi jalar yg ungu, termasuk air rebusannya.
Baru katanya lho mbak, jangan dicoba dulu ..
Bapa hampir sama dengan bapakku, tetap setia dengan kejadulannya. Semoga Bapa selalu sehat ya …
sirsak saya sering makan tapi daunnya belum pernah mbak
Kalau ditanya resep tradisional, 90% saya nyerah deh Mbak.. karena saya orangnya malas, mending beli matang saperti jamu aja deh daripada disuruh membuat ramuan
Saleum,
walaupun ceritannya udah kemana mana kan ilmu juga namanya mbak, gpp kok, saya senang kok ngebacanya
saleum dmilano
semoga selalu sehat buat bapaknya bu…
daun sirsak? belum tau manfaatnya, jadi penasaran, nyari ilmunya aah..
wah bapa, sama sama bercerita tentang bapa, bapa ku suka meminum rebusan daun tempunyung, katanya itu bagus buat ginjal dan kandung kemih
di pagar pagar dekat sumahku sini sih ada daun daun sirsak, jadi bisa dicoba tanpa perlu membeli bagi saya, hihi
Betul Kak, banyak sekali manfaat daun sirsak, salah satunya (kalo ga salah) untuk mengobati kanker payudara.
Hebat sekali Bapa tidak pernah makan baso *menghitung2 sudah berapa ratus butir baso pernah berada di perutku*
Sirsak itu yang bisa menyembuhkan kanker bukan ya?
Wah, buah sirsak yang terlanjur dibeli bisa dibuat jus itu
.
Kalau cucunya lahir, pasti langsung mejeng di blog ini.
He he…, pastinya. Ndak sabar juga nih jadinya (mungkin sudah punya jiwa kakek-kakek begini deh ngomongnya).
Ternyata komplit juga di Jakarta ya Kak smua ad,.oya coba buah mengkudu Kak, buah mengkudu banyak khasiatnya selain bisa menyembuhkan diabet, darah tinggi juga bisa menyembuhkan prostat