Entah terinspirasi oleh apa, di suatu pagi berlokasi di kamar mandi dalam posisi sedang menggosok gigi, tiba-tiba pikiran saya jalan-jalan ke situasi di mana orang-orang bersilaturahmi dan sedang bersalam-salaman di suasana idul fitri. Puasa saja belum eh kok sudah nyangsang jauh bener yak pikiran ini membayangkan suasana Idul Fitri hehehe
Ini kisah nyata, bukan direkayasa, tanpa skrip tanpa sutradara *akibat kebanyakan nonton acara BBI nih* hhiihihi adakah teman memperhatikan hal yang sama?
Dalam banyak kesempatan, terutama menjelang hari raya keagamaan, maka pemandangan orang-orang berduit mengumpulkan orang-orang yang dikategorikan miskin adalah hal yang biasa, dan dalam kesempatan itu orang-orang berduit akan membagi-bagikan uang atau bingkisan. Banyak yang tulus, tapi tak sedikit yang melakukannya demi sebuah popularitas. Tentu soal itu mah kembali kepada individu masing-masing bukan?
Tetapi yang sesungguhnya menjadi perhatian saya adalah jalinan silaturahmi antara si kaya dan si miskin di lingkungan terdekat kita; entah itu dengan tetangga, kenalan, kerabat ataupun dengan orang-orang yang cuma berperan sebagai figuran di dalam film kehidupan kita. Gerhana Coklat pernah menulis tentang kunjungannya ke rumah seorang tetangganya yang cukup memprihatinkan, bagaimanapun saya salut karena di tengah kesibukannya seorang Julie mau menyempatkan diri dan meluangkan waktu untuk memanjangkan tali silaturahimnya dengan tetangga tersebut.
Banyak di antara kita mungkin tidak sempat, atau malah terpikirkan pun tidak? Padahal, kunjungan singkat saja pun pasti sudah memberi makna mendalam bagi saudara-saudara kita yang kehidupannya memprihatinkan. Hanya saja, memang sudah umum juga bahwa yang pantas sowan itu ya orang-orang yang dikategorikan miskin itu. Mereka yang dianggap pantas untuk memulai tegur sapa, bahkan mengangsurkan tangan untuk sebuah jabat hangat. Yeah, jabat hangat, tidak lebih. Sementara, banyak yang dengan senang hati mengangsurkan pipinya untuk dicium jika yang ditemui orang kaya, bahkan sudi mencium tangannya? Tetapi kenapa tidak kepada orang-orang yang hidupnya memprihatinkan, yang sekedar sebuah jabat hangat saja ada yang enggan melakukannya???
Saya pernah mendengar cerita langsung dari mereka-mereka yang dikategorikan hidup memprihatinkan itu, bahwa seulas senyum yang diberikan ketika bertatapan dengan mereka pun dapat menjadi ingatan dalam waktu yang lama, apalagi ditambah jabat hangat? Jarang sekali mereka bicara tentang pemberian, si A ke sini ngasih ini, si B datang ngasih itu, jarang sekali …. mereka lebih sering mengulang cerita tentang si A yang kalau datang dari jauh mau mampir ke gubuk tuanya sekedar bertanya kabar atau tentang si B yang mau bertukar senyum jika berpapasan di jalan. Sederhana sekali, bukan?
Lalu, saya berpikir, apa ya yang membuat ada orang-orang yang merasa enggan melakukan hal-hal yang menurut saya sederhana itu? Atau mungkinkah yang menurut saya sederhana itu buat sebagian orang justru sebaliknya? Tapi kenapa? Bukankah manusia diciptakan sama? Dan strata sosial dan harta itu melulu hanya titipan sementara, yang bisa lenyap jika DIA menghendakinya? Sadarkah diri jika DIA berkehendak, semudah membalikkan telapak tangan, kehidupan seseorang dapat diubahNya, yang miskin menjadi kaya, dan sebaliknya?
Sebentar lagi, Ramadhan akan dijelang, saya merasa perlu menyadarkan diri agar dapat memperlakukan sesama dengan cara yang layak dan sepantasnya, tanpa melihat strata sosial dan kekayaan yang dimilikinya. Saya pasti pernah lalai, dan mungkin ada di antara temans juga yang pernah lalai, kiranya momen yang tepat akan tiba untuk mengubah diri, bersyukur karena Tuhan memberi umur yang panjang untuk membenahi diri, agar kita dapat lebih menjaga silaturahim dengan orang-orang di sekeliling kita. Insya Allah barokah
Selamat menyambut bulan Ramadhan, semoga setiap ibadah kita berdasarkan keikhlasan untuk menggapai ridho Illahi, aamiin
Saya mudah-mudahan tidak termasuk orang yang berpamer ria itu. Kalo mau membantu ya kita ikhlaskan saja. Kalau gak bisa secara materil mungkin dengan cara lain bisa. Bahkan senyum yang tuluspun adalah sebuah penghiburan.
Perjalanan waktu begitu cepat, tau-tau udah mau Ramadhan lagi. Mari bermaafan, yak…
maariiii ….
Nggak terasa… sudah mau puasa…
Ini pasti terinspirasi oleh cerita saya…
Pasti
Maukah Nique berjabat tangan denganku? Tapi jangan cium-cium ya soalnya aku gelian orangnya
Tulisanmu ini benar-benar menyentuh. Aku tahu banyak orang yang menggembar-gemborkan perbuatan “membantu orang kecil” dengan besar-besaran spt kampanye, padahal semestinya bukan begitu. Ya, jangan hanya karena mau bulan Ramadhan saja, kita bermaafan atau membagikan zakat/bantuan. Selayaknya sudah menjadi kebiasaan yang terus dipelihara.
Mohon maaf juga kalau aku ada salah dalam berkata ya Nique, Semoga silaturahmi terus berlanjut.
EM
Selamat menyambut puasa ramadhan ya mbak. Mohon maaf jika ada salah-salah selama kita bertemu di blog.
Dari mengingat catatan2 diri disertai dengan berpikir positif mudah2an kita bisa lebih bijak dalam bertindak, terlebih sebentar lagi saatnya ramadhan tiba. Salam!
sebelum lupa…mohon maaf lahir batin siapa tahu saya tidak sengaja menyinggung perasaan waktu kasih komentar. Semoga kita dapat memasuki bulan puasa dengan hati yg bersih…
Bersilaturahmi dgn orang yang hidupnya lebih prihatin bagiku dan keluarga justru sangat berasa indahnya Mbaak… Mereka kadang sampe menangis krn kehadiran kita… Hal yg nggak pernah aku dapatkan kalau aku berkunjung ke rumah orgg kaya… mereka menganggap kehadiran qta sambil lalu saja… well… nggak semua org kaya seperti itu sih… tapi aku yakin kok… optimis… orang2 qta masih peduli dgn sesama, baik kaya atau miskin… semoga… amin…
Mbaaak… Maapin yaaa kalau ada salah2 kata selama aku maen2 disini
Saya suka paragraf pembukanya Mbak. Pas lagi sikatan tiba tiba, wus wus wus.. ide cantik datang.
Hmm, saya juga merasa diingatkan untuk selalu tersenyum tulus,, tengkyu Mbak niQue..
Semoga saya juga termasuk orang yang mendapat barokah dalam Ramadhan ini
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
aamiin….
begitulah manusia … ego lah yang berperan … semoga kita semua tidak termasuk orang yang sombong
ya begitulah …. sudah lazim juga kan klo lagi di atas lupa ngeliat ke bawah hehehe
nice, mba. aku suka baca postingan ini. terharu juga. orang itu seperti halnya dirimu yang sedia menyapaku di blog, padahal selama satu bulan ini diriku nggak bw
terharu juga bisa ada yang terharu
tenang aja, ga bisa bw toh tidak berarti lupa kan
cuma masalah siapa yang sempat saja kok
trims sdh diingatkan Niq… kadangkala kita terlalu larut dengan masalah kita sendiri sehingga lalai akan beban orang2 disekitar kita..
sama2
kita saling mengingatkan …
banyak lho yg tidak tahu keadaan tetangganya…biar pun lebaran monyet, tetap aja ndak pernah silaturahmi
Saya juga mohon maaf mbak jika ada salah – salah kata. selamat menyambut bulan Ramadhan.
Amin…
mohon maaf yah mba, jika ada salah dan kata yg kurang berkenan,
salam
alhamdulillah saya hidup di desa yang memiliki ikatan silaturahmi yang masih kental
terlebih ada tetangga sakit atau meninggal
salam dari pamekasan madura
aamiin, mudah2an bisa seperti itu bu, bersilaturahim tak perlu pandang kaya miskin, karena semuanya adalah sama..
mohon maaf juga bila selama ini ada yang kurang berkenan di hati…
Menjaga silahturahmi dengan sesama itu memang sangat penting, seharusnya kita lakukan secara rutin ya mbak..semoga di bln ramadhan ini kita smua makin disadarkan utk mau memperhatikan dan menjalin silahturahmi dengan orang lain..
Bahkan sudi mencium tangannya…
Ah, Nique, saya juga suka miris kalau banyak orang suka cium-cium tangan begitu pada setiap orang. Buat saya, yang pantas dicium tangannya oleh saya adalah orang tua, mertua dan suami
Smoga silaturahmi kita juga dipanjangkan. Maaf banget baru skarang berkunjung kesini lagi…
kalo saya tinggal didesa. jadi masih jarang orang kaya yang tidak mau berkunjung ataupun bertegur sapa. didesaku orang kaya pada ramah2. hidup didesa rasa kekeluargaan masih kuat.
coba kalo di kota besar, tetangga sebelah rumah saja tidak kenal.
BBI itu apa? Aku sering begitu, kenyataan kebawa mimpi, tapi suka ngga jelas aja cerita mimpinya…
Semua adalah sebuah titipan Kak,,dan titipan itu sebagian adalah milik orang lain,,,
Mohon Maaf jika ada salah² komentar ya Kak,,
iya de … maafkan saya juga …
Suatu pagi saya agak telat berangkat ke kantor…
Di jalan (rumah saya terletak di jalan kecil) ke arah jalan besar, lokasi yang dilewati kendaraan umum, saya melihat seorang penjual sedang berteduh di bawah pohon di pinggir jalan. Ada peminta-minta lewat, waktu melewati mas yang sedang berteduh tadi…saya melongo, si mas memberikan susu kedelai segar dalam kemasan plastik pada pengemis tadi…yang saya tahu harganya tidak murah.
Betapa orang kecil bisa menolong sesamanya…semoga hati kita juga bersih, mau menolong sesama yang membutuhkan….
Mohon maaf ya Nique, ini sudah mendekati Ramadhan.
biasanya justru begitu ya Bu, sesama orang kecil malah bisa menolong sesama
aamiin … semoga ya Bu, maafkan juga salah2 kata dari saya …
Menurut buku yang saya baca, bagi yang mampu, lebih baik memberi dalam bentuk material atau uang yang dibutuhkan oleh seseorang, dari pada hanya memberikan seulas senyum.
bagaimana kalo dia tidak ikhlas, Uda?
Begitulah, bila kesombongan masih menjadi pilihan favorit dalam menjalani hidup… Semoga Ramadhan ini bisa melunturkan kesombongan itu…
semoga!
wah bentar lagi udah mau bulan puasa ya.. selamat menyambut Ramadhan ya…
iya dalam berteman dan bersilahturahmi harusnya gak membedakan status sosial/ekonomi ya…
harusnya sih gitu Man
tapi sering lupa juga klo lagi di atas hehehe
Mengaminkan doanya, semoga kita diberi kekuatan dan kesehatan dalam menjalani puasa nanti. Semoga pula lapar dan haus nanti dapat lebih meningkatkan kepekaan kita untuk lebih peduli dan mau bersilaturahmi kepada mereka yang kurang beruntung.
Salam.. .
aamiin
wah iya sebentar lagi pada puasa ya
iya, bakal banjir undangan bukber ya om?
kekayaan = kekuasaan = kehormatan di dunia.. =_=
Amin, mohon maaf jika ada kesalahan ya mbak
sama2 mba Lid
kerikil lama-lama kalau ditumpuk bisa jadi gunung ya
perbuatan kecil tapi ikhlas :O kadang silaturahmi bisa putus cuma gara-gara males ketemu aja #sayabanget hikshiks
Wah, bulan ini banyak catatan tentang kemanusiaan, blog-blog jadi pada adem
.