Self-Motivation or Just Luck?

Self-motivation! Motivasi diri berawal dari dorongan keyakinan dalam diri sendiri untuk menang. Ini dibentuk oleh cita-cita dan impian besar yang akan memotivasi orang untuk meraihnya. Dan setiap orang yang mau maju seyogyanya mempunyai self-motivation. Seseorang yang memiliki self-motivation yang tinggi, tentunya akan berusaha mencapai apa yang dia cita-citakan dengan memaksimalkan kemampuan. Seseorang yang tidak memiliki self-motivation, dia akan menjalani hidup tanpa gairah, tanpa arah. Bagaimana menumbuhkan self-motivation? Seperti tanaman, self-motivation pun harus disiram setiap hari, harus dapat nutrisi yang pas dan lengkap agar self-motivation tidak raib dibawa angin.

Pembentukan karakter, sifat, disiplin diri, memang awalnya dari rumah, tetapi kemudian ketika seseorang sudah bisa berpikir sendiri, naluri mencari itu pasti ada. Naluri yang ada secara alami. Orangtua saya, SMP pun tidak tamat. Bapak saya yang petani,  mamak yang terkondisikan jadi pedagang, dan di rumah kami tidak pernah melihat kedua orang tua duduk manis memegang buku. Mungkinkah saya tidak pernah tahu kapan Bapak membaca karena saya melihat ada tumpukan kecil buku di rak tempat tidur orang tua saya, dan salah satunya yang masih saya ingat satu buku saku kecil yang kulitnya berwarna hijau tua, karangan Dale Carnegie. Saya yang masih duduk di bangku SD sering membuka-buka buku itu, tapi seringkali tidak paham makna dari setiap kata yang dibaca. Mungkinkah kalimat yang dibaca dan mengendap, terstimulasi sedemikian rupa di alam bawah sadar, lalu membentuk self-motivation dengan sendirinya? Entahlah, saya tidak pandai menyimpulkannya.

Dulu, selain gaya-gayaan melirik buku-buku Bapak, saya dan kakak perempuan secara aktif meminta berlangganan majalah anak-anak, dan ketika remaja ya minta majalah remaja, lalu berpindah ke yang lebih dewasa dari remaja. Begitu juga buku-buku, saya sudah lupa judul-judul buku yang kami beli, tapi jumlahnya memang lumayan. Mungkinkah self-motivation itu muncul dari semua bacaan itu? Saya kira iya, setiap orang pasti membentuk imajinasi sendiri tentang apa yang dibacanya. Melulu seperti itukah? Tidak tahu pada orang lain, tapi begitulah proses yang saya alami.

Bisa jadi ketika masih duduk di bangku SD tetapi saya sudah sering berjalan bak seorang sekretaris, terutama dalam cara mencangking buku yang sering dengan sengaja tidak saya masukkan sebagian ke dalam tas selempang saya, itu pasti gara-gara buku/majalah yang saya baca. Bisa jadi juga keterbatasan finansial pada masa-masa sekolah menumbuhkan keinginan kuat di dalam diri bahwa satu hari nanti harus bisa mencari uang yang banyak :D Ok, mungkin agak tidak relevan antara adanya buku bacaan di rumah versus keterbatasan finansial. Pengertian saya tentang keterbatasan finansial terkait dengan pelitnya si mamak dalam memberikan uang yang diperuntukkan untuk hal lain di luar urusan sekolah. Memanglah mamak saya itu pelit teramat sangat jika sudah menyangkut urusan uang, yang cuma digelontorkannya untuk keperluan sekolah semata, tidak untuk yang lain. Baju dan sepatu masih termasuk barang mewah, semua itu hanya bisa didapatkan dengan sebuah prestasi atau menunggu saat lebaran/natal/tahun baru. Lepas itu? Silahkan bermimpi! No pain, no gain!

Self-motivation hanya bisa berproses dengan baik, jika diri sendiri betul-betul menginginkan satu perubahan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi dalam setiap tahap hidupnya. Tetapi, ada kalanya saya masih mempertanyakan hal ini, bagaimana sebenarnya self-motivation ini  bekerja? Eratkah keterkaitannya dengan faktor ‘luck’? Rasa penasaran tentang ini cukup tinggi, ketika melihat dalam satu keluarga dengan beberapa anak, satu anak yang dari sisi akademis bagus tetapi sulit sekali mendapatkan pekerjaan – sehingga perekonomian keluarganya pun morat marit, anak yang lain dengan pendidikan yang pas-pasan bisa memenuhi sendiri kebutuhan hidupnya bahkan lebih dari cukup, anak-anak yang lain dengan pendidikan pas-pasan dan perekonomian keluarganya juga pas-pasan; apakah penyebab yang paling mendasar? Orang-tua yang mendidik sama, bahkan anak-anaknya mendapatkan pendidikan dasar yang sama, sungguh sering hal ini membingungkan saya. Dan berujung pada, jika bisa melulu mengandalkan faktor ‘luck’, lalu apa gunakanya self-motivation itu tadi?

Harus saya akui, saya sedang dalam lingkaran kebingungan oleh pemikiran saya sendiri, dari kalimat-kalimat di atas pasti tertulis dengan jelas kebingungan saya itu ‘kan? Dan saya akan sangat berterima kasih, jika temans mau berbagi, agar saya tidak terus menerus bingung. Please?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

42 thoughts on “Self-Motivation or Just Luck?

  1. Saya juga nggak begitu faham benar sih, tapi kalau menurut saya, keberuntungan itu bukan suatu kebetulan tapi hasil dari apa yang sudah kita lakukan berulang-ulang.

    Berulang-ulang melakukan kebaikan, positive thinking, gak salah jika keberuntungan mampir terus. Banyak yang menyayangi, karna banyak teman, networking luas bisnis lancar dsb. Bukan suatu kebetulan, kan?

    Mungkin orang akan bilang si A sangat beruntung bisa mendapatkan prestasi yang hebat di kantornya, dapat gratis jalan2 keluar negeri but we don’t know how she made it happen :)

    Everybody is lucky.

    Thanks, I amlucky find thisblog (gak sengaja pas dapat tugas dari boss, hehehe)

  2. saya kenal dengan seorang ibu yang menurut saya punya self motivation yg tinggi

    dia menderita kanker payudara, sudah ke mana-mana dan stadium cukup tinggi. tapi semangatnya untuk terus bekerja kadang mengalahkan kami2 yg masih sehat..

    eh..itu termasuk self motivation juga kan ya..?
    iPul dg.Gassing recently posted… » Pilihan Wisata Kuliner Kota Makassar

  3. Setiap orang harus punya mimpi dan mimpi inilah yang harus dikejar. Pembentukan mimpi ini bisa merupakan resultante dari pertemuan kita dengan orang sekitar kita, melalui bacaan, film dan lain-lain.

    Luck mungkin ada…tapi tanpa ada keinginan dan usaha untuk merubah nasib, jangan harap keberuntungan akan muncul. Saya pernah menulis tentang membangun percaya diri di http://edratna.wordpress.com/2010/09/18/membangun-percaya-diri/
    Kita sebaiknya punya peta kehidupan, mau menuju kemana….mungkin petanya naik turun, tapi ada arah mendekat ke mimpi kita.
    edratna recently posted… » Dari Rumah Sakit ke Rumah Sakit

  4. Do the Best, Let God do the Rest…
    adalah salah satu ungkapan kata2 yg oke menurut saya. Saya sendiri bukan tipe Self Motivation tapi Luck merupakan salah jalan ‘lain’ yang tidak akan kita duga
    Necky recently posted… » Rencana Tinggal Rencana

  5. dalam agama Islam saya mengenal motivasi yg sangat luaar biasa yaitu pada QS 13:11 yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ”

  6. ya karena semua sudah berada dalam garis edarnya mba.. sebenarnya usaha keras yang dibarengi motivasi diri yang tinggi adalah sebagai pengatar kita menuju sebuah kesuksesan.. menjadi kaya, pintar, terkenal dsb sebenarnya bs diraih oleh setiap orang tapi sepertinya memang tidak semua orang bs mencapainya.. disinilah terkadang factor luck datang.. itu kuasa Allah :) yang penting kan tetep berusaha..

  7. sampai kini aku masih percaya bahwa motivasi dari dalam diri sendiri punya pengaruh yg sangat besar thd keberhasilan seseorang. Karena motivasi yang akan mengendalikan pikiran seseorang.

  8. waaah buku hijaunya Dale Carnagie emang gg lekang oleh jaman ya.

    Kata seorang teman, faktor luck itu emang ada tapi setelah ada usaha maksimal dan tak lupa mengembalikan hasilNya pada Yang Maha Merencanakan.
    “orang sukses itu dapat dilihat dari buku yang ia baca dan dengan siapa ia bergaul”. Bong Chandra
    Tiara Putri recently posted… » Sepeda Yang Di Biting

  9. Saya rasa sih itu ada hubungannya dengan passion. semakin dekat dengan apa yang jadi passion, maka self motivation itu tumbuh dengan sendirinya..

    menurut saya sih,

    nah bagaimana tau itu dah sesuai passion atau belum?.. yaa tinggal liat, apakah senang mengerjakannya?? maukah mengerjakan tanpa dibayar? jika ya, berarti mungkin itu jawabannya.
    Gaphe recently posted… » Susahnya Jadi Penerjemah

  10. NiQue, saya pernah nulis di blog-nya Ais kalau “keberuntungan itu adalah rangkaian kebaikan yang sudah kita lakukan, bukan sekedar kebetulan…”

    Jadi selain belajar tekun, berusaha dan berdoa, mungkin kita juga harus banyak memberi kemudahan serta kebahagiaan pada orang lain agar kita bisa menjadi manusia yang beruntung. Dengan begitu hidup kita juga semoga akan dimudahkan oleh Tuhan.

    Mungkin lo ya, mungkiiiiin…
    ;)

  11. Self motivation perlu yah Mba? berusaha semaksimal mungkin… and let God do the rest… prinsip ini sih yg biasanya kami pegang :-)

    walau trnyata pasti sulit melakoninya yah …

    Mba, hebat si Bapak… bacaannya Dale Carnegie!

    tau deh dapet ilham darimana kok si Bapak sampe beli buku itu :D

    Lyliana Thia recently posted… » Niatkan Semua Karena Allah

  12. aku bukan ahlinya dlm hal kayak beginian ,Nik.
    tapi menurutku antara semangat motivasi dan luck itu ada kaitannya secara tdk langsung.
    seseorang yg begitu bersemangat meraih cita2nya dan maksimal dlm usaha meraihnya, akan ada faktor lain ( luck tadi itu) yg ikut ambil bagian dlm ia meraih kesuksesan.
    salam
    bundadontworry recently posted… » Mengatasi ”Bencana” Liburan

  13. Kalau tidak ada tujuan, ya gak ada self motivation. Kayak orang mau menuju suatu tempat, karena sudah ada tujuan pasti timbul motivasi untuk mencapainya. Kalau kepercayaan saya setiap usaha pasti hasil. Doa adalah kepasrahan pada Tuhan atas usaha maksimal. Luck itu gak ada, itu adalah hasil usaha yang diridhoi-NYA. Coba orang gak berbuat apa-apa akankah datang luck?

  14. Kalau tidak ada tujuan, ya gak ada self motivation. Kayak orang mau menuju suatu tempat, karena sudah ada tujuan pasti timbul motivasi untuk mencapainya. Kalau kepercayaan saya setiap usaha pasti hasil. Doa adalah kepasrahan pada Tuhan atas usaha maksimal. Luck itu gak ada, itu adalah hasil usaha yang diridhoi-NYA. Coba orang gak berbuat apa akan datang luck?

  15. faktor luck adalah faktor yang tidak pasti. namun faktor self motivation adalah faktor yang bisa diusahakan dan bisa dilakukan. Mengapa masih menggantungkan dengan hal luck yang masih tidak pasti?

  16. Berusaha terus walaupun mengalami banyak kegagalan …halah :)

    Akhirnya suatu saat tercapai juga walaupun melalui beberapa proses

    Salam :)

  17. There’s no luck, karena semua terjadi karena ijin Maha Kuasa. Kalau 2 orang cara usahanya sama tapi hasilnya beda, coba cek aja ‘hal lain’nya, misal niat, doa, amal lainnya.
    vitta recently posted… » Sahabat Sejati

  18. Hmmm…sama bingungnya aku Kak hihihi

    Tapi menurutku, self motivasi berbanding lurus dg usaha bin kerja keras, masa iya sih kalo udah mati2an ikhtiar Tuhan ga kasihan (ini mah istilahku aja lho ya he he).
    Orin recently posted… » Mimpi dan Sepatu

  19. Saleum,
    menurut saya adalah berusaha dulu, dengan disertai niat dan keyakinan yang kuat insya Allah apa yang diinginkan akan berhasil, saya pernah alami sendiri,
    saleum dmilano
    dmilano recently posted… » “Pasti Pas”

  20. gua bukan ahli sih, dan walaupun gak bisa dipungkiri bahwa faktor X (faktor di luar akal pikiran manusia, termasuk faktor luck) itu ada, tapi self motivation berperan paling penting.

    menurut gua, dengan dimulai dari self motivation yang besar untuk meraih sesuatu, secara gak disadari seseorang akan selalu melakukan tindakan yang pada akhirnya membuka jalan untuk mencapai hal yang ingin diraihnya itu. dan karena kadang hal2 itu tidak dilakukan secara sadar, jadilah orang kepikirnya oh itu karena luck.

    jadi tetep dasarnya harus ada motivasi yang kuat dulu. dari motivasi yang kuat itu akhirnya jalannya akan terbentuk. mirip2 kayak konsep nya the secret itu lho. :D
    arman recently posted… » Lungsuran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge