Sejak duduk di bangku SMA memang sudah kelihatan kelihaiannya mengumpulkan rupiah. Kepintarannya bersilat lidah membuat orang percaya dan membeli barang apa saja yang ditawarkannya. Temannya banyak karena dia murah hati dan royal. Dan satu yang takkan pernah saya lupakan, jika dia marah maka napsu belanjanya akan menggila. Pernah satu ketika dia menyimpan uangnya di saya, dan karena satu pertengkaran dengan saudara yang lain, dia meminta paksa uangnya dan pulang-pulang sudah menenteng tas plastik berisi baju dan celana. Berapapun uang di tangan, jika dia sedang marah pasti akan habis dibelanjakannya. Cocok memang dengan penampilannya yang perlente. Dari 3 adik laki-lakiku, cuma dia yang patut digolongkan pria metroseksual. Cuma dia yang berkenalan dengan salon untuk membersihkan wajah dan memotong rambutnya. Terkadang dia malah mau jika ditawari meni-pedi. Dia selalu tampil harum mewangi, sehingga kami tak heran jika dia bisa berjam-jam di kamar mandi untuk melepas hajat bersih-bersihnya. Saya yang perempuan saja tak sampai seperti itu. Dialah adik saya satu-satunya yang paling resik, tidak sedikitpun suka melihat yang kotor-kotor. Kefasihannya berbahasa Sunda dan Jawa makin memperluas pergaulannya. Perempuan mana yang tidak termehek-mehek berhadapan dengan pria yang wangi, perlente, dan royal pula. Ah, rasanya akan semakin panjang saja tulisan ini jika saya tuliskan semua tentangnya. Saya sempat kuatir dia akan memperistri perempuan yang cuma cinta dengan dompetnya saja, tetapi beruntunglah dia karena perempuan yang akhirnya dia pilih menjadi ibu anak-anaknya adalah perempuan yang berbudi luhur, dan bertanggung jawab, sehingga sampai hari ini sanggup menjadi single-parent bagi kedua anaknya.
Saya, insya Allah ikhlas harus kehilangan seorang adik, walau pada detik-detik terakhir hubungan kami sedang tidak baik, tapi saya yakin dia tahu bagaimana saya mengurusnya selama di rumah sakit, dan semua itu saya lakukan karena rasa sayang saya padanya. Dan sampai hari ini, sulit buat saya membendung air mata jika berziarah ke makamnya, selalu saja teringat pada kedua bocah tak berdosa itu. Bagaimana nanti kami menjawab jika mereka menanyakan keberadaan Bapaknya? Bisakah mereka menerima kenyataan ini kelak?
Dalam kesedihan, saya masih merasa beruntung, karena si adik sempat berpesan yang penting-penting pada istrinya, dan alhamdulillah sampai hari ini anak-anak tetap dididik dalam keimanan yang sama dengan Bapaknya. Anak-anak sudah bisa diajari berdoa untuk mendoakan Bapaknya. Setiap orang yang menanyakan di mana Bapaknya, maka mereka dengan tersenyum bilang : “Bapakku di surga.” Tak jarang jawaban mereka membuat si penanya jadi tertegun, karena tak mengira jawaban itu yang akan mereka dengar. Semoga saja anak-anak tetap setegar itu mengatakan tempat di mana ayah mereka berada sampai mereka dewasa nanti.
Kepergian si adik sore itu, membuat kesehatan Mamak semakin drop dan menyusulnya 3bulan kemudian. Hanya dalam tiga bulan, kami kehilangan 2 orang yang kami kasihi. Sungguh berat! Tetapi harus dijalani. Tak bisa dihindari. Penghiburan demi penghiburan harus dilakukan sediri agar tetap waras menjalani hidup. Lagipula bukankah semua yang hidup pasti akan kembali pada Sang Pemilik Kehidupan?
28 Juni 2011
Lima tahun sudah sejak kepergian si adik, tetapi rasanya semua baru saja terjadi kemarin. Satu permintaan almarhum yang sulit kami tepati, menaburkan bunga setiap hari di makamnya
Bukan maksud hati sengaja mengabaikannya, tetapi keadaanlah yang membuat permintaannya sulit dilaksanakan. Dulu, 2x dalam sebulan saya sempatkan untuk menyambanginya, tetapi sekarang semakin jarang
Hanya waktu-waktu tertentu yang kami pasti ke sana, sedikitnya 4x dalam setahun sudah pasti. Tetapi permintaannya yang lain, alhamdulillah terpenuhi dengan baik.
Lima tahun bukan waktu yang sebentar, juga belum terlalu lama, dan masih akan ada terus tahun-tahun mendatang yang akan menjadi saksi perkembangan anak-anak, dan insya Allah saya menepati janji yang pernah terucap di depan almarhum, kalau saya akan terus mendampingi keduanya sampai keduanya mentas kelak.
Saya sudah baca dari awal sampai akhir tulisan ini dan saya begitu tersentuh ketika membaca 2 tulisan terakhir (ke-4 dan ke-5).
Air mata ini menetes sndiri Mb…..
Saya hanya bisa mendoakan semoga beliau tenang di alam sana, dan kedua anak2 sehat dan sukses dalam hidupnya. Istrinya adalah seorang perempuan yang HEBAT…….
nique…yang penting jangan lupa kit amendoakan almarhum kapanpun kita bisa mendoakannya. Yang paling penting adalah mengajarkan dan memberikan gambaran2 tentang sang Ayah kepada kedua anak almarhum agar mereka dapat juga mendoakannya
Aku baca dari 1-5, lalu tersedak haru mengenang dua anak balita itu.
Semoga ayahnya sudah tenang dialam sana dan sang ipar tetap tegar mendampingi anak2nya.
10 jempol buat Mba Nique (kalo aku juga punya 10). Nggak banyak orang sepeduli itu dengan keponakannya.
Saya juga telah ditinggalkan ayah 6 thn lalu dan tante (adik ayah saya) malah mengusir kami dari rumah yg kami huni sejak kami dilahirkan, padahal rumah itu telah diwariskan kakek saya untuk ayah saya.
dewi…iklhasin aja deh…mengambil hartanya anak yatim itu tidak menjadi barokah….yang penting kita berusaha terus…insya Allah akan digantikan yang lebih baik
Kisah nyata mengharu biru. Semoga jadi pelajaran berharga bagi kita. Salut buat adik ipar dan kedua anaknya.
smg mereka bisa menjadi anak yg bermanfaat bagi keluarganya..
sungguh berat ditinggalkan orang tercinta, sy baca semua postnya *penuh haru…
memang semua akan kembali ke sang pencipta, dan disetiap kejadian tentu ada hikmahnya, hanya tuhan yang tahu apa rencananya…
semoga yang ditinggalkan semakin tabah dan semangat selalu menghadapi kehidupan…
semoga yang sudah meninggalkan dunia mendapat kehangatan dan cahaya dari surga juga bimbingan dari TYME…
Kakak yang luar biasa. Niscaya tenanglah istirahat si adik mendapati kakak seperti yang menulis cerita di atas…
Saya membacanya tuntut dari awal, dan baru memberi kometar disini.
Berat memang menghadapi kenyataan orang2 yang kita cintai dipanggil oleh NYA dalam waktu singkat. Saya sendiri belum pernah mengalami (saat sudah dewasa) namun saya bisa memahami bagaimana sedihnya ditinggal. Semoga arwah adiknya dan ibundanya tenag di alam sana. Teriring fadilah Al-Fatihah untuk kedua almarhum dan almarhumah.
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Bersyukurlah Abang dan Egy punya keluarga yang memperhatikan…….semoga mereka menjadi anak yang sholeh dan baik, yang selalu mendoakan ayahnya.
Semoga diberi kesabaran untuk yang ditinggalkan mba, insha Allah yang menjadi penghibur adik mba tentu doa dari keuarga yang masih hidup, karena itu terus mengalir : )..
Pasti berkesan sekali ya, 5 tahun yang lalu meninggal masih inget detailnya.
Kakaaaaak, aku sengaja menunggu tulisan ini selesai dan membacanya sekaligus. Ihiks…mengharukan…semoga Ayahnya si abang dan Egi damai di tempat terindah di sana ya Kak, Aamiin…
esensinya adalah manusia berusaha semaksimal mungkin; agar tuhan bisa menentukan dengan mudah. —Turut berbela sungkawa.
Pingback: Penghargaan Untuk Sahabat1 « Batavusqu
tidak mudah memang ditinggalkan orang seperti saudara mbak itu. btw tulisan ini inspiring sekali
saya sedang mencari cari ide dan contoh menulis orbituari seseorang
ya ..ya, saya tau banget rasanya kehilangan itu.
Salut dengan dirimu, menjaga 2 keponakan tercinta.
Insya Allah semua akan menjadi lebih baik akhirnya.
kakak sengaja menunggu sampai kisah ini selesai baru kubaca semuanya Nik,
walaupun pernah disinggung sedikit di artikel yang lain di sana sini, tetapi baca selengkapnya membuat semua jadi jelas
tak mudah memang menghadapi kepergian orang yang disayang, bahkan sampai sekarang, setelah hampir 20 tahun kepergian papa setiap kali menyinggung tentang dia aku masih menangis,
semoga dengan kisah ini paling tidak abang dan egi bisa sedikit mengenal bapaknya
kalau itu tujuannya, bolehlah tulis mengenai hubungan kalian, pasti anak2 ingin sekali tahu
alhamdulillah, si eda masih bertahan menjaga hubungan baik, soalnya kadang2 ada yang menjauh,.. sehingga biuda masih bisa ikut mengasuh kedua ponakan
5 atau 10 taun bahkan selamanya, mereka orang2 yang kita cintai akan terus selalu ada di hati bu..
Yang penting doa dari kita jangan pernah putus…
Tetap tabah dan semangat untuk melanjutkan hidup kita..
saya jadi hanyut terharu dengan posting ini.. enggak tiap minggu ziarah enggak masalah kok mbak, yang penting doa ikhlas buat almarhum dan almarhumah
aku sedih,, tapi bangga dengan dirimu yg mampu tegar,
kasih terhadap saudara takkan pernah hilang, walau sudah berbeda alam..
salam, dan tetap semangat..
aku kagum sekali dgn iparmu, Nik
dan Nik juga adalah contoh tante yang sangat baik, dgn penuh care pd abang dan egi.
Semoga Nik dan kerabat semua selalu diberikan kesehatan oleh NYA,amin
salam
Saleum
sebuah keinginan yang luhur mbak, salut..
saleum dmilano
Walaupun kejadiannya udah lama, tapi turut berduka cita ya
Jadikan kenangan itu sebagai semangat untuk bikin lu tambah tegar menghadapi hidup =)
Sedih ya klo mengingat almarhum adik.. Sy jg punya alm adik ipar, dan suami pasti berkaca2 klo cerita ttg dirinya..
Mudah2an anak2 alm adik selalu dlm lindunga-Nya.. Amin..
Meskipun gak bisa menabur bunga setiap hari tapi doa tetap diucapkan, itu yang terpenting kan
gua baca dari 1-5. ya ampun… jadi ikutan sedih banget rasanya…
semoga keluarga (terutama istri dan anak2nya) bisa selalu tabah dan kuat ya… pasti sangat berat sekali rasanya…
Ini masih lanjutannya cerita yang kemarin ya Nique.. sedih yah, kenangan tentang pria metro yang wangi perlente dan royal itu masih melekat kuat..
istrinya hebat, tetap menjadi single parents, meskipun tidak ada suami
Niiiiique…
udah baca semuanya…
walopun kejadiannya sudah lama berselang…
Tapi kenangan itu akan selalu melekat dalam ingatan…
Aku ingat banget satu kejadian waktu mama meninggal…
ada satu momen..
mama meninggal tengah malam di rs…dan setelah ngurus ini itu…sekitar jam 2 an…aku jalan berdua adek ku menyusuri koridor rs…nemenin mama yang didorong tempat tidur beroda itu…
kayaknya surreal gitu lho…kayak adegan di salah satu sinetron norak yang berasa gak nyata…
Tapi mereka udah tenang disana ya Nique
Selalu ajarin Abang dan Egi untuk doain orang tuanya…
Karena hanya doa anak yang soleh yang bisa membantu bapak nya disana….
Aku pernah mencoba meluapkan stress dengan belanja tapi ternyata tidak bisa.
Aku rasa Nique adalah tante yang baik, penuh cinta terhadap abang dan egi.
EM
hahaha…marah diluapkan dg belanja, kalo saya malah kalo marah banyak makan,