Ini cerita tentang dampak mengikuti polling yang ada di blognya Om Trainer. Bagi banyak teman, pasti dong pada ikutan? Tak ketinggalan saya tentunya hehehe … secara blog si Om wajib kunjung gitu kan ya LOL aih ngakunya blog wajib kunjung, tapi untuk bisa dapet seat VIP di sana, dan jam posting Om Trainer sepertinya tidak persis sama dari hari ke hari seperti jam postingnya Pakdhe Cholik yang selalunya menayangkan postingan terbaru di waktu Subuh
So, ada cerita apa sih?
Hehehe, ini sih sama saja dengan saya membuka aib lagi, tapi tidak apa, di sini buka aibnya paling enak, menertawakan diri sendiri adalah hiburan termurah, bukan?!
BLOG ITU ADALAH … ???
Begitulah kira-kira isi polling-nya, dan saya dengan jujur telah memilih bahwasanya blog itu adalah ranah pribadi. Pemikiran saya memang demikian, blog itu ya tempat saya mencurahkan apapun yang ada di kepala saya, dan soal isinya disukai atau tidak oleh orang lain, tentu akan menjadi perkara kedua
Tetapi apakah temans blogger ada yang tahu, bahwa ternyata suami saya punya pendapat yang berbeda, dan kejadiannya begitu cepat, sehingga proses brainstorming dari suami telat nyampe di otak saya setidaknya kalah cepat dengan telunjuk saya yang sudah mengklik tombol kiri, dan terkirimlah polling itu dengan suksesnya.
Dengan terkirimnya polling itu, tidak serta merta membuat pembahasan soal ini selesai di antara kami. Masih untung tidak terjadi pertumpahan darah hahaha *ini sih lebay yah* Jadi, istri yang ngeyel ini eyel-eyelan mempertahankan apa yang dia anggap benar. Sejujurnya sih, di dalam hati sudah membenarkan penjelasan suami, tapi emang dasar … emang dasar *ada yang ingat lagu ini? hehehe* dasar istrinya ga mau kalah, tetep weh dengan pendapatnya hehehe
Menurut suami saya, blog itu adalah ranah publik! Kenapa? Karena sebuah blog dapat dikunjungi secara bebas oleh siapapun, dan dibuat agar terakses melalui beberapa kata kunci oleh mesin pencari. Jika tetap menginginkan blog sebagai ranah pribadi, bisa saja, tinggal dikunci rapat, dan berbagi password dengan orang-orang tertentu yang memang diijinkan membaca tulisan itu.
Sempat lho saya diancam begini.
“Jadi itu blog teteh mau yakin dibuat jadi ranah pribadi?”
“Sok weh.”
“Bener? Nanti orang2 ga bisa ninggalin komen lho.”
“Ya udah gpp.” padahal dalam hati kebat kebit juga sih
“Ok, berarti blognya tidak akan pernah dapet pagerank.”
“Hlo? kok larinya ke pagerank?” dasar istri bloon hahaha
“Iyalah, ‘kan blognya dikunci, terus diatur agar tidak bisa diakses orang lewat mesin pencari, jadi kata kunci apapun yang diketik orang tidak sekalipun mengarah ke blog teteh.”
“Ha? Kok sadis amat sih A’?”
“Segitu kok sadis. Sendiri yang aneh, mau jadi ranah pribadi tapi mau dapat pagerank, aneh ga tuh?”
“hihihihi … hla teteh kan ga tau-an.”
“Makanya klo ga tau, jangan ngeyel kalau dikasih tau.”
“Hlo? Ngeyel itu kan wajib, klo nurut terus ntar rasanya hambar lho … ” apa coba? ngeles ga jelas
Begitulah temans, sepertinya saya harus mengurangi banyak kekeras-kepalaan saya dalam hal-hal yang jelas-jelas saya memang tidak paham
Dan kali ini, saya engga ngambek kok walau diancam seperti itu hihihi ….
Jadi, pada setuju dong kalau blog itu ranah publik?
Gambar diambil di sini!
Jelas ranah publik. Wong di-publish kok
Apa pun alasannya. Mau di-publish setengah-setengah, seperempat, atau utuh, itu sudah soal selera dan individunya. Tetapi tak mengubah: di-publish.
DM recently posted… » 0º
RANAH PUBLIK..
*kok jadi teringat sekeripsi-nya Mas ane ya.., dia ngerjain itu dua tahun.. hoho..
Sorry OOT,
PS. Jadi istri jangan bawel-bawel..
menurut aku itu ranah pribadi yang kapan aja bisa jadi ranah publik…
ranah pribadi karena blog adalah tempat kita mengekspresikan diri..
bebas mau nulis apa aja..
mau ngapain aja…
masalah ada yang comment itu no kesekian
tapi bisa jdi ranah publik,,ktika apa yng kita tulis menyangkut orang banyak…
ada yang kesel sama tulisan kita
jdi sepertinay blog itu ad di grey area ya
Saya sepakat dengan suami Mbak Nique.
Blog itu wilayah publik. Makanya saya gak setuju dengan orang2 yang menganggap blog itu diary.
Yah, menulis curahan hati tak apa2, asal harus sadar dan tahu bahwa blognya bisa dibaca ama orang2 yang diceritakan di curhatan itu. Harus bisa terima risikonya.
Perihal blog yang dikunci alias private, saya pikir, “untuk apa punya blog lalu terbatas hanya untuk beberapa orang?” Lebih baik berkomunikasi via milis saja, atau via email.
Asop recently posted… » Mesin Pencetak Tiket Antrean di Telkom Plasa
Rek ranah publik, hayang ranah pribadi tergantung nu boga wae.
Kalau mau ranah private digembok aja, jika pengen ranah publik ya dibiar terbuka bebas merdeka. Ya, mana yang enak aja, atur wae maaaang…..
Alris recently posted… » Terdamparku Disini
Saleum,
blog bagi saya adalah untuk publik, saya tulis untuk dibaca oleh para netter yang berkunjung ke blog saya, silahkan dikomen kalau ingin dikomen dan semua itu saya gak larang. begitu bunyinya mbak
saleum dmilano
dmilano recently posted… » Hantu Kitapun Kalah Bersaing
ternyata dirimu sama yach sm diriku…suka ngeyel klo dikasih tau suami…padahal ngga ngerti apa-apa heheheh…..
nia/mama ina recently posted… » Award dari Batavusqu
blog??
kalau saya sifatnya publik, kalaupun berisi ttg catatan2 pribadi, ya pribadinya masih dalam batas kewajaran aja,,,
Mabruri recently posted… » Indahnya Panorama Kebun Teh Kaligua
Wah, jadi topik bahasan yang menarik dengan suami rupanya, niQue!
Buat saya blog itu wilayah publik yang isinya milik pribadi, nulisnya juga kayaknya harus hati-hati deh
Blog itu ranah publik ! Saya sangat setuju ! Setuju aja karena blog tempat berbagi ilmu dan pengetahuan, walau via hp sekalipun seperti yang saya perbuat. Betul tidak ?
Kalo blognya ga dikasih keyword ya jadilah ia ranah publik.
Mood recently posted… » Hampir pagi ini- sudah habis uang pada ide buruk menghabiskan malam Mengencani mu- pak tua
Itu sih tergantung, tergantung seberapa besar ‘keras kepala’ si penulis untuk membeberkan tulisannya
Kaget recently posted… » Odong Odong- Hiburan Rakyat
Yup, setuju aja deh.. daripada dikeplak suamimu. *halah… iya si, ranah publik apalagi kalo diumumin posting terbarunya. hahah.. secara semua orang bisa liat.
jadi emang harus ati-ati kalo mau nulis.
PS : maaf baru mampir, baru bisa koneksi internet mulus sekarang
Gaphe recently posted… » Bali – The Land Of Statue
Salam Takzim
Aku pilih tergantun kita mbak, salah benar tergantung juga
Salam Takzim Batavusqu
Batavusqu recently posted… » Upacara adat tiwah
menurut saya tergantung si pemiliknya deh,
tapi ada celoteh ketika blog itu hanya bisa dilihat orang yg diundang saja kesannya seperti blog kondangan
kurniasepta recently posted… » Mengetahui Personal Branding yang Melekat Pada Diri Anda
kalau menurut sy mah… blog adalah ranah privat yg dipublikan
jadi semacam kendaraan politik
hmmmm,..a little privat a little public..
tergntung isina,hehe
citra w hapsari recently posted… » Hanya untuk hari ini
wah ngobrolnya berlogat sunda
kalau saya mikirnya blog itu 50-50, 50 untuk pribadi karena itu adalah perasaan dan pikiran yang diungkapkan dalam bentuk tulisan, 50 lagi ranah publik karena ya pengen dibaca sama orang juga *plinplan emang hhehhe*
Tiara Putri recently posted… » Every Living Things Have Signature
Nike …
Ini bukang ngeyel namanya …
Ini namanya clarifikasi … perlu penjelasan lebih lanjut …
hahhahaha
Salam saya Nike
nh18 recently posted… » HASIL POLLING
Lebih tepatnya …
Perlu penjelasan lebih lanjut yang lebih persuasif …
nh18 recently posted… » HASIL POLLING
Menurutku, begitu kita mulai ngeblog dan blog sudah dipublish berarti kita sudah siap terima resiko apapun yg berkaitan dgn blog kita, termasuk komentar2 tak enak barangkali…
kalau memang blognya niat dijadiin seperti buku diary pribadi, maka disetting private aja
kalau blog niatnya untuk berbagi ilmu maka harus dijadikan publik
r10 recently posted… » Menambahkan Google 1 di Blogger
biasanya orang yang ngeyel, malah kreatif, dan bisa menemukan penemuan baru
ibnu recently posted… » Ilmu Developer Property
Mungkin saya salah satu orang yang sependapat dengan suami teteh. Bagi saya, blog adalah ranah publik yang dikelola secara pribadi. artinya, postingan yang kita muat di blog akan dilihat pleh siapapun, dimanapun dan kapanpun, tetapi isi dr blog sepenuhnya wewenang si empunya blog. Jika blog adalah ranah pribadi, maka kenapa anda harus mempublikasikannya di internet? dan memang blog adalah laman web yg terkoneksi di internet. Jadi tdk sama dg buku diary yg anda tulis untuk anda sendiri dan mungkin suami andapun tdk boleh tau….itu pendapat saya loh teteh…
komputerholik recently posted… » Sistem Komputer
Aku setuju sama Mba juli, Mba Nique.. Ruang pribadi yg boleh dikunjungi publik.. Tapi memang sebatas beranda & ruang tamu saja..
Btw, ngeyel itu bagus Mba, kalo manut2 wae nggak asik atuh, hehehe
Lyliana Thia recently posted… » Daun Gedi dan Tinutuan
Ketika kita mempublish tulisan di blog, ya seketika itu juga bisa diakses oleh orang sedunia, dan bisa diartikan itu sebagai publikasi. Bisa diapresiasi positif, bisa juga dituntut secara hukum atas apa yang kita tulis. Pribadi jika blognya digembok, mbak, hanya suaminya aja yang tau passwordnya.
)
hihi si teteh, ngeyel first, listen later,… hmmm… sounds familiar….
Euuuh..ci Teteh mah meni ngeyelan pisan geuning qiqiqiqi
Orin recently posted… » Merindu Hutan
kalo menurutku blog itu ranah pribadi yang boleh dikunjungi oleh publik
semacam rumah begitu
julie recently posted… » Pemilik Hatiku – part 2
Kalau soal ranah publik atau bukan, aku setuju sekali dengan pendapat DV dan Nechan Imelda…
Hanya, yang ingin aku komentari adalah peristiwa eyel-eyelan itu.. Mantap sangat perdebatannya, hahaha…
Untuk beberapa hal, aku juga begitu. Tidak langsung mengiyakan saja apa yang disarankan orang. Harus ada sedikit perdebatan, dan jika sudah menemukan kebenaran dan kejelasan dari saran itu, baru deh mengiyakannya..
laahh Nique.. sama dong… aku juga ngga bisa sama orang Jawa tuh hahaha
EM
Ikkyu_san recently posted… » Pengusir Ampuh
kalau aku setuju dgn DV, ranah publik yang menceritakan tentang sisi pribadi kita (yang mau diungkap tentu saja). Tapi please jgn ikutkan org2 yang ngeblog hanya utk SEO dgn isi copas semua
Aku pun tahu kok bahwa apa yang kutulis di blog pasti dibaca oleh publik. Buktinya beberapa kali aku bertemu dengan orang yang tidak kami kenal langsung mengenali kami (Riku dan Kai) . Jadi kalau mau jadi seleb buatlah blog
Tapi tentu ada batasannya, yang sebetulnya batasan itu kita buat sendiri. Seperti kamu Nique, kita tidak tahu nama aslimu krn tidak kamu “pajang”. Tapi dengan membaca tulisanmu, aku bisa tahu sifatmu, kebiasaanmu dsb. Tanpa tahu namamu, aku mengenalmu.
Aku pernah berkenalan dan menyayangi seseorang yang tidak kuketahui nama (dan wajah) aslinya, sampai beberapa hari sebelum aku kopdar. I dont need a name, i need a human inside him
EM
Ikkyu_san recently posted… » Kertas vs Batu
aku gak ikutan pollingnya Mas Enha , Nik

gak keburu aka telat …
aku juga setuju kalau blog itu adalah ranah publik krn bisa diakses siapapun.
xixixix…kasihan si Aa’ kudu sabaarrr punya istri yel ngeyel kayak ginih …
salam
bundadontworry recently posted… » Kalah Dari Semut
Aku setuju blog adalah ranah publik yang berisi salah satu sisi pribadi kita.
Kukatakan satu sisi karena kuyakin tak semua sisi harus kita pertunjukkan pada publik…
DV recently posted… » Blog kenapa harus ngga serius – ide- ide dan ide 1 dari 2 tulisan
si teteh kumaha atuh hihihi, makana nurut atuh ka Aa na:)
stuju blog itu ranah publik
Jawaban saya sama kek di Rumahnya Om NH; Publik!
alamendah recently posted… » Peranan Kelelawar dalam Ekosistem dan Manusia