Profesi Baru : Tukang Masak!

Temans, saya punya profesi baru sejak beberapa minggu ini, tepatnya sejak  orang-orang yang saya impor dari Medan tinggal menetap di warnet ini menjadi asisten kami menjalankan usaha semata wayang ini. Jika sebelumnya, asisten-asisten yang dipekerjaan perempuan semua, sehingga ada yang memasak, tetapi sekarang laki-laki semua, yang tentunya tidak bisa diandalkan memasak. Memang sih, soal memasak bukan masalah gender, tetapi memang para asisten ini saya yakini tidak bisa memasak, apalagi di tempat tinggalnya saya belum kenalan sama kompor gas : D

Saya yang mengakunya tidak pandai memasak ini, dan memang cuma memasak ketika dibutuhkan saja, catat ya, ketika benar-benar dibutuhkan saja, sehingga jika masih ada orang lain yang bisa memasak, maka dipastikan saya tidak akan mau memasak. Kenapa? Malas? Bukan! Bukan malas, tapi saya tidak pede, selalunya merasa masakan orang lain pasti lebih enak dibandingkan masakan saya, walaupun setelah dirasakan, walau cuma di dalam hati saya akan bilang, ooo…. masakanku ga kalah enak dari ini rupanya h ehehehe

Bicara tentang memasak, jika sebelumnya para asisten asalnya dari tanah Jawa, sudah pasti tidak jauh dari oseng-oseng, oreg tempe, sayur asem/sayur lodeh, goreng-gorengan dan sambal. Nah sekarang, berubah 180derajat dong, semua jadi serba santan, atau digoreng saja, tentu tetap ada ya sambal. Sekalinya saya memasak oseng-oseng, tumis-tumis, maka dijamin masakan itu akan utuh sampai malam, yang pada akhirnya menjadi kewajiban suami dan saya untuk menghabiskannya, daripada dibuang?

Jadi, belakangan ini kegiatan setiap harinya sudah pasti memasakkan sarapan, belanja ke pasar, masak untuk lauk siang dan malam; dan memastikan nasi sekali masak yang cukup satu hari saja. Sengaja dipas-pasin karena saya males mengurus menyimpannya di kulkas, juga males kalau harus melihat nasi itu dibuang karena basi :D Tetapi, sekarang sih kalaupun ada sisa, pagi-pagi saya buatkan nasi goreng saja pakai nasi sisa itu, lumayan sih, jadi tidak ada nasi terbuang lagi.

Menu andalan 3minggu ini adalah sambel teri kacang, gulai ayam kentang, gulai ayam labu kuning, sayur sop (engga laku!), tumis sawi putih (engga laku!), ikan goreng+sambal, ayam ungkep bumbu kuning digoreng + sambal, gulai daging (ini sih beli di tetangga yang jualan nasi padang), dan hari ini rencananya saya mau masakin mereka cah kangkung belacan + sambel teri kacang (lagi!).

Untuk sarapan, seringnya mie instan rebus, pernah juga nasi + telor dadar (sudah pada liat penampakannya di sini kan? :D ), kadang nasi goreng campur mie goreng (baru 1x, ternyata laris manis hehehe).  Paling bingung untuk sarapan, kalau ditanya sih mereka bilang di kampung sana, cuma sarapan sepotong kue dan teh manis, tapi di sini, kemana saya beli kue-kue? Jauh pula, dan tidak mungkin saya tega memberikan sepotong kue saja ‘kan? Itu sebabnya saya memilih memasakkan mie, atau diaplus sama nasi goreng atau nasi putih + telor dadar.

Masalah baru muncul ketika ada yang tidak bisa sering-sering ketemu telur, dan kemarin saya baru tahu yang satu alergi udang. Hadoh! Ternyata paling aman memasak ikan / ayam goreng + sayur bersantan. Sayangnya, jika masak ikan laut, merupakan satu siksaan buat saya, karena saya bukan penyuka ikan laut yang amis sangat itu. Sehingga jika menu hari itu ikan segar, dipastikan saya cuma kebagian capeknya saja.

Overall, saya senang sih memasakkan buat mereka, walau ada teman yang mengetahui kegiatan baru saya ini dan meracuni dengan kalimat negatif  “ne, lu kudu bilang lu masak buat laki lu, biar mereka ga ngerasa kayak bos dimasakin sama lu. ntar pada ngelunjak lagi klo lu tau masak khusus buat mereka bla bla …” Well, saya sih tidak kepikiran soal mereka akan merendahkan saya jika mereka tahu persis saya memang memasak untuk mereka. Saya bilang : “terserah merekalah mo bilang gw tukang masak mereka ato apa, ga penting juga sih buat gw. selama gw senang ya gw kerjain, dan kebetulan gw emang lagi seneng-senengnya masak, so, impaslah, apalagi mereka menghabiskan masakan gw, itu sudah cukup membayar keletihan gw berjibaku dengan panasnya hawa dapur.”

Dan yang paling menyenangkan adalah ketika saya bisa ngeledekin temen yang tidak bisa masak, sambil mengirimi gambar-gambar masakan saya yang ‘maknyusss’ kata yang sudah mencicipi hihihi … tetapi buat yang anti-pedas, sebaiknya sih sedia air minum sebelum makan, agar tidak hah huh begitu suapan pertama masuk mulut :D

Yuk, temans nikmati hidangan hasil racikan saya sendiri … monggoooo …. :)

sayang, satu asisten dan suami tidak menyukai menu ini hiks ...

ini menu kemarin menenmani sayur labu kuning yang dibawah ini :)

Jika minggu lalu, labu kuning dimasak bersama ayam, tapi kemarin tidak :D

 

penampakan labu kuning sebelum dimasak :D

nah, yang ini Gulai Ayam Labu Kuning

Gulai Ayam Kentang, kira-kira rasanya sama ga yah dengan kari kentang daging yang dicobai DM di Tibet sana :D

38 thoughts on “Profesi Baru : Tukang Masak!

  1. maknyus keliatannya :D baru tahu sy labu kuning dipake buat masak ya yang saya tahu hanya buat kolak kan rasanya manis hehehe.. istri saya juga pinter masak loh :D

    nanti saya buatkan resepnya biar dicoba, digulai pun tak kalah maknyusnya dengan dikolak, hanya saja orang Medan lebih sering menjadikan labu kuning sebagai sayuran yang digulai bersama ayam, saya justru tau labu kuning dijadikan kolak itu ya setelah di pulau jawa ini :D

  2. Weeee..cah ayu pinter masak juga yaaa.
    Kok gak ada resep dan cara masaknya. mau say pinjam jeee

    Salam hangat dari Surabaya

    o iya ya … saya kok malah nda kepikiran buat nulis cara masaknya hehehe maap pakdhe, nanti tak postingnya yaaa

    Pakde Cholik recently posted… » Book Summaries Berbayar Dollar

  3. Sambel teri kacang, apalagi pakai teri putih Medan, bikin ngiler… Saya doyan ikan teri, dimasak sama kacang paling suka.

    wah pas klo begitu, para asisten di sini juga sangat suka jika saya memasakkan sambel teri kacang :D saya pun senang, karena mudah cara memasaknya.

    Alris recently posted… » Terdamparku Disini

    • sayangnya teri Medan yang besar, di Jepang itu besar dan kering karena dipakai untuk kaldu aja. Kadang kangen makan teri Medannya indonesia loh. Kalau teri nasi sih di sini banyak dan dimasakan mentah :D

      EM
      Ikkyu_san recently posted… » Alladin or Aladdin

  4. Nique, komentarnya kamu munculin semua ya? Aku seneng soalnya bisa baca semua komentar jadinya. Kalau musti klik next/back rada males untuk baca jawaban kamu nya hehehe

    iya mba, dimunculin semua, karena tadi malam kan mau baca ulang semua komen yang masuk untuk mencari 3 pemenang, nah akunya kesulitan, jadi minta suami bikin biar lgs keliatan semua hehehe

    Ikkyu_san recently posted… » Alladin or Aladdin

  5. . selama gw senang ya gw kerjain …

    Mantaaapp …
    Dan saya juga setuju dengan EM … bahwa pada hakikatnya semua orang itu bisa masak …
    dan betul banget … rasanya bahagia jika apa yang kita masak itu bisa ludas dimakan …

    salam saya Nike

    hehehe tau nih Om, lagi seneng2nya masak, bukan merasa sebagai satu kewajiban, tapi kesenangan. karena sesuatu yang dirasa wajib itu kok rada gimana gitu kan hehehe …. lagipula, klo para asisten sehat sentosa, toh saya juga yang senang bisa kluyuran terus hehehe

  6. Sebetulnya semua orang bisa masak kok. Kalau tidak enak bisa dimodif lagi. Dan aku paling suka memasakkan orang lain. Rasanya puas kalau dibilang enak dan habis. Hebat deh!

    EM

    betul mba, klo tidak enak bisa dimodifikasi biar tetep bisa dimakan. pokoknya kudu kreatif yak hehehe

    Ikkyu_san recently posted… » Alladin or Aladdin

  7. Wahhhh, heboooh sekali, tapi kalau buat orang selevel anda ngga perlu pusing2 memasak. Mau masak makanan apa ya tinggal googling resepnya. Ketemu deeeh, eh masakan yg macam2 itu dapat resep dari mana?

    iya sih, tapi masalahnya asisten yang di sini, belum terbiasa dengan masakan di luar kebiasaan Sumatra sana, sehingga mau tak mau, saya harus memasak sesuai dengan masakan medan yang serba santan itu. dan masakan yang ada di gambar itu, merupakan masakan yang umum dimasak orang sana :D

    jarwadi recently posted… » Usia Ideal Gadget itu Berapa

  8. Nampaknya unsur “keterpaksaan” itu telah berbuah manis ya, hehehe…. mantap dan maknyus…. :)

    saya mah emang seringnya begitu Uda, klo udah terpaksa, pasti bisa melakukan yang tidak biasa / pernah dilakukan :D

  9. meski laki2, saya suka masak kok :P
    *jujur yak, yg bikin ngiler tuh penampakan gulai ayam itu, :D
    tapi kalo boleh saran, karena aku gak suka labu, bisa diganti dg terong aja bu,, hehe..

    saya baru tau terong bisa digulai ???? biasanya terong tuh kami tauco (terong telunjuk), atau dibalado (terong ungu), dilalap terong ijo yg bulet kecil2. nah terongn yg mana yg biasa digulai dengan ayam di situ pak?

    tunsa recently posted… » Download Yahoo! Messenger 11

  10. belum sarapan sudah baca2 yg ginian , makin nambah laper jadinya…

    eh ada bruri, sini klo laper, baru kelar bikin nasi goreng ala niQue, pakai sawi, baso, telur, mie (klo ini sih biar banyak isi sarapannya hihihi) … rasanya? kapan2 tanyakan langsung sama para asisten di sini yah hehehhe

    Mabruri recently posted… » Indahnya Panorama Kebun Teh Kaligua

  11. wah masa kayak begini ngakunya gak pinter masak sih… :D

    emang kaga bisa kok Man, cuma ga ngerti juga, gw tuh klo dibutuhkan ya bisa aja, g tau juga bisa begitu xixixi

    arman recently posted… » Lungsuran

  12. sabtu-minggu buat saya hari memasak, karena hubby suka masakan berkuah juga bersantan kadang kan gak ada jualannya di warung nasi :D
    dan katanya cinta selalu terjaga karena apa yang dimasak kita untuk keluarga :)

    dan klo pun ada yang jual kuah bersantan, rasanya bedaaaaaaa :D soalnya bumbu orang Sumatra kan beda sama yang di sini. Klo pun bersantan di sini. kuahnya itu cuma diracik bawang merput dan kemiri, nah klo kami pasti ikut tuh jahe dan teman2nya :D klo saya sih, mana2 udah suka aja, udah beradaptasisoale :D

    mamah Aline recently posted… » Icon Kain Pelikat dan walkthrough

  13. opung alm dulu kalau dimasakin sop atau apapun selain gulai, katanya gini
    “rasanya tak makan aku ini” hi..hi..

    emang gitu ya kak, dah gitu klo sop pun, beda sama sop orang sini. masih ingat aku, klo mamak bikin sop, biasanya itu pake daging, klo di sini kan kebanyakan di rumah2 masak sop ayam, lebih umum gitu.

    monda recently posted… » Perhaps Love

  14. Tapi walaupun rasanya kalo sarapan cuman ketemu telur lagi-telur lagi, atau minimal samaaa terus tiap pagi menunya.. yang namanya masak sendiri tuh kadang lebih berarti..

    perkara enak nggak enak, asal pake cinta semuanya jadi enaaak… *tsaaah

  15. Itu udang kan mbak?
    Wihiii..masa sih asisten dan suami mbak gak suka?
    Boleh deh mbak dilempar ke Jayapura aja :lol:
    Sayur labu kuning? Hmm..kakak saya juga biasa masak itu mbak, dibuat lodeh atau apalah namanya :D

    hehe suami sih sebenere mau, asal dikupas dolo, jadi tinggal mangap gitu :P Klo asisten sih yg ga doyan cuma 1 dari 3 orang itu. Jadi yaaa tetep abis sih udangnya, maaf ya ga ada yang bisa dikirim ke jaypur :D labu kuning emang enak diapain aja, buat dikolak juga bisa hehehe

    Zippy recently posted… » Dilema Uang Jajan

  16. Nique…waktu tinggal di Galang dulu, saya juga suka masakin buat orang-orang di rumah dinas…hehe, bener banget, saya juga nggak merasa jadi pembantu kok masakin mereka, yang ada malah rasa puas kalo mereka memuji dan menghabiskan masakan saya… :D

    Selamat masak niQue, kayaknya semakin hari bakal semakin jago nih ;)

    Iya mba, capeknya memasak terbayar ketika melihat mangkok2 lauk ludes bersih :D jadi makin semangat memasak sesuatu yang tidak biasa.

  17. mbak nic ni kayaknya cocok kalau ikut acara realty show di RCTI, namana Master Chief Niec… personal Branding yang bagus tuh mbak..

    hahaha gile! mana berani saya ikutan acara itu, kopdar aja blom pernah, mosok mau langsung live on tv xiixixix

  18. coba kalau saya yang kerja di warnet itu, apapun makanannya pasti ludes, mba… hehehe…

    nggak ah, aku suka sayur bening + oreg tempe. mudah banget bikinnya…

    oreg tempe juga favorit saya bertahun2, apalagi sayur bening bayam + jagung muda… hmm … enaaaaak :D

  19. Mbak, dari sekarang aku aja pusing, nanti kalau harus masuk dapur, apa ya enaknya yang dimasak?

    Takutnya sama kaya ini: teri kacang, gulai ayam kentang, gulai ayam labu kuning, sayur sop (engga laku!), tumis sawi putih (engga laku!), ikan goreng+sambal, ayam ungkep bumbu kuning digoreng + sambal, gulai daging (ini sih beli di tetangga yang jualan nasi padang), dan hari ini rencananya saya mau masakin mereka cah kangkung belacan + sambel teri kacang (lagi!)–> Banyak nggak lakunya.

    :lol:

    eh? itu mah yg ga laku cuma sayur sop & sawi putih. terus gulai daging itu, karena nggodok daging itu lama, saya pilih beli aja :D yang lainnya, ya masak sendiri dong ah :P

  20. Wahhh…ga berbahaya Kak makan sayur bersantan terus? *komen orang yg kurang suka masakan bersantan* hihihihi

    mereka masih muda, baru juga lulus SMU thn ini, jadi masih dalam masa pertumbuhan, kayaknya sih gpp. lagipula kan tidak setiap hari saya masakin begitu, setidaknya 2x seminggu. selebihnya ya digoreng saja, ikan ato ayamnya :D nah,. sya sebatas tukang masak saja, klo pun ikut makan, sudah pasti kuahnya tidak ikut serta.

    Orin recently posted… » Merindu Hutan

  21. wah, Nik, udang yg diatas itu sungguh sangat menggiurkan banget :)
    (sampai ngences lihatnya)
    tapi, gak percaya rasanya maknyusss, kalau gak dikirimin oleh Nik :P
    ( dasar madatan nih si bunda) :D :D
    salam

    gampang Bun, nanti yah kapan2 … :D cuma ya gitu, rasa maknyus itu kan klo dibandingin masakan saya yang lain, klo dibandingin sama masakan bunda ga berani ah :D

    bundadontworry recently posted… » Kalah Dari Semut

  22. Labu kuningnya pengen nyoba mbak ..
    rasanya gmana ?ya?
    kasi kisi2 dunk mbak :D

    hmm …*mikir* labu itu kan dasarnya manis, dimasak dengan bumbu yang pedas, terus dikasih asam patikala, jadi nano2 tuh, manis, asem, pedes juga … udah kebayang rasanya blom? :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge