127Hours (to find) Letters to Juliet

Hari ini sungguh hari santai sedunia, dua film tuntas ditonton sehari ini dan baru saja usai sekitar 10menit yang lalu. Film 127Hours menjadi pilihan utama karena membaca postingan Daeng Ipul, dan setelah sempat mengintip di youtube, maka rikwes dong ke suami untuk donlot-in film itu. Jika harus cari dvd-nya dulu, udah males duluan hehehe

Pada waktu yang bersamaan, saya juga rikwes untuk didonlot-in film “Letters to Juliet”. Sesungguhnya hasrat untuk menonton film ini sudah ada sejak film ini tayang di XX1, tetapi saya lupa kenapa kami tak jadi menontonnya, dan baru teringat lagi setelah membaca postingan Kak Monda kemarin.

Beruntung koneksi tidak menjadi masalah, sehingga dalam waktu sekejap dua film itu terhidang dengan manis ke hadapan istri tercinta ini. Lepas makan siang tadi, setelah menikmati makan siang dengan lauk gulai ikan mas, masakan sendiri tentunya, film “127hours” hadir sebagai dessert :D Film yang dibuat dari sebuah kisah nyata, tentang kehidupan Aron Ralston yang memotong sendiri tangannya agar selamat dan tidak mati dalam keadaan tangan terjepit. Jika bukan karena semangat hidup yang tinggi, tak mungkin Aron masih hidup sampai hari ini.

Banyak pelajaran penting yang dapat dipetik dari film yang satu ini, salah satunya agar membiasakan memberitahukan kepada seseorang kemanapun kita pergi. Tentang yang satu ini, sepertinya saya memang sudah rada parno, karena sampai ke jam nya pun saya hitung :( Tidak mau seperti itu, tetapi sudah kebiasaan. Seringnya cemas tidak jelas, apabila orang-orang terkasih pergi tanpa pemberitahuan, apalagi sampai hape tidak bisa dihubungi. Panik deh pokoknya!

Aron, yang pergi menjelajah Grand Canyon tanpa memberitahukan siapapun, bahkan sampai tidak menyempatkan diri ketika ibunya menelpon menjelang keberangkatannya, yang kemudian disesalinya, andaikan dia mengangkat telpon ibunya malam itu, ibunya pasti tahu keberadaannya, dan dia tidak perlu merasakan kesengsaraan sampai berhari-hari, bukan? Urusan berpamitan, seringkali dianggap sepele cenderung tidak penting, tetapi jika musibah menimpa, baru deh berandai-andai, seandainya pamit ‘kan tidak begini jadinya :(

Namun begitu, Aron tidak larut dalam penyesalan, dia bahkan sempat mendokumentasikan apa saja yang diingatnya, tentu saja terutama permintaan maafnya pada kedua orang tuanya. Semangat hidupnya patut diteladani, dengan segala keterbatasan, sosok Aron masih mampu tertawa menghibur diri, padahal tangan yang satu masih dalam posisi terjepit. Salut! Luar biasa!

Usai 127hours, rehat sejenak beralih pada kegiatan lainnya. Baru lepas acara Big Brother Indonesia, kami menonton film Letters to Juliet. Keren! Pemandangannya menyejukkan mata, tak heran saya jika kota Tuscany diabadikan oleh Bunda Lily menjadi nama anak bungsunya. Ah, menonton film ini serasa berada di sana, benar-benar film yang apik nan romantis. Ditambah pemerannya yang cantik dan ganteng, tentu saja!

Saat-saat menjelajahi keberadaan Lorenzo merupakan momen yang mendebarkan, dan satu kali, saya dan suami sudah yakin bahwa pada scene yang satu itu Claire akan bertemu dengan Lorenzo, tetapi kami kemudian terdiam karena yang ditemui malah pusara Lorenzo. Untunglah itu bukan Lorenzo yang dicari, sehingga tak usah lama sedihnya. Dan, begitulah cinta sejati, selalu menemukan  jalannya sendiri, justru di tempat yang tidak diduga-duga.

Yeah, film ini berakhir dengan bahagia, setelah berpisah 50tahun lamanya, Lorenzo dan Claire akhirnya dapat bersatu dalam pernikahan yang suci. Kisah manis juga berimbas pada Sophie, penemu surat lusuh Claire yang tersuruk di antara batu bata yang tersusun rapi di tempat orang-orang yang hendak menitipkan surat untuk Juliet, dan Sophie-lah yang membalas surat untuk Claire. Dari sinilah kisah ini berawal, Sophie membesarkan hati Claire untuk menelusuri keberadaan Lorenzo, walaupun niatan itu ditentang Charlie, cucu Claire. Sophie pula mendampingi perjalanan panjang Claire, padahal di saat yang bersamaan Sophie sedang dalam kegalauan memikirkan tunangannya yang sibuk sendiri, tanpa peduli padanya, padahal seharusnya mereka menghabiskan masa liburan itu bersama. Perbuatan baik Sophie berbuah manis, karena di akhir cerita Sophie berjodoh dengan Charlie :)

Sepertinya, melihat kondisi XX1 yang semakin sepi dari film-film mancanegara, maka pilihan paling tepat adalah mendonlot sendiri film-film yang sudah tayang di negeri asalnya. Harus kreatif, biar ga manyun hehehe …

 

 

83 thoughts on “127Hours (to find) Letters to Juliet

  1. 127 Hours memang keren! Hih. Tak terbayangkan. Dari hal sepele, soal berpamintan. Tapi tentu lebih dari itu: soal harapan!

  2. Keduanya bagus Mbak. Yang Letter to juliet juga bagus. Pesan moral film itu, mari kita terus menulis, tak perduli apakah nanti akan ada yang membaca atau tidak (tapi mudah2an ada yang mbaca, jadi nggak perlu nyelipin surat di celah dinding, hihi)

    Selamat pagi Mbak NiQue..

  3. mbak nique, saya suka film ini dan pernah nonton sampai 3 kali… ada juga cinta sejati yang berakhir happy ending diusia lanjut ya, dan malah membawa akhir cinta bahagia juga buat sophie dan charlie yang menyatukan pasangan renta itu ya so sweet…

  4. Sejak si sulung ke luar Jakarta, saya jarang nonton di bioskop. Dan dua bulan kemarin, saya ditawari First Media, bagaimana jika pembayaran modemnya setahun sekaligus, dapat bonus gratis nonton HBO dkk….

    Yahh karena tak terlalu mahal saya oke aja….dan beberapa minggu lalu mencoba nonton Letters to Juliet, yang menarik…dan saya suka pemandangannya.
    edratna recently posted… » Dari Rumah Sakit ke Rumah Sakit

  5. Waaaah bahagianya bisa nonton film… sip sip… kayaknya 127 hours perlu masuk list aku jg nih…

    Kalo masalah parno… kayaknya kebanyakan qta spt itu yah? hehehe…
    ah bukan parno kok yah, hanya berhati2… :-D

    thanks review nya Mba Nique…
    Lyliana Thia recently posted… » Hitam Putih dan Abu-abu

  6. Niiiiiique…
    Aku tuh masih belum memiliki ketegaran hati untuk nonton via download tuh…
    Gak sabaran bow…
    Belum lagi nonton nya harus di kompie…ribet…

    Apalagi kalo drama korea..heudeh…gak sabaran banget deh…penasaran…mending rayuin abah buat beli dvd nya ajah :)

  7. nunggu donlotan aja deh… soalnya selain emang lagi gak sempat… masih bete juga kalo ke bioskop… ngeliat poster film2 yang kurang gimana gitu…

  8. tosss dulu akh, Nik :)
    bunda juga suka dua2nya , film2 ini benar2 banyak ya hikmah yg didapat setelahnya.
    127 hours itu mengajarkan kita ttp tabah sekaligus kreatif, sementara letters for juliet nya,membuat kita percaya betapa cinta bisa mengalahkan segalanya , termasuk waktu ya Nik :)
    salam
    bundadontworry recently posted… » Yuk- Liburan Sehat

  9. Saya mungkin bisa mewek juga kalo nonton film kayak 127 hours itu. Jadi kloplah abis nonton yang sedih, -walaupun berakhir bahagia- ditimpali nonton film yang menimbulkan semangat. Pengen juga nih nonton film ituh…

  10. Betul jg ya Kak, skrg di bioskop film2nya ‘aneh2′ semua, hrs mulai donlot mendonlot nih sigana mah. Jadi pgn nonton si 2 film itu jg..

    Oh iya Kak, ada award untukmu ditempatku ;)
    Orin recently posted… » Tentang Award

  11. Review filmnya keren abis, niQue…sumpah saya jadi pengen nonton Letters to Juliet itu!

    Nique, jaman sekarang rasanya udah jarang kita temui film import dengan tema seperti ini. Saya juga seneng dengan pemandangan alam yang indah-indah, apalagi kalo ditambah orangnya juga indah…uh, bisa nonton nggak berhenti-berhenti deh :P

  12. Aku hobi nonton, tapi saat ini susah sekali mencari waktu untuk menghabiskan 1 – 2 jam di depan layar.
    Memotong tangan sendiri untuk menyelamatkan hidup ini juga terjadi padasalah seorang korban gempa di Padang tempo hari (saya lupa namanya). Tangannya terjepit reruntuhan bangunan, sehingga ia meraih kapak dan memotong tangannya agar bisa keluar dari reruntuhan. Hiii … ngeri membayangkannya :(

    Yang di Padang itu yang dipotong kakinya mba, pakai gergaji. Sementara Aron memotong tangannya dengan pisau cutter kecil yang tumpul, jadi dia harus mematahkan tangannya terlebih dulu, baru menusuk2nya dengan pisau kecil yang tumpul itu.

    Tuti Nonka recently posted… » Jatim Trip Episode 2 – Batu Yang Memukau

  13. Kalo di sini ada banyak iklan terpampang di baliho2.. Download film itu sama dengan mencuri.. dosa :)

    aduh!!! gawat! dosa yak :D tapi itu donlotnya pake akun premium yang berbayar mas, bukan gratisan, sama ga tuh? :D

    DV recently posted… » Vivid Festival 2011

  14. hahaha dasar juragan warnet wkwkw.. saya aja sampai numpuk tuh pelm-pelm di folder di komputer saya mau dihapus sayang donlodnya butuh waktu, rencananya mau di burning ke DVD…saya lg seneng film drama korea ni.. makanya lg seneng posting review film hihi..dua pelm ini belum smpt saya tonton..

    • burning di dvd? males tuh suami saya
      paling dia simpen di HD ext. terus nontonya dari situ aja
      seringnya sih dia buang klo udah ditonton hehehe

  15. wah nonton film bukan hobiku sih. Biasanya cuma nonton karena nemenin orang lain :D
    Soal film 127 jam memang menjadi pembelajaran kita bahwa meskipun kita mau menyendiri, tetap harus beritahukan orang lain kita berada dimana. Hancurnya hati keluarga/kekasih jika mendapatkan kondisi mati/hidup harus selalu dipikirkan. Makanya aku senang sekali waktu seorang sahabat terbaikku pergi merantau ke negeri antah berantah dia mau memberikan itienarynya padaku. Padahal kupikir dia tidak akan kasih tahu krn sifatnya yang tertutup/suka menyendiri.

    EM
    Ikkyu_san recently posted… » Panjang Umur – Umur Panjang

    • bagus dong, ga doyan nonton :D
      ga ngabisin duit wat beli dvd/ke bioskop hehehe

      wah senang ya mba klo dipercaya teman untuk mengetahui setiap langkahnya di perantauan :)

  16. 127 hours itu udah masuk list yg pengen ditonton juga. Juliet dapat juga ya Nik, senangnxa punya banyak waktu buat nonton estafet ya

  17. sebuah karya film dan buku yang baik, akan selalu memberikan inspirasi bagi kita dalam menjalani kehidupan ini.

    SALAM hangat dari Kendari.. 8) TuSuda recently posted… » TERANG

  18. sy pernah juga nonton 127 Hours….Letter to julliet blum pernah.

    Yg 127 Hours tuh ceritanya gila banget….smp harus ada acara potong tangan utk bisa menyelamatkan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge