Serombongan kecil tamu, yang masih sepupu Nyonya rumah datang dari jauh sekitar jam 2pagi, di saat tuan dan nyonya rumah sudah terlelap. Mereka datang tanpa pemberitahuan. Sempat menolak karena kondisinya memang sangat tidak memungkinkan, tetapi si sepupu mendesak diijinkan menginap untuk satu malam saja. Tuan rumah manyun, kesal karena tidur yang baru mau nyenyak harus terbangun lagi. Nyonya rumah membujuk, dan untungnya berhasil menyambut rombongan kecil itu dengan senyum hangat, soal palsu atau tidak, tak perlu dipertanyakan toh?!
Betul saja, rombongan kecil pagi-pagi langsung berpamitan, dan nyonya rumah sudah cerah hatinya sehingga memikirkan akan mengajak kemana mereka selama di Jakarta ya?! Belum sempat direalisasikan, setelah 4hari di Jakarta, tiba-tiba rombongan kecil itu boyongan dan bilang mau menginap lagi. He???? Alasannya di rumah tempat mereka menginap beberapa hari ini, sepertinya ada ‘sesuatu’ karena anak terkecil mereka menangis lama sampai badannya dingin. Hmm …
Pada percakapan itu, nyonya rumah menawarkan rombongan kecil untuk menginap di rumah orangtuanya, tetapi sang tamu hanya menggelengkan kepala. Nyonya rumah terkaget, kok mereka menolak? Apakah selama 4hari di Jakarta sama sekali belum sowan ke rumah orangtuanya? Maka sang tamu pun dicecar dengan rentetan pertanyaan.
“Yang bener aja? Jadi sama sekali belum sowan ke rumah Bapak???”
“……………….” senyum
“Maksudnya apa? Kok malah senyum? Sudah apa belum?”
“………..” menggeleng
“Ha? Belum? Kok gitu? Masak sama orang tua saya ga ngehargain? Jika ada orang lain yang begitu sama orangtuamu, bisa terima ga? Sebaiknya kalian mampirlah …..”
“………..” senyum lagi.
Nyonya rumah akhirnya memilih dia, mencoba menenangkan diri. Butuh teman curhat dia. Nyonya rumah mengeluh, merasa tidak bisa menerima orangtuanya tidak dianggap begitu. Dan sang nyonya rumah semakin bingung bagaimana lagi cara memberi pengertian pada sang tamu, wong tadi dikasi tau cuma mesam mesem tidak jelas begitu. Emosi tingkat tinggi, asap mengepul tebal dari kedua kupingnya. Setan amarah memeluk sang nyonya kuat-kuat, dan sang nyonya akhirnya kehilangan senyum ketika si tamu menanyakan ini itu. Senyum itu benar-benar raib, tak ada lagi kehangatan dalam setiap kata yang keluar dari mulutnya. Setidaknya, sedikit si setan sudah berhasil. Sampai rombongan kecil itu berpamitan keesokan harinya pun tak ada lagi senyum mengembang di bibir nyonya rumah. Percakapan pun sudah terdengar garing. Tak ada lagi eye contact. Setiap tanya, hanya dijawab sambil lalu. Hmm …
Tetapi, anak manakah yang mampu menahan diri jika orangtuanya tidak dianggap begitu? Saya teringat pada satu postingan di blog Prima tentang percakapannya dengan seorang ateis, dan di sana dengan lugas saya berkomentar: apakah Tuhan perlu dibela? Bisa jadi 2 kasus ini tidak sama, karena orang tua bukan Tuhan, tetapi bagaimanakah sepatutnya si anak bersikap? Saya pribadi bingung mau memberi saran apapun, karena takutnya malah menyiram m inyak ke bara api.
Menurut sahabat blogger, Nyonya rumah itu sebaiknya bagaimana? Mendiamkan? Marah? Atau biasa saja, seperti tidak terjadi apa2, karena orang tua ya orang tua, anak ya anak, jadi jika orang lain bersikap seperti itu pada orang tuanya, maka tak perlu sakit hati, atau bagaimana? Please help 
Mungkin ada sesuatu antara mereka dan ortu yang belum diketahui.
Rombongan kecil yang bertingkah seperti itu memang agak menyebalkan namun hanya ada satu nasihat : sabar. Menjamu tamu adalah mulia nak.
Bertamu itu wajibnya hanya 3 hari, lbih dari itu bisa menimbulkan masalah, sama2 bosan, sama2 repotnya.
Kita kadang perlu meniru gaya bule, jika akan datang ya tilpon dulu. Jangan nylonong saja. Kita yang tuan rumah ada kalanya sedang ” tidak ingin menerima tamu “, bukan.
Salam hangat dari Surabaya
Pakde Cholik recently posted… » IPAD-Blackberry dan MP3 player Gratis
saya dibesarkan di lingkungan yang HARUS MENGHORMATI ORANG TUA, jadi sudah jelas jawaban saya, meskipun ada masalah antara mereka, yang namanya sowan ke ortu merupakan suatu KEHARUSAN!!!
bundamahes recently posted… » HALAL
Nike …
jujur saya perlu latar belakang cerita yang lebih kumplit untuk memberikan sedikit saran …
namun dari rekaan meraba-raba …
saya mengambil kesimpulan …
ada sekelompok orang yang sama sekali tidak mau datang ke tempat orang tuamu …
setuju dengan Lyliana Thia … musti dicari dulu sebabnya …
ini karena tidak enak ? dendam ? ada sesuatu ? atau karena alasan lainnya
Dari situ baru dicari solusinya …
Memang terasa agak aneh kalau tidak datang ke tempat orang tua mu
padahal dia datang ke tempat kamu
salam saya Nike
nh18 recently posted… » KOPDAR TIGA A
Harusnya dikorek teruuuus sampe si tamu memberi alasan kenapa nggak mau sowan ke orangtua… kalo aku ngebayangin, bahkan sampe dia di kamar mandi pun akan kukejar.. hehehe…
Lyliana Thia recently posted… » Vanias May Giveaway
Pertama nyonya rumah ternyata judes, tapi tamunya emang pantes dijudesin! wkakakakaa… #tos mbak!
Prima recently posted… » Teori Bu Budi
Menurut hemat saya, setelah disarankan baik2, sitamu tetap tdk mau berkunjung ke ortu niQue …
sitamu saya cecer terus dgn pertanyaan, apa, kenapa or mengapa dll.
kalaulah alasannya bisa diterima akal sehat … yah, terserah dia … sebodok amat … tapi saya akan ngomong keras “asal kamu/kalian tahu ya, rumah ini adalah punya anaknya, kenapa kalian tdk menghormati ortuku? … kalau ortu kalian saya gitukan gimana? …
abrus recently posted… » -ketika wanita …
kalau baca ceritanya plus tambahan dari komen2 di atas sepertinya si tamu memang ada “kelainan” dan pada kasus ini si tuan rumah bisa dibenarkan.
kita orang Timur, tak elok lah berkunjung ke suatu kota tapi tidak mengunjungi orang tua padahal mungkin waktunya banyak kan ?
tapi memang sebaiknya dicari dulu latar belakang masalahnya ada di mana..
duh, kenapa ya? kok sampai segitunya , gak mau sowan ke ortu, gimana tho?
mungkin gak ya , si sepupu ini ada masalah dgn ortunya si nyonya rumah?
bagaimanapun kita tdk bisa memaksakan kehendak kita pd orng lain ya Nik.
kalau memang sang nyonya rumah tersinggung krn merasa ortunya gak dihargai, ya pantas2 saja, namun, kenapa tdk dibicarakan baik2, toh dgn sepupu sendiri, jadi kan gak perlu pasang muka lipat tujuh terus, siapa tau dgn dibicarakan baik2, masalahnya bisa diketahui dan bisa berakhir dgn baik juga.
ini hanya perndapat bunda saja lho,
dan, bisa saja tdk tepat .
salam
bundadontworry recently posted… » Kau Temanku- Ku Temanmu………
Kita hanya bisa menyarankan, karena mereka kan tidak bisa dipaksa buat mengunjungi orang tuanya niQue…tapi kalau cara penyampaian kita bagus dan diterima, siapa tau saran kita bisa diikutin oleh mereka…
Eh, saran ini telat nggak ya?
Nik,
mungkin si tamu pernah punya salah sama ortu, atau punya pinjaman atau utang, kalau dia nggak mau cerita, coba tanya ortu,
krn pernah ada saudara yang memutus silaturahim ke ortu, krn malu pinjam nggak balikin,
padahal ortuku pasti maafin kalau A datang aja bilang nggak bisa balikikn ya nggak apa2, malah adiknya si A minjam juga dan balikin, ikhlas ortuku nggak mau terima biar nambah modal buat dia aja
dan setelah hampir 10 tahun A datang minta maaf
monda recently posted… » Pameran Akulturasi Cina – Indonesia Dan Pameran Topeng Mexico
hmm namanya orang tua kadang emang butuh penghargaan.. yasudah, dituruti saja. apa susahnya?
Gaphe recently posted… » And The Choclairs Goes To
kalau saya sih justru mentingin ke ortunya…
sebisa mungkin silaturahim dengan seorang teman juga harus bisa silaturahim dengan orangtuanya juga…
tpi kalau masalahnya sudah seperti di atas, hm….. dicari dulu penyebabnya, diajakin ngomong secara baik2 lagi….
salaam
Mabruri recently posted… » 40 hari…
emang tamunya itu siapa teh niqeu? pake kiasan gitu ih kaya lagi bikin kuis xixi.. ya sewajarnya aja jangan sampai marah2 juga hehehe
sepupu, berarti ponakan ortu dong ya. Seharusnya itu masih keluarga deket.
Jadi ya agak aneh juga kalo ga mau dateng ke rumahnya.
Setuju sama Mas Wahyu dan Mbak Imelda, harus dicari tau itu. Tanya langsung ke ortu, mungkin?
kalo aku ya harus marah lah. karna harus menjalin silaturahmi sama orang tua. hmmm harus di cari tuh apa penyebab utama dibalik semua
bayu recently posted… » Unique LA dan Bertemu Superstar LA Hollywood waw keren!!!!
Benar kata pak Wahyu, pasti ada masalah kenapa dia tidak mau berkunjung ke orang tua. Tapi toh Nyonya rumah berwenang atas rumahnya. Kalau saya sih saya katakan tidak bisa terima mereka lagi di rumahku. Musuh ortuku berarti musuhku juga
Sadis ya?
EM
Ikkyu_san recently posted… » GW -8- Berkat Pendahulu
kukuh menolak dan ngotot ga mau itu berarti karena ada penyebabnya, dan itulah yg harus dicari tau, itu lebih penting, apalagi masih sodaraan. bukan semata soal harga menghargai. kan banyak cara yg bisa digunakan buat cari tau.
Mhd Wahyu NZ recently posted… » Menjawab Permintaan Bundo NakjaDimande
tetap bersabar dlm mengatasi sgala permasalahan. bila hati sabar, kepala dingin pikiran jadi jernih akan mampu mengambil keputusan/ jln keluar yg terbaik (ktanya)…
sowan itu apa sejenis itik ya?
marsudiyanto recently posted… » Kesimpulan Singkat Dari Tulisan Panjang
assalamu’alaikum..
biar bagaimanapun juga tamu adalah raja…
Islam sangat jelas dalam menjelaskan untuk memuliakan tamu…
jadi bingung juga soalnya saya belum punya anak, eh!
giewahyudi recently posted… » Cinta di Rumah Terakhir
kan tadinya si nyonya rumah lagi mikir mau ngajakin mereka kemana aja selama di jakarta. nah ajakin mereka sowan ke rumah orang tua aja…
arman recently posted… » International Day & Unique LA