Please help :)

Serombongan kecil tamu, yang masih sepupu Nyonya rumah datang dari jauh sekitar jam 2pagi, di saat tuan dan nyonya rumah sudah terlelap. Mereka datang tanpa pemberitahuan. Sempat menolak karena kondisinya memang sangat tidak memungkinkan, tetapi si sepupu mendesak diijinkan menginap untuk satu malam saja. Tuan rumah manyun, kesal karena tidur yang baru mau nyenyak harus terbangun lagi. Nyonya rumah membujuk, dan untungnya berhasil menyambut rombongan kecil itu dengan senyum hangat, soal palsu atau tidak, tak perlu dipertanyakan toh?!

Betul saja, rombongan kecil pagi-pagi langsung berpamitan, dan nyonya rumah sudah cerah hatinya sehingga memikirkan akan mengajak kemana mereka selama di Jakarta ya?! Belum sempat direalisasikan, setelah 4hari di Jakarta, tiba-tiba rombongan kecil itu boyongan dan bilang mau menginap lagi. He???? Alasannya di rumah tempat mereka menginap beberapa hari ini, sepertinya ada ‘sesuatu’ karena anak terkecil mereka menangis lama sampai badannya dingin. Hmm …

Pada percakapan itu, nyonya rumah menawarkan rombongan kecil untuk menginap di rumah orangtuanya, tetapi sang tamu hanya menggelengkan kepala. Nyonya rumah terkaget, kok mereka menolak? Apakah selama 4hari di Jakarta sama sekali belum sowan ke rumah orangtuanya? Maka sang tamu pun dicecar dengan rentetan pertanyaan.

“Yang bener aja? Jadi sama sekali belum sowan ke rumah Bapak???”

“……………….” senyum

“Maksudnya apa? Kok malah senyum? Sudah apa belum?”

“………..” menggeleng

“Ha? Belum? Kok gitu? Masak sama orang tua saya ga ngehargain? Jika ada orang lain yang begitu sama orangtuamu, bisa terima ga? Sebaiknya kalian mampirlah …..”

“………..” senyum lagi.

Nyonya rumah akhirnya memilih dia, mencoba menenangkan diri. Butuh teman curhat dia. Nyonya rumah mengeluh, merasa tidak bisa menerima orangtuanya tidak dianggap begitu. Dan sang nyonya rumah semakin bingung bagaimana lagi cara memberi pengertian pada sang tamu, wong tadi dikasi tau cuma mesam mesem tidak jelas begitu. Emosi tingkat tinggi, asap mengepul tebal dari kedua kupingnya. Setan amarah memeluk sang nyonya kuat-kuat, dan sang nyonya akhirnya kehilangan senyum ketika si tamu menanyakan ini itu. Senyum itu benar-benar raib, tak ada lagi kehangatan dalam setiap kata yang keluar dari mulutnya. Setidaknya, sedikit si setan sudah berhasil. Sampai rombongan kecil itu berpamitan keesokan harinya pun tak ada lagi senyum mengembang di bibir nyonya rumah. Percakapan pun sudah terdengar garing. Tak ada lagi eye contact. Setiap tanya, hanya dijawab sambil lalu. Hmm …

Tetapi, anak manakah yang mampu menahan diri jika orangtuanya tidak dianggap begitu? Saya teringat pada satu postingan di blog Prima tentang percakapannya dengan seorang ateis, dan di sana dengan lugas saya berkomentar: apakah Tuhan perlu dibela? Bisa jadi 2 kasus ini tidak sama, karena orang tua bukan Tuhan, tetapi bagaimanakah sepatutnya si anak bersikap? Saya pribadi bingung mau memberi saran apapun, karena takutnya malah menyiram m inyak ke bara api.

Menurut sahabat blogger, Nyonya rumah itu sebaiknya bagaimana? Mendiamkan? Marah? Atau biasa saja, seperti tidak terjadi apa2, karena orang tua ya orang tua, anak ya anak, jadi jika orang lain bersikap seperti itu pada orang tuanya, maka tak perlu sakit hati, atau bagaimana? Please help :)

22 thoughts on “Please help :)

  1. Mungkin ada sesuatu antara mereka dan ortu yang belum diketahui.

    Rombongan kecil yang bertingkah seperti itu memang agak menyebalkan namun hanya ada satu nasihat : sabar. Menjamu tamu adalah mulia nak.

    Bertamu itu wajibnya hanya 3 hari, lbih dari itu bisa menimbulkan masalah, sama2 bosan, sama2 repotnya.

    Kita kadang perlu meniru gaya bule, jika akan datang ya tilpon dulu. Jangan nylonong saja. Kita yang tuan rumah ada kalanya sedang ” tidak ingin menerima tamu “, bukan.

    Salam hangat dari Surabaya

    setuju saya Dhe, kalo mau namu, sebaiknya memang berkabar, apa ngga ndlongop nanti pas dateng eh tuan rumahnya lagi ke luar negeri, m isalnya? ngemper deh hehehe

    Pakde Cholik recently posted… » IPAD-Blackberry dan MP3 player Gratis

  2. saya dibesarkan di lingkungan yang HARUS MENGHORMATI ORANG TUA, jadi sudah jelas jawaban saya, meskipun ada masalah antara mereka, yang namanya sowan ke ortu merupakan suatu KEHARUSAN!!!

    *kipas2 bundamahes* tenang jeng tenang …. sahabatku sudah tenang kok sekarang … tidak blingsatan lagi dia hehehe

    bundamahes recently posted… » HALAL

  3. Nike …
    jujur saya perlu latar belakang cerita yang lebih kumplit untuk memberikan sedikit saran …
    namun dari rekaan meraba-raba …
    saya mengambil kesimpulan …
    ada sekelompok orang yang sama sekali tidak mau datang ke tempat orang tuamu …
    setuju dengan Lyliana Thia … musti dicari dulu sebabnya …
    ini karena tidak enak ? dendam ? ada sesuatu ? atau karena alasan lainnya

    Dari situ baru dicari solusinya …
    Memang terasa agak aneh kalau tidak datang ke tempat orang tua mu
    padahal dia datang ke tempat kamu

    salam saya Nike

    hiyaaaaa … si om tebak2 buah manggis, ada yang konsultasi om … :D

    nh18 recently posted… » KOPDAR TIGA A

  4. Harusnya dikorek teruuuus sampe si tamu memberi alasan kenapa nggak mau sowan ke orangtua… kalo aku ngebayangin, bahkan sampe dia di kamar mandi pun akan kukejar.. hehehe…

    hehehe …. ntar ke-bau-an lho sampe kamar mandi :P

    Lyliana Thia recently posted… » Vanias May Giveaway

  5. Pertama nyonya rumah ternyata judes, tapi tamunya emang pantes dijudesin! wkakakakaa… #tos mbak!

    ga mau tos ah, sahabatku itu engga judes, terlalu baek malah, sering ga enakan :D jadinya ya gitu deh, dimanfaatin orang terus :P

    Prima recently posted… » Teori Bu Budi

  6. Menurut hemat saya, setelah disarankan baik2, sitamu tetap tdk mau berkunjung ke ortu niQue … :(
    sitamu saya cecer terus dgn pertanyaan, apa, kenapa or mengapa dll.
    kalaulah alasannya bisa diterima akal sehat … yah, terserah dia … sebodok amat … tapi saya akan ngomong keras “asal kamu/kalian tahu ya, rumah ini adalah punya anaknya, kenapa kalian tdk menghormati ortuku? … kalau ortu kalian saya gitukan gimana? …

    hlaaa …. ga nyimak ki :P kalimat terakhirmu itu sudah disampaikannya, tapi cuma dimesemin dowank, kaga digubris. mungkin harus menyertakan bagian yang ini ya brus :D “asal kamu/kalian tahu ya, rumah ini adalah punya anaknya, kenapa kalian tdk menghormati ortuku? …”

    abrus recently posted… » -ketika wanita …

  7. kalau baca ceritanya plus tambahan dari komen2 di atas sepertinya si tamu memang ada “kelainan” dan pada kasus ini si tuan rumah bisa dibenarkan.

    kita orang Timur, tak elok lah berkunjung ke suatu kota tapi tidak mengunjungi orang tua padahal mungkin waktunya banyak kan ?

    tapi memang sebaiknya dicari dulu latar belakang masalahnya ada di mana..

    setuju! ada virus di otaknya hahaha klo saya pribadi, ga bakal berani deh ke rumah sodara/temen klo ada masalah dengan ortunya, apalagi ortunya tinggal deketan. Ga pantes aja klo ga mampir hehehe

  8. duh, kenapa ya? kok sampai segitunya , gak mau sowan ke ortu, gimana tho?
    mungkin gak ya , si sepupu ini ada masalah dgn ortunya si nyonya rumah?
    bagaimanapun kita tdk bisa memaksakan kehendak kita pd orng lain ya Nik.
    kalau memang sang nyonya rumah tersinggung krn merasa ortunya gak dihargai, ya pantas2 saja, namun, kenapa tdk dibicarakan baik2, toh dgn sepupu sendiri, jadi kan gak perlu pasang muka lipat tujuh terus, siapa tau dgn dibicarakan baik2, masalahnya bisa diketahui dan bisa berakhir dgn baik juga.
    ini hanya perndapat bunda saja lho,
    dan, bisa saja tdk tepat . :)
    salam

    ya gitu deh Bun, ujian buat si nyonya rumah, klo di dunia ini ada lagi tipe manusia yang seperti itu hehehe klo orang mau naik kelas kan harus lulus ujian toh Udah bun, udah dia coba ngomong, cuma sepupunya itu ga gubris, dicuekin aja, makanya bikin dia mangkel hehehe

    bundadontworry recently posted… » Kau Temanku- Ku Temanmu………

  9. Kita hanya bisa menyarankan, karena mereka kan tidak bisa dipaksa buat mengunjungi orang tuanya niQue…tapi kalau cara penyampaian kita bagus dan diterima, siapa tau saran kita bisa diikutin oleh mereka… :)

    Eh, saran ini telat nggak ya?

    Ga ada saran yang telat mba Irma, andaipun sekarang saran mba tidak bisa diikuti si Nyonya rumah itu, di lain waktu pasti akan dicobanya.

  10. Nik,
    mungkin si tamu pernah punya salah sama ortu, atau punya pinjaman atau utang, kalau dia nggak mau cerita, coba tanya ortu,

    krn pernah ada saudara yang memutus silaturahim ke ortu, krn malu pinjam nggak balikin,
    padahal ortuku pasti maafin kalau A datang aja bilang nggak bisa balikikn ya nggak apa2, malah adiknya si A minjam juga dan balikin, ikhlas ortuku nggak mau terima biar nambah modal buat dia aja
    dan setelah hampir 10 tahun A datang minta maaf

    menurut informasi si nyonya rumah sih, ga ada masalah Kak, wong terakhir aja sepupunya itu justru masih minta tolong didampingi menagih uangnya di salah satu kerabatnya, waktu itu bahkan sepupunya itu mau lho menginap di rumah om-nya. Cuma waktu uang sudah ditangan, mudikpun tak pamit hehehe

    monda recently posted… » Pameran Akulturasi Cina – Indonesia Dan Pameran Topeng Mexico

  11. hmm namanya orang tua kadang emang butuh penghargaan.. yasudah, dituruti saja. apa susahnya?

    Klo yang saya tau sih, bukan orang tua itu butuh dihargai :D yang jadi mempermasalahkan ini si nyonya rumah yang ga terima ortunya ga dianggep hehehe …. *can’t imagine if I were her*

    Gaphe recently posted… » And The Choclairs Goes To

  12. kalau saya sih justru mentingin ke ortunya…
    sebisa mungkin silaturahim dengan seorang teman juga harus bisa silaturahim dengan orangtuanya juga…

    tpi kalau masalahnya sudah seperti di atas, hm….. dicari dulu penyebabnya, diajakin ngomong secara baik2 lagi….

    salaam

    begitu ya? :) *dicatet*

    Mabruri recently posted… » 40 hari…

  13. emang tamunya itu siapa teh niqeu? pake kiasan gitu ih kaya lagi bikin kuis xixi.. ya sewajarnya aja jangan sampai marah2 juga hehehe

    yang penting ‘kan kasusnya, syukur2 bisa menjadi pembelajaran, terutama buat saya :) kan kita juga bisa belajar dari apa yang dialami orang lain kan? :)

  14. sepupu, berarti ponakan ortu dong ya. Seharusnya itu masih keluarga deket.

    Jadi ya agak aneh juga kalo ga mau dateng ke rumahnya.

    Setuju sama Mas Wahyu dan Mbak Imelda, harus dicari tau itu. Tanya langsung ke ortu, mungkin?

    Iya, masih keluarga deket mereka, emang aneh, saya saja sempat tidak percaya, jika tidak mengenal si nyonya rumah dengan baik.

  15. Benar kata pak Wahyu, pasti ada masalah kenapa dia tidak mau berkunjung ke orang tua. Tapi toh Nyonya rumah berwenang atas rumahnya. Kalau saya sih saya katakan tidak bisa terima mereka lagi di rumahku. Musuh ortuku berarti musuhku juga :( Sadis ya?

    EM

    Nah? Saya juga sempat mo kasi saran begitu mba, tapi itu tadi, takutnya malah ngomporin jadi mledug, disuruh tg jawab gimana hehehe …

    Ikkyu_san recently posted… » GW -8- Berkat Pendahulu

  16. kukuh menolak dan ngotot ga mau itu berarti karena ada penyebabnya, dan itulah yg harus dicari tau, itu lebih penting, apalagi masih sodaraan. bukan semata soal harga menghargai. kan banyak cara yg bisa digunakan buat cari tau.

    pasti dong ada penyebabnya :D biar nti saya bilang si nyonya rumah biar dia jadi detektif dadakan :D

    Mhd Wahyu NZ recently posted… » Menjawab Permintaan Bundo NakjaDimande

  17. tetap bersabar dlm mengatasi sgala permasalahan. bila hati sabar, kepala dingin pikiran jadi jernih akan mampu mengambil keputusan/ jln keluar yg terbaik (ktanya)… :)

    hehehe sudah mas, sudah disarankan cuma yeah …. pada prakteknya katanya kan tidak semudah ngomongnya, jadi kepala si nyonya rumah masih ngebul terus tuh :D

  18. assalamu’alaikum..
    biar bagaimanapun juga tamu adalah raja…
    Islam sangat jelas dalam menjelaskan untuk memuliakan tamu…

    jadi tidak boleh dikait2kan dengan keengganannya untuk sowan ke orang tua kita, begitu pak?

  19. kan tadinya si nyonya rumah lagi mikir mau ngajakin mereka kemana aja selama di jakarta. nah ajakin mereka sowan ke rumah orang tua aja… :)

    ga mau tamunya Man, ketika ditanya alesannya apa, cuma dijawab dengan senyum duank … aneh juga sih menurut gw, mosok numpang di rumah anaknya mau, tp ke rumah ortunya kaga mo sowan?

    arman recently posted… » International Day &amp Unique LA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge