Menjamurnya toko-toko on line saat ini mengingatkan saya pada satu episode ketika juga pernah mengelola satu toko on line yang khusus berjualan pernak pernik perempuan. Awalnya sih karena saya pikir mengerjakannya mudah, apalagi saya sudah punya beberapa orang yang memang sudah bekerja secara permanen pada bidang usaha yang lain, lalu saya pikir apa salahnya menambah load pekerjaan mereka? Toh mereka juga kecipratan rejeki jika toko on line itu berjalan lancar kelak.
Saya tidak sendiri, ada seorang teman lain yang menjadi partner saya dan lumayan sukses berjualan secara offline di lingkungan kantornya. Kami berdua hunting produk yang mau diperjual belikan pada saat sabtu/minggu, selanjutnya semua item tersebut akan dia tenteng ke kantor dan buka lapak deh di sana
Lalu saya? Saya lebih berperan sebagai peyandang, tapi kadang-kadang ya jualan juga, karena toh sebagian ada juga yang saya bawa kemana-mana walau jarang laku
Ide tentang toko on line ini mengkristal dari hasil obrolan iseng saja. Lalu kami bersepakat untuk segera running, dan memilih multiply.com sebagai media. Kami ‘merasa’ sudah mempertimbangkan segala sesuatunya secara mendetil, apalagi saya dianggap sudah duluan punya pengalaman walaupun bidang usahanya berbeda, toh intinya sama-sama berjualan!
Rencananya, teman saya itu yang akan meng-upload foto-foto barang yang akan diperjual belikan dan kami sama-sama akan mempublikasikannya kemana-mana, sekaligus memantau pesanan yang masuk. Jika pesanan sudah masuk, selanjutnya saya akan mendelegasikan urusan packing dan pengiriman pada karyawan kantor saya. Bagi yang mau pesan melalui fax dan telpon pun kami mengandalkan fasilitas kantor saya.
Keinginan tak selalu berbanding lurus dengan kenyataan. Konsistensi. Kegigihan. Dua hal penting ini yang harus dipunyai setiap orang yang mau menjalankan suatu usaha. Tidak cukup berbekal keinginan semata. Usaha toko on line hanya berjalan beberapa bulan saja, kemudian pelan tapi pasti adem dan melempem. Persis seperti kerupuk yang tutup kalengnya tidak tertutup rapat
Sampai satu hari, kami baru sadar sesadar-sadarnya kalau toko on line itu terbengkalai dan tak pernah ditengok lagi. Toko on line terkubur oleh kesibukan kami masing-masing pada urusan lain yang buat kami lebih penting. Dan akhirnya toko on line itu benar-benar mati. Innalillahi …. *lebay*
Di antara teman-teman blogger pasti dong ada yang pernah nyobain bikin toko on line? Mari berbagi
im working on it!
AYOO SEMANGAT LG!
achie recently posted… » What if
Kebetulan belum pernah bikin. Ajarin dong, Mbak.
Saya pernah tuh, buat jasa pembuatan website..
memang asyik kalau pake yang online..
Ehem… *batuk* Saya ama adik saya mau bikin usaha daring (dalam jaringan) sih.. tapi masih belum tahu apa jenis usahanya…
Asop recently posted… » Apalah Guna Karcis Parkir Ini
Salam Takzim
Mengunjungi sahabat di pagi yang cerah semoga tetap sehat ya mbak niQue. Saran yang bagus untuk dagang on=line itu makanan dan minuman jangan pernak pernik, karena orang tiap hari perlu makan dan minum tidak seperti pernak pernik hehehe mau makan keburu lapar bro *dijitak
Salam Takzim Batavusqu
Batavusqu recently posted… » Ki Hajar Dewantara bapak pendidik bangsa
hihihi, nasib kerjaan sampingan ya kadang2 begitu itu..
aku ga minat lah klo jualan, lebih minat jadi pembeli.. hihihi
si bhi recently posted… » Cheer Up!
wuakakakakakak…. turut berduka cita mbak, aku belum pernah punya toko online…
mudahan bisa jadi pelajaran buat saya kalo mau bikin toko harus gigih, heeeeeee
Prima recently posted… » Ada Apa dengan April
masih mentah euy, baru mau buat…
itu juga masih menggunakan subdomain…
hewhewhew..
jadi inget sama “rencana” toko online saya yang sampai saat ini masih jadi rencana
bundamahes recently posted… » Timur Tengah Barat
Jualan yang nyata aja belum tentu berhasil, gimana jualan di dunia maya…
Saya yakin tingkat keberhasilannya kecil.
Paling2 nggak ada 5% yang bisa…
Kayaknya sich gampang dan banyak yang tertarik
marsudiyanto recently posted… » Duel
saya belum pernah buat, tapi ada rencana, ni mau sharing sama mbak niq, hehe…
memang ketekunan dan keuletan sangat perlu.. dalam hal apapun..
tunsa recently posted… » Pria Tampan Itu
Saat ini juga lagi mengelola toko online. Jualan handy craft, aksesoris dari flanel. Tapi tetap juga jualan offline, keliling ke toko-toko aksesoris cewek nawarin barang, hehe.
Btw, blognya keren mbak, konten dan themenya mantap. Salut. Nemu blognya dari jejak komen di Daeng Ipul (ipulgassing.org)
Salam kenal ya mbak..
)
faizalramadhan recently posted… » Menjadi Sosial Itu Baik
Jadi pengen juga bikin toko online nih. Tapi masih bingung ma konsep jualannya. sama konsisten ngganya..
Marchei Riendra Devi recently posted… » 7 Lagu paling Romantis Menurut Marchei’s Journey
ditengah hiruk pikuk lalu lintas spt ini, online-shop emang solusi paling pas Mba… aku juga biasa belanja di ol-shop…
tapi aku nggak pernah bikin ol-shop sih… coba bikin dulu aja mba… temen2ku jg begitu… ntar dibenahi dikit2 dgn masukan dari teman2…
Lyliana Tia recently posted… » Kunci Mendidik Anak Itu Bernama Kesabaran
Ooo saya kira toko online itu warung internet, toko : warung dan online : internet..
giewahyudi recently posted… » Tower Operator Seluler di Menara Masjid Asy-Syuhada
saya belum pernah tapi saya sering beli melalui toko online.. kebanyakan sekrang banyak yang menawarkan social commerce ketimbang E-commerce
Konsistensi. Kegigihan.
Dua hal penting ini yang harus dipunyai setiap orang yang mau menjalankan suatu usaha. <== SAYA CAMKAN!
bdangkal recently posted… » ENRICH- Game Edukatif Karya Anak Negeri
Enak juga belanja di toko online, apalagi kalo mo buat kado. Langsung kirim ke tujuan, gak repot
Wah, sayang ya klo bisnis gak terurus gitu
Dulu sering belanja, heheheheh, sekarang kebanyakan online tapi ga pake toko-tokoan…
kalau toko onlin memang harus fokus
Dulu pernah sempet kecanduan tuh aku…
Beli dvd drama korea online…
Gila enak banget, tinggal klik klik doang, trus tidur tiduran langsung dateng deh barangnya…hihihi…
akhirnya pin bca nya disita abah…*alat yang buat transfer itu lhooo…hihihi…*
ckckck…
alangkah cerdasnyah suamimu ituh…hihihi
sering sebagai pemakai, belum pernah sebagai pemilik. Dan sering sekali pakai cuma satu kali bagus servicenya, kali ke dua payah, atau memang tidak ada “penjaga” tokonya. Apalagi toko buku yang nanggung.
konsistensinya online shop di indonesia memang masih kurang
EM
Ikkyu_san recently posted… » GW -3- Wiskul dan Kenalan Lama